Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

An Understanding of Volcanic Deposits With Two Dimensional Electrical Resistivity Imaging Survey at Talamau Mountain West Pasaman, Indonesia Caesario, Dipo; Aulia, Beni; Maiyudi, Riko; Khorniawan, Wahyu Budhi; Jayanti, Anita Galih Ringga
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol. 8 No. 1 (2024): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (June Edition)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v8i1.596

Abstract

Understanding the distribution and characteristics of volcanic deposits is crucial for assessing geological hazards and resource potential. This study employs a two-dimensional electrical resistivity imaging (2D ERI) survey to model the subsurface structure of volcanic deposits at Talamau Mountain in West Pasaman, Indonesia. The survey was conducted to map the spatial extent, depth, and composition of these deposits, providing insights into their geophysical properties. The 2D ERI technique, which measures the electrical resistance of subsurface materials, allowed for the differentiation between various types of volcanic deposits based on their resistivity contrasts. Results from the survey reveal distinct layers of volcanic breccia, coarse tuff, fine tuff, and lava flows which are segmented by a fault that runs northeast to southeast. It is apparent in the 3D modelling results of the inversion of three 2D cross-sectional profiles that the trend in volcaniclastic materials has changed from aggradation to progradation. The integration of 2D ERI data with 3D geological modelling and stratigraphic analysis enhances our understanding of the volcanic history and subsurface complexity of Talamau Mountain. This approach not only aids in volcanic hazard assessment but also contributes to the broader geophysical knowledge of volcanic terrains for geologists and hazard mitigation planners in Talamau volcanic regions.
Quantitative Analysis of Thin Section using Frequency Measurement (Point Counting), a Case Study on Limestone of The Rajamandala Formation, Cikamuning, West Java, Indonesia Khorniawan, Wahyu Budhi; Ringga Jayanti, Anita Galih; Caesario, Dipo
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 3 (2024): JGEET Vol 09 No 03 : September (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.3.16489

Abstract

The description of thin sections observations has traditionally relied on the visual comparison method, often using a visual comparison chart. However, this method has interpretative limitations, as readings can vary between individuals, and the values produced tend to be rounded. The point counting method for determining frequency is one of the statistical approaches that quantitatively counts the presence of mineral grains or particles. The limestone samples were collected from the Rajamandala Formation in the Cikamuning area of West Java, Indonesia. The methodology involved petrographic observations using the point counting method, which entailed creating a grid on the thin sections with a total of 312 points and calculating the percentage of occurrence of the constituent rock compositions. The analysis results showed constituent composition percentages of 33.65% for corals, 52.24% for matrix, 4.81% for cement, 2.56% for calcite, 3.85% for replacement, and 2.88% for porosity, categorizing the rock as coral wackstone. The facies is determined based on the presence of biota, while diagenesis is determined by the presence of cement types, secondary porosity, and grain contacts. In the research area, the identified facies is open marine (FZ 7), and the diagenesis includes marine phreatic, meteoric phreatic, and burial diagenesis.
POLA PERSEBARAN DAN ESTIMASI CADANGAN ANDESIT PADA DESA CILULUK, KECAMATAN CICALENGKA, KABUPATEN BANDUNG Swastika, Arif; Syafriyono, .; Dipo, Caesario; Pratama, Ahmad Yuda; Kartanegara, Sony Malik; Khorniawan, Wahyu Budhi; Sayyidi, Muhammad; Natasia, Nanda
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.448 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i2.17919

Abstract

Abstrak - Andesit merupakan komoditas mineral non-logam yang berpotensi sebagai sumber bahan galian C. Desa Ciluluk, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung secara tatanan geologi termasuk ke dalam Satuan Batuan Gunungapi Mandalawangi-Mandalagiri yang terdiri dari tuf dan lava berkomposisi andesit. Oleh karena itu, daerah ini dipilih sebagai lokasi studi untuk mengetahui pola persebaran andesit dan estimasi cadangannya. Pola persebaran andesit di daerah penelitian diprediksi berdasarkan data hasil survey geolistrik 1D dan 2D. Kemudian, estimasi cadangan dihitung menggunakan model sebaran 3D yang terbagi menjadi 2 skenario penambangan dengan mempertimbangkan kondisi topografi dan sebaran andesit. Berdasarkan pengamatan lapangan, andesit di daerah penelitian tersebar tidak merata dan dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu soft dan hard andesite. Kedua tubuh andesit ini memiliki pola sebaran barat-timur dengan kenampakan fisik serta nilai resistivitas yang berbeda dimana hard andesite memiliki nilai resistivitas yang lebih tinggi (>350 Ωm). Hasil perhitungan cadangan menunjukkan bahwa cadangan andesit berkisar antara 3.861.267 ton untuk skenario 1 hingga 9.617.227 ton untuk skenario 2. Lebih lanjut, nilai cadangan ini bisa dibandingkan dengan melakukan perhitungan cadangan terukur berdasarkan data pengeboran disertai pengukuran topografi secara lebih rinci. Kata kunci – Andesit, Geolistrik, Cicalengka
Pembaruan Media Pembelajaran Geografi Memanfaatkan Aplikasi Berbasis Web Google My Maps Caesario, Dipo; Susetyo, Bigharta Bekti; Wijanarko, Tiok; Rachmawati, Dwi
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06140

Abstract

Pemanfaatan teknologi berbasis web dalam pemetaan geomorfologi sangat penting karena memudahkan penyebaran informasi secara cepat dan luas. Platform pemetaan web gratis memberikan akses mudah bagi individu untuk mendapatkan data geomorfologi, baik langsung maupun tidak langsung. Keberadaan platform ini memungkinkan analisis spasial yang efisien, menjadikannya alat yang berharga bagi siswa dan masyarakat umum. Dalam dunia pendidikan, teknologi ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum, membantu siswa memahami konsep-konsep geomorfologi secara aplikatif dan interaktif. Selain itu, teknologi ini memungkinkan pengembangan materi ajar yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan siswa. Dengan demikian, guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran mereka, sementara siswa memperoleh pengetahuan lebih dalam mengenai geomorfologi dan ilmu kebumian. Penggunaan teknologi berbasis web ini tidak hanya bermanfaat dalam pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih maju. Integrasi teknologi web dalam pemetaan geomorfologi sangat penting, baik untuk pendidikan maupun pengembangan ilmu pengetahuan secara keseluruhan.
Analisis Dampak Bencana Banjir Lahar Dingin terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Dityatari, Dityatari; Caesario, Dipo
Al-DYAS Vol 4 No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v4i3.7669

Abstract

This study is motivated by the cold lahar flood disaster, which caused significant damage to agricultural land and directly affected local food security. The objectives of the research are to (1) identify areas affected by cold lahar flooding in Lima Kaum District and (2) analyze its impact on local food security. A quantitative descriptive method with a spatial approach was used to identify land damage, alongside the Damage and Loss Assessment (DaLA) method to estimate production losses due to the disaster. Data were collected through field observations and satellite image interpretation, and analyzed using Geographic Information Systems (GIS). The findings show that 72.27 hectares of rice fields were affected, with an estimated economic loss of Rp2.89 billion per harvest season. Additionally, supporting infrastructure such as roads, bridges, and irrigation channels suffered damage, disrupting physical access to food, particularly within the first seven days after the disaster. The impact on food security was observed primarily in the decline of local food availability, especially reduced rice yields, which are the main food source for the community. The study concludes that cold lahar flooding poses serious implications for the sustainability of local food systems. Therefore, spatially based disaster mitigation strategies and the protection of productive agricultural land are essential to maintaining food security in disaster-prone areas.
Penguatan Kapasitas Pedagogi Guru Geografi Menggunakan Virtual Mikroskop Optikal Mineralogi Berbasis STEM Susetyo, Bigharta Bekti; Caesario, Dipo; Luthfi, Zaky Farid; Edial, Helfia
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06020

Abstract

Peran teknologi dalam pembelajaran tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut semakin terasa saat terjadi pandemi Covid-19. Pada sisi yang lain, guru memiliki keharusan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dalam pembelajaran, tidak terkecuali dalam pembelajaran geografi. Materi litosfer butuh berbantuan teknologi, kerena materi yang penting namun terbatas dalam media/labor di sekolah. Aplikasi virtual mikroskop dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk pembelajaran kontekstual, mudah, murah dan efektif. Metode Pengabdian dilakukan dengan pelatihan kompetensi pedagogi berbasis partisipatif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peningkatan penguasaan media virtual mikroskop oleh guru MGMP geografi Kota Padang Panjang sangat meningkat hampir 95%. Hal tersebut dibuktikan dengan penguasaan materi, fitur media, pengembangan skenario pembelajaran berbasis STEM.
Pelatihan Penguatan Kapasitas Pedagogi Literasi Spasial Guru Geografi Menggunakan Pendekatan OPTIC-SCRAP Susetyo, Bigharta Bekti; Caesario, Dipo; Luthfi, Zaky Farid; Edial, Helfia; Wahyudi, Rino; Marlina, Gita
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1809

Abstract

Pendidikan geografi pada materi litosfer memerlukan alat bantu deskriptif seperti peta yang dapat dielaborasi dengan teknologi geospasial. Namun, pada pelaksanaannya peserta didik masih mengartikan alat bantu tersebut hanya sebagai simbol visual-spasial, mengabaikan informasi analisis spasial komprehensif lain yang lebih dalam. Temuan lain di lapangan juga mengarah pada adanya ketergantungan pada hafalan, sedangkan geografi membutuhkan penalaran kritis, analitis, dan sistematis, terutama dalam mengevaluasi fitur-fitur yang digambarkan pada peta. Di sisi lain, guru diharapkan mengelaborasi dengan deep learning untuk pemrosesan informasi materi pembelajaran geografi secara utuh. Tujuan dari pengabdian ini untuk penguatan kapasitas pedagogi guru dalam mengembangkan keterampilan literasi dan analisis spasial geografi peserta didik. Metode pengabdian menggunakan pelatihan partisipatif (participatory action research) dengan guru yang aktif melakukan kegiatan pelatihan dengan tahapan planning (persiapan), taking action-observation (pelaksanaan) dan reflection-evaluation (refleksi-evaluasi). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa literasi spasial guru meningkat dengan nilai N-Gain 0,64 (sedang). Pada aktivitas pembelajaran, guru dapat mengembangkan soal berbasis literasi spasial OPTIC-SCRAP, serta guru dapat merancang dan mengembangkan aktivitas pembelajaran kelas secara interaktif menggunakan sumber data spasial, yakni peta geologi. Implikasi dari kegiatan yang sudah dilakukan, pelatihan literasi spasial berbasis OPTIC-SCRAP membantu guru memanfaatkan alat bantu deskriptif geografi, yang membuat pembelajaran semakin kontekstual dan relevan dengan perkembangan teknologi, khususnya teknologi geospasial dengan analisis citra dan peta.
Identifikasi Muka Air Tanah Berdasarkan Data Resistivitas dan Geologi di Nagari Taram Ilham Habib; Dipo Caesario
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.37746

Abstract

This study aims to identify the distribution and depth of the groundwater table in Nagari Taram by integrating resistivity data from the Schlumberger geoelectrical configuration with local geological information. Six (6) Vertical Electrical Sounding (VES) measurements were acquired across different land units to capture variations in subsurface resistivity. The resistivity data were processed through 1D inversion to interpret lithology and layer thickness, which were subsequently correlated with regional geological maps to confirm the characteristics of water‑bearing formations. The results indicate that shallow aquifers generally occur at depths of 5–20 meters with resistivity values ranging from 30 to 150 Ω·m, representing sandy layers to weathered conglomerate of the Brani Formation or young alluvial deposits. Clay and tuff layers with low to very high resistivity act as aquicludes and aquifuges, serving as barriers to groundwater flow. Variations in groundwater table depth across the sites are influenced by geomorphological conditions and surface sediment thickness. The integration of resistivity and geological data provides more accurate information for delineating shallow aquifer zones, supporting groundwater utilization for domestic and agricultural needs in Nagari Taram. 
Pemetaan Bahaya Banjir Berbasis Geomorphic Flood Index (GFI) Di Sub-Das Batang Tebo Provinsi Jambi Ias Okta Kurniawan; Dipo Caesario
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.37991

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, termasuk di Sub-DAS Batang Tebo yang mencatat 30 kejadian banjir selama periode 2019–2024. Penelitian ini bertujuan memetakan bahaya banjir di Sub-DAS Batang Tebo menggunakan metode Geomorphic Flood Index (GFI) berbasis data Digital Elevation Model (DEM), serta menguji akurasi model terhadap data genangan aktual dari citra Sentinel-1 yang diolah melalui Google Earth Engine (GEE). GFI dihitung secara sistematis menggunakan dua parameter utama, yaitu Height Above Nearest Drainage (H) dan Hydraulic Radius Proxy (hr). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kelas bahaya rendah mendominasi wilayah seluas 279.080,56 ha (65,4%), diikuti kelas sedang 90.913,56 ha (21,3%), tinggi 31.186,86 ha (7,3%), dan sangat tinggi 25.561,28 ha (6,0%). Lima kecamatan termasuk kelas bahaya sangat tinggi: Kecamatan Tebo Tengah, Kecamatan Batin II Babeko, Kecamatan Bungo Dani, Kecamatan Pasar Muaro Bungo, dan Kecamatan Bathin III. Uji akurasi menggunakan True Positive Rate (TPR) menghasilkan nilai 0,64 pada base case (GFI 2,3), sedangkan Frequency Ratio (FR) meningkat konsisten dari 0,11 pada kelas rendah hingga 7,23 pada kelas sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode GFI layak digunakan sebagai pendekatan awal pemetaan bahaya banjir berbasis geomorfologi.
ASSESSING COFFEE ECOTOURISM STRENGTHS AND CHALLENGES IN CIBULAO VILLAGE THROUGH STORY MAPS Surya Hafizh; Dipo Caesario; Anisha Syafitri Tanjung; Rizki Zakiah; Silvia Novita; Dhea Sonya; Yunaldo Dwi Cahyadi; Rivantia Azzahra
Jurnal Belantara Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v9i1.1187

Abstract

Cibulao Village has significant potential for ecotourism development, particularly through coffee cultivation. However, this potential requires strategic planning and effective promotion. This study analyzes the strengths, weaknesses, opportunities, and challenges of coffee ecotourism in Cibulao Village and develops a promotional media that supported by geographic information system using the ArcGIS StoryMaps platform. The methods included interviews, observation, and documentation involving managers, tourists, and the local community. The research results show good potential in developing coffee ecotourism, such as a tourism concept that promotes education on conservation coffee cultivation area and sites but still faces challenges in infrastructure and limited development possibilities due to land ownership and area status. The development of ArcGIS StoryMaps can be an alternative interactive promotional media based on geographic information system technology that is more effective and efficient because it shows the potential strengths, weaknesses, opportunities, and challenges that are depicted in real time tracking map and storytelling.