Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Perkembangan Penelitian Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan di Indonesia Wati, Elinda Tria; Ayu Sejati, Martina
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v23i2.88546

Abstract

Perempuan memainkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren penelitian dan publikasi yang berkaitan dengan peran perempuan dalam ketahanan pangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik yang bersumber dari basis data Scopus dan menggunakan aplikasi Vosviewer untuk membuat peta bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terbanyak di tahun 2018 dan 2024 dan kutipan terbanyak tahun 2018. Visualisasi hasil analisis menunjukkan bahwa topik ini mengalami perkembangan intensif setelah 2018, dengan klaster dominan mencakup isu ketahanan pangan, perubahan iklim, pertanian, kewirausahaan, petani, perdesaan Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, petani, dan prempuan. Tren ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran akademik dan praktis terhadap pentingnya integrasi perspektif gender dalam sistem pangan nasional. Hasil penelitian ini menekankan urgensi penyusunan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif gender, serta perlunya perluasan sumber data pada penelitian selanjutnya, termasuk melalui perbandingan lintas negara untuk memperkaya pemahaman global tentang peran perempuan dalam ketahanan pangan.
PENGUATAN KEMAMPUAN SITASI MELALUI PELATIHAN MENDELEY BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Poppy Haryani; Martina Ayu Sejati; Erry Ersani; Tugma Jaya Manalu; Andrinata
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4285

Abstract

Pemahaman terhadap manajemen referensi dan teknik sitasi yang benar masih menjadi tantangan bagi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah, terutama karena kurangnya pemahaman terhadap penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley. Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengelola referensi secara sistematis dan melakukan sitasi sesuai kaidah akademik. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik, yang dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu pengenalan aplikasi Mendeley dan simulasi penggunaan Mendeley sekaligus penerapan sitasi pada artikel ilmiah. Kegiatan ini dilakukan secara interaktif agar mahasiswa dapat secara langsung mempraktikkan penggunaan fitur-fitur utama dalam Mendeley. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam penggunaan aplikasi tersebut dan mampu menerapkannya dengan benar dalam penyusunan karya ilmiah. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif dalam mendukung keterampilan akademik mahasiswa, khususnya dalam pengelolaan referensi dan sitasi. Kata kunci: Karya ilmiah, Mendeley, Sitasi, Referensi
PEMETAAN FASILITAS PUBLIK DESA PEMO KECAMATAN KELIMUTU KABUPATEN ENDE Martina Ayu Sejati; Muhammad Husain Hasan; Sukmawati; Sunimbar; Poppy Haryani; Andrinata
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4971

Abstract

Data spasial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi pembangunan di tingkat desa. Ketersediaan data spasial yang akurat membantu pemerintah desa mengenali kondisi wilayah, potensi sumber daya, dan kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif. Namun, banyak desa di Indonesia masih belum memiliki peta tematik yang mutakhir dan representatif sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis spasial. Berdasarkan kondisi tersebut, dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Nusa Cendana, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan peta fasilitas publik di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Proses pemetaan dilakukan melalui pendekatan pemetaan partisipatif dengan melibatkan kepala desa, sekretaris desa, tokoh adat, dan masyarakat sebagai sumber informasi utama. Data lapangan kemudian divalidasi dengan data sekunder dari Google Earth dan peta dasar Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil kegiatan berupa Peta Fasilitas Publik Desa Pemo Tahun 2025, yang menampilkan persebaran fasilitas pendidikan, keagamaan, pemerintahan, dan infrastruktur sosial lainnya. Peta disusun menggunakan ArcMap pada platform ArcGIS dengan sistem proyeksi WGS 1984 UTM Zona 51S. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk peta, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memahami pentingnya data spasial sebagai dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Pemetaan Lahan Kritis di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Manalu, Tugma Jaya; Sunimbar, Sunimbar; Haryani, Poppy; Sejati, Martina Ayu
Jurnal Geografi Vol 21 No 2 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i2.26070

Abstract

Tourism development in South Kuta Subdistrict has driven an increase in construction activities for residential needs, infrastructure, and supporting tourism facilities. These activities have led to the growing potential of critical land in the South Kuta Subdistrict. This study aims to determine the distribution and area of critical land in South Kuta Subdistrict. The data used in this study includes administrative maps, forest area maps, erosion maps, land use maps, and slope maps. A few methods used included overlay and scoring of maps based on parameters. The study results showed that the non-critical land area is 4.212,16 ha, potentially critical land is 2.601,51 ha, moderately critical land is 3.197,24 ha, and critical land is 102.08 ha. The non-critical land classes tends to dominate the northern part, while the critical land is more spread out in the southern part. The northern part is the area that developed earlier with more structured planning, such as the Nusa Dua area. Critical land requires prioritized handling by implementing appropriate conservation techniques to prevent further damage. Conservation efforts that can be made include planting ground cover plants to prevent surface erosion, and the government’s role is essential in enforcing building permits on critical lands.
Analysis of Water Quality as an Indicator of Tourism Feasibility in the Waters of Batu Angus, Bitung City Tampa, Ahazia Imanuel; Missa, Yudishinta; Hidayati, Desy Amalia; Boikh, Lebrina Ivantry; Palinggi, Rifka Liling; Harmos, Nikanor Hersal; Sejati, Martina Ayu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.62703

Abstract

Coastal area have great potential for the development of marine tourism; however, their viability highly depends on environmental quality, particularly water quality. This study aims to analyze the physical and chemical parameters of water quality as indicators of tourism feasibility in the Batu Angus coastal area, Bitung City, North Sulawesi. Data collection was conducted at three representative sampling points using a descriptive quantitative approach, with parameters including temperature, water clarity, pH, salinity, dissolved oxygen (DO), ammonia, and visual observations of waste presence, oil films, and odors. The measurement results show that all parameters are within the seawater quality standards for tourism based on Government Regulation No. 22 of 2021. Temperature ranged from 29.05–29.17 °C, clarity reached up to 9 m, pH ranged from 7.85–8.11, salinity from 32.93–33.28 ppt, DO from 8.47–9.16 mg/L, and ammonia levels were very low (<LOD–0.005 mg/L). No signs of visual pollution, such as waste, oil layers, or odor, were detected. Based on these findings, the Batu Angus coastal waters are deemed suitable for development as a marine tourism destination. This study recommends sustainable management through regular water quality monitoring and an ecotourism approach to maintain marine environmental quality. Keywords: water quality, marine tourism, Batu Angus, physical-chemical parameters, tourism feasibility, ecotourism. Abstrak Perairan pesisir memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata bahari, namun kelayakannya sangat bergantung pada kualitas lingkungan, khususnya kualitas air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisik dan kimia kualitas air sebagai indikator kelayakan wisata di kawasan perairan Batu Angus, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pengumpulan data dilakukan pada tiga titik representatif menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan parameter yang meliputi suhu, kecerahan, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), amonia, serta pengamatan visual terhadap keberadaan sampah, lapisan minyak, dan bau. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh parameter berada dalam kisaran baku mutu air laut kategori wisata berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Suhu berkisar antara 29,05–29,17 °C, kecerahan mencapai 9 m, pH berkisar antara 7,85-8,11, salinitas berkisar antara 32,93-33,28 ppt, DO berkisar antara 8,47–9,16 mg/L, dan kadar amonia sangat rendah (<LOD–0,005 mg/L). Tidak ditemukan indikasi pencemaran visual seperti sampah, lapisan minyak serta bau. Berdasarkan hasil tersebut, perairan Batu Angus dinyatakan layak untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan berkelanjutan melalui pemantauan kualitas air secara berkala dan pendekatan ekowisata untuk menjaga kualitas lingkungan laut. Kata kunci: kualitas air, wisata bahari, Batu Angus, parameter fisik-kimia, kelayakan wisata, ekowisata