Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

TEKTONIK SESAR CIMANDIRI, PROVINSI JAWA BARAT Haryanto, Iyan; Hutabarat, Johanes; Sudrajat, Adjat; Ilmi, Nisa Nurul; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 3 (2017): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.649 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v15i3.15103

Abstract

ABSTRACTCimandiri fault formed during stage II orogenesis is the oldest fault at the end of the middle Eocene. The Cimandiri fault is the active fault that developed a paleo high and uplifted the Ciletuh Formation within front arc basin. The stage III orogenesis at the Late Eocene indicated by regional compression in the Java that affected to reactivation fault. This fault known to be the same as the Baribis thrust fault. Finally, the compression tectonic decreased that it created the normal fault on Cimandiri thrust-fold. Therefore, we can define the Cimandiri fault into two regional fault patterns. The first pattern, the thrust fault that indicated by high bedding inclined. The second pattern, the next pattern is the normal fault that revealed by fault scarps inclination more than 50o or even vertical in some locations. Keywords: Cimandiri fault, front arc basin, Ciletuh valley, Cimandiri Valley. ABSTRACKSesar Cimandiri merupakan sesar tua yang terbentuk selama berlangsungnya orogenesa tahap II, yaitu pada waktu Akhir Eosen Tengah. Pada saat itu  batuan sedimen Formasi Ciletuh berumur Eosen Tengah yang terbentuk di dalam Cekungan Depan Busur  sudah terangkat ke permukaan. Sesar ini terus aktif hingga menyebabkan terbentuknya  tinggian purba (paleo-hight) antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri. Pada Akhir Tersier, tektonik kompresi kembali terjadi, menyebabkan untuk ketiga kalinya sesar Cimandiri teraktifkan kembali sebagai sesar naik. Peristiwa ini disimpulkan sebagai orogenesa ke III di Pulau Jawa. Salah satu struktur sesar regional yang terbentuk pada saat itu adalah Sesar Baribis. Setelah tektonik kompresi berkurang terjadi kesetimbangan menyebabkan terbentuknya sesar normal pada jalur lipatan anjakan Cimandiri. Oleh karena itu, Sesar Cimandiri terdiri atas dua sesar regional yang pertama sebagai sesar naik yang dicirikan oleh deformasi lipatan batuannya yang umumnya tegak, dan sebagai sesar normal yang dicirikan dengan terbentuknya gawir sesar dengan kemiringan di atas 50° bahkan di beberapa lokasi mendekati vertical. Kata Kunci: Sesar Cimandiri, Cekungan Depan Busur, Lembah Ciletuh, Lembah Cimandiri.
EVALUASI BATUAN INDUK DAN PEMODELAN KEMATANGAN BATUAN INDUK PADA BLOK "F", CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Darmawan, Muhammad Farhan; Gani, Reza Mohammad Ganjar; Ilmi, Nisa Nurul; Husaeni, Ahmad; Bumolo, Firman Ardiansyah
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 2 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i2.34464

Abstract

Penelitian dilakukan di Sub-Cekungan Jatibarang, Cekungan Jawa Barat Utara dengan menggunakan metode geokimia. Analisis dilakukan untuk mengetahui karakteristik batuan induk, biomarker, potensi batuan induk, sejarah pemendaman dan korelasi minyak bumi-batuan induk pada sumur D22, D26, dan D29. Hasil analisis menunjukan bahwa karakteristik geokimia pada Formasi Jatibarang dan Talang Akar dari masingmasing sumur memiliki nilai TOC, S1, S2, dan PY yang cukup baik dengan tipe kerogen II-III sehingga menghasilkan hidrokarbon dengan jenis minyak dan gas bumi serta memiliki tingkat kematangan yang matang. Potensi Formasi Jatibarang dan Talang Akar sebagai batuan induk termasuk kedalam klasifikasi batuan induk efektif, Formasi Baturaja dan Main Upper Cibulakan termasuk batuan induk potensial, dan Formasi Parigi termasuk batuan induk memungkinkan. Proses pengendapan pada daerah penelitian terjadi secara terus menerus karena pada Formasi Jatibarang tidak ditemukan suatu unconformity berupa erosional maupun non-deposisional. Korelasi minyak-batuan induk pada Formasi Jatibarang menunjukan minyak yang ada pada Formasi Jatibarang berasal dari batuan induk yang ada di Formasi Jatibarang sedangkan minyak yang ada pada Formasi Talang Akar berasal dari batuan induk yang ada di Formasi Talang Akar.
VULKANISME DAN KARBONAT UMUR MIOSEN DI DAERAH BANJAR-PANGANDARAN, JAWA BARAT Haryanto, Iyan; Ilmi, Nisa Nurul; Adhiperdana, Billy G.; Fauziely, Lili; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.618 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i2.17293

Abstract

Daerah Banjar-Pangandaran merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan yang sebagian besar disusun batuan volkaniklastik Formasi Jampang. Batuannya didominasi oleh breksi, tuf dan batupasir kasar. Seluruhnya membentuk morfologi perbukitan sedang hingga terjal, dengan punggungan berarah barat-timur. Di bagian tepi dari lereng perbukitannya, tersingkap batugamping yang berumur lebih muda, yaitu Formasi Klapangunggal dan Formasi Pamutuan. Di lapangan tidak ditemukan kontak litologi, namun berdasarkan pada umur batuan yang menerus, serta kedudukannya di lapangan diduga keduanya memiliki hubungan stratigrafi yang selaras. Penelitian ini masih dalam tahap awal yang dilakukan hanya berdasarkan pada data singkapan. Analisis dilakukan dengan melakukan rekontruksi pola struktur (pola jurus), serta dipandu dengan interpretasi geologi melalui DEM.Hasil sementara menunjukan bahwa pertumbuhan carbonate mulai berlangsung ketika aktivitas volkanisma pawa waktu Miosen Bawah Berakhir. Pada saat itu di antara tinggian volkanik, memiliki lingkungan marin yang tenang dan dangkal, sehingga memungkinkan terbentuknya pertumbuhan carbonate. Di lihat dari peyebarannya, carbonate disimpulkan sebagai barrier kecil dan lainnya sebagai pitch reef.
KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK FORMASI WALAT, SUKABUMI, JAWA BARAT Ilmi, Nisa Nurul; Ramadian, Aldrin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 1 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i1.60

Abstract

Kajian karakteristik geokimia batuan induk Formasi Walat di Sukabumi, Jawa Barat merupakan suatu langkah untuk mendapatkan informasi mengenai sistem minyak dan gas bumi yang ada. Lebih lanjut lagi, kajian ini juga diharapkan dapat mengungkap kesamaan sistem minyak dan gas bumi di daerah studi, dengan potensi hidrokarbon terbukti di Cekungan Jawabarat Utara. Kekayaan material organik, tingkat kematangan, serta tipe hidrokarbon yang dihasilkan merupakan parameter penting yang menunjukkan karakter batuan induk secara geokimia. Sistematika pemercontohan singkapan Formasi Walat yang diyakini berpotensi sebagai batuan induk, dianalisis ke laboratorium untuk penyelidikan karakteristik geokimia. Sebanyak tujuh belas percontoh terpilih, dan selanjutnya dianalisis karakter geokimianya melalui parameter Total Organic Carbon dan Rock Eval Pyrolysis (nilai S1, S2, dan S3 beserta turunannya). Berdasarkan tingkat kematangan, semua percontoh berada pada tingkatan matang hingga matang akhir dengan kualitas kerogen tipe III yang menghasilkan gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Walat memiliki karakter batuan induk dengan kekayaan sedang hingga sangat baik, dan memiliki potensi untuk menghasilkan hidrokarbon jenis gas. Berdasarkan penemuan sumber batuan induk potensial di formasi ini, maka dapat dikatakan bahwa di daerah studi terdapat sistem minyak dan gas bumi yang setara dengan Cekungan Jawabarat Utara, sehingga eksplorasi migas pada wilayah selatan Jawa Barat menjadi menarik.
PEMANFAATAN LIMBAH SEKTOR PERTANIAN DEDAK PADI MENJADI RICE BRAN OIL SEBAGAI PENERAPAN SISTEM NIHIL LIMBAH DI DESA TALAGASARI Rosalina, Sakhia Mira; Saidah, Siti Patimah; Madarina, Fildza Ndarusasti; Himura, Ezra Khagi; Sulastri, Murni; Sunardy, Edy; Ilmi, Nisa Nurul; Azzahra, Morin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v4i2.14325

Abstract

Pemanfaatan limbah sektor pertanian dedak padi menjadi rice bran oil adalah sebagai penerapan sistem nihil limbah di desa Talagasari. Limbah sektor pertanian yang dapat diolah dan dimanfaatkan pada desa Talagasari salah satunya yaitu hasil penggilingan padi yaitu dedak yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak dedak atau rice bran oil.  Rice bran oil merupakan minyak yang didapatkan dari hasil ekstraksi menggunakan Soxhlet kemudian dievaporasi hingga menghasilkan air suling dan minyak sehingga mendapatkan minyak dedak. Minyak dedak memiliki peluang besar menjadi salah satu alternatif pengganti minyak sawit. Minyak dedak padi memiliki banyak manfaat dan kandungannya yang lebih sehat. Salah satu manfaat rice bran oil yaitu dapat mengurangi kolesterol, karena kandungan lemak jenuhnya sedikit dan cenderung lebih stabil. Tujuan penelitian pengolahan dedak padi menjadi rice bran oil selain untuk mengurangi limbah sektor pertanian sebagai penerapan sistem nihil limbah, pengolahan produk limbah pertanian sehingga limbah memiliki value sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Maka dari itulah penelitian pengolahan dedak padi menjadi rice bran oil dilakukan oleh mahasiswa pada kegiatan KKN-PM integratif di vila Kadeudeuh, desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
GEOLOGICAL EVOLUTION OF OLIGOCENE TO PLEISTOCENE LEBAKSIUH, WEST JAVA, INDONESIA Sandyputra, Adryan Ridho; Sunardy, Edy; Ilmi, Nisa Nurul
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 9, No 1 (2026): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study intends to map and analyze the geological conditions in Lebaksiuh, Sidamukti, and the surrounding area of Sumedang and Majalengka Regencies, West Java, Indonesia. The methods used include field observation, laboratory analysis, and literature review. The geomorphological units comprises steep high volcanic uplands, steep high structural uplands, steep low structural hills, and gently sloping denudational lowland, with sub-dendritic, radial, and modified trellis drainage patterns occupying most of the area. Field observation data shows that the area consists of 5 lithostratigraphic units which are the andesite Unit (HA), claystone Unit (NMCSH), sandstone Unit (NPCS), tuff Unit (NPCT), and alluvium unit (Qa). The geological evolution that starts with the formation of the Oligocene andesite unit (HA). Then deposition of the Cinambo shale unit (NMCSH) in early Miocene with a deep marine depositional environment, then an Intra-Miocene tectonic activity compresses the region, followed by a compressional release in the Miocene-Pliocene age and sea regression phase that shaped the local basin. In the Pliocene, Citalang sand (NPCS) and tuff unit (NPCT) are deposited in a fluvial depositional environment. Reactivation of the older faults happened after the deposition. lastly accumulation of the alluvium unit (QA) in the Quaternary Holocene age. Structural geology plays a huge role in the area with a regional thrust fault that divides the Citalang and Cinambo formation in the south which showed an arcing pattern that opens to the north, and a more local fold structure that arced mostly in north-south direction, and fault structures present in the citalang formation. Potential geological resources in the area are Sand and andesite, and can be used for building material. Contrastingly, the geological hazards include landslides and earthquakes.
MIDDLE MIOCENE TO HOLOCENE GEOLOGICAL HISTORY AND POTENTIAL OF BABAKAN JAWA AREAS, MAJALENGKA DISTRICT OF WEST JAVA-INDONESIA Ambari, Wardahrose Dhifa; Sunardi, Edy; Ilmi, Nisa Nurul
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 9, No 1 (2026): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v9i1.69279

Abstract

Geological mapping activities were conducted in the Sidamukti, Babakan Jawa, Cibodas areas and surroundings, Majalengka District, West Java Province. The main objective of this research is to determine the geomorphological characteristics, lithology, geological structures, and geological potential in the research area. The methods used include field observations, laboratory analysis, interpretation of topographic maps and satellite imagery, as well as structural analysis using stereonet. The research results show that the geomorphology of the study area was formed by the interaction of endogenic forces (tectonic and volcanic) and exogenic forces (weathering and erosion), resulting in five main geomorphological units. The stratigraphy of the area consists of five rock units composed of claystone units from the Middle Miocene to Holocene alluvial deposits. The developed geological structures indicate the influence of extensional stress with a strike-slip component that forms normal faults and reverse faults trending northwest–southeast. The geological potential of the area includes resources such as andesite stone, sand, and gravel, as well as the geotourism potential of Taman Gunung Batu Karang. On the other hand, steep hilly areas with weathered lithology show vulnerability to mass movements, making them landslide-prone areas. The results of this mapping are expected to serve as a basis for sustainable natural resource management and geological disaster mitigation.
GEOLOGY OF KADU AND SURROUNDING AREA, JATIGEDE AND JATINUNGGAL DISTRICTS, SUMEDANG REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Alvionita, Azizah Tiara; Sunardi, Edy; Ilmi, Nisa Nurul
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 9, No 1 (2026): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v9i1.69203

Abstract

Administratively, the research area is located in Kadu and its surrounding areas, Jatigede and Jatinunggal Districts, Sumedang Regency, West Java Province. This study aims to determine the geological conditions and geological history of the research area. The research method consists of three stages: literature study, field observation for data collection, and studio observation combined with laboratory analysis. Based on geomorphological aspects, the research area is divided into three geomorphological units, namely moderately steep denudational low hills, steep structural elongated hills, and very steep structural sedimentary hills. Field observations indicate that the lithostratigraphic units are grouped into four units arranged from oldest to youngest: claystone unit (Sbl), sandstone unit (Sbp), tuff unit (St), and volcanic breccia unit (Sbv). The claystone and sandstone units were deposited simultaneously during the Middle Miocene in a deep marine environment. Subsequently, during a slightly younger period, the tuff unit (St) was deposited conformably with the sandstone unit. Geological structures developed in the study area include anticline and syncline folds formed in the Late Miocene due to compressional tectonic activity, with the principal stress direction trending northeast–southwest. Other structures such as joints and indications of strike-slip faults are also observed. The volcanic breccia unit (Sbv) was deposited from ancient volcanic eruptions in a disconformable relationship with the claystone unit (Sbl) during the Late Pliocene. Geological resources in the study area include andesite quarrying as well as tourism potential at Mount Jagat and the Pine Forest. The main geological hazard in the area is landslides.