Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pandemics, Tourism And Communities: An Adaptive Policy From A Case Study Of Indonesia Vidya Imanuari Pertiwi; Ghulam Maulana Ilman; Revienda Anita Fitrie
Journal of Tourism and Economic Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi 8 Des 2021
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/7bc44140

Abstract

This article shed more light on several policies can be adopted by the Indonesian government in terms saving the tourism-communities and tourism itself during Covid-19 pandemic. However, travel restriction policies in various countries also demanded the solidarity of tourists to stay at home, avoiding crowds, and delaying travel plans during the COVID-19 pandemic. It clearly causes the tourism sector to be heavily affected. As a solution , this research used the systematic literature review method to collecting data from 63 article that relevant to this topic. The results of this research classified into three main point that inovation can be raise by re-emphasising alternative forms of tourism through responsible torism and sustainable tourism. Utilization of technology (e-tourism) is a new form of transformation in the tourism sector, it can help tourist screening, case and contact tracing. Therefore, several policy should be created by central to local government that concern about communities sustainability during it’s condition.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI KERJA SAMA DENGAN KONSULTAN INTERNASIONAL: STUDI KASUS KEMITRAAN PEMERINTAH KOTA MADIUN DAN INADATA CONSULTING AMERIKA Rahma Khoirunisa; Dimas Dwi Pamungkas; Isaura Hema Putri Erryamuqni; Revienda Anita Fitrie
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2050

Abstract

Kerja sama antar daerah (KAD) merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi lokal melalui sinergi lintas wilayah dan kolaborasi dengan mitra internasional. Artikel ini menganalisis efektivitas kemitraan antara Pemerintah Kota Madiun dan INADATA Consulting, sebuah perusahaan konsultan asal Amerika Serikat, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menelaah dampak kerja sama tersebut terhadap pengembangan UMKM, pariwisata, dan sumber daya manusia di Kota Madiun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolaborasi ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Madiun, yang tercermin dari peningkatan peringkat pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan pada tahun 2024. Selain itu, kerja sama ini juga memperluas akses pasar ekspor bagi produk lokal, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta meningkatkan serapan tenaga kerja. Respon positif dari stakeholder lokal menandakan bahwa model kemitraan internasional ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain dalam mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, kerja sama antara pemerintah daerah dan konsultan internasional terbukti efektif dalam memperkuat daya saing daerah di era globalisasi. Tantangan yang dihadapi, seperti perbedaan budaya kerja dan keterbatasan kapasitas SDM, dapat diatasi melalui komunikasi intensif dan adaptasi strategi yang berkelanjutan.
KERJA SAMA ANTAR DAERAH DALAM PENGENDALIAN HARGA BAHAN POKOK: STUDI KASUS SURABAYA DENGAN NGANJUK, MOJOKERTO, DAN BLITAR Dea Kayana Faradila; Fransisca Diana Putri; Natasha Anggita Saputri; Revienda Anita Fitrie
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2094

Abstract

Kenaikan harga bahan pokok menjadi isu strategis yang mempengaruhi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini membahas kerja sama antardaerah antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, dan Blitar dalam mengendalikan harga bahan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama antardaerah dalam pengendalian harga bahan pokok antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, dan Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, mengumpulkan data dari jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan sumber media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama ini berperan signifikan dalam menstabilkan harga dan pasokan bahan pokok melalui koordinasi teknis, rantai pasok terintegrasi, dan hubungan langsung antara produsen dan pasar. Efektivitas kerja sama tercermin dari penurunan fluktuasi harga, peningkatan kesejahteraan petani, dan efisiensi distribusi. Namun, tantangan seperti kurangnya kerangka kelembagaan yang kuat dan sistem informasi terpadu masih menjadi hambatan. Secara keseluruhan, kerja sama ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan regional tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam menjamin akses pangan yang terjangkau dan bergizi bagi masyarakat.
Peran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Transportasi Bus Antar Kota dalam Provinsi (AKDP) Amalia Indah Savitri; Debby Febriyan Eprilianto; Muhammad Farid Ma’ruf; Revienda Anita Fitrie
Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hukum.v3i1.926

Abstract

This study aims to analyse the role of the East Java Provincial Transportation Agency in improving the quality of inter-city bus transportation services within the province (AKDP) based on Soekanto's role theory (in Solahudin et al, 2022), which is reviewed using three indicators: regulatory role, service role, and supervisory role. The research employed a qualitative research method with techniques of interviews, observation, and documentation of the Transportation Agency, Organda, PO owners, drivers and conductors, as well as passengers at Bungurasih Terminal. The results of the study show that in terms of regulation, the Transportation Agency has established tariff policies and Minimum Service Standards (SPM), but these have not functioned optimally as operational guidelines, as reflected in the low transparency of tariff information and the varying quality of the fleet. In terms of service, although safety inspection procedures and service facilities are available, the quality of safety, comfort, terminal facilities, as well as access to information and complaint mechanisms have not been consistently felt by users. In terms of supervision, tariff compliance control and SPM implementation remain weak and tend to be tolerant of irregularities. The main findings indicate a serious gap between normative standards and field practices, resulting in standards losing their coercive power as quality guarantors. Therefore, this study recommends strengthening the enforcement of standards in a firm and consistent manner, increasing the transparency of service and tariff information, and conducting supervision that is oriented towards tangible results for the community.
EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI SENTRA WISATA KULINER GAYUNGAN KOTA SURABAYA Al Amin, M.Noer Falaq; Muhammad Farid Ma'ruf; Galih Wahyu Pradana; Hidayat , Melda Fadiyah; Firre An Suprapto; Revienda Anita Fitrie
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6368

Abstract

Permasalahan pemilahan sampah di kawasan sentra wisata kuliner yang banyak berkembang di kota-kota besar termasuk salah satu diantaranya di Kota Surabaya menjadi tantangan tersendiri yang dihadapai pemerintah. Sentra wisata kuliner di Kota Surabaya hampir menghadapi masalah yang sama yakni sampah yang masih belum di pisah sesuai jenis sampah yang ada. Permasalahan pemilahan sampah di sentra wisata kuliner muncul akibat rendahnya kesadaran baik pengungjung maupun pelaku usaha mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Sampah organik dan sampah anorganik seringkali tercampur menjadi satu karena kurangnya fasilitas dan juga kurang pemahaman tentang penting melakukan pemilahan sampah. Masalah pengelolaan sampah di sentra wisata kuliner menjadi tantangan yang semakin kompleks. Banyaknya pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai hidangan sering kali menghasilkan volume sampah yang besar, terutama dari kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Pada kegiatan ini tim Pengabdian Kepada Masyarakat sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha di kawasasn sentra wisata kuliner gayungan tentang pentingnya melakukan pemilahan sampah dan mempraktekkan pemilahan sampah. Harapannya setelah kegiatan ini dilakukan sampah -sampah yang ada di kawasan sentra wisata kuliner tidak hanya langsung dibuang tapi beberapa sampah yang memiliki nilai dan kemanfaatan bisa dipilah dan dikelola.