Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penilaian Karakter Berdasarkan Kesantunan Berbahasa Pada Mahasiswa Berorientasi Penilaian Sistem Eli Syarifah Aeni; Mimin Sahmini; Via Nugraha
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1539

Abstract

The purpose of this study is to determine the character and character assessment system of students through politeness in language in universities. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive method because this study aims to describe and explain the contents of the object to be studied. In this study, researchers distributed questionnaires to students. In the questionnaire, researchers obtained an overview of character assessment based on language politeness oriented to system assessment. The results of this study provide a formula for universities in making character assessments based on language politeness oriented to system assessment. The principles of language politeness that are used as guidelines are the principles developed by Leech, which include seven maxims including: maxim of wisdom; maxim of generosity; maxim of praise; maxim of humility; maxim of agreement; maxim of sympathy; maxim of consideration.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian karakter berdasarkan kesantunan berbahasa mahasiswa berorientasi penilaian sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena dalam penelitian ini bertujuan menggambarkan dan memaparkan isi dari objek yang akan diteliti. Pada penelitian ini, peneliti menyebarkan angket kepada mahasiswa di IKIP Siliwangi. Dalam angket tersebut, peneliti mendapat gambaran mengenai penilaian karakter berdasarkan kesantunan berbahasa berorientasi penilaian sistem. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini melalui empat tahapan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memberikan formula bagi perguruan tinggi dalam membuat penilaian karakter berdasarkan kesantunan berbahasa berorientasi penilian sistem yang berpijak pada konsep Leech. Peneliti menggunakan prinsip kesantuan berbahasa Leech yang ditetapkan sebagai penilaian sistem dari komunikasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa IKIP Siliwangi terkategori santun.
Dinamika Kekuasaan dalam Debat Presiden: Analisis Wacana Kritis pada Debat Biden-Trump di Case Western Reserve Via Nugraha; Hendra Husnusalam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8252

Abstract

This study examines the dynamics of power in the presidential debate between Joe Biden (JB) and Donald Trump (DT) held at Case Western Reserve University, employing a Critical Discourse Analysis (CDA) approach. The aim of this research is to identify how language is used to construct and maintain power, as well as how each candidate’s rhetorical strategies influence public discourse and reflect their political ideologies. The method involves thematic analysis of the debate transcript to explore language use, interruptions, and discursive patterns. The findings reveal that Trump employed aggressive strategies and direct attacks to dominate discussion, whereas Biden used inclusive and empathetic language to construct a positive public image. The study also reveals that the debate functioned as a platform for reinforcing each candidate’s political ideology). This research offers insight into how language in political debates can influence public opinion and the dynamic of power. Abstrak Penelitian ini mengkaji dinamika kekuasaan dalam debat presiden antara Joe Biden dan Donald Trump yang berlangsung di Case Western Reserve University dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penggunaan bahasa untuk membangun dan mempertahankan kekuasaan, serta bagaimana strategi retorika masing-masing kandidat mempengaruhi wacana publik dan mencerminkan ideologi politik mereka. Metode yang digunakan melibatkan analisis tematik terhadap transkrip debat untuk mengeksplorasi penggunaan bahasa, interupsi, dan pola diskursif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trump menggunakan strategi agresif dan serangan langsung untuk mendominasi diskusi, sementara Biden menerapkan bahasa inklusif dan empatik untuk membangun citra positif. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa debat berfungsi sebagai platform untuk memperkuat ideologi politik masing-masing kandidat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa dalam debat politik dapat mempengaruhi opini publik dan dinamika kekuasaan.