Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : positron

Identifikasi Zona Potensi Bahaya Seismik di Jawa Timur–Bali–NTB melalui Integrasi Klasterisasi Spasio-Temporal dan Distribusi b-value Arimurti, Dyah Arum; Hermawan, Heru Bagus; Triwulandari, Ike; Pitaloka, Ami Widya; Prihandono, Trapsilo; Harijanto, Alex
POSITRON Vol. 16 No. 2 (2026): Vol. 16 No. 2 Edition (This issue was scheduled for publication on July 31, 20
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i2.101090

Abstract

Wilayah Jawa Timur–Bali–NTB merupakan zona subduksi aktif dengan tingkat aktivitas seismik tinggi akibat interaksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kompleksitas tektonik di wilayah ini menyebabkan pola seismisitas yang heterogen sehingga diperlukan pendekatan analisis yang mampu mengidentifikasi zona potensi bahaya seismik secara lebih representatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona potensi bahaya seismik melalui integrasi klasterisasi spasio-temporal dan distribusi b-value. Data yang digunakan berupa 1168 kejadian gempa bumi dari katalog BMKG, GFZ, dan USGS periode 1994–2024 dengan magnitudo Mw ≥ 4 dan kedalaman ≤ 300 km. Analisis seismisitas dilakukan menggunakan algoritma K-Means dan ST-DBSCAN, kemudian diintegrasikan dengan analisis distribusi b-value. Hasil menunjukkan kedua algoritma menghasilkan empat klaster, namun ST-DBSCAN memberikan kualitas klasterisasi yang jauh lebih baik dengan Silhouette Score 0,866 (K-Means: 0,410) dan Davies-Bouldin Index 0,300 (K-Means: 0,983). STDBSCAN mengklasifikasikan 83,9% data sebagai outlier, menunjukkan kemampuan yang lebih efektif dalam memisahkan noise dari aktivitas seismik terkonsentrasi. Integrasi klaster dengan distribusi b-value mengungkapkan bahwa tiga klaster ST-DBSCAN terkonsentrasi di zona subduksi Selatan Jawa Timur dengan b-value rendah (0,812-0,981) dan pola occasional, mengindikasikan akumulasi stres tektonik tinggi dan berpotensi menghasilkan gempabumi bermagnitudo besar. Satu klaster di zona Patahan Naik Busur Belakang Flores (b-value: 0,831) memiliki pola stationary yang berkaitan dengan aktivitas aftershock/swarm. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu antara klasterisasi spasio-temporal dan distribusi b-value mampu memberikan interpretasi yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan metode tunggal dalam analisis bahaya seismik, sekaligus mendukung prioritas monitoring dan mitigasi aktivitas gempa di wilayah Jawa Timur–Bali–NTB.