Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Validation of UV-VIS Spectrophotometric Methods for Determination of Inulin Levels from Lesser Yam (Dioscorea esculenta L.) Sandra Ayu Apriliyani; Yohanes Martono; Cucun Alep Riyanto; Mutmainah Mutmainah; Kusmita Kusmita
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2211.725 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.4.161-165

Abstract

Validation of methods is necessary to ensure that the analytical methods used are appropriate and reliable. In this research, the determination of validation method and determination of inulin content from gembili bulb (Dioscorea esculenta L.). The method used for determining inulin levels is UV-Vis spectrophotometry. Based on the results obtained, the maximum wavelength determination of inulin levels is 520 nm. The method of analysis in this study meets the specified validation requirements. These parameters include the equation on the inulin raw curve y = 0.0045x +0.109 with the coefficient of determination 0.9992. The accuracy of the methods tested using the recovery test was 96.14-106.76% at concentrations of 25, 100, and 225 ppm. The intraday precision test is in the range of 2.67-6.82% at the same concentration as the accuracy test. Precision interday equal to 7.41% at concentration 225 ppm for 3 day analysis period. The values of LOD and LOQ are 3.58 ppm and 11.95 ppm, respectively. The concentration of inulin extract from gembili bulb is 840.44-12188.59 ppm.
Kinerja Karbon Aktif Daun Eceng Gondok pada Penurunan Kadar Fosfat Artifisial dan Surfaktan dalam Limbah Detergen Resa Wulandari; Cucun Alep Riyanto; Yohanes Martono
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 2 (2023): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.2.65626.149-161

Abstract

Limbah detergen masuk ke dalam kategori limbah domestik karena limbah ini memiliki potensi membentuk film pada permukaan air dan menurunkan tingkat transfer oksigen ke dalam air. Oleh karena itu, penanganan limbah detergen diperlukan untuk meningkatkan kualitas air. Pada penelitian ini dilakukan sintesis karbon aktif dari Daun Eceng Gondok (DEG) sebagai adsorben fosfat dalam limbah fosfat artifisial dan surfaktan dalam limbah detergen. Tingginya kandungan selulosa dalam daun eceng gondok membuat tanaman tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan dasar alternatif untuk karbon aktif. Sintesis karbon aktif DEG dilakukan melalui proses karbonisasi pada suhu 400 ℃ selama 60 menit dilanjutkan proses aktivasi dengan rasio karbon: H3PO4 30% yaitu 1:4 (b/b). Selanjutnya, pemanasan dilakukan menggunakan furnace pada suhu 600 ℃ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif DEG memiliki gugus fungsional O‒H, C‒H, C=C, C≡C, dan C‒O serta karakter mikropori (d = 1,10 nm) dan luas permukaan sebesar 726,49 m2/g. Pada kajian kinetika dan isoterm adsorpsi, penjerapan karbon aktif DEG terhadap fosfat dan surfaktan mengikuti pemodelan kinetika Elovich dengan kapasitas adsorpsi masing-masing adalah 11,67 mg/g dan 4,19 mg/g. Efektivitas karbon aktif DEG dalam adsorpsi fosfat dan surfaktan berturut-turut mencapai 78,35% dan 52,99%.Performance of Activated Carbon from Water Hyacinth Leaves (WHL) for Reducing Artificial Phosphate and Surfactant Levels in Detergent Waste. Detergent waste is classified into the domestic waste category because it forms a film on the water surface and reduce the oxygen level in the water. Therefore, handling detergent waste is necessary to improve water quality. In this research, activated carbon was synthesized from water hyacinth leaves (WHL) as an adsorbent for phosphate in artificial phosphate waste and surfactant in detergent waste. The high cellulose content in water hyacinth leaves gives this plant the potential to be processed into an alternative base material for activated carbon. The synthesis of activated carbon from WHL (ACWHL) was carried out through a carbonization process at 400 ℃ for 60 min followed by an activation process using a weight ratio of carbon: H3PO4 30% = 1:4 (w/w) followed by heating at 600 ℃ for 60 min. The research results show that ACWHL has the functional groups O‒H, C‒H, C=C, C≡C, and C‒O as well as microporous character (d = 1.10 nm) and a surface area of 726.49 m2/g. In the study of kinetics and adsorption isotherms, the adsorption of ACWHL on phosphate and surfactants followed Elovich kinetic modeling with adsorption capacities of 11.67 mg/g and 4.19 mg/g, respectively. The effectiveness of ACWHL in adsorption of phosphate and surfactant reached 78.35% and 52.99%, respectively.
Pengembangan Produk dengan Menerapkan Bahan Ramah Lingkungan (Produk Hijau) Anton Hermawan; Cucun Alep Riyanto; Agustinus Fritz Wijaya
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (September - Oktober 2023)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jimt.v5i1.1662

Abstract

Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan hal ini mengubah strategi beberapa perusahaan di Indonesia untuk mengarahkan inovasi produk yang dihasilkan pada strategi ramah lingkungan (green product). Dari sisi peluang pemasaran khususnya green marketing, produk ramah lingkungan (produk hijau) atau green product memiliki peluang yang besar ditengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Oleh karena itu, peneliti mencoba mengembangkan inovasi yang terkait dengan produk perlengkapan makanan dan minuman yaitu produk sedotan ramah lingkungan. Sedotan ramah lingkungan sebagai temuan inovasi merupakan sedotan yang bahan bakunya berasal dari tanaman hias. Dalam hal ini, digunakan tanaman hias bambu air sebagai bahan utama sedotan Tanaman hias yang dipilih merupakan tanaman dari kelas bambu yaitu bambu air hijau atau dalam bahasa latin disebut scouring rush. Tanaman hias jenis ini merupakan tanaman hias berongga yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk sedotan ramah lingkungan. Adapun tujuan dari pengembangan produk ini adalah 1.) meningkatkan kepedulian bagi masyarakat terhadap produk ramah lingkungan 2.) mengurangi sampah plastik dalam usaha membantu dunia dalam kampaye ecofriendly & go green 4.) membuka peluang pekerjaan 3.) selain itu, disisi lain juga membantu meningkatkan penjualan petani tanaman hias.
Reducing Chemical Oxygen Demand and Turbidity Levels in Laundry Waste Using Activated Carbon from Water Hyacinth Leaves Cucun Alep Riyanto; Nur Ayu Hidayati; Yohanes Martono
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 6 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol6.iss2.art8

Abstract

Lignocellulose compounds contained in water hyacinth leaves (WHL) (Eichhornia crassipes) can be used as raw material for the manufacture of activated carbon at a low and renewable rate. The ACWHL can be used as adsorbent for reducing a COD value and turbidity levels on laundry waste. The purpose of this study is to determine the best adsorption modelling of ACWHL on COD values and turbidity levels in laundry waste in kinetics and isotherm studies and determine the effectiveness of reducing a COD value and turbidity levels. The process of making ACWHL is carried out by carbonization at 400 °C for 1 hour, then activated using 30% H3PO4 at an impregnation ratio of 1:4 (w/w) for 24 hours and physical activation at 600 °C for 1 hour. The results showed that the adsorption of ACWHL on COD value and turbidity levels of laundry waste followed Freundlich isotherm and Elovich isotherm modelling with R2 values of 0.9535 and 0.9905, respectively. The modelling for adsorption kinetics of COD values and turbidity levels in laundry waste follows the Pseudo Second Order kinetics modelling. The effectiveness of ACWHL reduction in adsorption of COD value and turbidity levels of laundry waste was 80.76% and 64.71%.
Pengaruh NaOH dan Suhu Aktivasi Terhadap Karakteristik Karbon Aktif Sekam Padi Teraktivasi H3PO4 Cucun Alep Riyanto; Ezra Kurniawan; November Rianto Aminu
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v1i2.16864

Abstract

Pemanfaatan limbah sekam padi (Oryza sativa) yang kurang maksimal di Dusun Glendang, Desa Watuagung, membuat peneliti berupaya untuk memanfaatkan limbah ini sebagai karbon aktif karena komponen senyawa penyusun dan kenaikan harga ekonomisnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah menentukan karakteristik karbon aktif sekam padi yang dipengaruhi oleh suhu aktivasi dan tahap pemrosesan awal menggunakan NaOH. Penelitian dilakukan dengan tahap refluks NaOH pada serbuk sekam padi, aktivasi dengan rasio impregnasi karbon:H3PO4 30% (1:4, b/b), pemanasan pada variasi suhu 400°C hingga 800°C, serta karakterisasi menggunakan instrumen FT-IR, XRD, dan SEM-EDX. Suhu optimum pada penelitian ini didapatkan pada karbon aktif sekam padi 600°C (KASP 600) dan karbon aktif sekam padi basa 700°C (KASPB 700) dimana keduanya mengandung gugus fungsional -O-H, -C-H, -C?C, -C=C, -C=O, -Si-O, dan -C-O. Sifat kristalinitas kedua karbon aktif ini terdiri atas fase campuran amorf dan kristalin silika pada kisaran 2?= 22° dan 24° dengan latar belakang luas. Berdasarkan hasil analisa SEM-EDX, tahap pemrosesan awal menggunakan NaOH berdampak menurunkan sebesar 1,21% kandungan silika anorganik pada karbon aktif sekam padi yang membuat strukturnya terlihat lebih banyak lubang atau retakan. Dominasi unsur penyusun karbon aktif sekam padi dalam penelitian ini secara berurutan adalah O, C, P, Si, dan Na.
Desain sistem pemantauan kualitas udara jangka panjang berbasis Internet of Things Setiawan, Andreas; Sulistiyanto, Sigit; Riyanto, Cucun Alep; Wiguna, Gede Arya
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2024.7.1.11859

Abstract

Polusi udara adalah ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan masyarakat global dan menyumbang jutaan kematian dini setiap tahunnya. Dalam setiap tarikan napas, manusia dapat menghirup sejumlah partikel kecil yang dapat merusak paru-paru, jantung, dan otak yang menyebabkan masalah kesehatan. Meskipun polusi udara merupakan masalah global, polusi udara tidak secara proporsional mempengaruhi seluruh dunia. Masyarakat yang tinggal di negara-negara berkembang memiliki dampak yang lebih besar karena pengelolaan lingkungan yang buruk. Terbatasnya sistem pemantauan udara yang terjangkau dan dapat beroperasi dalam jangka panjang, menyebabkan kurangnya antisipasi untuk masalah ini. Berpijak pada urgensi ini, dalam laporan ini disampaikan pengembangan dan ujicoba sistem pengukuran kualitas udara berbasis sensor ENS160 dan WEMOS D1 yang terintegrasi dengan platform Internet of Things. Pada bagian akhir dilaporkan uji coba sistem yang telah dioperasikan selama 4,5 bulan secara terus menerus. Sistem berhasil menyimpan 200.000 data yang merupakan akumulasi pengukuran setiap 1 menit, dengan kesalahan pengukuran kurang dari 1%. Hal ini memperlihatkan keberhasilan sistem sebagai sebuah sistem pengukuran kualitas udara yang handal dan terjangkau untuk jangka panjang. Dengan ditemukannya formulasi sistem pengukuran yang tepat diharapkan membantu pengelolaan dan peningkatan kesehatan lingkungan terutama terhadap pengaruh polusi udara di Indonesia.
Selektivitas Adsorpsi Campuran Biner Fe(II)/Cu(II) Menggunakan Karbon Aktif dari Sekam Padi dan Serbuk Gergaji Kayu Jati: Adsorption Selectivity on Binary Mixture of Fe(II)/Cu(II) Using Activated Carbon from Rice Husks and Teak Sawdust Riyanto, Cucun Alep; Yonggulemba, Jose D Michael; Stefani, Delvi Anandhia; Brotosudarmo, Tirza Widyamurti; Anggaran, Diki; Pradana, Yehez Kiel Sandy; Ariesto, Yohanes; Christyawardana, Fidelis Tertius Aluh; Sari, Iga Permata; Puspita, Nicho Vernanda Wina; Lutiyono, Lutiyono
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 10 No. 1 (2024): April Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2024.v10.i1.17060

Abstract

Increasing human needs cause an increase in production on an industrial scale and can have an impact on increasing contamination of the aquatic environment. Efforts to improve water quality can be made by removing contaminants using renewable activated carbon originating from agricultural waste such as rice husks and teak sawdust. This research aims to examine the adsorption capacity of activated carbon from rice husks (RHAC) and teak sawdust (TSAC) on a binary mixture of Fe(II)/Cu(II) as well as the level of selectivity of each adsorbent on Fe(II) and Cu(II) ions. RHAC and TSAC activated carbon are produced through carbonization processes (T=400 °C, t=60 minutes), reflux (NaOH 2N, T=100 °C, t=120 minutes), chemical activation using H3PO4 (30%, 1:3, b/b) and physics (furnace). The results of this research are that RHAC and TSAC activated carbon have the functional groups O-H (str), C-H (str), C≡C, C=C, C-O (str), and C-O-P (str). The surface character of RHAC and TSAC activated carbon is dominated by the elements C, O, and P. The results of the Fe(II) and Cu(II) ion adsorption treatment using RHAC and TSAC activated carbon follow PSO kinetic modeling with R2 values of 0.9221 and 0.9565 on RHAC and 0.9915 and 0.97 on TSAC. TSAC-activated carbon more selectively adsorbs Fe(II) and Cu(II) ions compared to RHAC-activated carbon with adsorption percentages reaching 97.34% and 87.82%, respectively.
Preparasi Karbon Aktif Sekam Padi dan Serbuk Gergaji Kayu Jati melalui Proses Refluks sebagai Adsorben Larutan Multi Ion Fe(II)/Cu(II) Cucun Alep Riyanto; Yohanes Ariesto; Fidelis Tertius Aluh Christyawardana; Yehez Kiel Sandy Pradana; Nicho Vernanda Wina Puspita; Iga Permata Sari; Jose D Michael Yonggulemba; Marturia Ester Tumbelaka; Sarawinda Hutagalung; Fuady Hanief; Wawan Rustyawan
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 1 (2025): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.1.92401.104-120

Abstract

Sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati merupakan bahan berlignoselulosa yang berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh proses refluks terhadap karakter karbon aktif sekam padi (RHAC) dan serbuk gergaji kayu jati (TSAC) sebagai adsorben. Sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati dikarbonisasi pada suhu 400 °C lalu direfluks menggunakan larutan NaOH 2 N pada suhu 100 °C. Karbon diimpregnasi dengan rasio karbon:H3PO4 1:3 (b/b). Karbon aktif RHAC/TSAC diaplikasikan menjerap multi ion Fe(II)/Cu(II) diikuti studi kinetika dan isoterm adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif RHAC dan TSAC memiliki gugus aktif O–H, C-H stretching, C≡C, C=C/C=O, C–H, dan P=O dengan dominasi unsur C (~53%) dan O (~48,1%). Karbon aktif TSAC 2321 hasil refluks memiliki luas permukaan terbesar mencapai 49,6795 m²/g. Kajian kinetika adsorpsi multi ion Fe(II)/Cu(II) dengan RHAC dan TSAC mengikuti pemodelan pseudo second order (PSO), sedangkan kajian isoterm adsorpsi multi ion Fe(II)/Cu(II) mengikuti beragam pemodelan seperti Redlich-Peterson, Elovich, dan Jovanovich. Kapasitas adsorpsi terbaik RHAC 232 pada ion Fe(II) dan RHAC 2321 pada ion Cu(II) berturut-turut sebesar 0,3426 mg/g dan 0,4134 mg/g. Karbon aktif TSAC 232 dan 2321 cenderung menjerap ion Cu(II) dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 0,4609 mg/g dan 0,5556 mg/g.Preparation of Activated Carbon from Rice Husk and Teak Sawdust using Reflux Process as Adsorbent for Multi Ion Fe(II)/Cu(II) Solutions. Rice husks and teak wood sawdust are lignocellulosic materials with potential as activated carbon sources. This study aims to determine the effect of the reflux process on the characteristics of RHAC and TSAC as an adsorbent. The rice husk and teak sawdust were carbonized at 400 °C and refluxed using 2 N NaOH solution at 100 °C. The carbon was impregnated using 30% H3PO4 with a carbon: H3PO4 ratio 1:3 (w/w). The RHAC/TSAC was applied to adsorb multi-ions Fe(II)/Cu(II), and its adsorption kinetics and isotherms studies were studied. The results showed that the RHAC and TSAC had O-H, C–H stretching, C≡C, C=C/C=O, C-H, and P=O functional groups with the dominance of C (~53%wt) and O (~48.1%wt) elements. The refluxed TSAC 2321 has the largest surface area of 49.6795 m²/g. The adsorption kinetics study of the Fe(II)/Cu(II) multi-ion using RHAC and TSAC follows the pseudo-second-order (PSO) modeling, while the adsorption isotherm study of the Fe(II)/Cu(II) multi-ion using RHAC and TSAC follows various models such as Redlich-Peterson, Elovich, and Jovanovich. The best adsorption capacity of RHAC 232 on Fe(II) ions and RHAC 2321 on Cu(II) ions is 0.3426 mg/g and 0.4134 mg/g, respectively. The TSAC 232 and 2321 tend to adsorb Fe(II) and Cu(II) ions with an adsorption capacity reaching 0.4609 mg/g and 0.5556 mg/g, respectively.
Pemberdayaan Jemaat GKJ Salatiga Utara Melalui Pelatihan Fermentasi Buah: - Hutagalung, Sarawinda; Alep Riyanto, Cucun; Hartini, Sri; Michael Yonggulemba, Jose Dimas; Anggaran, Diki; Wulandari, Gecia Ovi; Dwi Putri, Rima Angellika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6261

Abstract

Perubahan dan perkembangan teknologi di abad 21 menyebabkan fenomena era disrupsi pada tatanan kehidupan manusia secara menyeluruh bahkan juga turut mempengaruhi gereja sebagai instituti. Gereja dituntut untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai aspek transformasi, mencakup aspek sosial, teknologi, maupun ekonomi. Universitas sebagai institusi pendidikan dapat berperan serta dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi di gereja melalui kegiatan pengadian kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di GKJ Salatiga Utara bertujuan untuk memberdayakan jemaat gereja dalam kegiatan fermentasi buah berbasis kearifan lokal dan secara khusus untuk mengadakan pelatihan fermentasi buah yang layak konsumsi dan dapat dimanfaatkan dalam acara perjamuan kudus. Metode fermentasi buah dilakukan dengan cara memotong halus buah nanas dan jambu kemudian ditambahkan ragi fermipan dan didiamkan selama 3-4 hari. Setelah 3-4 hari produk fermentasi minuman buah diukur pH dan uji organoleptiknya. Pengukuran pH buah nanas diperoleh pH 5-3,7 dari hari pertama hingga hari ketujuh, sedangkan pada buah jambu merah pH yang diperoleh pada hari ke-1 hari ke-7 yaitu pH 5,5 – 3,8. Adanya penurunan pH pada proses fermentasi karena pada proses fermentasi membentuk produk samping berupa asam lemah seperti asam asetat, asam laktat, asam sitrat, asam benzoat, asam sorbat atau asam lainnya sehingga mempengaruhi nilai pH dari minuman buah fermentasi.
Adsorption of Cadmium (II) Ions Using Cassava Peel Activated Carbon: Study of Adsorption Kinetics, Isotherms and Thermodynamics Nugroho, Tri Ariyanto; Riyanto, Cucun Alep; Aminu, November Rianto
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 7 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol7.iss1.art2

Abstract

Heavy metals Cd2+ is a dangerous pollutant of water and ecological systems if it is above the quality standard threshold. Cassava peel has a fairly high carbon element content, namely 59,31%, so it can be used as an activated carbon to break down Cd2+ metals ions in water. This research aims to determine kinetic modeling and adsorption isotherms of Cd2+ ions using CPAC activated by H3PO4, determine the optimum pH and temperature conditions for Cd2+ ion adsorption and determine the adsorption capacity of Cd2+ ions using CPAC activated by H3PO4. CPAC is made through a carbonization process at a temperature of 500 °C for 1 hour. Next, it was impregnated with H3PO4 at a concentration of 30 % with a ratio of 1:5 (w/w) for 24 hours and physically activated at a temperature of 600 °C for 1 hour. Based on research, kinetic modeling and adsorption isotherms of Cd2+ ions using CPAC activated by H3PO4 following Pseudo-Second-Order (PSO) kinetic modeling and Freundlich isotherm, the optimum pH and temperature conditions for Cd2+ ion adsorption were obtained at pH 5 and temperature 25 °C. Thermodynamic parameters such as Gibbs energy (∆G°), enthalpy (∆H°), and entropy (∆S°), have been evaluated and indicate physical, spontaneou, and exothermic adsorption processes. The adsorption capacity of Cd2+ ions using CPAC activated by H3PO4 is 5.2219 mg/g.
Co-Authors A. Rindang Anggit Laksono Afif Afina Agung Rimayanto Gintu Agustinus Fritz Wijaya Andreas Setiawan Andri Purnomo Anggaran, Diki Anton Hermawan Ariesto, Yohanes Bangalino, Wira Wanti Bereka Meidelivia Raharjianti Betsy Felita Brotosudarmo, Tirza Widyamurti Christyawardana, Fidelis Tertius Aluh Dewi Kurnianingsih Arum Kusumahastuti Dwi Putri, Rima Angellika Eliana Prabalaras Elizabeth Elizabeth Ezra Kurniawan Fahmi Puteri Perdani Fidelis Tertius Aluh Christyawardana Fuady Hanief Harry Setiawan Hartati Soetjipto Hindra, Ronal Febria I Gede Kesha Aditya Kameswara Iga Permata Sari Ira Tyas Kurniasari Ira Tyas Kurniasari Jose D Michael Yonggulemba Jumiyati Jumiyati Kusmita Kusmita Laili Nurrohmah Lutiyono, Lutiyono Lydia Ninan Lestario Maria Githania Maya Krisnawati Marturia Ester Tumbelaka Michael Yonggulemba, Jose Dimas Mitra Krisdayanti Muhamad Syaiful Ampri Mutmainah Mutmainah Nicho Vernanda Wina Puspita November Rianto Aminu Nugroho, Tri Ariyanto Nur Aji Wibowo Nur Ayu Hidayati Nur Ayu Hidayati Pandu Krisnawan Pradana, Yehez Kiel Sandy Puspita, Nicho Vernanda Wina Ratu Anggriani Tangke Parung Resa Wulandari Riska Cahyaningtyas Samuel Yoga Saputra Sandra Ayu Apriliyani Sarawinda Hutagalung Sari, Iga Permata Sri Hartini Stefani, Delvi Anandhia Stefanus Agung Wicaksono sulistiyanto, sigit Teresa Febriyanti Tonia Nur Fitria Wawan Rustyawan Widhi Handayani Wiguna, Gede Arya Wijaya, Daniel Ricky Putra Wulandari, Gecia Ovi Yayi Suryo Prabandari Yehez Kiel Sandy Pradana Yemima Kristiani Yoga Andika Putra Yohanes Ariesto Yohanes Martono Yonggulemba, Jose D Michael Yos Saputra Halomoan