Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Asam Urat melalui Program Edukasi dan Aktivitas Fisik ‘ASIK’ di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur Mardiana, Laila; Rohmatillah, Laila Mardiana; Ningsih, Murtiana; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Rayani, Dewi; Ali, Nur Aini Abdurrahman; Alifariani, Aulia; Astawan, Wanda Januar; Herawati, Yunita; Sahrun, Lia; Mayani, Evi; Sinar, Wahyuni; Nuari, Iin Erlisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a1dh5c94

Abstract

Penyakit Asam Urat (Gout) adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Data Puskesmas Mujur menunjukkan peningkatan kasus sebesar 304 dari tahun sebelumnya, hal ini dipicu oleh pola makan tinggi purin dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Mujur terhadap pencegahan dan penanganan asam urat melalui intervensi terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, dengan melibatkan 10 orang sasaran. Intervensi dilakukan melalui program ASIK (Asam Urat Sehat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) yang meliputi penyuluhan kesehatan, aktivitas fisik berupa senam bersama, dan demonstrasi pembuatan jus sehat berbahan nanas, timun, dan jahe. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen berbentuk kuesioner berupa pre-test dan post-test yang berisi 10 butir pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran setelah intervensi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan kurang pada saat sebelum intervensi menjadi cukup dan baik pada saat setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya terkait penyakit asam urat. Model intervensi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan promosi diet sehat merupakan pendekatan yang efektif dan direkomendasikan untuk mendukung program promotif-preventif di tingkat komunitas. Enhancing Community Knowledge of Gout through Integrated Education and Physical Activity in Mujur Village Abstract Gout is a non-communicable disease that continues to rise every year. Data from the Mujur Health Center shows an increase of 304 cases compared to the previous year, triggered by a high purine diet and low public awareness. This community service activity aims to increase knowledge and awareness among the people of Mujur Village about the prevention and management of gout through integrated interventions. The activity was held in Pendem Hamlet, Mujur Village, East Praya District, Central Lombok, involving 10 participants. The intervention was carried out through the ASIK program (Healthy Gout with Exercise and Health Information), which included health counseling, physical activities such as group exercise, and a demonstration of making healthy juice with pineapple, cucumber, and ginger. Evaluation was conducted quantitatively using a pre-test and post-test questionnaire containing 10 questions to measure the participants' level of knowledge. The results showed an increase in knowledge after the intervention, indicated by a shift in knowledge categories from predominantly low before the intervention to sufficient and good after the intervention. These findings suggest that health education, accompanied by direct practice, is effective in improving public understanding, particularly regarding gout. The intervention model that integrates education, physical activity, and the promotion of a healthy diet is an effective approach and is recommended to support promotive-preventive programs at the community level.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sumber Informasi dengan Perilaku Personal Hygine Saat Menstruasi pada Remaja Putri Usia 14-19 Tahun di Desa Kuranji Tahun 2025 Astawan, Wanda Januar; Irmayunita, Mia
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5838

Abstract

Masa remaja ditandai perubahan fisik, emosional, dan psikologis, termasuk menstruasi pada remaja putri. Personal hygiene yang baik diperlukan untuk mencegah infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, dan gangguan kesehatan lainnya. Namun, praktiknya masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan dan akses informasi. Data Puskesmas tahun 2025 menunjukkan hanya 25% remaja putri di Desa Kuranji memahami pentingnya mengganti pembalut setiap 4–6 jam, sedangkan survei terhadap 7 remaja putri menemukan 5 orang belum menerapkannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sumber informasi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di Desa Kuranji tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional ini melibatkan populasi 85 remaja putri dan sampel 46 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Kriteria sampel ialah telah mengalami menstruasi dan berusia 14-19 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan 23,9% responden berpengetahuan baik dan 54,3% memiliki sumber informasi baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan p-value 0,001 (p < 0,05), serta antara sumber informasi dan perilaku dengan p-value 0,013 (p < 0,05). Pemerintah Desa Kuranji dan Puskesmas Perampuan disarankan menyelenggarakan edukasi kesehatan reproduksi yang terstruktur, berkelanjutan, dan mudah diakses bagi remaja. The Relationship Between the Level of Knowledge and Information Sources with Personal Hygine Behavior During Menstruation Among Adolescent Girls Aged 14-19 Years in Kuranji Village in 2025 Abstract Adolescence is characterized by physical, emotional, and psychological changes, including the onset of menstruation among adolescent girls. Appropriate personal hygiene practices are essential to prevent reproductive tract infections, urinary tract infections, and other health problems. However, such practices remain inadequate because of limited knowledge and access to reliable information. Data from the community health center in 2025 indicated that only 25% of adolescent girls in Kuranji Village understood the importance of changing sanitary pads every 4–6 hours, while a survey of 7 adolescent girls found that 5 had not practiced proper personal hygiene. This study aimed to determine the associations between knowledge level, information sources, and personal hygiene behavior during menstruation among adolescent girls in Kuranji Village in 2025. This quantitative study employed a cross-sectional design involving a population of 85 adolescent girls and a sample of 46 respondents selected through proportionate stratified random sampling. The inclusion criteria were adolescent girls aged 14–19 years who had experienced menstruation. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results showed that 23.9% of respondents had good knowledge, while 54.3% had access to good information sources. A significant association was found between knowledge and personal hygiene behavior, with a p-value of 0.001 (p < 0.05), as well as between information sources and personal hygiene behavior, with a p-value of 0.013 (p < 0.05). The Kuranji Village Government and Perampuan Community Health Center are therefore encouraged to provide structured, sustainable, and accessible reproductive health education for adolescents.