Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effect of Calcination Temperature on the Powder of Freshwater Snail Shells (Sulcospira testudinaria) Properties Nugroho, Bintoro Siswo; Wahyuni, Dwiria; Asri, Asifa; Mustafa, Usliana
POSITRON Vol 13, No 2 (2023): Vol. 13 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v13i2.70055

Abstract

Gastropod shells, such as those from the freshwater snail (Sulcospira testudinaria), have garnered interest as potential sources of calcium precursors. These shells are rich in calcium carbonate (CaCO3), which can be thermally decomposed into calcium oxide (CaO) through calcination. However, more information is needed on optimizing calcium extraction from the Sulcospira testudinaria (SST) shells. This study aims to investigate the influence of calcination temperature on the characteristics of powder of these shells. The study involves two sample treatments: uncalcined shells and shells calcined at temperatures ranging from 500°C to 1100°C for 1 hour. Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) analysis of uncalcined shell powder revealed the presence of aragonite functional groups within the CaCO3 structure. X-ray diffraction (XRD) analysis provided insights into the transformation of crystalline phases of CaCO3, starting from aragonite to calcite and eventually to calcium oxide, explaining the material's weight loss during calcination. The conversion of aragonite to calcite occurs between 500°C and 700°C, while optimal decomposition into CaO is achieved at 1000°C. X-ray fluorescence (XRF) analysis indicated reduced impurities in the samples post-calcination. Scanning electron microscopy (SEM) detailed the morphological characteristics of the shell powders, highlighting temperature-dependent surface features. In conclusion, the optimal calcination temperature for extracting calcium from SST shells is 1000°C. The resulting calcium oxide can be a valuable precursor for various material applications. This research contributes to the efficient utilization of biowaste resources, emphasizing the potential of freshwater snail shells in the sustainable production of calcium-derived materials.
Aplikasi Metode Analisis Fraktal dan K-Means Clustering untuk Identifikasi Retinopati Diabetik dan Retinopati Hipertensi menggunakan Citra Fundus Mata Bintoro Siswo Nugroho; Yayuk Susilowati; Nurhasanah Nurhasanah
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.54043

Abstract

Penyakit retinopati diabetik dan retinopati hipertensi dapat menyebabkan terjadinya kelainan vaskular pada pembuluh darah retina. Kelainan ini menimbulkan pola-pola unik yang muncul pada citra fundus mata dan memberikan ciri pada dimensi fraktal dan lakunaritas citra tersebut. Dalam studi ini, nilai dimensi fraktal dan lakunaritas citra fundus mata ditelaah dan dijadikan sebagai parameter pengelompokan data dengan metode k-means clustering untuk identifikasi penyakit retinopati diabetik dan retinopati hipertensi. Sebelum analisis dilakukan, citra fundus mata terlebih dahulu melalui tahap preprocessing agar dapat diolah lebih lanjut. Penghitungan dimensi fraktal dilakukan dengan metode box counting dan lakunaritas dihitung dengan metode gliding box. Pengelompokan data dengan metode k-means dilakukan dengan algoritma Lloyd. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode yang digunakan memiliki akurasi sebesar 96.67%, dengan 29 identifikasi benar dari 30 data masukan yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan prospektif untuk diaplikasikan dalam identifikasi penyakit retinopati diabetik dan retinopati hipertensi.
Dinamika Populasi Sistem Hybrid Semiconductor Quantum Dot – Metal Nanoshell Rindiani Rindiani; Bintoro Siswo Nugroho; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65091

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis untuk menganalisis dinamika populasi dari semiconductor quantum dot (SQD) yang dihibridisasi dengan metal nanoshell (MNS). SQD dimodelkan sebagai two-level system dan respon optisnya dianalisis dengan formalisme density matrix. MNS digambarkan terdiri dari sebuah inti dielektrik yang dilapisi logam dan respon optisnya digambarkan secara klasik oleh polarisabilitasnya. Sistem dieksitasi dengan medan listrik osilatif E = E0 cos ωt. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hibridisasi SQD-MNS menyebabkan dinamika populasi SQD termodifikasi. Dinamika populasi SQD mengalami perubahan yang dapat dilihat dari semakin teredamnya osilasi Rabi ketika jarak antara SQD dan MNS semakin kecil. Amplitudo osilasi Rabi juga terlihat semakin kecil ketika jarak antara SQD dan MNS semakin dekat akibat eksitasi yang tidak efektif pada keadaan off-resonance. Selain itu, frekuensi osilasi Rabi mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya ketebalan shell pada MNS.
Studi Teoretis Respon Optis Dimer Simetris Yuliana Nurmala Dewi; Bintoro Siswo Nugroho; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65005

Abstract

Telah dilakukan studi secara teoretis untuk mempelajari respons optis sistem yang terdiri dari dua SQD yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD dimodelkan sebagai three-level system dengan menggunakan formalisme density matrix 3 x 3.  Respons optis tersebut didapatkan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix. Elemen density matrix diselesaikan secara numerik dengan metode Runge-Kutta (4,5). Elemen density matrix menghasilkan nilai populasi dan nilai koheren yang digunakan untuk menghitung respons optis sistem quantum dimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas medan pengeksitasi memberikan pengaruh pada respons optis SQD. Respons optis tersebut berupa dinamika waktu populasi dan spektrum serapan. Pada dinamika waktu populasi, sistem menunjukkan bahwa meningkatnya intensitas medan pengeksitasi menyebabkan osilasi populasi juga meningkat. Pada spektrum serapan, semakin besar intensitas yang digunakan menyebabkan semakin lebar interval daya serapan dan semakin tinggi puncak spektrum serapan yang dihasilkan.Kata Kunci : SQD, Dimer, Spektrum serapan, osilasi Rabi
Pengaruh Intermediate Level pada Serapan Dua Foton Hero Hartato; Bintoro Siswo Nugroho; Dwiria Wahyuni
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65048

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara teoritis untuk analisis respon optis pada kuantum titik berupa semiconductor quantum dot (SQD) model three level system (3LS) bertipe tangga. Proses eksitasi yang terjadi adalah serapan dua foton (TPA). Studi ini dilakukan untuk analisis pengaruh intermediate level pada TPA. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka semakin besar pula populasi sistem berada pada excited state.  Pada spektrum excited state, semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka puncak spektrum akan bergeser ke energi yang lebih besar.
Efek Plasmon pada Suseptibilitas Nanohybrid Quantum Dot-Metal Nanoparticle: Pengaruh Jarak Antar Nanoparticle Sismita Sismita; Bintoro Siswo Nugroho; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65077

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis gabungan antara semiconductor quantum dot (SQD) yang dimodelkan sebagai two-level system dan metal nanoparticle (MNP) berbentuk core shell untuk menentukan suseptibilitas dari sistem nanohybrid tersebut. SQD difungsikan secara kuantum dengan formalisme density matrix. MNP difungsikan secara klasik dan dikarakterisasi menurut nilai polarisabilitas yang bergantung pada jenis MNP yang digunakan. Suseptibilitas sistem ditentukan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix secara analitik dan numerik dengan metode Runge-Kutta-Fehlberg 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antara SQD dan MNP yang didekatkan menyebabkan puncak spektrum bagian imajiner suseptibilitas mengalami pelebaran dan bergeser ke energi yang lebih tinggi.
Pemodelan Distribusi Bintang-Bintang pada Gugus Bola dengan Densitas Plummer Isotropik Untarto, Fikri Yudistira Eka Praja; Hasanuddin, Hasanuddin; Nugroho, Bintoro Siswo
Jurnal Fisika Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v13i1.38832

Abstract

Simulasi yang berkaitan dengan gugus bola sangat penting dilakukan untuk mengetahui evolusi dan dinamika gugus bola. Dalam penelitian ini, kami mendeskripsikan sebuah model gugus bola dengan densitas Plummer isotropik melalui teknik sampling rejection yang mirip dengan kali code.  Kemudian, kami membuat modul program dalam bahasa pemrograman Python. Model yang dihasilkan oleh modul ini sesuai dengan beberapa parameter teoretis Plummer. Walaupun model Plummer ini hanya cocok untuk daerah di sekitar inti dari gugus bola hasil observasi, tetapi model Plummer distribusi bintang-bintang dapat digunakan sebagai kondisi awal gugus bola dalam simulasi gugus bola.  
Study of Electronic Properties of GaAs Semiconductor Using Density Functional Theory Putra, Fikri Abdi; Purwandari, Endhah; Nugroho, Bintoro S.
Computational And Experimental Research In Materials And Renewable Energy Vol 4 No 2 (2021): November
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/cerimre.v4i2.28375

Abstract

The properties of GaAs material in zinc blende type was calculated using Hiroshima Linear Plane Wave program based on the Density Functional Theory. This calculation aims to determine electronic properties of GaAs material are based on Density of States and energy band structure. This simulation’s results are DOS shows that hybridization of s orbital of Ga with s orbital of As provides covalent properties. The simulation of energy band structure from GaAs material indicates that semiconductor properties of GaAs is direct band gap. The energy band gap results obtained for GaAs is 0.80 eV. The computational result of the energy band gap calculation form HiLAPW has better accuracy and prediction with good agreement within reasonable acceptable errors when compared to some other DFT programs and the results of the experimental obtained.
Pengaruh Kadar Perekat Papan Komposit Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Taraf Intensitas Bunyi Fatisa, Huril; Nugroho, Bintoro Siswo; Nurhanisa, Mega; Wahyuni, Dwiria; Asri, Asifa
JRFES (Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains) Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jrfes.2023.v10i1.6647

Abstract

A study was performed to analyze the sound intensity level and physical properties of a composite board made from oil palm empty fruit bunch (OPEFB) particles mixed with polyvinyl acetate (PVAc) adhesive. The composite boards were fabricated with various concentrations of adhesive, namely 8%, 10%, 12%, 14%, and 16%. The intensity level was measured at sound wave frequencies of 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, and 4000 Hz. The results showed that the highest sound intensity level, 74,2 dB at a frequency of 500 Hz, was found in the composite board with an 8% adhesive concentration. This composite board is categorized as a low-density composite board. The lowest sound intensity level, 58,6 dB at a frequency of 125 Hz, was found in the composite board produced with 16% adhesive concentration. This composite board is categorized as a high-density composite board. The physical property test results for all adhesive concentration variations showed that the resulting composite board density was 0,705-0,723 g/cm3, and the moisture content was 8,36%-9,66%. These values met the requirements of SNI 03-2105-2006. Keywords : Composite Boards, Sound Intensity Level, Composite Physical Properties
Studi Potensial Papan Komposit dengan Variasi Komposisi Serat Kulit Jagung dan Timbal (II) Oksida Sebagai Perisai Radiasi Pengion Asri, Asifa; Simanjuntak, Sinur Agustina Br; Nugroho, Bintoro Siswo
Wahana Fisika Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i2.74768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan papan komposit yang terbuat dari serat kulit jagung dan timbal (II) oksida sebagai material perisai radiasi pengion. Serat kulit jagung yang kaya akan lignin dan selulosa dipilih sebagai bahan alam yang melimpah, sementara timbal (II) oksida dipilih karena memiliki densitas tinggi yang mampu menyerap radiasi. Papan komposit diproduksi dengan variasi komposisi filler serat kulit jagung dan timbal oksida menggunakan matriks polyvinyl acetate (PVAc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan komposit dengan komposisi timbal oksida 30% memiliki daya serap radiasi tertinggi, yaitu 68,7%. Namun, penambahan filler timbal oksida yang terlalu tinggi menyebabkan penurunan ikatan antar komponen komposit, yang berdampak pada rendahnya nilai modulus elastisitas (MOE) dan modulus patah (MOR). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan alam dan material berbasis timbal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai perisai radiasi, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut terhadap sifat mekanisnya.