p-Index From 2021 - 2026
2.851
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa TEUB
Wijono, n/a
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Koordinasi Sistem Proteksi Relay Arus Lebih pada Jaringan Home Load 21kV PLTU PT. YTL Jawa Timur Darsono, Wiwin; Wijono, n/a; Dhofir, Moch.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis koordinasi sistem proteksi relay arus lebih (OCR  dan GFR) pada jaringan home load 21kV PLTU PT. YTL Jawa Timur Unit 6  untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, pengumpulan data teknis, simulasi arus  hubung singkat, dan analisis koordinasi relay dengan ETAP 21.0.1. Hasil simulasi menunjukkan deviasi kecil (0,11–1,12%) antara perhitungan  manual dan ETAP, memvalidasi akurasi model. Evaluasi sistem eksisting mengidentifikasi ketidaksesuaian waktu kerja relay dengan standar IEC 60255. Penyesuaian parameter relay (Iset dan TMS) berhasil meningkatkan  selektivitas proteksi dengan waktu kerja 0,2–0,5 detik dan mengurangi  potensi ketidakselektifan. Koordinasi tiga tipikal jaringan (LAJ, HAG, dan  ECG) meningkatkan keandalan proteksi hingga 20% untuk gangguan fasa dan tanah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan simulasi ETAP  sebagai alat utama dalam optimasi sistem proteksi berbasis standar  internasional.Kata Kunci : Relay arus lebih, koordinasi proteksi, arus hubung singkat, ETAP, IEC 60255.
Analisis Perbaikan Rugi Daya 20 kV dengan Penambahan Kapasitor Bank di Gardu Induk Banaran 2 PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih Priambudi, Ardhito; Utomo, Teguh; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gardu Induk Banaran 2 berperan sebagai sumberutama distribusi listrik dengan tegangan 150 kV yang kemudianditurunkan menjadi 20 kV sebelum disalurkan ke masing-masingpenyulang. Penyulang Ngadiluwih merupakan penyulang yangmengalami penurunan tegangan (voltage drop) yang palingsignifikan, yakni rata-rata sebesar 6,48% dengan nilai jatuhtegangan terbesar mencapai 1,84 kV, yang berarti melebihi batastoleransi penurunan tegangan maksimal yaitu ±5% sebagaimanaditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2009. Inimenunjukkan bahwa penyulang tersebut tidak memenuhi standaroperasional dan perlu dilakukan tindakan korektif. Berdasarkanperhitungan nilai Loss Sensitivity Factor (LSF) dan norm, dipilihbeberapa bus prioritas dengan kombinasi nilai LSF tinggi dantegangan yang mendekati atau sedikit melebihi batas atas standar.Setelah dilakukan perhitungan kompensasi daya reaktif (Qc) yangdibutuhkan agar setiap bus mencapai faktor daya ideal 0,9,dilakukan injeksi kapasitor bank secara selektif. Contohperhitungan menunjukkan bahwa pada BUS 175 NGD, dibutuhkaninjeksi daya reaktif sebesar 113 kVAR untuk meningkatkan faktordaya ke angka yang diinginkan. Setelah injeksi kapasitor bank,terjadi penurunan signifikan pada nilai rugi daya reaktif dantegangan jatuh. Rata-rata penurunan tegangan menjadi sekitar 2%,dan nilai maksimum turun sebesar 1,336 kV, yang berarti telahmemenuhi standar ESDM. Selain itu, terjadi penurunan total rugidaya sistem sebesar 100,0447 kVAR dan 156,3443 kW menunjukkanefisiensi sistem yang lebih baik dan penghematan energi secaranyata.Kata Kunci—Rugi Daya, Kapasitor Bank, Jatuh Tegangan, LossSensitivity Factor (LSF), ETAP.
PENGARUH PANJANG DAN SUDUT ELEKTRODA TAMBAHAN TERHADAP KINERJA PENANGKAL PETIR Assami, Emir Faruq; Dhofir, Moch.; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkal petir merupakan komponen penting dalam sistem proteksi terhadap sambaran petir, dimana kinerjanyadipengaruhi oleh bentuk penangkal peptir itu sendiri. Penelitian ini menganalisis pengaruh panjang dan sudutelektroda tambahan terhadap faktor keseragaman medan listrik, early streamer, korona, dan tegangan tembus.Panjang elektroda dan sudut elektroda dianalisis melalui simulasi distribusi medan listrik menggunakan softwareAnsys Maxwell 3D dan pengujian eksperimental. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi,Departemen Teknik Elektro, Universitas Brawijaya dengan menggunakan sumber tegangan DC polaritas negatifserta jarak sela tetap 25 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan panjang dan besar elektrodatambahan meningkatkan intensitas medan listrik di sekitar ujung elektroda, mempercepat pembentukan earlystreamer, terjadinya fenomena korona lebih dulu, serta menurunkan tegangan tembus. Dengan demikian,modifikasi elektroda tambahan pada penangkal petir tipe Franklin berpotensi meningkatkan efektivitas dalammenangkap dan menyalurkan sambaran petir.Kata Kunci — Penangkal Petir; Early Streamer; Korona; Tegangan Tembus; Medan Listrik
Analisis Kerugian Ekonomis Jaringan Distribusi 20 kV Akibat Gangguan Hubung Singkat pada Sistem Penyulang Kandat PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih Adinata, Dwi Andhika Valent; Wijono, n/a; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi listrik pada PT. PLN ULP Ngadiluwihberfungsi menyalurkan energi listrik dari Gardu Induk Banaran kepelanggan di wilayah Kota Kediri. Namun, sistem ini seringmengalami gangguan sehingga menyebabkan pemadaman.Gangguan ini akan menyebabkan adanya energi yang tidaktersalurkan, sehingga berdampak pada kerugian ekonomis yangdialami oleh ULP Ngadiluwih. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh indeks keandalan (SAIFI, SAIDI, CAIDI)menggunakan metode FMEA dan membandingkannya denganstandar SPLN 59 tahun 1985, mendapatkan nilai arus gangguanhubung singkat serta menentukan besarnya kerugian ekonomispada Penyulang Kandat PT PLN ULP Ngadiluwih. Analisis indekskeandalan dan kerugian ekonomis dilakukan dengan perhitunganindeks keandalan menggunakan metode FMEA, melakukansimulasi gangguan hubung singkat menggunakan software ETAP16.0.0, dan menghitung kerugian ekonomis akibat gangguanhubung singkat. Berdasarkan hasil yang diperoleh, perbedaanselisih nilai indeks keandalan antara metode perhiutngan FMEAdan ketetapan SPLN No. 59 Tahun 1985 yaitu SAIFI sebesar6,1666, SAIDI sebesar 7,6308, dan CAIDI sebesar 3,50842. Arusgangguan hubung singkat terbesar terjadi pada percabangan 1 danterkecil pada percabangan 5. Pada titik beban, arus gangguanterbesar terjadi pada EM 608 dan yang terkecil pada EM 624. Arusgangguan hubung singkat pada percabangan 5 menyebabkankerugian ekonomis terbesar dan yang terkecil terjadi padapercabangan 3. Pada titik beban, kerugian ekonomis terbesar terjadipada EM 173 dan yang terkecil pada EM 130. Dengan demikian,nilai kerugian ekonomis dipengaruhi oleh titik lokasi gangguanterjadi, jumlah dan jenis pelanggan yang padam akibat gangguanhubung singkat.Kata Kunci ̶ Indeks Keandalan, Metode FMEA, GangguanHubung Singkat, Kerugian Ekonomis, ETAP.
Evaluasi dan Peningkatan Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 kV di PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih pada Penyulang Ngadiluwih Subhan, Rizki Amrullah Crisna; Wijono, n/a; Pramono, Sholeh Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi listrik pada PT. PLN ULP Ngadiluwihberperan penting dalam menyalurkan energi listrik dari GarduInduk Banaran ke pelanggan di wilayah Kota Kediri. Keandalansistem distribusi merupakan hal yang penting bagi pelanggan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkankeandalan pada jaringan sistem distribusi 20 kV PenyulangNgadiluwih PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih dengan solusipenambahan sectionalizer. Analisis penambahan sectionalizerdilakukan dengan simulasi pada software ETAP, kemudiannantinya akan dibandingkan dengan SPLN 59 Tahun 1985 sebelumdan sesudah penambahan sistem proteksi ini. Berdasarkan hasilperhitungan indeks keandalan metode section technique diperolehnilali SAIFI sebesar 6,8094 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar20,8202 jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 3,0576jam/kali/tahun. Hasil simulasi ETAP indeks keandalan sebelumpenambahan sectionalizer antara lain nilai SAIFI 5,9528kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 23,7290jam/pelanggan/tahun, CAIDI sebesar 3,986 jam/kali/tahun. Hasilsimulasi ETAP setelah penambahan sectionalizer antara lain nilaiSAIFI sebesar 5,6532 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 22,8408jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 4,040 jam/kali/tahun.Setelah penambahan sectionalizer menunjukkan membaik dengannilai selisih antara lain SAIFI sebesar 0,2996 dan SAIDI sebesar0,8882. Berdasarkan hasil nilai indeks keandalan metode sectiontechnique, simulasi ETAP sebelum dan sesudah penambahansectionalizer dengan dibandingkan nilai SPLN 59 Tahun 1985,system jaringan distribusi Penyulang Ngadiluwih dinyatakan masihbelum andal.Kata Kunci ̶ Indeks Keandalan, Metode Section Technique,Penambahan Sectionalizer, ETAP.
Analisis Koordinasi Rele Jarak Saluran UdaraTegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Gardu IndukTulungagung-Trenggalek-PLTA Tulungagung Utomo, Muhamad Adib Nur; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 5 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV pada sistemtransmisi memiliki risiko tinggi terhadap gangguan eksternal sepertisurja petir, layangan, dan pohon, serta gangguan internal sepertihubung singkat dan beban lebih. Oleh karena itu, diperlukan sistemproteksi yang andal dan selektif, salah satunya adalah rele jaraksebagai proteksi utama. Penelitian ini bertujuan menganalisiskoordinasi rele jarak pada jaringan GI Tulungagung–Trenggalek–PLTA Tulungagung. Metode yang digunakan adalah perhitunganteoritis setelan zona berdasarkan SPLN 2005 dan simulasigangguan menggunakan perangkat lunak Digsilent PowerFactory15.1. Hasil perhitungan teoritis zona proteksi menunjukkan nilaiimpedansi setelan mendekati data eksisting PLN dengan selisihsangat kecil, serta memenuhi standar jangkauan zona berdasarkanSPLN. Simulasi gangguan hubung singkat tiga fasa menunjukkanbahwa semua gangguan terdeteksi pada zona 1 dengan waktu trip0,02 detik, menunjukkan kerja rele yang selektif. Sementara padagangguan satu fasa ke tanah, zona 1 tidak mendeteksi gangguan dandibackup oleh zona 2 atau zona 3 dengan waktu trip antara 0,42hingga 1,62 detik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah koordinasirele jarak telah bekerja dengan baik, namun beberapa zona masihperlu penyesuaian untuk gangguan tidak seimbang. Penelitianselanjutnya disarankan menggunakan arah proteksi reverse danmempertimbangkan pengaruh arus infeed serta pemodelan saluranlebih akurat.Kata kunci: Rele Jarak, Koordinasi Proteksi, Gangguan HubungSingkat, SUTT 70 kV, Digsilent PowerFactory
Analisis Gangguan Transformator UAT Berdasarkan Hasil Uji Dissolved Gas Analysis Menggunakan Metode Dournenburg, Rasio CO/CO₂, Roger’s Ratio, dan Duval’s Triangle 5 di PT PLN Nusantara PowerUP Paiton Unit 1 Arifin, Muhammad Rifat Aji Satria; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 6 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kondisi gangguan padaTransformator UAT 2B di PT PLN Nusantara Power UP PaitonUnit 1 dengan memanfaatkan teknik Dissolved Gas Analysis (DGA).Empat metode interpretasi—Dournenburg, rasio CO/CO₂, Roger’sRatio, dan Duval’s Triangle 5—digunakan untuk mengidentifikasijenis dan tingkat keparahan gangguan berdasarkan konsentrasi gasterlarut pada sampel minyak isolasi yang diambil antara Mei 2024hingga Februari 2025. Hasil analisis menunjukkan dominasidegradasi termal (thermal decomposition) dengan indikasi zona T2(150 °C < T < 700 °C), serta munculnya karbonisasi dan potensiarching pada beberapa periode pengambilan sampel . Mitigasi yangdirekomendasikan perbaikan sistem pendinginan, evaluasi beban,dan pemantauan rutin 2 minggu sekali. Rekomendasi spesifikmencakup pemeriksaan sistem pendingin, evaluasi ulang bebanoperasi, penggantian minyak trafo, dan pembersihan endapankarbon. Tindakan preventif seperti inspeksi fisik isolasi kertas,pemeriksaan winding, dan peningkatan frekuensi pemantauanDGA, dan uji furan. Jika kondisi trafo kritis, perlu dilakukanoverhaul penuh. Temuan ini diharapkan menjadi acuan dalamperencanaan pemeliharaan proaktif dan peningkatan umur pakaitransformator di lingkungan pembangkit listrik.Kata Kunci ̶ Dissolved Gas Analysis (DGA), MetodeDournenburg, Rasio CO/CO₂, Roger’s Ratio, Duval’s Triangle 5
PERANCANGAN PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA UNTUK PENGGERAK PROGRESSIVE CAVITY PUMP (PCP) MENGGUNAKAN VARIABLE SPEED DRIVE (VSD) METODE DIRECT TORQUE CONTROL (DTC) Hidayat, Ryan Mevi; Wijono, n/a; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 12 No. 5 (2024)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Progressive Cavity Pump (PCP) telah menjadi pilihan utama dalam mengalirkan berbagai jenis fluida, terutama cairan berat atau kental dan pengoperasian pada fluktuasi tekanan. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam mengalirkan fluida dengan viskositas tinggi dan pengoperasian pada tekanan yang berfluktuasi, serta kemampuannya untuk memberikan aliran yang stabil dan berkelanjutan. Motor penggerak yang umum digunakan dalam aplikasi PCP adalah motor induksi 3 fasa. Motor induksi 3 fasa banyak digunakan untuk menggerakkan rotating equipment di industri karena keandalannya, efisiensinya, konstruksi yang sederhana, harga yang lebih murah, dan mudah dalam perawatannya. Namun, pengoperasian motor induksi 3 fasa untuk aplikasi PCP memiliki kebutuhan akan pengaturan kecepatan serta dapat mempertahankan kecepatan dan torsi motor dalam kondisi yang dinamik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis penggunaan sebuah Variable Speed Drive (VSD) dengan metode Direct Torque Control (DTC) untuk aplikasi PCP menggunakan MATLAB dan Simulink. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya metode DTC dapat mencapai kecepatan yang diinginkan serta mempertahankan kecepatan pada kondisi dinamik pada motor induksi 3 fasa berbeban PCP dengan mengontrol torsi motor dan fluks stator secara langsung. Kata kunci: Motor Induksi 3 Fasa, Variable Speed Drive (VSD), Direct Torque Control (DTC), Progressive Cavity Pump (PCP)
PERENCANAAN PLTS ON-GRID BERDASARKAN PROFIL KONSUMSI ENERGI BERBASIS PVSYST PADA RUMAH KOS SEMBILAN KAMAR DI KOTA MALANG Kurniawan, Ferryo Lenz; Wibawa, Unggul; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 12 No. 6 (2024)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The adoption of solar power plants (SPP) has shown an increasing trend in recent years. However, earlier this year, the exportimport mechanism, which had been an attraction for solar power plants installation, was abolished through the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 2 of 2024. This means that any excess electricity production generated will no longer be counted as a deduction from electricity bills. With this regulatory change, the sizing of the designed solar power plants capacity needs to be adjusted to avoid excess energy production. Previously, the determination of installed solar power plant capacity was based on the available area or the maximum capacity of the installed customer class. However, now, the determination of installed SPP capacity must be based on electricity consumption during the solar radiation period, where in Malang City, solar radiation intensity is recorded from 6:00 AM to 5:00 PM WIB. The research method involves designing a solar power plant based on the site conditions and electricity needs. The research object is a boarding house located in Lowokwaru, Malang, with nine rooms. There are three potential locations for module installation: a flat roof facing northwest, a sloped roof facing southwest, and a sloped roof facing northeast. One location will be selected based on the highest solar radiation exposure with minimal shading to maximize electricity production. Shading simulation will be conducted using PVsyst 7.4 software. Additionally, the electrical installation for each room will be determined based on load profile derived from the load usage characteristic of each room. Based on simulations and calculations, it was determined that 5 Longi Solar LR5-66HPH-500M G2 500 Wp solar modules and 5 TSUN MS400 Microinverters with a DC/AC ratio of 1.25 will provide a performance ratio of 81.97%, supplying an average of 4,162 kWh annually. The initial capital expenditure for this solar power plant installation is IDR 43,738,989, with a return rate of 13.43% and a break even point achieved after 7 years and 11 months. Based on the feasibility study, the installation of this SPP system is deemed viable and profitable. Keywords— On-grid solar power plant, shading, load profile, economics.
Pengaruh Variasi Posisi Modul Terhadap Biaya Energi dan Reduksi Emisi CO2 pada Perancangan PLTS Atap PT Lotte Packaging Ananda, Redzko; Wibawa, Unggul; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has immense solar energy potential, with an average intensity of 4.8 kWh/m², equivalent to 112,000 GWp. However, only 10 MWp, or 0.08%, has been utilized. From an environmental perspective, rooftop solar power plants can significantly reduce CO₂ emissions. The tilt angle of solar modules influences both energy production and the performance ratio (PR). This study focuses on the impact of tilt and azimuth angles on energy output, PR, economic feasibility, and CO₂ emission reduction. Two scenarios are analyzed based on different angle combinations. A rooftop solar power plants system is considered technically feasible if the PR falls within the 75-80% range. Economic feasibility is assessed using methods such as Cost of Energy (COE), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR), and Return on Investment (ROI) over a 30-year project period. Emission reductions are calculated using grid emission factors, assuming a 1% annual degradation rate for the PLTS. Scenario 1 produced 2,479,926 kWh with a PR of 87%, while Scenario 2 generated 2,474,835 kWh with a PR of 86.98%. Both scenarios are economically viable; however, Scenario 1 is more favorable, with a COE of Rp986.35/kWh, an NPV of Rp14,284,057,871, a PI of 1.52, a payback period of 12 years, 3 months, and 11 days, an IRR of 10.89%, and an ROI of 52.01%. Additionally, Scenario 1 achieved greater CO₂ emission reduction, totaling 54,224 tons over 30 years, compared to Scenario 2.Keywords : solar PV, angle variations, economic analysis, CO2 reduction