Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Pengukuran Suhu Badan dan Pemantauan Pengunjung Secara Non-Concact Menggunakan Smartphone Muhammad Azis Dwi Ludfi Irfandi; Bintoro Siswo Nugroho; Hasanuddin Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53438

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengukuran suhu badan dan pemantauan pengunjung secara non-contact menggunakan smartphone. Sistem perangkat secara garis besar terdiri atas modul NodeMCU ESP8266, sensor MLX90614, buzzer, selenoid, LCD, dan modul relay. Sistem juga dilengkapi dengan kamera pemantau, yang terdiri dari Modul ESP32 CAM, dan FTDI. Modul NodeMCU ESP8266 dan ESP32 CAM akan memproses data sehingga suhu tubuh dan pemantauan pengunjung akan tampil di smartphone aplikasi Blynk dengan delay ± 1 detik. Agar memperoleh hasil yang akurat, jarak yang tepat untuk mendeteksi suhu badan adalah 0,5–1 cm. Semakin jauh pengukuran antara sensor dan tubuh, semakin tidak akurat hasil suhu yang dideteksi, karena adanya pengaruh suhu lingkungan. Pengujian alat terbagi menjadi dua tahap, yaitu pengujian sensor suhu MLX90614 dan pengujian alat keseluruhan. Sensor suhu MLX90614 dibandingkan dengan sensor suhu standar, yaitu thermometer gun. Setelah dilakukan pengujian, sensor MLX90614 memiliki rata-rata error sebesar 2,30%. Pengujian sistem dilakukan dengan 10 sampel. Secara keseluruhan sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik dalam mengukur suhu dan pemantauan pengunjung secara non-contact menggunakan smartphone.
Modifikasi Osilasi Rabi Pada Nanoparticle Heterodimer: Pengaruh Jarak antar Partikel dan Intensitas Medan Iluminasi Bintoro Siswo Nugroho; Yudha Arman
POSITRON Vol 8, No 2 (2018): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.141 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i2.29366

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis untuk mempelajari osilasi Rabi pada heterodimer yang terdiri dari semiconductor quantum dot (SQD) dan metal nanoparticle (MNP). SQD dimodelkan sebagai two-level system dan ditinjau dengan formalisme density matrix sedangkan MNP dimodelkan secara klasik dan dikarakterisasi dengan nilai polarisabilitasnya. Respon optik diamati untuk sistem yang diiluminasi dengan medan osilatif yang terpolarisasi linear pada arah paralel sumbu penghubung SQD-MNP. Persamaan gerak density matrix sistem diselesaikan secara numerik menggunakan Runge-Kuta-Fehlberg (RKF 45).  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hibridisasi SQD-MNP dapat menimbulkan interaksi yang menyebabkan terjadinya pergeseran frekuensi transisi resonansi dan perubahan laju dephasing pada sistem. Efek kopling tersebut terlihat dominan dan menjadi faktor utama dalam modifikasi osilasi Rabi ketika sistem dieksitasi dengan laser berintensitas rendah, I = 1 W/cm^2. Hibridisasi juga menyebabkan timbulnya medan induksi dari MNP yang berperan pada modifikasi osilasi Rabi saat sistem dieksitasi dengan laser berintensitas lebih tinggi, I = 10 W/cm^2. Efek modifikasi yang diamati dapat dikontrol dengan mengubah jarak pisah SQD-MNP.
Analisis Respons Optik Semiconductor Quantum Dot Sistem Three-Level Bertipe V Yulyanto Yulyanto; Bintoro S. Nugroho
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.539 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.25505

Abstract

Telah dilakukan studi teoretik untuk mempelajari respons optik semiconductor quantum dot (SQD) yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD yang ditinjau dimodelkan sebagai three-level system bertipe V. Perhitungan teoretik dilakukan menggunakan pendekatan semiklasik dengan memperlakukan SQD sebagai objek kuantum yang berinteraksi dengan medan elektromagnetik klasik. Formalisme density matrix digunakan dalam perumusan SQD dengan faktor damping yang diperhitungkan melalui operator Lindblad. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa selain frekuensi medan pengeksitasi, frekuensi Rabi ikut menentukan kebergantungan respons optik SQD terhadap intensitas. Sementara, dinamika respons optik SQD (kebergantungan populasi terhadap waktu) menunjukkan bahwa frekuensi osilasi populasi meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas medan pengeksitasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada intensitas medan pengeksitasi rendah , spektrum serapan SQD menunjukkan bentuk kurva Lorentzian, sedangkan pada intensitas medan pengeksitasi tinggi , spektrum serapan SQD melebar berbentuk Gaussian akibat power broadening.
Analisis Respons Optis Nanokomposit: Pengaruh Faktor Geometris Bintoro Siswo Nugroho; Yulyanto Yulyanto
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.229 KB) | DOI: 10.26418/positron.v10i1.40947

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan studi teoritik respons optis sistem nanokomposit yang terdiri dari semiconductor quantum dot (SQD) dan metal nanoparticle (MNP) elips. SQD dimodelkan secara kuantum sebagai three-level system bertipe V sedangkan MNP dimodelkan dalam kerangka teori elektromagnetika klasik. Fokus studi diarahkan pada investigasi pengaruh faktor geometris, yaitu aspek rasio MNP, terhadap modifikasi respons optis nanokomposit. Formalisme density matrix dengan aplikasi persamaan Liouville–von Neumann digunakan untuk menganalisis dinamika optis sistem. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variasi aspek rasio MNP dapat menyebabkan modifikasi pada dinamika populasi SQD. Nanokomposit dengan aspek rasio MNP bernilai q=0,5 memiliki frekuensi osilasi populasi yang lebih tinggi dibandingkan nanokomposit dengan q=1,5 . Ditemukan pula bahwa nanokomposit dengan  q = 0,5 mencapai keadaan tunaknya pada interval waktu yang lebih lama dibandingkan  q=1,5.  Optical instability dapat muncul saat nanokomposit dengan  dieksitasi dengan medan berintensitas tinggi, I=10^4.7  W/cm^2,  Saat fenomena ini terjadi, populasi SQD mengalami osilasi secara lestari dan sistem tidak pernah mencapai keadaan tunaknya.
Effect of TiO2 on Orange Peel Activated Carbon Composite in Reducing Carbon Monoxide and Hydrocarbon Gas Emissions Ya' Muhammad Arsyad; Dwiria Wahyuni; Nurhasanah Nurhasanah; Bintoro Siswo Nugroho; Riza Adriat; Agus Prasetiono; Wahyu Tri Hidayat
Jurnal Ilmu Fisika Vol 15 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.15.2.73-80.2023

Abstract

study aims to see the effect of adding TiO2 on activated carbon as a material for reducing CO and HC gas emissions. Activated carbon (AC) was synthesized from orange peel waste at a carbonization temperature of 600  with a 10% (w/v) ZnCl2 activator. Composite AC/TiO2 was prepared by a simple mixing method. This process obtained TiO2-modified activated carbon material with variations in TiO2 concentrations of 0%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Scanning Electron Microscope (SEM) was performed to obtain information on the AC/TiO2 surface morphology. In the application as a CO and HC gas emission reduction material, the results of mixing AC/TiO2 are mixed with a 10% (w/v) solution of Polyvinyl Alcohol (PVA) as an adhesive and molded in the shape of a filter with two variations hole sizes with a diameter of 1 cm and 0.3 cm. Composite filter performance tests were carried out using a gas analyzer. The best result for reducing gas emissions occurred at a concentration of TiO2 15% with reduction power to reduce CO gas emission up to 53.79% and HC gas emission up to 55.57%.
Dinamika Populasi Sistem Hybrid Semiconductor Quantum Dot – Metal Ellipsoid Siti Wildayati; Bintoro Siswo Nugroho; Yuris Sutanto
PRISMA FISIKA Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i1.65006

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis sistem hybrid semiconductor quantum dot (SQD) yang dimodelkan sebagai two-level system yang digabungkan dengan metal nanoparticle (MNP) berbentuk ellipsoid. Studi ini dilakukan untuk melihat perubahan dinamika populasi jika aspek rasio pada MNP ellipsoid divariasikan. SQD digambarkan secara kuantum dengan formalisme density matrix. MNP digambarkan secara klasik dan dikarakterisasi dari nilai polarisabilitasnya. Dinamika populasi dapat diselesaikan dengan persamaan gerak elemen density matrix melalui bantuan metode Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika aspek rasio diperbesar, terjadi penurunan frekuensi osilasi pada dinamika populasi dan osilasi tersebut lebih cepat mecapai steady state.
Analisis Dinamika Respons Optis Semiconductor Quantun Dots Three Level Sistem Bertipe Lamda Riani Riani; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62263

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara teoretik pada SQD three level sistem bertipe lamda untuk menentukan respons optis yang muncul ketika sistem disinari laser pada intensitas tertentu. Penyelesaian SQD secara analitik menggunakan persamaan density matrix  menghasilkan persamaan diferesial tergandeng, selanjutnya persamaan density matrix diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45). Dari metode ini diperoleh nilai populasi dan koheren dari elemen density matrix yang digunakan untuk menghitung respons optis pada SQD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada intensitas rendah osilasi populasi keadaan dasar hanya dapat terjadi ketika frekuensi keadaan saling beresonansi. Sedangkan populasi pada keadaan yang tidak beresonansi akan menunjukkan osilasi yang tidak jelas. Selain itu peningkatan intensitas yang diberikan oleh cahaya juga mempengaruhi osilasi populasi, semakin besar intensitas yang diberikan maka semakin besar amplitudo osilasi yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan frekuensi Rabi seiring meningkatnya intensitas cahaya datang yang diberikan. Kata Kunci : SQD, density matrix, respon optis, populasi, spektrum energi
Studi Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Pada Karbon Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit Parnasari Parnasari; Mega Nurhanisa; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.54333

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi kapasitansi dan konstanta dielektrik pada karbon aktif tandan kosong kelapa sawit. Karakteristik kelistrikan yang diamati yaitu kapasitansi dan konstanta dielektrik serta mengetahui pengaruh variasi nilai frekuensi terhadap nilai konstanta dielektrik. Pengukuran nilai konstanta dielektrik menggunakan kapasitor keping sejajar dengan ukuran 9,74 cm × 2 cm berjarak 0,505 cm, ditengahnya diletakkan karbon aktif tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dielektrik dan dihubungkan dengan sumber tegangan AC dari frekuensi 100 – 2000 Hz. Nilai konstanta dielektrik pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta paling tinggi dibandingkan suhu aktivasi 600oC dan 500oC. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karbon aktif yang diaktivasi pada suhu 500oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,539 ± 0,034) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (0,421 ± 0,026). Pada suhu aktivasi 600oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 100 Hz yaitu (1,168 ± 0,0759) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,959 ± 0,0657). Sedang pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 700 Hz yaitu (2,104 ± 0,0248) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (1,658 ± 0,0195). Pada frekuensi rendah nilai konstanta dielektrik mengalami fluktuasi sehingga nilainya sedikit acak. Bahan dielektrik seperti karbon, dalam rentang frekuensi sumber tegangan 0 sampai 2000 Hz tidak terlalu menunjukkan perubahan nilai konstanta dielektriknya.
Exploring TiO2-PP as a Reusable Floating Photocatalyst for Humic Acid and Iron Removal in Peat Water Bintoro Siswo Nugroho; Asifa Asri; Yudha Arman
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 13, No 2 (2023): IJAP Volume 13 ISSUE 02 YEAR 2023
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v13i2.60342

Abstract

In this study, we fabricate TiO2-PP catalyst and analyze its use for peat water photodegradation. The photocatalyst is a thin layer of TiO2 deposited on the surface of polypropylene (PP) grains by the thermal milling method. Scanning electron microscopy (SEM) and energy-dispersive x-ray spectroscopy (EDS) images indicate that the fabrication successfully deposited TiO2 particles on the PP grain surface homogeneously well. The results show that photocatalysis of peat water using TiO2-PP with solar irradiation is more effective than the UV lamp. After photocatalysis for 40 hours with solar irradiation, the humic acid content in peat water decreases significantly, accompanied by a decrease in Fe concentration. When being reused, TiO2-PP photocatalyst shows performance above 92% in the fourth iteration, while in the fifth iteration, the performance decreases to 83%. These results show that TiO2-PP has the potential to be applied as a reusable floating photocatalyst to reduce the humic acid and iron content in peat water.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Melaksanakan Praktikum Fisika pada Pembelajaran Jarak Jauh melalui Pelatihan Perangkat Analisis Video Bintoro Siswo Nugroho; Zulfian Zulfian; Yudha Arman; Asifa Asri; Dwiria Wahyuni
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.1.2023.42-50

Abstract

The pandemic of COVID-19 has triggered awareness of the significant role of distance learning systems. Implementing science experiments, involving observation and measurement, requires more complex steps when conducted remotely online. An innovative method that can be used to address this issue is the combination of experimental demonstrations and video analysis. This article reports a training activity for the design and implementation of physics experiments using the video analysis software, Tracker, to improve the competence of physics teachers in conducting experiments through distance learning systems. The training was conducted through tutorials, demonstrations, practice sessions, work instructions, and online discussions. The impact of the training was measured by evaluating pre- and post-training questionnaires. The results indicate that the training can enhance participants' insights and competencies. This training provides an alternative solution for conducting laboratory experiments during face-to-face learning activity restrictions.