Hargiyanto, Ernadila Diasmarani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Nutritional Education on Parental Knowledge of Balanced Nutrition in Children at Yayasan An - Nusyur Aeng Panas, Sumenep Madura Ramadhan, Sasha Anggita; Widayani, Soraya Tri; Mahmudiono, Trias; Rakhmad, Amanda Fharadita Olivia; Hargiyanto, Ernadila Diasmarani; Permatasari, Fitiara Indah; Azzahra, Callista Naurah; Sahila, Nur; Atmaka, S.Gz, MPH, Dominikus Raditya; Febrianto, Eka Cahya; Astuti, Ratna Dwi Puji; Mulia, Shinta Arta; Pratiwi, Damai Arum; Nadhiroh, Siti Rahayu; Simangunsong, Tiara Tivany; Prameswari, Atika Anif; Ismail, Wan Ismahanisa; Mohd Noor, Mohamad Azhar bin; Mohamad Shariff, Mohamad Halim bin; Talib, Siti Salwa binti; Sabri, Nurhidayah binti; Abd Rahim, Nurul Ain binti; Tajuddin, Rosnida binti; Keah, Lee Siew; Mohd Fitri, Muhammad Firdaus bin; Rozlan, Muhammad Syahmi bin; Rao, Rishan Rao al Morgan; Mat Yasin, Azwa binti
Media Gizi Indonesia Vol. 19 No. 3 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v19i3.322-329

Abstract

Parents play a vital role in shaping children's dietary habits, which are influenced by family behaviors, parental health literacy, and socio-economic status. Poor parental health literacy and low socio-economic status often lead to unhealthy child nutrition and lower physical activity. This study investigates the impact of nutritional education on parental knowledge at Yayasan An-Nusyur Aeng Panas, aiming to improve childhood nutrition in resource-limited settings. The research employed a pre-experimental design (one group pre-test post-test) to assess changes in parental knowledge after a 3-hour nutrition education session, delivered by a team of nutritionists from Indonesia and Malaysia. Data were collected from 27 parents of kindergarten students in Sumenep Madura in February 2024 through questionnaires. The results were analyzed using SPSS version 26 and the Wilcoxon Matched-Pairs Test. The findings revealed an increase in participants' knowledge, with a pre-test average score of 84.444 and a post-test average score of 86.667. However, the Wilcoxon test showed no statistically significant difference (p=0.439) between pre- and post-test scores. Despite the knowledge improvement after the education session, the difference was not significant. This suggests that while educational interventions can enhance awareness, further efforts may be required to achieve a measurable impact.
IMPLEMENTASI TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL DALAM PROGRAM KASIH UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI DI KERTOSARI Hargiyanto, Ernadila Diasmarani; Susanti, Lala Citra; Dewitasari, Nabila Putri; Pratiwi, dan Damai Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42651

Abstract

Dari hasil pengukuran tekanan darah tahun 2021 di Ponorogo terdapat 141.967 laki-laki dan 144.135 perempuan penderita hipertensi berusia >15 tahun. Jumlah penderita hipertensi di Desa Kertosari selalu meningkat pada bulan Juni sampai Juli selama 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mendeskripsikan Implementasi Teori Pembelajaran Sosial pada Program “KASIH” Terkait Pencegahan Hipertensi di Desa Kertosari. Masyarakat Kecamatan Kertosari, Ponorogo, Jawa Timur. Metode yang digunakan, yaitu observasi disertai catatan mengenai kondisi atau perilaku objek sasaran. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang yang berusia 15 – 59 tahun. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa program “KASIH” merupakan program pencegahan hipertensi yang terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu “GAGAH” atau sosialisasi aksi anti hipertensi, “HIPER” atau Hidangan Khusus Pencegah Hipertensi, dan “LEMBAR KERTAS” ATAU Leaflet Resep Masakan Bebas Hipertensi. . Berdasarkan aspek perhatian, retensi, produksi, dan motivasi dalam Teori Pembelajaran Sosial ditemukan bahwa sasaran program tertarik dengan pendidikan yang diberikan. Peneliti memberikan pengulangan pada saat edukasi dengan memberikan pertanyaan kepada sasaran dan menggunakan media demonstrasi berupa penyumbatan pembuluh darah. Peneliti juga memotivasi masyarakat untuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga dibantu oleh Tenaga Kesehatan di Kertosari. Namun aspek produksi belum dapat terpenuhi dalam kegiatan “HIPER” sehingga peneliti hanya memaksimalkan pendistribusian Leaflet Resep Masakan Bebas Hipertensi atau “LEMBAR KERTAS” kepada masyarakat. Kesimpulannya implementasi teori pembelajaran sosial pada program “KASIH” terdiri dari aspek perhatian, retensi, dan motivasi. Namun aspek produksi belum bisa terpenuhi karena keterbatasan waktu.