Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MONITORING PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2019 DAN 2023 SELAMA PEMBANGUNAN JALAN TOL YOGYAKARTA – SOLO MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) Apriyanti, Dessy; Layali, Ilfa; Gomareuzzaman, Muhammar; Pratiwi, Nova Wahyu; Martasari, Rial Dwi
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 1 (2025): Volume 08 Issue 01 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Metode konvensional seperti klasifikasi berbasis piksel yang biasa digunakan dalam melakukan klasifikasi tutupan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama, selain itu dibutuhkan komputer yang memiliki performa yang tinggi agar proses pengolahan citra dapat berjalan dengan lancar. Google Earth Engine (GEE) memungkinkan pengguna untuk melakukan pengolahan citra satelit ter-georeferensi yang tersimpan pada arsip (cloud) GEE dengan membangun suatu algoritma untuk menjalankannya. GEE juga mempunyai beberapa metode machine learning untuk analisis citra. Salah  satu  metode machine  learning yang popular digunakan adalah Random Forest. Random Forest (RF) telah banyak digunakan mengklasifikasikan citra satelit seperti yang dilakukan. Keunggulan dari metode RF, di antaranya non-parametrik,  mampu  menggunakan  set  data kontinyu  dan  tidak  sensitif  terhadap over-fitting. RF  adalah  metode  potensial  untuk memetakan  tutupan  lahan  dibandingkan  dengan  metode konvensional. Dilakukan penelitian tentang perubahan tutupan lahan menggunakan Algoritma Random Forest pada platform GEE di Kabupaten Klaten Jawa Tengah pada tahun 2019 – 2023 selama Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Solo. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan menggunakan data citra satelit Sentinel 2A. Selain analisis tutupan lahan dari hasil algoritma RF, dilakukan uji akurasi menggunakan matriks konfusi. Hasil model Random Forest yang sudah dijalankan menunjukan hasil perubahan lahan masing – masing kelas tutupan lahan, dengan kelas paling banyak berubah pada bangunan bertambah sebanyak 4.972 ha serta paling berkurang pada kelas badan air 0.341 ha. hasil klasifikasi model Random Forest juga menunjukan uji akurasi dengan Kappa Accuracy 77% pada tahun 2019, serta Kappa Accuracy 84% pada tahun 2023.
IDENTIFICATION AND ANALYSIS OF LANDSLIDE SOIL VULNERABILITY AS THE BASIS OF DISASTER MITIGATION WITH GEODETIC MEASUREMENT METHODS AND QUANTITATIVE DESCRIPTION Putri, Dinda Pratiwi Dwi; -, Ediyanto; Arif, Riyas Syamsul; Kartika, Jessica Astrid; Fathurohman, Cahya Riski; Apriyanti, Dessy
Bulletin of Geology Vol 6 No 2 (2022): Bulletin of Geology Special Issue: International Seminar on Earth Sciences and Te
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.2.4

Abstract

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang sebagian besar wilayahnya berada di sekitar Gunung Lawu dengan struktur batuan merupakan struktur sedimen atau belum mengalami litifikasi. Berdasarkan kondisi geologitersebut, daerah sekitar Gunung Lawu rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor yang didukung oleh beberapa faktor selain kondisi tanahnya, yaitu curah hujan yang tinggi, kelerengan, tanaman yang membebani, dan atau adanya gejala struktur geologi. Salah satu dusunyang terkena bencana hidrometeorologi tersebut ialah DusunJambon, Desa Menjing, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Bencana alam yang menimpa Dusun Jambon 2014 silam menimbulkan keretakan tanah dan kerusakan tempat tinggal. Sebagai bentuk analisis dan mitigasi bencana, pada penelitian ini dikaji kerentanan longsor melalui parameter deformasi menggunakan alat ukur GNSS (Global Navigation Satellite System) untuk mengetahui besar dan arah pergerakan longsor. Hasil analisis deformasi berdasarkan alat ukur GNSS menunjukkan hasil ukuran masih memenuhi ambang batas atau tidak terjadi deformasi pada struktur tanah di 7 titik sampel yang diukur. Hal tersebut menimbulkan anomali karena kondisi longsor yang terjadi sangat parah kecuali satu area yang mencakup 1 gereja dan 13 rumah. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih lanjut untuk membuktikan penyebab terjadinya longsor melalui parameter lain seperti gejala struktur geologi dan waktu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi area aman di sekitar longsor untuk tetap dipertahankan atau tidak. Kata kunci: Longsor, Dusun Jambon, GNSS, Geologi, Kemiringan Lereng, Kelurusan Permukaan
Penggunaan Action Camera Pada Spherical Photogrammetry Untuk Pemodelan Tiga Dimensi Hartadi, Joko; Ihsanudin, Taufiq; Alfiani, Oktavia Dewi; Apriyanti, Dessy
Jurnal Geosaintek Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan action camera untuk pengumpulan data dapat diterapkan untuk pengambilan data spherical photogrammetry. Data foto diambil dengan memposisikan kamera pada salah satu titik exposure. Titik ini menjadi sumbu rotasi kamera saat melakukan pengambilan foto dengan sudut pandang 360°. Overlap kamera panoramik dibuat vertikal untuk mendapatkan foto stereo fasad candi yang akan dibuat model tiga dimensinya. Pembuatan foto panorama memerlukan beberapa foto dengan membuat bagian dari foto yang saling bertampalan (overlap). Kelebihan foto ini ialah dengan sekali berdiri alat dapat meliput sudut pandang 360° dalam arah horisontal dan 180° dalam arah vertikal. Permukaan objek yang dimodelkan dapat direpresentasikan dalam bentuk mesh. Mesh (dalam komunitas komputer grafik) diperoleh dari penggabungan titik-titik yang menghubungan setiap fitur yang sama menjadi jaring segitiga atau biasa disebut sebagai triangular irregular network (TIN) dalam fotogrametri. Hasil akhir dari rekonstruksi objek adalah model 3D yang memiliki tekstur
Dampak dan Upaya Penanggulangan Terjadinya Abrasi Menggunakan Citra Satelit Studi Kasus Di Wilayah Pesisir Tanjung Benoa Bali Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v1i1.4732

Abstract

Kawasan pantai merupakan satu kawasan yang sangat dinamik begitu pula dengan garis pantainya. Garis pantai adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut pasang tertinggi. Perubahan terhadap garis pantai adalah suatu proses tanpa henti (terus menerus) melalui berbagai proses baik pengikisan (abrasi) maupun penambahan (akreasi) pantai yang diakibatkan oleh pergerakan sedimen, arus susur pantai ( longshore current), tindakan ombak dan penggunaan tanah (Vreugdenhil , 1999). Tanjung adalah bagian daratan yang menjorok ke laut. Cakupan wilajah kajian kami yakni mengambil wilayah di Tanjung Benoa, Bali. Banyak media massa di Bali saat ini yang memberitakan kondisi Tanjung Benoa sangat memprihatinkan dan terus mengalami abrasi. Salah satu pendapat di media massa menyebutkan, “Abrasi semakin hari semakin mengancam Tanjung Benoa. Kalau tidak segera direklamasi bisa berbahaya,” (Wayan Ranten, Pos Bali). Namun dari berbagai pem beritaan di media massa, belum ada yang menyebutkan seberapa luas sebenarnya abrasi yang sudah terjadi di daerah Tanjung Benoa tersebut hingga tahun 2017. Efek dari adanya abrasi ini mengakibatkan tergerusnya lahan disekitar Tanjung Benoa, hal ini mengakibatkan rusaknya ekosistem di pesisir Tanjung Benoa. Untuk mengetahuidan mempelajari peristiwa abrasi serta mengetahui berapa luasan daerah yang mengalami abrasi yang terjadi di daerah sekitar Tanjung Benoa, dilakukan analysis multi temporal dengan pemantaua n menggunakan bantuan teknologi penginraan jauh dengan waktu pemantauan yang berbeda atau multi temporal. Teknologi pengindraan jauh yang digunakan yakni satelit. Citra satelit secara multitemporal dapat dianalysis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) kemudian dilihat luas daerah yang mengalami abrasi di Tanjung Benoa. Dengan diketahui besarnya luas daerah akibat abrasi tersebut, maka dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah setempat untuk mengambil tindakan pencegahan abrasi pantai di Tanjung Beno a, agar tidak menjadi semakin parah. Kata kunci: Abrasi, Tanjung Benoa, Citra satelit, SIG
Evaluasi Topografi Hasil Light Detection And Ranging (LiDAR) Dengan Terestrial Untuk Basemap Building Information Modelling (BIM) Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7459

Abstract

Dalam bidang konstruksi keilmuan teknik geomatika dapat mengambil andil besar dalam penerapan ilmunya salah satunya dalam perencanaan jalan tol. Pekerjaan ini  sangat berkaitan dengan perhitungan volume galian dan timbunan yang mana dalam perencanaanya harus seefisien mungkin dalam mengambil keputusan penggunaan tanah galian maupun timbunan agar dapat menekan biaya yang dibutuhkan. Bersama PT. Hutama karya menggunakan teknologi pengukuran LiDAR  merencanakan perhitungan volume galian timbunan yang dibandingkan dengan pengukuran terrestrial untuk Basemap yang digunakan dalam BIM ( building information model). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah point density data LiDAR dapat mempengaruhi perhitungan volume galian dan timbunan serta mengetahui perbedaan nilai harga satuan galian dan timbunan dari masing - masing data pengukuran topografi dan data pengukuran LiDAR. metode yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh point density dengan melakukan pengurangan point density pada software envi dengan tools BCAL(boise center aerospace laboratory) yang memiliki point density 25%, 50%, dan 75%. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan nilai harga satuan galian timbunan didapatkan dari perhitungan compute materials dan perhitungan volume. Hasilnya didapatkan adalah Point Density yang dihasilkan oleh LiDAR berpengaruh terhadap perhitungan volume galian dan timbunan serta untuk harga satuan galian dan timbunan data LiDAR dan Terrestris didapatkan selisih perbedaan harga satuan volume sebesar Rp. 20.889.118.800.
Klasifikasi Area Vegetasi dan Non Vegetasi pada Citra Sentinel-2 Menggunakan Metode EVI dengan Google Earth Engine (Studi Kasus: Kabupaten Klaten) Rahmawati, Salsabila Diyah; Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.7484

Abstract

Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh  informasi tentang obyek, area, atau fenomena melalui analisis data. Salah satu nya dengan pemantauan dan analisis dari citra satelit. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan citra satelit Sentinel-2 yang meruapakan citra satelit resolusi sedang. Google Earth Engine meruapakan platform berbasis cloud yang memudahkan untuk  mengakses dan memproses kumpulan data geospasial yang sangat besar untuk analisis. Penggunaan indeks vegetasi yang umum digunakan untuk mengestimasi biomassa diantaranya adalah, Normalized Difference Vegetation Index untuk membedakan suatu daerah yang terdapat vegetasi atau tidak dan Enhanced Vegetation Index (EVI) sebagai pengembangan dari NDVI. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Klaten yang merupakan bagian dari Privinsi Jawa Tengah yang secara geografis terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan. Pada penelitian ini, menghasilkan nilai < 0,3 sebagian besar merupakan area yang tidak ada vegetasi. Area yang mempunyai nilai tresholding > 0,3 sebagian besar merupakan area yang bervegetasi.
PEMBUATAN ANIMASI PETA 3D POTENSI KAWASAN WISATA JEREBUU, KABUPATEN NGADA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Apriyanti, Dessy; Fathurohman, Cahya Riski
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.7487

Abstract

Indonesia memiliki beragam budaya dan tempat yang indah dengan ciri khas berbeda - beda disetiap daerahnya. Keberagaman tempat dan budaya tersebut pada wilayah yang terpencil membuat tempat – tempat yang memilki keindahan belum banyak orang yang mengetahui. Tempat yang memiliki keindahan alam dan terpencil salah satunya berada pada Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tempat yang terpencil perlu dilakukan pemetaan tempat – tempat yang berpotensi sebagai tempat wisata. Untuk memetakan dengan luas yang besar diperlukan metode yang efektif yaitu dengan foto udara. pemetaan foto udara tersebut dilakukan dengan menggunakan Unmanned aerial vehicle (UAV) dengan terlebih dahulu memasang Ground  Control Point (GCP) pada titik yang ditentukan yang berjumlah 77 titik. GCP yang berjumlah 77 tersebut diukur menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS). Data foto udara dilakukan pembuatan peta orthofoto. Dari peta orthofoto dilakukan survei ke tempat – tempat disekitar Jerebuu yang berpotensi sebagai tempat wisata dan ditandai di peta orthofoto. Untuk lebih jelas visualisasi sekitar daerah berpotensi tempat wisata dilakukan pembuatan peta 3D. Peta 3D tersebut kemudian dibuat animasi video di youtube agar dapat dilihat oleh masyarakat dan menarik wisatawan.
Penggunaan Citra Landsat untuk Pendeteksian Anomali Suhu Permukaan Sebagai Indikasi Keberadaan Manifestasi Panas Bumi. Studi Kasus: Sipoholon, Indonesia Mardiati, Dani; Utama, Peter Pratistha; Apriyanti, Dessy
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9419

Abstract

Sipoholon merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang dilewati oleh Sistem Sesar Sumatera. Berdasarkan peta Geologi Lembar Sidikalang, ditemukan adanya manifestasi panas bumi berupa mata air panas (hot spring) di daerah tersebut. Keberadaan manifestasi ini menunjukkan adanya sistem panas bumi yang bekerja di bawahnya. Keberadaan manifestasi panas bumi di suatu daerah akan berpengaruh terhadap suhu permukaan tanah di daerah tersebut. Pendeteksian anomali suhu permukaan tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu metode yang mudah untuk dilakukan yaitu menggunakan Citra Penginderaan Jauh. Citra Landsat merupakan salah satu citra penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mendeteksi anomali suhu permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi anomali suhu permukaan sebagai indikasi adanya manifestasi panas bumi di Sipoholon, Sumatera Utara menggunakan Citra Landsat. Band 10 dan band 11 yang merupakan thermal infrared (TIR) diolah untuk mendapatkan suhu kecerahan (brightness temperature). Band 4 dan 5 digunakan untuk menghitung kerapatan vegetasi (NDVI) dan emisivitas suhu permukaan. Gabungan dari band 10, band 11 dan NDVI digunakan untuk menghitung nilai suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature). Data lapangan berupa suhu mata air panas dan suhu permukaan tanah  diambil untuk melakukan verifikasi terhadap analisis citra yang telah dilakukan. Hasil analisis citra menunjukkan bahwa suhu permukaan di lokasi penelitian berkisar antara 16,7°C sampai dengan 28,4°C. Anomali suhu tinggi berada di daerah yang dilewati oleh sesar sumatera. Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan hasil yang selaras, terdapat mata air panas di daerah yang dilewati oleh sesar sumatera dengan suhu 35,7 °C – 64,4°C. Sedangkan suhu permukaan tanah berkisar antara 31,3°C – 48,7°C. Hal ini menunjukkan bahwa citra landsat berupa suhu permukaan tanah (LST) dapat digunakan untuk mendeteksi anomali suhu permukaan sebagai indikasi adanya sistem panas bumi di suatu daerah untuk memudahkan pengerucutan lokasi pada tahap eksplorasi.
Pembuatan dan Kajian tentang WebGIS Pengarsipan Aset PLN ULP Semarang Barat Hasanuddin, Fuad; Apriyanti, Dessy; Putro, Rico Waskito
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v4i2.10775

Abstract

Pemetaan yang akurat memungkinkan PLN mengidentifikasi posisi dan status KWH meter dan JTR secara tepat dan cepat.Seiring kemajuan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan jaringan internet, sebuah sistem SIG berbasis web (WebGIS) dirancang untuk pengarsipan aset PLN. WebGIS ini digunakan untuk mempermudah dalam mengelola dan memanajemen aset PLN di ULP Semarang Barat. Penelitian ini diawali dengan pembuatan jaringan kabel JTR yang kemudian terhubung dengan KWH meter pelanggan yang ada pada Kelurahan Kalibanteng Kidul, kemudian perancangan WebGIS dengan menggunakan bahasa pemrograman Javascript, CSS, dan HTML.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah WebGIS yang kemudian diunggah ke Web Hosting supaya dapat diakses dengan mudah melalui web browser. Hasil pengujian Black Box menunjukkan bahwa WebGIS dapat berjalan dan menampilkan sluruh fitur dengan baik. Pada pengujian System Usability Scale menyatakan WebGIS mendapatkan nilai rerata 94.113 yang termasuk ke dalam Grade A. Berdasarkan hasil pengujian SUS, WebGIS pengarsipan aset PLN ULP Semarang Barat dapat mempermudah dalam mencari informasi terkait aset PLN.
Pemanfaatan Aplikasi Mobile GIS Menggunakan Plugin Mergin Maps Untuk Mendukung Kegiatan Survey Aset Jaringan Listrik Serta Pembuatan Peta Aset Jaringan Listrik (Studi Kasus: Kelurahan Cabean, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang) Ramadhan, Ariq Naufal; Apriyanti, Dessy; Putro, Rico Waskito
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i2.10779

Abstract

Kegiatan survey aset jaringan Semarang Barat memiliki teknis pencatatan data aset dengan cara manual yakni menulis tangan di kertas formulir pencatatan aset dan perhitungan panjang segmen aset dengan menggunakan meter roda.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dari kendala teknis pencatatan meter sebelumnya dengan memanfaatkan aplikasi Mobile GIS menggunakan Plugin  Mergin  Maps untuk mendukung kegiatan survey aset jaringan listrik  Semarang Barat serta pembuatan peta aset jaringan listrik.  penelitian ini dilakukan pada area kerja Perusahaan jaringan listrik di Semarang Barat. Metode yang digunakan dalam merancang aplikasi adalah metode System Development Life Cycle atau yang dikenal dengan istilah SDLC. SDLC adalah metodologi umum yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi. Dengan  memanfaatkan plugin Mergin Maps  peneliti dapat membangun aplikasi mobile GIS yang dimanfaatkan dalam kegiatan survey pencatatan aset.Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi mobile GIS yang memuat kolom pendataan aset jaringan tegangan rendah dan aset meteran APP Pelanggan. Serta penelitian ini menghasilkan peta aset jaringan listrik yang dibuat dari data hasil survey aset menggunakan aplikasi mobile GIS. Saran pada penelitian selanjutnya adalah aplikasi mobile GIS dapat dikembangkan lagi untuk memuat lebih banyak fitur dan cakupan pekerjaan survey aset  jaringan listrik.