Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM DAN PANCASILA DALAM PENANGANAN EKSPLOITASI ANAK SEBAGAI PENGEMIS Syuratty Astuti Rahayu Manalu; Tia Handani; Maya Wulandari; Sarah Bakara; Alawi Parlindungan Hasibuan; Fitrah Maya Sari Hasugian
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan Pancasila sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”, serta sila kelima yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, diketahui bahwa eksploitasi anak merupakan salah satu dari pelanggaran sila tersebut. Eksploitasi anak adalah tindakan memanfaatkan anak-anak untuk keuntungan orang dewasa, sering kali dilakukan tanpa persetujuan dan dengan mengabaikan hak-hak anak-anak yang menjadi korban. Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, eksploitasi anak mencakup berbagai bentuk tujuan yang dapat merugikan perkembangan fisik dan mental anak. Penelitian ini menggunakan metodologi studi pustaka untuk menelaah sumber-sumber pustaka yang memiliki topik yang relevan dengan pembahasan eksploitasi anak sebagai pengemis. Hasilnya, diketahui bahwa untuk mengatasi eksploitasi anak diperlukan berbagai macam upaya seperti razia, edukasi, jaminan sosial, rehabilitasi, hingga penegakan hukum.
Hak Waris Bagi Anak Angkat Ditinjau dalam Aspek Hukum Islam Agnes Sitanggang; Dedek Harianto; Loficha Metesa Br Ginting; Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 3 (2023): Legal Development of Local Business Transactions and Contemporary Law in Indone
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i3.89

Abstract

Abstract The provisions of child adoption are specified in Islamic Law. The law states that child adoption is permissible as long as it is in the best interests of the adopted child. However, issues or problems arise with the adoption of children associated with inheritance issues. In Islamic law, the status of adopted children cannot be equated with biological children so that they cannot receive inheritance from their adoptive parents. However, the adopted child is entitled to a will from his adoptive parents provided that it cannot be more than one-third of the assets of the adoptive parents. The type of research is a qualitative research method of literature study. The method used is library research, data collection by searching for sources and reconstructing from various sources such as books, journals, and existing research. The result is that qualitative research is carried out with a research design whose findings are not obtained through statistical procedures or in the form of counts, but aims to reveal phenomena in a holistic-contextual manner by collecting data from natural settings and utilizing researchers as key instruments. The conclusion is that according to Islamic law, adopted children can remain as legitimate children based on court decisions by not breaking the relationship of nasab with or blood with their biological parents because the principle of child adoption according to the compilation of Islamic law is a manifestation of faith which manifests in the form of maintaining other people's children as children in the form of childcare by maintaining all the needs and needs of the child's life. Keywords: inheritance rights, Adopted Child, Islamic Law Abstrak Ketentuan Pengangkatan anak sudah ditentukan di dalam Hukum Islam. Dimana perangkat hukum tersebut menyatakan bahwa pengangkatan anak adalah sesuatu yang diperbolehkan selama demi kepentingan terbaik bagi anak angkat. Akan tetapi muncul persoalan atau masalah terhadap pengangkatan anak yang dikaitkan dengan persoalan waris. Dalam hukum Islam status anak angkat itu tidak dapat disamakan dengan anak kandung sehingga tidak dapat menerima harta warisan dari orang tua angkatnya. Meskipun demikian, anak angkat tersebut berhak mendapatkan wasiat dari orang tua angkatnya dengan ketentuan tidak boleh lebih dari sepertiga harta kekayaan orang tua angkat.. Adapun jenis penelitian ini metode penelitian kualitatif studi pustaka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research),pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasilnya bahwa penelitian kualitatif dilakukan dengan desain penelitian yang temuan-temuannya tidak didapatkan melalui prosedur statistik atau dalam bentuk hitungan, melainkan bertujuan mengungkapkan fenomena secara holistik-kontekstual dengan pengumpulan data dari latar/ setting alamiah dan memanfaatkan peneliti sebagai instrument kunci. Adapun Kesimpulan yaitu Menurut hukum Islam, anak angkat bisa tetap sebagai anak yang sah berdasarkan putusan pengadilan dengan cara tidak memutuskan hubungan nasab dengan atau darah dengan orang tua kandungnya ini dikarenakan prinsip pengangkatan anak menurut kompilasi hukum Islam merupakan manifestasi keimanan yang mana mewujudkan dalam bentuk memelihara anak orang lain sebagai anak dalam bentuk pengasuhan anak dengan memelihara segala keperluan dan kebutuhan hidup dari anak tersebut. Kata Kunci: hak waris, Anak Angkat, Hukum Islam
Menyelami Kebaikan Hati: Pentingnya Zakat dalam Merangkul Keadilan Sosial dalam Islam Puji Chairunisa; Fretty Luciana Gurning; Dies L Tobing; Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 3 (2023): Legal Development of Local Business Transactions and Contemporary Law in Indone
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i3.91

Abstract

AbstractThis study focuses on the role of zakat in promoting social justice in Islamic societies. The research analyzes the theological, philanthropic, and economic aspects of zakat to understand how it contributes to community empowerment and poverty alleviation. The theological study explores how zakat reflects Islamic teachings on benevolence and generosity. The philanthropic analysis emphasizes zakat as a means of providing social services and creating positive social change. The economic aspect examines how zakat affects wealth distribution and aims to identify mechanisms that alleviate poverty. By taking a multidimensional approach, the study aims to provide a comprehensive understanding of zakat's contribution to building a just and equitable society. Ultimately, this research can offer insight into addressing social and economic inequalities within Muslim communities.Keywords: Zakat, Islamic Law, Distribution AbstrakPenelitian ini berfokus pada peran zakat dalam mempromosikan keadilan sosial dalam masyarakat Islam. Penelitian ini menganalisis aspek teologis, filantropis, dan ekonomi dari zakat untuk memahami bagaimana zakat berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Studi teologis mengeksplorasi bagaimana zakat mencerminkan ajaran Islam tentang kebajikan dan kedermawanan. Analisis filantropis menekankan zakat sebagai sarana untuk menyediakan layanan sosial dan menciptakan perubahan sosial yang positif. Aspek ekonomi mengkaji bagaimana zakat mempengaruhi distribusi kekayaan dan bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme yang dapat mengentaskan kemiskinan. Dengan menggunakan pendekatan multidimensi, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kontribusi zakat dalam membangun masyarakat yang adil dan merata. Pada akhirnya, penelitian ini dapat memberikan masukan untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat Muslim. Kata Kunci: Zakat, Hukum Islam, Distribusi