Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Gangguan Berbahasa pada Tokoh Melati Dalam Film Moga Bunda Disayang Allah: Kajian Psikolingustik Aziz Fauzi; Rifa'atussalwa Hayati; Didi Pramisdi Winanto Saputro; Widya Gusvita; Kemala; Nungki Mayang Sari; Silvi Indriyani
ZARATHUSTRA (Jurnal Sosiologi dan Filsafat) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Zarathustra: Jurnal Sosiologi dan Filsafat
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKajian ilmu psikolinguistik berfokus mempelajari bahasa yang mengaitkan psikologi terkaittentang bagaimana manusia memperoleh, mempelajari, memahami, dan menggunakan sebuahbahasa. Pada psikolinguistik terdapat salah satu bahasan yaitu gangguan berbahasa yangmerupakan ketidakmampuan individu untuk menggunakan, memahami dialog baik verbal maupunnonverbal, salah satunya ialah seseorang yang mengidap deafblind. Pasien dengan buta tulimengalami masalah neurologis. Penyakit ini memiliki efek sosial, perilaku, dan linguistik. Penelitianini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini akanmendeskripsikan berbagai kendala yang ada didalam filem tersebut tentang gangguan berbahasayang dikhususkan pada tokoh Melati dari film Moga Bunda di Sayang Allah dilanjutkan membahastiga masalah bahasa—gangguan bahasa biologis, afasia, dan autisme—terkait dengan perilaku yangmenyimpang.Kata kunci : Gangguan Berbahasa, deafblind, psikolinguistik
GAYA BAHASA SATIRE PADA IMPERSONATE KONTEN KREATOR TIKTOK KAJIAN STUDI LITERATURE Trikandi, Sonya; Saputro, Pramisdi Winanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60985

Abstract

This research aims to describe the language style of deep satire impersonate DRL account content by Doksun content period “DRL Samperi Doksun”. The research method uses a qualitative research method, a descriptive approach to sentences that contain a satirical language style. The data source in the research is satirical language style impersonate Doksun content period “DRL Samperi Doksun”. The data in the research is in the form of speech fragments containing a satirical language style delivered by Doksun to satirize DRL. Data collection techniques use listening and note-taking techniques. The data analysis technique uses content analysis techniques, the researcher concludes systematically. The results of research on satirical language styles are available impersonate DRL by the Doksun account has satirical language styles, namely Horation satire and juvenalian satire. Horatian satire on Doksun content in the form of satire to criticize DRL which always has an elite style and gives a humorous impression of everything that DRL does but is not yet known to the public. Satire Horation takes the form of direct satire against DRL for engineering content that causes an imbalance between each other.
Ekspresi Afektif dalam Cuplikan Lirik Lagu di Media Sosial: Analisis Multimodal dan Relevansinya bagi Pembelajaran Bahasa dan Sastra: Affective Expressions in Song Lyric Excerpts on Social Media: A Multimodal Analysis and Their Relevance to Language and Literature Learning Hugo Dimas Ohsyahiba; Pramisdi Winanto Saputro; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2574

Abstract

Penelitian ini mengkaji ekspresi afektif dalam cuplikan lirik lagu yang dibagikan di media sosial serta relevansinya bagi pembelajaran bahasa dan sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh praktik penggunaan cuplikan lirik sebagai ekspresi visual-verbal tentang emosi, identitas, dan pemosisian diri dalam ruang digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi makna afektif dalam cuplikan lirik lagu, menjelaskan bagaimana unggahan Instagram Story merekontekstualisasikan makna emosional, serta merumuskan pemanfaatannya sebagai bahan refleksi pembelajaran. Penelitian menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan analisis isi terarah dan analisis wacana multimodal. Data berupa cuplikan lirik lagu Indonesia dan berbahasa Inggris serta tangkapan layar Instagram Story yang dianonimkan. Analisis difokuskan pada kategori afek, sumber kebahasaan, unsur visual-verbal, dan kemungkinan aktivitas kelas. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi kesedihan, kehilangan, kasih sayang, keterikatan, kekecewaan, kecemasan, dan harapan yang dibangun melalui metafora, pengulangan, pronomina, pertanyaan, perbandingan, dan kontras temporal. Implikasinya, lirik lagu dapat digunakan secara etis untuk mengembangkan interpretasi teks, literasi multimodal, dan tulisan reflektif.