Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) dalam meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas masyarakat, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali serta penelusuran dokumen resmi yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan JLS Lot 6 memberikan dampak positif terhadap peningkatan konektivitas wilayah, pengembangan sektor pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya pada sektor perikanan, pertanian, dan UMKM. Namun demikian, implementasi pembangunan masih menghadapi kendala teknis dan non-teknis yang memerlukan pengelolaan risiko, koordinasi kelembagaan yang lebih kuat, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan agar manfaat jangka panjang dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.