Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN MAHASISWA JURUSAN FARMASI POLTEKKES KEMENKES MEDAN TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 Ahmad Purnawarman Faisal; Nurul Hidayah; Adhisty Nurpermatasari; Riza Vahlevi Wakidi; Zulfi Ismaniar Fauzi; Pratiwi Rukmana Nasution
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.986 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i3.1189

Abstract

Coronavirus 2019 or COVID-19 is a pandemic that has resulted in high mortality rates in various parts of the world. Good knowledge about the COVID-19 pandemic and clean and healthy living behavior as an effort to prevent the transmission of COVID-19 is important to implement. The purpose of this study was to describe the knowledge, attitudes, and actions about COVID-19 among students of the Department of Pharmacy, Poltekkes, Ministry of Health, Medan. This research method uses a descriptive survey with simple random sampling technique. The characteristics of the respondents, totaling 146 people, were obtained online with the criteria for male-female 111 people and male 34 people. For the level of knowledge, the most answered statements for positive statements were statements Strongly Agree (SS) by 70.5%, namely the statement "COVID-19 first emerged from China". Attitude level (SS) is 50% in the statement "Knowing that the spread and transmission of COVID-19 can be through the air, you try to reduce activities outside the home", and Action, positive statement (SS) is 65.1% in the statement "Efforts can be made to break the chain of transmission of COVID-19 is by social distancing and implementing Health Protocols” The conclusion of this study is that the level of knowledge, attitudes, and actions of students(i) towards COVID-19 prevention, are 84,23% (good), 85.53% (good), and 83.64. % (good).
FORMULASI SEDIAAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK DAUN ALPUKAT (PORSEA AMERICANA MILLER) SEBAGAI ANTI JERAWAT SECARA STUDI LITERATUR Ahmad Purnawarman Faisal; Pratiwi Rukmana Nasution; Tri Bintarti; Riza Fahlevi Wakidi; Feby Ariani br. Surbakti
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.771 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i1.1241

Abstract

Daun merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk mempertahankan kehidupan, mengingat fungsinya tersebut maka alat ini sering disebut dengan alat vegetatif, pada batasnya terdapat daun berbentuk tunggal dan tersusun dalam bentuk spiral. Daun alpukat disebut daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja, tanpa upih atau pelepah daun. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan formulasi sediaan masker peel off ekstrak daun alpukat berdasarkan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yaitu penelitian dengan mengumpulkan data dan fakta-fakta, data yang diperoleh dari literatur yang sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan dari daun dan biji alpukat seperti saponin, alkaloid, polifenol, quersetin dan flavonoid dapat berkhasiat sebagai antifungi, antijerawat dan antibakteri. Pada jurnal studi literatur pertama dapat diformulasikan sebagai masker peel off, pada jurnal kedua menggunakan berbagai variasi konsentrasi dan dari berbagai konsentrasi tersebut yang diformulasikan sebagai sediaan masker peel off yaitu pada konsentrasi 0,3% dengan daya hambat yang paling besar dan pada jurnal ketiga dengan konsentrasi 12% memiliki waktu mengering paling cepat. Dari penelitiaan ini disimpulkan bahwa ekstrak daun dan biji alpukat dapat digunakan sebagai masker anti jerawat.
Prescription Screening Study for Outpatient Prescribing Administration of Social Security Administrator Patients at Dr R.M Djoelham Regional General Hospital, Binjai City Pratiwi Rukmana Nasution
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.15617

Abstract

The Impact of errors in prescription incompleteness is diverse, started from those that do not provide any risk at all to the occurrence of disability or even death. The Prescription screening is useful to prevent omissions information, poor prescribing and inappropriate prescribing. The goal of this study was to screen the completeness of administration of outpatient prescriptions for social security administrator patients in regional public hospital Dr. R.M. Djoelham at Binjai City. This is a observational research with a retrospective descriptive design, and use the purposive sampling. This research was conducted at the General Hospital Pharmacy Installation Dr. R.M. Djoelham City of Binjai. This research was conducted from April-June 2021. The population of this study was the number of patient prescriptions from January 2021 to March 2021, namely 3722 prescriptions. The total sample is 98 recipes.The data analysis used is univariate data analysis. The results of the 98 recipes show the percentage of   administration of the Inscriptio reached 68.4% and was incomplete reached 31.6%, on complete Invocatio it reached 100%, on Prescriptio the complete reached 95% and the incomplete reached 5%, the Signatura complete reached 91.84% and incomplete reached 8.16%, on Subscriptio the full one reaches 100%, the complete Pro reaches 58.84% and incomplete reached 41.16%. The conclusion of this study is the percentage of complete recipes reached 67.35% while incomplete reached 32.65%. If an incomplete prescription is found, it is hoped that the pharmacy staff will confirm it with the doctor concerned. Keyword:  Pharmaceutical Installation, Prescription Completeness, Screening
Effectiveness of Combination of Tamarind and Saffron as Antidiabetic Hilda Hilda; Pratiwi Rukmana Nasution
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.15621

Abstract

According to the International Diabetes Federation, 537 million people are currently living with diabetes. There are 316 million people with impaired glucose tolerance at high risk, an alarming number expected to reach 783 million people by 2045. Society's tendency to return to nature is a prospective condition for developing research on biodiversity-based plants. Based on the research results, tamarind leaves are rich in flavonoids, saponins, and tannins, and saffron contains the active compounds crocin, crocetin, and precision, which can be candidates for antioxidants that have a significant effect on blood glucose levels. This antidiabetic research includes research live (test animals) by measuring blood glucose levels. The results showed that tamarind leaf extract and saffron were effective as antidiabetics in male mice induced with Streptozotocin. All extract groups tested single doses of EDAJ, ES, and combination doses of EDAJ and ES ((75:25), (50:50) (25:75)) showed the potential to reduce blood sugar levels >50%. The ES group with a single dose of 100:0 showed significant effectiveness in reducing blood sugar levels from the 6th day until the end of the study. These results are then expected to provide information to the public regarding the potency, effective dose, and working mechanism of using tamarind and saffron as antidiabetics so that they can be a solution to improve the quality of life of diabetes patients, control non-communicable diseases and reduce treatment costs.  Keywords: Crocus sativus, Diabetes mellitus,  Mus musculus, Saffron, Tamarind leaf 
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida) Sebagai Antiinflamasi Pratiwi Rukmana Nasution
Sains Medisina Vol 1 No 1 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi adalah usaha tubuh untuk menginaktif atau menghancurkan organisme penginvasi, menghilangkan iritan, dan persiapan tahapan untuk perbaikan jaringan, bila penyembuhan telah sempurna proses inflamasi biasanya mereda. Suruhan (Peperomia pelucida) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun suruhan sebagai antiinflamasi pada tikus putih jantan yang diinduksi putih telur 0,5ml secara intraplantar pada telapak kaki kiri tikus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan desain penelitian yang terdiri dari 5 kelompok yaitu kelompok I kontrol negatif diberikan NA-CMC 1%, kelompok II kontrol positif diberikan natrium diklofenak, kelompok III EEDS 15mg/kgbb, kelompok IV EEDS 30mg/kgbb, kelompok V EEDS 60mg/kgbb masing-masing kelompok terdiri dari tiga ekor tikus. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini adalah Dosis Ekstrak Etanol Daun Suruhan dengan konsentrasi 15mg/kgbb, 30mg/kgbb, 60mg/kgbb yang lebih efektif untuk menurunkan volume edema telapak kaki tikus adalah konsentrasi 60mg/kgbb dibandingkan konsentrasi 15mg/kgbb dan 30mg/kgbb, dengan tingkat penyembuhan 86%. Untuk mempreloh data, peneliti ini menggunakan jangka sorong untuk mengukur volume edema telapak kaki tikus sebelum dan seteah di induksi putih telur sebanyak 0,5ml secara subplantar. Kesimpulan didapatkan bahwa Dosis Ekstrak Etanol Daun Suruhan dengan konsentrasi 60mg/kgbb mempunyai daya antiinflamasi pada telapak kaki tikus yang diinduksi putih telur 0,5ml, Ekstrak Etanol Daun Suruhan dengan konsentrasi 60mg/kgbb memiliki efek antiinflamasi yang hampir setara dengan Natrium Diklofenak.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Glukosa Pratiwi Rukmana Nasution
Sains Medisina Vol 1 No 2 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Daun salam merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional untuk penyakit diabetes melitus. Adapun salah satu kandungan kimia daun salam adalah flavanoid yang berkhasiat dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh estrak etanol daun salam terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan dengan induksi glukosa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desan penelitian yaitu rancangan penelitian pre-test and post-test Control group design. Sampel yang digunakan adalah daun salam. Dengan menggunakan 15 ekor tikus putih jantan sebagai hewan percobaan yang terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 diberikan suspensi cmc, kelompok 2 diberi suspensi glibenklamid, kelompok 3 diberi estrak etanol daun salam dosis 50 mg/kgBB, Kelompok 4 diberi estrak etanol daun salam dosis 100 mg/kgBB, kelompok 5 diberi estrak etanol daun salam dosis 150 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estrak etanol daun salam dosis 150 mg/kgBB lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus dibandingkan dengan dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah estrak etanol daun salam berpotensi menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan yang diinduksi glukosa.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Zulfikri Zulfikri; Pratiwi Rukmana Nasution; Cici Dianti
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi kehidupan  setiap orang. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh adalah menjaga kebersihan yaitu kebersihan tangan. Tangan merupakan salah satu jalur penularan berbagai penyakit menular seperti penyakit gangguan usus dan pencernaan seperti (diare dan muntah) dan berbagai penyakit lainnya.Daun sirih hijau mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, fenolik, dan tannin. Dimana tanaman yang mengandung flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dan saponin sebagai antimikroba yang mampu berperan dalam menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimental. Penelitian ini menformulasikan ekstrak etanol daun sirih hijau yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20% dalam pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sirih hijau (piper betle Linn.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan diameter rata-rata zona hambat berturut-turut adalah 3,33 mm, 5,00 mm, 5,33 mm dan 6,58 mm. Ekstrak etanol daun sirih hijau (piper betle Linn.) yang paling efektif dalam menghambat bakteri yaitu pada konsentrasi 20 % dengan daya hambat 6,58 mm.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Asam Jawa dan Saffron sebagai Antidiabetes bagi Masyarakat Desa Tengah Pancur Batu, Deli Serdang Pratiwi Rukmana Nasution; Masrah Masrah; Samihah Nasution
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v3i2.395

Abstract

According to the International Diabetes Federation (2013), currently there are 382 million people living with diabetes. There are 316 million people with impaired glucose tolerance at high risk, an alarming number which is expected to reach 592 million people in 2035. Among the plants that have the potential as anti-diabetic agents are tamarind leaves and saffron plants. This community service activity uses the educational socialization method by conducting counseling and education on how to make tamarind and saffron drinks as anti-diabetic drugs. The purpose of this community service is to provide knowledge regarding education on the use of tamarind and saffron plants for the people of Tengah Pancur Batu Village. The results of Community Service obtained a good knowledge category with the achievement of the level of knowledge of participants before counseling and education in the less (60%) sufficient (27.5%) and good (12.5%) category, after counseling the results of the category increased significantly, namely less 0 ( 0%), enough (15%), and good (85%).
Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Diare di Puskesmas Padang Bulan Medan Defride Simatupang; Nurul Hidayah; Pratiwi Rukmana Nasution; Rini Andarwati
Media Informasi Vol. 19 No. 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v19i2.46

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan antibiotik pada pasien harus  rasional dan berdasarkan pertimbangan medis untuk mencapai efek terapi yang terbaik bagi pasien. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan antibiotik dan kajian rasionalitas penggunaan antibiotik kategori tepat obat pada pasien diare di Puskesmas Padang Bulan Medan periode Januari-Maret 2022. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Pengambilan data menggunakan lembar pengumpulan data yang memenuhi kriteria inklusi. Kajian rasionalitas penggunaan antibiotik kategori tepat obat dilakukan dengan membandingkan antibiotik yang diterima pasien dengan literatur.  Hasil: Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebanyak 56 resep. Subjek penelitian dominan dengan karakteristik laki-laki (62,5%) dan berada pada rentang usia 17-65 tahun (89,28%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Metronidazol sebanyak 48%. Rasionalitas penggunaan antibiotik kategori tepat obat pada pengobatan diare adalah tepat sebesar 100%.  Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pada pengobatan diare di Puskesmas Padang Bulan Medan sudah sesuai dengan standar dan literatur yang ada sehingga penggunaan antibiotik kategori tepat obat pada pengobatan diare di Puskesmas Padang Bulan Medan adalah sudah rasional sebesar 100%.
Formulasi Sediaan Minuman Jelly Buah Bit (Beta vulgaris L.) Sebagai Antianemia Faisal, Ahmad Purnawarman; Nasution, Pratiwi Rukmana; Sinaga, Maya Handayani; Adrea, Desvita
Sains Medisina Vol 2 No 2 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i2.314

Abstract

Bit mengandung berbagai macam zat gizi, salah satunya vitamin C. Vitamin C saling terkait dengan zat besi, bila kebutuhan zat besi tidak tercukupi maka vitamin C tidak mampu meningkatkan penyerapan zat besi dan mengganggu sintesis hemogblobin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan jelly drink pada buah bit (Beta vulgaris L.) dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik jelly drink buah bit (Beta vulgaris L.) berdasarkan beberapa uji yang banyak diminati oleh panelis. Metode penelitian ini dilakukan dengan eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Formulasi minuman jeli dengan perbandingan konsentrasi buah bit dan air yaitu, 1:15, 1:20 dan 1:25 serta penambahan karagen 0,4%, gula 12% dan perisa apel secukupnya. Kemudian dilakukan uji evaluasi fisik, uji viskositas, dan uji hedonik. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan minuman jeli sudah sesuai dengan SNI dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur. Tingkat kekenyalan sediaan minuman jeli tergantung pada jumlah konsentrasi air yang diberikan. Kemudian minuman jeli F1 memiliki pH 6,80, F2 6,98, F3 7,04. Uji hedonik sediaan minuman jeli sangat suka menurut para panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah buah bit dapat diformulasikan menjadi minuman jeli. Minuman jeli yang terpilih yaitu pada konsentrasi 1:15 dengan nilai 9,35.