Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pembinaan Keagamaan terhadap Lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia Garut Julistya, Julistya; Anton, Anton; Nazib, Fiqra Muhamad
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.46849

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan dan dampak majelis taklim sebagai program pembinaan spiritual bagi lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia Garut, Jawa Barat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pekerja sosial, penghuni lansia, dan anggota Ikatan Penyuluh Agama Islam (IPAI) Tarogong Kidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan majelis taklim memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan spiritual, kestabilan emosi, dan interaksi sosial lansia. Program ini terstruktur dan didukung oleh kolaborasi antarlembaga, fasilitas yang memadai, dan pendekatan empati dari pengasuh dan penyuluh agama. Kendala yang ditemui seperti keterbatasan fisik, resistensi psikologis, dan latar belakang lansia yang beragam dapat diatasi melalui komunikasi persuasif, konseling spiritual individual, dan strategi pembelajaran adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majelis taklim berfungsi sebagai media yang efektif untuk pendidikan agama dan penyembuhan emosional di antara penghuni lansia terlantar dan terisolasi secara sosial di lingkungan perawatan institusional.
The Contribution of Islamic Religious Education Empowered Teachers in Enhancing Students' Academic and Character Development Through Islamic Education Rahmatilla, Tari; Nasrullah, Yufi Mohammad; Usman, Asep Tutun; Nazib, Fiqra Muhamad
Abjadia : International Journal of Education Vol 10, No 3 (2025): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v10i3.32893

Abstract

This study aims to analyze the contribution of the Islamic Religious Education Empowered Teachers in improving students' learning abilities at SMP Negeri 1 Garut, Indonesia. Using a phenomenological qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with one Islamic Religious Education teacher and five students. The findings of the study show that the teacher plays an important role in creating a religious and supportive school environment through various spiritual programs, such as Dhuha prayers, routine Qur'an recitation, and congregational Zuhur prayers. Additionally, the teacher introduced an innovative environmental initiative, the "school waste collection movement," which encourages students to bring home at least one piece of trash every day to foster a sense of responsibility for environmental cleanliness. The teaching strategy applied reflects a holistic approach that assesses students' knowledge, attitudes, and skills, while also involving collaboration with other Islamic Religious Education teachers and the wider school community. Despite facing internal challenges, such as maintaining motivation and emotional stability, as well as external challenges such as low learning motivation and limited basic skills among students, the teacher is able to overcome these obstacles through reflective, empathetic, and collaborative approaches. This study concludes that the teacher's diverse contributions not only improve the quality of Islamic Religious Education learning but also support the overall development of students, demonstrating that religious education can have a broader impact on character development and environmental awareness.
Transformational and Adaptive Leadership in Times of Crisis: Lessons from COVID-19 Nazib, Fiqra Muhamad; Anisah, Ani Siti; Usman, Asep Tutun
Eduscape : Journal of Education Insight Vol. 3 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/eduscape.v3i4.938

Abstract

This study presents a narrative review of educational leadership in crisis contexts, with particular attention to the disruptions caused by the COVID-19 pandemic. The aim is to identify leadership strategies that supported institutional resilience, sustained learning, and safeguarded the well-being of educators and students. Literature was collected from major academic databases, including PubMed, ERIC, Scopus, and Google Scholar, using keyword combinations such as “educational leadership,” “crisis,” “COVID-19,” and “implementation strategies.” Inclusion criteria restricted the review to peer-reviewed articles addressing leadership practices during crises, while exclusion criteria eliminated non-academic and methodologically weak sources. Selected studies included case analyses, cohort studies, and theoretical papers, which were synthesized thematically. The results reveal that transformational and adaptive leadership models were most effective in enabling institutions to respond to crises. Transformational leaders motivated and inspired staff, while adaptive leaders responded flexibly to emergent challenges. Supportive institutional environments further enhanced resilience by promoting collaboration, resource-sharing, and staff engagement. Global comparisons show that leaders in developed countries relied heavily on technological innovation and robust infrastructures, whereas leaders in developing countries focused on equity and community-based strategies to sustain access. Systemic barriers, such as insufficient resources, weak infrastructures, and bureaucratic inefficiencies, were identified as major obstacles. These findings underscore the urgency of systemic reforms and leadership development initiatives. Policy interventions should prioritize equitable funding, digital infrastructure, and training in adaptive and transformational leadership. Future research must address long-term leadership outcomes and culturally grounded practices, ensuring education systems are better equipped to withstand future crises.
Implementasi Moderasi Beragama Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam surachman, yuni tri lestari; Nazib, Fiqra Muhamad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpai.v3i2.3952

Abstract

Indonesia merupakan Negara kesatuan dengan banyaknya keberagaman, baik suku, ras, budaya bahkan agama. Moderasi beragama menjadi perbincangan hangat dengan adanya pro kontra di masyarakat. Di Kabupaten Garut sendiri moderasi beragama sudah sering digaungkan dengan tujuan terjalinnya kerukunan di masyarakat yang harmonis dan toleran. Selain itu di Kabupaten Garut sendiri moderasi Beragama sudah mulai diterapkan di kalangan siswa melalui pembelajaran di kelas, khususnya pelajaran agama. Dan pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu jalan untuk membentuk karakter yang moderat. Latar belakang penelitian ini adalah implementasi moderasi beragama pada pembelajaran pendidikan agama islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat mempengaruhi sikap moderasi beragama khususnya di SMA Negeri 1 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dimana dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi moderasi beragama pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Garut sudah berjalan dengan baik. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Garut yang menyatakan bahwa SMA Negeri 1 Garut merupakan sekolah percontohan anti kekerasan, yang mana merupakan salah satu dimensi dari moderasi beragama. Begitu pula dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dibuktikan dengan adanya RPP yang berkaitan dengan moderasi beragama, seperti materi di kelas XI yaitu materi Musyawarah Untuk Mufakat, materi Demokrasi, Toleransi Sebagai Alat Pemersatu Bangsa. Lalu di kelas XII adapula materi mengenai Persatuan dan Kerukunan. Juga adanya kegiatan keagamaan seperti pelaksanaan PHBI di lingkungan SMA Negeri 1 Garut.
NILAI-NILAI KEBHINEKAAN MELALUI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA DI PERGURUAN TINGGI Rahmat, Acep; Suharyati, Henny; Nazib, Fiqra Muhamad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3426

Abstract

Setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan pendekatan yang inklusif, dialog yang terbuka, dan promosi nilai-nilai kebhinekaan, seperti toleransi, saling menghormati, dan kesepakatan bersama. batasan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana Implementasi nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa di universitas Garut; (2) Bagaimana nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa di universitas Garut; (3) Bagaimana dampak nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa di universitas Garut Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini meliputi mahasiswa yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Perguruan Tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Implementasi nilai-nilai Kebhinekaan program pertukaran mahasiswa Merdeka (PMM) dilakukan melalui modul nusantara; (2) nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa; (3) dampak nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa mendapatkan respon positif karena mengembangkan pemahaman, keterampilan, dan sikap kebhinekaan.