Data spasial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi pembangunan di tingkat desa. Ketersediaan data spasial yang akurat membantu pemerintah desa mengenali kondisi wilayah, potensi sumber daya, dan kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif. Namun, banyak desa di Indonesia masih belum memiliki peta tematik yang mutakhir dan representatif sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis spasial. Berdasarkan kondisi tersebut, dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Nusa Cendana, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan peta fasilitas publik di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Proses pemetaan dilakukan melalui pendekatan pemetaan partisipatif dengan melibatkan kepala desa, sekretaris desa, tokoh adat, dan masyarakat sebagai sumber informasi utama. Data lapangan kemudian divalidasi dengan data sekunder dari Google Earth dan peta dasar Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil kegiatan berupa Peta Fasilitas Publik Desa Pemo Tahun 2025, yang menampilkan persebaran fasilitas pendidikan, keagamaan, pemerintahan, dan infrastruktur sosial lainnya. Peta disusun menggunakan ArcMap pada platform ArcGIS dengan sistem proyeksi WGS 1984 UTM Zona 51S. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk peta, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memahami pentingnya data spasial sebagai dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan.