Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK DI ZAMAN MODERN Laily Nurul Hidayah; Asidian Prenafita Setiani; Dany Miftahul Ula
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13194

Abstract

Pentingnya keluarga dalam membentuk kepribadian anak di era perubahan sosial dan kemajuan teknologi saat ini dibahas dalam artikel ini. Keluarga sebagai lembaga pendidikan utama memiliki kewajiban untuk menanamkan moral, nilai, dan keterampilan kepada anak. Dalam situasi ini, perkembangan kepribadian anak bergantung pada dukungan emosional dan komunikasi efektif orang tua. Kesulitan yang dihadapi keluarga juga disebutkan dalam artikel ini, termasuk dampak media sosial dan kurangnya waktu untuk menjalin hubungan yang bermakna. Selain menawarkan saran untuk mengatasi hambatan di era digital, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran tentang bagaimana keluarga dapat menyesuaikan diri dan secara aktif membantu perkembangan karakter anak. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang kaya tentang proses sosial melalui pemeriksaan naratif dan interpretatif terhadap data non-numerik. Dari temuan dapat disimpulkan bahwa Jika orang tua secara aktif melibatkan anak dalam pendidikan dan pengalaman hidup mereka, mereka akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan mudah beradaptasi.
KRISIS RASIONALITAS DAN POLARISASI SOSIAL DALAM DIALOG PUBLIK DI MEDIA SOSIAL INDONESIA AKIBAT BUDAYA WOKE Devi Wulandari; Rita Elviany; Dany Miftahul Ula
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13215

Abstract

Budaya woke, yang muncul dari hasrat untuk keadilan sosial, telah mengalami perubahan saat memasuki ranah digital. Di platform media sosial, budaya ini berkembang menjadi norma moral baru yang sangat agresif, sering kali menolak berbagai pandangan dan mengurangi ruang untuk diskusi publik yang sehat. Fenomena seperti cancel culture, simbolisme moral, dan dorongan untuk menjalin afiliasi ideologis menciptakan suasana komunikasi yang penuh emosi, eksklusif, dan tidak menerima ketidakpastian. Di dalam ekosistem algoritmik yang memperkuat polarisasi serta memprioritaskan konten yang viral, narasi yang lebih kompleks sering kali tergantikan oleh pernyataan moral yang sederhana dan cepat dicerna. Akibatnya, kebebasan berekspresi semakin menyusut, sementara pola logika argumen terpinggirkan oleh performa identitas di dunia maya. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus digital dengan menganalisis wacana kritis dari konten dan komentar di Instagram, untuk memahami struktur kekuasaan dan ideologi dalam komunikasi online. Temuan menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan literasi digital, tekanan simbolis, dan struktur algoritmik di media sosial menjadi penyebab utama krisis rasionalitas dan peningkatan polarisasi sosial di Indonesia.