Sobar Al Ghazal
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Analisis Pendidikan Akhlak dalam Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim Karya K.H. Hasyim Asy’ari BAB Akhlak Guru dan Murid dalam Menuntut Ilmu Soca Regita Sisilia; Sobar Al Ghazal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10340

Abstract

Abstract. This research focuses on the Book of Adabul 'Alim Wal Muta'alim by K.H. Hasyim Asy'ari, emphasizing the importance of morals in education. The goal is to understand moral education, the concept of student morals towards teachers, and the concept of teacher morals towards students. The approach used in this research is a qualitative approach, while the method used in this research is a descriptive analysis method with the type of literature, namely by collecting data using books, literature, library materials that support and are related to the discussion of researchers. The results show that to create good relationships, the morals that are emphasized involve courage, patience, obedience, respect, sincerity, and good communication. Mutual respect between students and teachers is prioritized, with the sincere intention of getting closer to Allah SWT. The phenomenon of moral decline in the world of education is also in the spotlight, emphasizing the need for a moral approach in the learning process. Abstrak. Penelitian ini fokus pada Kitab Adabul 'Alim Wal Muta’alim Karya K.H. Hasyim Asy’ari, menekankan pentingnya akhlak dalam pendidikan. Tujuannya adalah memahami pendidikan akhlak, konsep akhlak murid terhadap guru, dan konsep akhlak guru terhadap murid. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekaatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode analisis deskriptif dengan jenis kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan data dengan menggunakan buku-buku, literatur, bahan pustaka yang menunjang dan ada keterkaitan dengan pembahasan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menciptakan hubungan baik, akhlak yang ditekankan melibatkan keberanian, kesabaran, ketaatan, penghargaan, keikhlasan, dan komunikasi yang baik. Saling menghargai antara murid dan guru diutamakan, dengan niat tulus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Fenomena kemerosotan moral di dunia pendidikan juga menjadi sorotan, menekankan perlunya pendekatan moral dalam proses pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Make A Penerapan Model Pembelajaran Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SDN 194 SukMatch Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SDN Sukajadi Bandung Najla Nashirah Salma; Dedih Surana; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13990

Abstract

Abstract. This study aims to find out whether the Make A Match learning approach has improved the learning outcomes of grade V students in the subject of Islamic Religious Education. Experiments with pretest-posttest control group designs are the methodology used. Using a purposive sample approach, all students in grade V of SDN 194 Sukajadi were used as the research population. Using a purposive sample approach, all students in grade V of SDN 194 Sukajadi were used as the research population. Research findings Before the use of the Make A Match learning model, the average score of the experimental class was 51.43, while the value of the control class was 51.50. 2) From the teaching module, it can be seen that the method of implementing Make A Match, based on the percentage results, there are 12 very good criteria 86% and 2 good criteria 14%). Six indicators and 19 sub-indicators that became the implementation of learning that had been carried out in the experimental class produced 80% excellent scores and 15% good results. 3) The cognitive domain that has an average result before (51.43) after (79.29) in the control class before (51.50) after (55.83) is one of the results in the experimental class. The control class (69.93) and the experimental class (81.11) were in the affective realm. The psychomotor realm of the control class (72.73) and the experimental class (88.54). There was a significant difference in the average t-test score in the following domains: cognitive (9.701 > 1.672), affective (8.003 > 1.672), and psychomotor (5.118 > 1.672) This proves that the learning outcomes are different when the conventional model and the Make A Match model are used. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pendekatan pembelajaran Make A Match telah meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest adalah metodologi yang digunakan. Dengan menggunakan pendekatan sampel purposif, seluruh siswa kelas V SDN 194 Sukajadi dijadikan sebagai populasi penelitian. Temuan penelitian Sebelum digunakan model pembelajaran Make A Match, nilai ratarata kelas eksperimen berjumlah 51,43, sedangkan nilai kelas kontrol sebesar 51,50. 2) Dari modul ajar terlihat metode pelaksanaan Make A Match, berdasarkan hasil persentase terdapat 12 kriteria sangat baik 86% dan 2 kriteria baik 14%). Enam indikator dan 19 subindikator yang menjadi keterlaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan pada kelas eksperimen menghasilkan 80% nilai sangat baik dan 15% hasil baik. 3) Ranah kognitif yang mempunyai rata-rata hasil sebelum (51,43) sesudah (79,29) pada kelas kontrol sebelum (51,50) sesudah (55,83) merupakan salah satu hasil pada kelas eksperimen. Kelas kontrol (69,93) dan kelas eksperimen (81,11) ranah afektif. Ranah psikomotorik kelas kontrol (72,73) dan kelas eksperimen (88,54). Terdapat perbedaan nyata pada nilai rata-rata uji t pada ranah berikut: kognitif (9,701 > 1,672), afektif (8,003 > 1,672), dan psikomotorik (5,118 > 1,672) Hal ini membuktikan hasil belajar berbeda ketika model konvensional dan model Make A Match yang digunakan.
Pola Asuh Akhlak bagi Anak dalam Keluarga Pernikahan Dini Natatsa Syifaul Wardah; Erhamwilda; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15552

Abstract

Abstract. The first and foremost educators are our own parents, where they are responsible for the progress and development of their children, because a child's success really depends on the care, attention and education provided by their parents. Education is an important aspect in the formation of quality personal or human resources. Moral education in the family is very important because religion can provide guidance on the right path, leading to a path that is approved by Allah. This is in accordance with the opinion that "religious education is a powerful coaching tool for students. The aim of this research is to find out and describe what aspects encourage and hinder moral education parenting patterns for children in early marriage families and to find out and describe the description and implementation of moral education parenting patterns for children in early marriage families in the Caringin Cikungkurak area. The method used in this research is a qualitative method with descriptive research type. This research was carried out in the Caringin Cikungkurak area of ​​Bandung. Data was analyzed using 3 stages, namely data reduction, data presentation and verification. The results of this research are that the parenting style of moral education for children in early marriage can provide quality moral education with various efforts. The implementation of moral education for children needs to be done by providing directed and controlled freedom so that children can explore within safe limits, and challenges such as lack of patience and difficulties in building communication can be overcome by learning and looking for the right information. Abstrak. Pendidik yang pertama dan utama adalah orang tua kita sendiri, dimana mereka bertanggung jawab terkait kemajuan dan perkembangan anak-anaknya, karena kesuksesan anak sangat tergantung dengan bagaimana cara pengasuhan, perhatian, dan pendidikan yang diberikan oleh orang tuannya. Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan pribadi atau sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan akhlak dalam kelurga sangat penting karena agama dapat memberikan petunjuk ke jalan yang benar, menuntun ke jalan yang diridhai Allah. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa “Pendidikan Agama Merupakan Alat Pembinaan yang Ampuh Bagi Peserta Didik”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan aspek apa saja yang mendorong dan menghambat pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga pernikahan dini serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran dan implementasi pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga pernikahan dini di daerah Caringin Cikungkurak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Caringin Cikungkurak Bandung. Data dianalisis menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam pernikahan dini dapat memberikan pendidikan akhlak yang berkualitas dengan berbagai upaya, impelementasi asuh pendidikan akhlak anak perlu dilakukan dengan memberikan kebebasan yang terarah dan terkontrol agar anak dapat bereksplorasi dalam batasan yang aman, dan tantangan seperti kurangnya kesabaran dan kesulitan dalam membangun komunikasi dapat diatasi dengan belajar dan mencari informasi yang tepat.
Pembentukan Karakter Tasamuh melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Mutiara Bangsa Annisa Sa'diah; Sobar Al Ghazal; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15647

Abstract

Abstract. The formation of student character takes a long time so one of the strategies used is to integrate student character. Every religion essentially has good teachings to apply in life. However, in fact there are still acts of violence labeled as religious which are carried out by certain religious radical groups, therefore bonds are needed that can accommodate aspirations and strengthen fraternal relations so as not to cause incidents that harm other people. In Islam, tasamuh is tolerance which includes social harmony in society. The results of this research can be concluded that the formation of tasamuh character through extracurricular activities is understanding that every religion has good teachings to apply in life which is very important. So that tasamuh can become the basis for efforts to integrate student character at Mutiara Bangsa Health Vocational School, or anywhere else. Abstrak. Pembentukan karakter peserta didik yang dimana membutuhkan waktu yang lama sehingga salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan karakter siswa. Setiap agama pada hakikatnya memiliki ajaran yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan. Akan tetapi pada faktanya masih ada terjadi tindakan kekerasan yang berlabel agama yang dimana dilakukan oleh kelompok radikal agama tertentu, oleh sebab itu dibutuhkan ikatan yang dapat menampung aspirasi serta mengeratkan hubungan persaudaraan agar tidak menimbulkan kejadian yang merugikan orang lain. Dalam islam tasamuh ini merupakan toleransi yang mencangkup kerukunan sosial masyarakat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter tasamuh melalui kegiatan ekstrakulikuler yaitu memahami bahwa setiap agama memiliki ajaran yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan yang sangat penting. Sehingga tasamuh ini dapat menjadi landasan bagi upaya integrasi karakter siswa di Smks Kesehatan Mutiara Bangsa, atau dimanapun.