Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemeriksaan Kesehatan Dan Edukasi DAGUSIBU Pada Warga Madras Hulu Petisah Tengah Medan Masniah, Masniah; Faisal, Ahmad Purnawarman; Lavinur; Tampubolon, Antetti; Masrah; Panjaitan, Rosnike Merly; Andarwati, Rini; Sitepu, Nadroh br; Fauzi, Zulfa Ismaniar; Ernoviya; Sinaga, Maya Handayani; Nurpermatasari, Adhisty; Hidayah, Nurul; Wakidi, Riza Fahlevi; Zulfikri; Nasution, Pratiwi Rukmana; Hilda; Ismedsyah; Sihombing, Jhonson P; Noviar, Irma; Wulandari, Mimin; Tanjung, Sri Wahyuni; Amrin; Yusnita, Henny; Nasution, Samihah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 1 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.556 KB) | DOI: 10.63004/mcm.v1i1.100

Abstract

Pendahuluan. Kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan manusia sehingga senantiasa menjadi prioritas dalam pembangunan nasional suatu bangsa.Tujuan. Pentingnya edukasi DAGUSIBU bagi penggunaan obat yang aman dan rasional adalah terpenuhinya tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat waktu pemberian dan tepat informasi. Secara singkat pemakaian atau peresepan suatu obat dikatakan tidak rasional apabila kemungkinan untuk memberikan manfaat kecil atau tidak sama sekali atau kemungkinan manfaatnya tidak sebanding dengan kemungkinan efek samping atau biayanya.Metode. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu metode pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam semua kegiatan yang dilakukan. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan Dagusibu.Hasil. Tingkat pengetahuan responden sebelem penyuluhan paling banyak pada skala cukup pada presentase 71,6%, pada skala baik hanya 14,2%, sedangkan sesudah penyuluhan, pengetahuan responden naik drastis pada kategori baik sebanyak 85,7%.Simpulan. Responden telah terpapar mengenai DAGUSIBU dan cara penggunaan DAGUSIBU dalam penggunaan obat dan Responden sudah mengetahui tentang pentingnya penggunaan DAGUSIBU.
Potential Antibacterials of Merang Padi Extract (Oryza sativa) on the Growth of Gram Positive and Gram Negative Bacteria Faisal, Ahmad Purnawarman; Masniah, Masniah; Andarwati, Rini; Wulandari, Mimin
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 3, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v3i1.620

Abstract

Padi straw (Oryza sativa) is one type of stem produced from padi tree trunks. Antibacterial activity testing was carried out by agar diffusion method using paper disc as a backup by observing the formation of a clear zone indicating the presence of antibacterial activity. Variations in the concentration of the padi straw extract test solution were made with a %w/v ratio between 100% pure padi straw extract and DMSO adjusted at various test concentrations, namely, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. The results showed that the n-hexane fraction of padi straw did not have antibacterial activity because there was no inhibition zone or kill zone indicated by the fraction at both low and high concentrations. While the ethanol extract showed antibacterial activity at a concentration of 15%, the ethyl acetate fraction and the n-butanol fraction had antibacterial activity indicated by the presence of an inhibitory zone at a concentration of 7%. The results of the t-test on the ethanol extract of the test bacteria obtained a Tcount value of 14,687 which means it is very significant or very significantly different because Tcount is greater than Ttable (5% and 1%). This shows that the oxytetracycline antibiotic is better than the potency of the ethanol extract of straw on the test bacteria.
Sosialisasi Dan Demonstrasi Pembuatan Pasta Buah Tomat Cherry (Solanum Lycopersicum Var. Cerasiforme) Sebagai Sumber Antioksidan Nurpermatasari, Adhisty; Ernoviya, Ernoviya; Wulandari, Mimin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3585

Abstract

Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var cerasiforme) merupakan jenis tomat yang berukuran kecil, memiliki rasa lebih manis dan nutrisi yang memiliki banyak manfaat. Tomat merupakan sumber utama vitamin, mineral dan serat, sangat penting untuk nutrisi dan kesehatan manusia serta sumber utama likopen yang berguna sebagai anti oksidan. Hasil penelitian menunjukan pemanasan tomat cherry mempengaruhi aktivitas antioksidan, karena pemanasan akan meningkatkan aktivitas antioksidan, oleh karena itu dengan cara dan pengolahan yang tepat maka kadar antioksidan dari pasta tomat chery mempunyai aktivitas antioksidan lebih kuat dibandingkan dengan sari buah dan ekstrak tomat cherry. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan tomat chery sebagai sumber antioksidan dengan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan sosialisasi dan mendemonstrasikan video pengolahan tomat chery yang tepat, setelah sebelumnya masyarakat diberikan kuisioner. Hasil Pengabdian Masyarakat didapatkan kategori pengetahuan yang baik dengan capaian tingkat pengetahuan peserta sebelum penyuluhan dan demonstrasi pada kategori kurang (26,7%) cukup (40%) dan baik (33,3%), setelah penyuluhan hasil kategori naik signifikan yaitu kurang 0 (0%), cukup (13,4%), dan baik (86,6%), sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta pengabdian masyarakat telah memahami tentang pentingnya antioksidan yang bersumber dari Tomat Cherry dalam Kesehatan, dengan pengolahan yang tepat.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIKOKIMIA LOTION EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus L.) Mimin Wulandari; Yosefhine Clara Br Barus; Antetti Tampubolon; Ahmad Faisal Purnawarman
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v21i1.2505

Abstract

Pemanfaatan bahan alam dalam sediaan farmasi, khususnya kosmetik, belakangan ini semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penelitian mengenai kandungan bioaktif pada bahan alam yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit. Daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Antioksidan banyak dimanfaatkan dalam sediaan kosmetik seperti sediaan lotion. Lotion merupakan salah satu sediaan kosmetik berupa suspensi atau dispersi yang diaplikasikan pada bagian tubuh terutama tangan dan kaki yang pada umumnya berfungsi sebagai pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun nangka serta mengevaluasi stabilitas fisikokimia sediaan yang dihasilkan. Lotion di formulasikan menggunakan metode standar dan diuji stabilitasnya dalam kondisi tertentu. Parameter yang diamati meliputi pH, daya sebar, homogenitas dan sifat organoleptis dengan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat formulasi sediaan lotion dengan penambahan ekstrak etanol daun nangka dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 0,5% (FI); 1% (FII); 1,5% (FIII) dan 0% yaitu sediaan lotion tanpa kandungan ekstrak etanol daun nangka (F0). Kemudian dilakukan uji evaluasi fisikokimia (meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar), uji stabilitas fisikokimia (meliputi uji organoleptis, homogenitas, dan pH), uji iritasi dan uji hedonik. Hasil Penelitian menunjukkan sediaan lotion ekstrak etanol daun nangka yang memenuhi uji evaluasi fisikokimia yaitu sediaan dengan konsentrasi 0,5% (FI); 1% (FII); 1,5% (FIII) dan 0% (F0) namun pada uji stabilitas fisikokimia sediaan lotion yang memenuhi persyaratan yaitu konsentrasi 0,5% (FI). Kesimpulan penelitian ini adalah formulasi lotion ekstrak etanol daun nangka menghasilkan formula yang memenuhi persyaratan uji stabilitas fisikokimia adalah pada konsentrasi 0,5%.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Teh Celup Daun Salam (Syzygium polyanthum Walp.) Sebagai Antihiperurisemia Pada Masyarakat Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Hilda S; Mimin Wulandari; Samihah Nasution
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1924

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah dan berpotensi menyebabkan artritis gout serta menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis bahan alam. Daun salam (Syzygium polyanthum Walp.) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat aktivitas enzim xantin oksidase sehingga dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hiperurisemia serta memberikan keterampilan dalam pembuatan teh celup daun salam sebagai alternatif pengobatan herbal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2025 di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dengan melibatkan 40 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, demonstrasi pembuatan teh celup daun salam, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% sebelum edukasi menjadi 87,5% setelah edukasi. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan pembuatan teh celup daun salam secara mandiri dan memahami manfaatnya sebagai alternatif pendukung pengelolaan hiperurisemia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi dan pelatihan praktis efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat lokal. Program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hiperurisemia berbasis pemberdayaan masyarakat.