Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN SALURAN DRAINASE BERSILINDER PORI BERWAWASAN LINGKUNGAN (Eco Drain) SEBAGAI PEREDUKSI GENANGAN BANJIR DI PERUMAHAN GOWA ASRI KECAMATAN SOMBA OPU KAB. GOWA Nenny, Nenny; Antaria, Sukmasari; Al Imran, Hamzah; Zainuddin, Amir
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2631-2636

Abstract

Permasalahan banjir di perumahan adalah masalah yang sering terjadi di banyak wilayah di seluruh Indonesia. Beberapa penyebab terjadinnya  banjir di perumahan antara lain peningkatan urbanisasi, perubahan iklim, kurangnya infrastruktur drainase yang memadai, pencemaran saluran drainase, perubahan topografi dan aliran air alamiah dan ketidakseimbangan pembangunan lahan basah. Akibat perilaku manusia yang  mengabaikan lingkungan, genangan  air terbentuk dan meluap saat musim hujan.  Perumahan Gowa Asli yang terletak di Jalan Bate Sarapan, Kecamatan Tamaruang, hampir setiap tahun dilanda genangan dan banjir karena saluran yang  tidak mampu menyerap air hujan.  Saluran pembuangan tersebut tidak mampu lagi menampung aliran air yang mengalir melewatinya.  Sebab, debit air  melebihi kapasitas drainase dan kapasitas drainase sudah tidak optimal atau  berkurang.Solusi yang diberikan adalah dengan menerapkan model saluran drainase silinder pori yang ramah lingkungan untuk meminimalisr terjadinya genangan  banjir.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperbaiki saluran drainase untuk menampung air hujan, untuk membuat saluran drainase berbentuk silinder yang ramah lingkungan, dan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan membersihkan saluran drainase, untuk melaksanakan kegiatan kehumasan.
Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Mandala Ria Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Jusriadii, Windra; Madoa, Ilda Yani; Al Imran, Hamzah; Syamsuri, Andi Maqbul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.298

Abstract

Perubahan garis pantai dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem di pesisir pantai, perubahan tersebut dapat berupa sedimentasi, akresi atau abrasi. Tujian penelitian ini untuk mengetahui jenis dan besarnya perubahan garis pantai serta mengidentifikasi parameter yang mempengaruhinya. Penelitian di laksanakan di sepanjang garis pantai Mandala Ria Kabupaten Bulukumba. Selama dua bulan yaitu pada bulan juni – Agustus 2023 dengan tujuan untuk mengetahui dan memetakan perubahan garis pantai di wilayah pesisir pantai Mandala Ria. Model yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model DSAS (Digital Shoreline Analisis Syisten). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah pesisir pantai Mandala Ria pada tahun 2017 – 2023 (5 tahun ) berupa akresi dan abrasi. Perubahan garis pantai yang terjadi diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik pantai (faktor alam)yang bersifat semi terbuka terhadap dinamika perairan yang mendapatkan mengaruh dari gelombang secara langsung. Disamping karakteristik pantai, perubahan garis pantai di pantai Mandala Ria juga diduga di sebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penimbunan pantai untuk keperluan pemukiman, dan pariwisata.
Analisis Tinggi Gelombang Pada Seawall Untuk Pencegahan Abrasi Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng Sofyan, Ismail Ramelan Muhammad; Sartika; Al Imran, Hamzah; Syamsuri, Andi Maqbul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.299

Abstract

Pantai Seruni adalah kawasan pesisir pantai yang memanjang sepanjang 1 km.pada tahun 2022 kenaikan curah hujan yang menyebabkan naiknya tinggi gelombang dibeberapa daerah Kabupaten Bantaeng yang memberikan dampak terhadap kondisi pesisir Pantai Seruni sehingga mengakibatkan terjadinya abrasi. Tinggi gelombang yang kuat dapat mengakibatkan terjadinya abrasi pada bangunan di pesisir pantai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gelombang dan besarnya pengaruh gelombang terhadap bangunan Seawall agar abrasi tidak terjadi lagi. Penelitian dilaksanakan di Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng selama satu bulan yaitu pada bulan September 2023 dengan tujuan untuk megetahui dampak abrasi yang disebabkan oleh pengaruh gelombang di wilayah pesisir Pantai Seruni dan mengolah data yang telah diberikan oleh BMKG Maritim Paotere Makassar berupa kecepatan angin, gelombang laut dan pasang surut. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi pada pesisir Pantai Seruni sejak Desember 2022 mengalami kerusakan sepanjang 31,40 m (21%) dari panjang total 150 m lokasi penelitian.
Studi Perencanaan Penanganan Abrasi Pantai Pasca Reklamasi Pelabuhan Penyeberangan Pantai Bira Kabupaten Bulukumba Irfan, Jaka; Lestari , Ayu; Al Imran, Hamzah; Karim, Nenny T
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.334

Abstract

Abrasi menyebabkan penyusutan lebar pantai sehingga menyempitnya lahan bagi penduduk sekitar pantai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai panrang luhu Bira dan mengetahui bentuk dan ukuran bangunan pengaman pantai yang sesuai dan efektif. Penelitian dilaksanakan di pesisir pantai Panrang luhu Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba selama + 2 bulan yaitu pada bulan Oktober-November 2023 dengan tujuan untuk mengetahui dampak abrasi yang disebabkan oleh pengaruh gelombang dan mengolah data yang telah diberikan oleh BMKG Maritim Poetere Makassar berupa kecepatan angin, gelombang laut dan pasang surut. Hasil perhitungan menujukan bahwa pemilihan bangunan pengaman pantai yang cocok adalah curved seawall dengan elevasi muka air rencana HHWL + SLR, Wave set up adalah 0,16 meter, sea level rise perkiraan terbaik adalah 18 cm (0,18 meter) direncanakan umur bangunan 10 tahun dengan tinggi bangunan 2 meter dan lebar puncak 2,49 meter.
Analisis Keamanan dan Stabilitas Bangunan Pesisir Terhadap Hantaman Gelombang di Pantai Merpati, Kab. Bulukumba Zulhaidir DJ, Muhammad; Arman, Muayyanah; Nenny; Kasmawati; Al Imran, Hamzah; Kuba, Muh.Syafa’at S.; Syamsuri, Andi Maqbul; Antaria, Sukmasari
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.336

Abstract

Pantai Merpati merupakan sebuah Lokasi yang berada di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba yang dimana daerah tersebut merupakan daerah perindustrian seperti pasar,dermaga dan juga sebagai ikon baru untuk Kabupaten Bulukumba,terdapat beberapa bangunan pengaman pantai yang tentunnya sangat berperan penting untuk menjaga daerah pesisir dari abrasi pantai, dari hasil survey yang kami lakukan terdapat beberapa titik kerusakan terjadi pada banguna tersebuyang jika dibiarkan secara perlahan akan merusak bagian lain hingga berpotensi merusak seluruh bagian bangunan yang dapat mengakibatkan terjadinya abrasi sekitar bangunan dan merusak jalanan. Adapun tujuan dari penelitian yang kami lakukan adalah untuk mengetahui presentasi kerusakan yang tejadi pada bangunan pengaman antai serta menghitung stabilitas bangunan terhada gaya geser dan guling. Dari hasil yang kami dapatkan untuk setelah menganalisis dan survey langsung adalah kerusakan yang terjadi yaitu dibawah 1% dimana dalam CERC ditetakan bahwa bangunan dikatakan aman apabila kerusakan ≤ 5% dan stabilitas terhadap guling dan geser aman.
Analisis Perubahan Garis Pantai Takkalasi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Alfiah, Nur Aisyah; Darwis, Muh Fakhruddin; Al Imran, Hamzah; Syamsuri, Andi Makbul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.338

Abstract

Perubahan garis pantai adalah salah satu proses tanpa henti melalui berbagai proses alam di pantai yang meliputi pergerakan sedimen,arus susur pantai,tindakan ombak dan penggunaan lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan besarnya perubahan garis pantai serta mengidentifikasi parameter yang mempengaruhinya. Penelitian di laksanakan di sepanjang garis pantai Takkalasi Kecamatan Balusu Kabuten Barru. Selama dua bulan yaitu pada bulan oktober – Desember 2023 dengan tujuan untuk mengetahui dan memetakan perubahan garis pantai di wilayah pesisir Takkalasi. Model yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model DSAS (Digital Shoreline Analisis Syisten). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah pesisir pantai Takkalsi pada tahun 2017 – 2023 (5 tahun ) berupa akresi dan abrasi. Perubahan garis pantai yang terjadi diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik pantai (faktor alam)yang bersifat semi terbuka terhadap dinamika perairan yang mendapatkan mengaruh dari gelombang secara langsung. Disamping karakteristik pantai, perubahan garis pantai di pantai Takkalasi juga diduga di sebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penimbunan pantai untuk keperluan pemukiman, dan periwisata.
PENGARUH VARIASI DIAMETER LUBANG PADA BREAKWATER SISI MIRING BERPORI TERHADAP KOEFISIEN REFLEKSI DAN TRANSMISI Al Imran, Hamzah; Makbul Syamsuri, Andi; Alqadri Aras Putra, Muhammad; Anam, Chairatul
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1494-1500

Abstract

Pemecah gelombang berpori merupakan struktur yang dirancang untuk melindungi garis pantai dari erosi dan abrasi yang disebabkan oleh energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diameter lubang terhadap koefisien refleksi dan transmisi pada pemecah gelombang sisi miring berpori. Dalam penelitian ini, model pemecah gelombang dengan variasi diameter lubang dan jarak antar lubang digunakan untuk mengukur koefisien refleksi dan transmisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter lubang berpengaruh signifikan terhadap koefisien refleksi dan transmisi. Model dengan diameter lubang yang besar menunjukkan nilai koefisien refleksi yang lebih kecil dan nilai koefisien transmisi yang lebih besar. Hal ini karena gelombang yang menerpa model dengan diameter lubang yang besar cenderung lebih diserap dan tidak dipantulkan secara signifikan, sehingga energi gelombang yang datang dapat lebih efektif diredam.
IMPLEMENTASI SOFTWARE WEAP UNTUK PROYEKSI KEBUTUHAN AIR DOMESTIK PADA DAS JENEBERANG Ismi Annisa, Nurul; Mi’raj Hilal, Muh.; Al Imran, Hamzah; Agusalim, M.
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4799-4805

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang, yang melintasi Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan sumber utama air domestik di wilayah tersebut. Sebagian besar DAS ini berada di Kabupaten Gowa dengan luas 1.883,33 km², meliputi 18 kecamatan, 46 kelurahan, dan 121 desa. DAS Jeneberang memiliki luas 790 km² dengan sungai utama sepanjang 80 km. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan air domestik selama 20 tahun mendatang serta mengevaluasi kemampuan debit air DAS Jeneberang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah model Water Evaluation and Planning (WEAP). Hasil pemodelan memproyeksikan kebutuhan air domestik sebesar 31.615.794 m³ untuk skenario jumlah pelanggan dan 610.140.365 m³ untuk skenario jumlah penduduk. Dengan debit air yang tersedia sebesar 10.028.184.600 m³, DAS Jeneberang memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pada kedua skenario tersebut.
A Review of Micro-Hydro Power Plant Technology and its Socio-Economic Impact on Rural Electrification in Indonesia Al Imran, Hamzah; Vann, Dara; Dara, Ravi
Journal of Multidisciplinary Sustainability Asean Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijmsa.v2i6.2773

Abstract

Background: Access to electricity in rural areas of Indonesia remains limited, leading to socio-economic challenges such as low productivity, limited education opportunities, and inadequate healthcare services. Micro-hydro power plants (MHPP) have emerged as a promising solution to support rural electrification, offering renewable, decentralized energy sources suitable for remote communities. Objective: This study aims to review the development and application of micro-hydro power plant technology in Indonesia, analyzing its technical characteristics and evaluating its socio-economic impacts on rural communities. Methodology: A systematic literature review was conducted, encompassing peer-reviewed articles, government reports, and case studies from various rural regions in Indonesia. The analysis focused on technical specifications, implementation strategies, community involvement, and socio-economic outcomes associated with micro-hydro projects. Results: Findings indicate that MHPP technology in Indonesia has demonstrated reliable energy generation with capacities ranging from 5 kW to 100 kW, suitable for small communities. Socio-economic benefits include increased household income, improved educational access, enhanced local business development, and strengthened community cohesion. However, challenges such as high initial investment, technical maintenance requirements, and limited technical expertise in rural areas have constrained widespread adoption. Community participation and government support were identified as critical factors for project sustainability. Conclusion: Micro-hydro power plants present an effective approach to rural electrification in Indonesia, with significant socio-economic benefits when supported by local engagement and institutional frameworks. Future policies should focus on reducing technical and financial barriers to maximize the positive impact of MHPP on rural development.