Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Akulturasi Islam dan Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Tampung Tawar di Komunitas Dayak Muslim Cipta Rahman, Nabilah; Normuslim; Muslimah
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.453

Abstract

This article discusses the acculturation of Islam in the Tampung Tawar tradition and the educational values embedded within it among the Dayak Ngaju Muslim community in Parenggean Village, Kotawaringin Timur Regency, Central Kalimantan. The Tampung Tawar ritual serves as a traditional ceremony that symbolizes purification, protection, the invocation of safety, and the expression of gratitude. As Islam gradually spread among the Dayak people, this ritual experienced a transformation in its values and meanings. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through direct observation, interviews, and document analysis. The findings show that Islamic elements such as the recitation of Qur’anic verses, Arabic prayers, and the emphasis on purity and charity have been integrated into the performance of Tampung Tawar. The Islamic educational values contained in the ritual include religiosity, deliberation, cleanliness, and gratitude. This tradition functions as a medium for transmitting Islamic values and teachings to younger generations while at the same time preserving local cultural heritage. The study concludes that Islamic education can coexist harmoniously with local wisdom without losing the essence of its teachings.
Pendidikan dan Dinamika Perubahan Sosial di Era Globalisasi Latifah; Normuslim; Erawati, Desi
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 2 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i2.1668

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi, mobilitas sosial yang semakin tinggi, serta interaksi budaya yang semakin luas menjadikan pendidikan tidak lagi berada dalam ruang yang statis, tetapi menjadi bagian dari dinamika perubahan sosial yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan perubahan sosial di era globalisasi serta bagaimana pendidikan berperan dalam merespons berbagai transformasi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan terkait pendidikan, globalisasi, dan teori perubahan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu membentuk nilai, sikap, serta pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang adaptif, kritis, dan inovatif. Oleh karena itu, sistem pendidikan perlu terus beradaptasi dengan dinamika globalisasi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Manajemen Komunikasi dan Negosiasi Pendidikan Islam Multikultural di Indonesia Nurmala Sari, Tanti; Normuslim; Muslimah
PAI RAFAH Vol 7 No 2 (2025): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v7i2.28544

Abstract

Communication and negotiation management play a crucial role in fostering an inclusive Islamic education environment within Indonesia's culturally and religiously diverse society. This study aims to critically analyze communication and negotiation strategies that are specifically applied in managing multicultural dynamics within Islamic educational settings in Indonesia. Employing a structured literature review method, the study synthesizes findings from peer-reviewed journals and scholarly articles selected based on relevance to multicultural education, communication theory, and Islamic pedagogical practices. The analysis reveals key strategies including the dissemination of accurate intercultural information, stakeholder collaboration across religious and ethnic lines, and the promotion of media literacy to combat stereotypes and prevent social polarization. It also highlights contextual challenges such as socio-cultural resistance, inconsistent policy frameworks, and the influence of global narratives on Islamic identity. This article contributes to the discourse on Islamic education by offering a framework for culturally responsive communication and negotiation practices, relevant to practitioners and policymakers aiming to strengthen multicultural harmony through education in Indonesia.
Integrasi PAI dengan pluralisme dan multikulturalisme Norjamilah; Normuslim; Hamdanah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 9 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i9.8905

Abstract

The diversity of Indonesian society in terms of religion, culture, ethnicity, and language demands an education system that is able to foster an inclusive, tolerant, and fair attitude in differences. Islamic Religious Education (PAI) has a strategic role in forming characters that are not only religious, but also able to live side by side harmoniously in society. The purpose of this study is to describe the integration of Islamic religious education with pluralism and multiculturalism and the role of Islamic religious education as an agent of positive change. This study uses a descriptive qualitative approach with a library research method analyzing various libraries and academic sources related to the integration of Islamic religious education (PAI) with pluralism and multiculturalism. Data sources in this study consist of secondary data in the form of books and journal articles that are relevant to the research and data analysis techniques using a qualitative approach. The results of the study indicate that the integration of Islamic religious education (PAI) with pluralism and multiculturalism through inclusive learning, interfaith dialogue, development of multicultural skills, teaching universal values, awareness of Human Rights, in-depth educator training is very important in forming an attitude of mutual respect, tolerance and appreciation of differences, so as to reduce exclusive, radical, and intolerant attitudes. The role of Islamic Religious Education as an agent of positive change includes the formation of individual character, Islamic Religious Education as an agent of social change, the role of Islamic Religious Education institutions. The conclusion of this writing is that the integration of Islamic Religious Education with pluralism and multiculturalism must be carried out holistically, wisely, and contextually to be relevant to the conditions of a diverse Indonesian society, and to be able to form a future generation that is tolerant and lives side by side harmoniously.
Pendidikan Agama Islam: Integrasi Ruang Lingkup Ajaran Islam (Aqidah, Syari’ah, Dan Akhlak) Andri Suryani; Hamdanah; Normuslim
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas integrasi ajaran Islam yang meliputi tiga pilar utama, yaitu aqidah, syari’ah, dan akhlak dalam perspektif pendidikan agama Islam. Ketiga dimensi tersebut merupakan satu kesatuan sistemik yang membentuk struktur ajaran Islam secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-filosofis dan analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa aqidah berfungsi sebagai fondasi teologis, syari’ah sebagai sistem normatif, dan akhlak sebagai manifestasi etis dalam kehidupan manusia. Integrasi ketiganya melahirkan paradigma keberagamaan yang holistik serta berimplikasi pada pembentukan karakter individu dan peradaban Islam yang berkeadaban. Tanpa integrasi tersebut, pemahaman Islam berpotensi menjadi parsial dan reduksionistik. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam harus mengembangkan pendekatan integratif guna menjawab tantangan modernitas.
Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI Assalam Martapura Latifah; Hamdanah; Normuslim
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 22 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v22i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Assalam Martapura. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan hubungan humanis sebagai inti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum berbasis cinta di MI Assalam Martapura dilakukan secara sistematis melalui perencanaan pembelajaran, proses interaksi di kelas, serta pembentukan budaya sekolah yang religius dan inklusif. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sosial. Implementasi ini berdampak pada peningkatan sikap religius siswa, hubungan sosial yang harmonis, serta menurunnya perilaku negatif di lingkungan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis cinta efektif dalam memperkuat dimensi afektif dan spiritual dalam pembelajaran PAI. Pendekatan ini dapat menjadi model alternatif dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Integrasi Pendidikan Agama Islam Dengan Ilmu Pengetahuan Dan Tekhnologi Di Smk Al-Amin Kapuas Supriyanto; Normuslim; Hamdanah
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan pengaruh budaya modern telah membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan perilaku remaja, termasuk di Kalimantan Tengah. Fenomena krisis moral seperti menurunnya etika sosial, rendahnya kepedulian terhadap nilai keagamaan, kecanduan media sosial, pergaulan bebas, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam perlu dioptimalkan agar mampu menjalankan fungsinya secara efektif sebagai sarana pembentukan karakter Islami generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi krisis moral generasi muda di Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam, pendidikan karakter, dan kondisi sosial generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi serta menginterpretasikan berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis karakter Islami, peningkatan kompetensi dan keteladanan guru, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran edukatif, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembinaan moral remaja. Selain itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal masyarakat Kalimantan Tengah yang religius dan menjunjung nilai kebersamaan dapat menjadi pendekatan efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam merupakan langkah strategis dalam menghadapi krisis moral generasi muda di era modern. Dengan adanya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki kesadaran spiritual yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai budaya lokal.