p-Index From 2021 - 2026
4.937
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa TEUB
Wijono, n/a
Unknown Affiliation

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Aplikasi Litz Wire Untuk Mengurangi Rugi Termal Tembaga pada Belitan Transformator Frekuensi Tinggi pada Forward Converter Saputro, Uddhiharta Deca; Djuriatno, Waru; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan sistem konversi daya yang efisien dan andal semakin mendesak. Maka dari itu dibutuhkan konverter daya seperti konverter DC-DC yang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rugi-rugi yang terjadi pada transformator frekuensi tinggi yang terpasang pada rangkaian konverter DC-DC. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan efisiensi dari tiga transformator frekuensi tinggi yang berbeda bahan belitannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformator berbahan belitan litz wire memiliki efisiensi paling baik diantara ketiga transformator lainnya. Dari pernyataan sebelumnya dapat diambil Kesimpulan bahwa penggunaan bahan belitan litz wire dapat meningkatkan efisiensi dari transformator frekuensi tinggi.Keywords: konverter daya, transformator frekuensi tinggi, litz wire, efisiensi transformator.
Pemodelan dan Pengendalian IPMSM dengan Metode MTPA pada Mobil Listrik Yuwono, Refito Nandiya; Wijono, n/a; Djuriatno, Waru
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi  dunia saat ini, dan salah satu penyebab utamanya adalah meningkatnya  emisi gas rumah kaca. Salah satu langkah strategis untuk menguranginya adalah beralih dari kendaraan bermesin pembakaran dalam ke kendaraan  listrik. Komponen utama sebagai penggerak kendaraan listrik adalah motor listrik dengan jenis yang paling banyak digunakan adalah Interior  Permanent Magnet Synchronous Motor (IPMSM). Penempatan magnet  permanen yang berada di dalam inti rotor membuat IPMSM memiliki  keunggulan berupa torsi reluktansi dan jangkauan kecepatan yang tinggi.  Untuk menghasilkan torsi IPMSM memerlukan kombinasi arus ?? dan ??  yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan observasi untuk menentukan  nilai arus yang optimal dengan metode Maximum Torque Per Ampere (MTPA). Hasil dari simulasi pada Simulnik menunjukkan peningkatan  efisiensi sebesar 2,4% dan menurunkan konsumsi arus sebesar 40 A saat beban penuh.Kata kunci— FOC, IPMSM, Matlab/Simulink, Mobil Listrik, MTPA
Pengujian Tegangan Tembus Dielektrik Minyak Bunga Matahari Beraditif Tocopherol untuk Uji Kekuatan Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi Zaidan, Reimas Fatih; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak mineral masih banyak digunakan sebagai isolasi cair peralatan  tegangan tinggi, namun memiliki keterbatasan lingkungan sehingga  diperlukan alternatif minyak isolasi ramah lingkungan. Penelitian ini  bertujuan menganalisis pengaruh pemanasan dan penambahan aditif  tocopherol terhadap sifat dielektrik minyak bunga matahari sebagai  kandidat minyak isolasi alternatif. Pengujian dilakukan secara eksperimental terhadap kadar air, tegangan tembus AC, permitivitas relatif, dan konduktivitas listrik dengan variasi durasi pemanasan dan persentase tocopherol, di mana pengujian tegangan tembus AC dilakukan  menggunakan metode IEC 60156 pada gelas uji VDE 370 dengan jarak  elektroda 2,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan efektif menurunkan kadar air minyak dari 4000 ppm menjadi 3119 ppm setelah 90 menit, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas isolasi. Penambahan tocopherol menyebabkan penurunan nilai tegangan tembus,  ditunjukkan oleh penurunan dari 77,43 kV menjadi 50,34 kV pada sampel  dengan 11,43% tocopherol. Nilai permitivitas relatif juga menurun akibat perubahan komposisi molekul, sementara konduktivitas listrik menurun  hingga 7,895 × 10⁻⁹ S/m yang menandakan meningkatnya resistivitas dan kualitas isolasi minyak. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak bunga  matahari beraditif tocopherol berpotensi sebagai minyak isolasi cair ramah lingkungan, dengan komposisi aditif yang perlu dioptimalkan untuk  memperoleh kinerja dielektrik terbaik. Kata kunci: Minyak Bunga Matahari, Tocopherol, Tegangan Tembus, Sifat Dielektrik, Minyak Isolasi
Peningkatan Kekuatan Dielektrik Minyak Goreng Bekas Rumah Tangga dengan Penambahan Zat TBHQ dan Bentonit sebagai Alternatif Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi Al Rasyid, Muhamad Nadlif; Nurwati, Tri; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak isolasi berbasis mineral masih mendominasi peralatan tegangan  tinggi, namun sifatnya yang tidak terbarukan serta permasalahan limbah  minyak goreng bekas mendorong pengembangan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kekuatan  dielektrik minyak goreng bekas rumah tangga melalui proses penyaringan, pemanasan pada 100°C selama 90 menit, serta penambahan Tert- Butylhydroquinone (TBHQ) (0,5%, 1,0%, 3,0%) dan bentonit (2,0%, 4,0%,  6,0%). Pengujian tegangan tembus dilakukan menggunakan elektroda  tembereng bola dengan jarak sela 2,5 mm pada tegangan tinggi AC hingga 100 kV mengacu pada SPLN 49 Tahun 1982 dan IEC 60422, sedangkan  pengujian kadar air mengacu pada SNI 7709:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak tanpa perlakuan memiliki tegangan tembus  11,625 kV/2,5 mm, sedangkan kombinasi optimal penyaringan, pemanasan, TBHQ 1,0%, dan bentonit 6,0% menghasilkan tegangan tembus tertinggi  sebesar 88,481 kV/2,5 mm yang termasuk kategori baik menurut IEC 60422. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan fisik dan kimia  secara signifikan meningkatkan kekuatan dielektrik minyak goreng bekas  sehingga berpotensi menjadi alternatif isolasi cair yang lebih ramah  lingkungan dan ekonomis. Kata Kunci: Tegangan Tembus, Minyak Goreng Bekas, TBHQ, Bentonit, Kekuatan Dielektrik, Isolasi Tegangan Tinggi.
ANALISIS POTENSI ENERGI SURYA, ANGIN, DAN GELOMBANG LAUT UNTUK PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRID OFF-GRID DI PANTAI NGANTEP Widyatna, Raden Aryanta Luthfi; Wijono, n/a; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir memiliki potensi energi terbarukan yang besar, khususnya  dari energi surya, angin, dan gelombang laut, namun pemanfaatannya  masih terkendala oleh sifat intermiten sumber energi dan keterbatasan  akses jaringan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan  menganalisis kinerja sistem pembangkit listrik hibrida off-grid yang  mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), turbin angin,  dan turbin hidrokinetik di Pantai Ngantep, Kabupaten Malang.  Perancangan dan evaluasi sistem dilakukan menggunakan perangkat  lunak HOMER Pro dengan mempertimbangkan data potensi energi  terbarukan lokal dan kebutuhan beban listrik wilayah pesisir. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem hibrida mampu memenuhi kebutuhan beban  listrik tahunan sebesar sekitar 2,48 GWh dengan renewable fraction  mencapai 100%, meskipun masih diperlukan optimasi lanjutan terhadap  skala sistem dan pemanfaatan energi berlebih. Total produksi energi  tahunan sebesar 13,80 GWh didominasi oleh PLTS, sedangkan turbin  hidrokinetik dan turbin angin berperan sebagai sumber pendukung. Dari  aspek ekonomi, sistem memiliki net present cost (NPC) sebesar Rp 41,45  miliar, capital expenditure (CAPEX) sebesar Rp 26,46 miliar, dan levelized  cost of energy (LCOE) sekitar Rp 1.292/kWh, yang kompetitif dibandingkan  dengan tarif listrik konvensional di wilayah terpencil. Dari aspek  lingkungan, sistem ini berpotensi menghindari emisi karbon sebesar  ±14.791,9 ton CO₂ per tahun dibandingkan dengan penggunaan  pembangkit diesel, karena tidak memerlukan konsumsi bahan bakar fosil  selama operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembangkit  listrik hibrida yang dirancang layak secara teknis, ekonomis, dan ramah  lingkungan untuk wilayah pesisir, meskipun masih diperlukan optimasi  lanjutan guna meningkatkan kesesuaian skala sistem dan mengurangi  kelebihan produksi energi.  Kata kunci—sistem energi hibrida, kawasan pesisir, energi  terbarukan, fotovoltaik surya, turbin angin, turbin hidrokinetik, HOMER Pro, sistem tenaga listrik lepas jaringan (off-grid) 
Analisis Karakteristik Tegangan Flashover Isolator Piring Keramik Akibat Kontaminasi  Jelaga Kendaraan Bermotor Abdillah, Mochamad Rizky; Wijono, n/a; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator piring keramik pada jaringan distribusi rentan mengalami degradasi performa akibat deposisi polutan jelaga kendaraan bermotor, terutama ketika permukaan menjadi basah dan konduktivitas lapisan kontaminan meningkat. Penelitian ini menganalisis pengaruh tingkat kontaminasi jelaga yang dinyatakan sebagai NonSoluble Deposit Density (NSDD) terhadap tegangan flashover isolator piring keramik tipe U70BL pada kondisi kering dan basah. Proses kontaminasi dilakukan secara artifisial menggunakan jelaga knalpot yang dicampur air akuades, kemudian diaplikasikan merata pada permukaan isolator, sedangkan kondisi basah disimulasikan melalui penyemprotan air hujan. Pengujian flashover dilakukan menggunakan tegangan tinggi AC 50 Hz dengan metode slow rate of rise (laju 1 kV/s) dan setiap kondisi diuji sebanyak 10 kali untuk memperoleh nilai rata-rata. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan massa polutan/NSDD menyebabkan penurunan tegangan flashover secara signifikan pada kedua kondisi, dari 84,84 kV (kering bersih) menjadi 18,19 kV (kering pada kontaminasi tertinggi), serta dari 76,06 kV (basah bersih) menjadi 11,40 kV (basah pada kontaminasi tertinggi). Temuan ini menegaskan bahwa kenaikan NSDD jelaga memperbesar risiko flashover, dan kondisi basah merupakan skenario paling kritis karena menurunkan margin isolasi hingga di bawah tegangan kerja nominal 20 kV. Kata Kunci: isolator piring keramik, jelaga kendaraan bermotor, NSDD, tegangan flashover, slow rate of rise test. 
Analisis Degradasi Kinerja Elektris Isolator Polyethylene Tipe C di Bawah Paparan Polutan Semen Syani, Aditya Rahmatullah; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator polimer tipe polyethylene (PE) banyak digunakan karena memiliki massa yang ringan, sifat mekanis yang baik, dan karakter permukaan yang hidrofobik. Namun, kinerjanya tetap rentan mengalami degradasi akibat paparan polutan industri yang bersifat higroskopis dan konduktif, seperti debu semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis degradasi kinerja elektris isolator PE tipe C akibat kontaminasi polutan semen, yaitu Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Putih, dengan variasi tingkat kontaminasi ringan sebesar 7 gram dan berat sebesar 15 gram. Pengujian eksperimental dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi melalui pengukuran arus bocor, tegangan flashover, sudut kontak, resistansi permukaan, dan rugi daya listrik pada kondisi bersih-kering, bersih-basah, serta kondisi terkontaminasi polutan semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arus bocor meningkat seiring bertambahnya tegangan uji dan tingkat kontaminasi polutan, dengan nilai tertinggi terjadi pada kondisi Semen Gresik berat sebesar 7,93 µA pada tegangan 20 kV. Sebaliknya, tegangan flashover cenderung menurun ketika permukaan isolator berada dalam kondisi basah atau terkontaminasi, dengan nilai terendah pada kondisi bersih-basah sebesar 83,78 kV. Pengujian sudut kontak menunjukkan bahwa isolator PE tipe C pada kondisi bersih masih bersifat hidrofobik dengan nilai sudut kontak sebesar 93,86°. Namun, pada seluruh kondisi terkontaminasi semen, sudut kontak tidak dapat diukur karena tetesan air langsung terserap oleh lapisan polutan yang telah mengering. Selain itu, resistansi permukaan terendah diperoleh pada kondisi Semen Gresik berat sebesar 2,52 GΩ, sedangkan rugi daya listrik tertinggi mencapai 0,1587 W pada tegangan 20 kV. Secara keseluruhan, kontaminasi polutan semen terbukti menurunkan performa elektris isolator polyethylene tipe C melalui peningkatan arus bocor dan rugi daya listrik, penurunan tegangan flashover dan resistansi permukaan, serta tertutupnya sifat hidrofobik permukaan oleh lapisan polutan semen. Kata Kunci: isolator polyethylene, polutan semen, arus bocor, tegangan flashover, degradasi isolator 
Analisis Karakterisasi Sifat Elektrik Siliconerubber dengan Filler Rice Husk Ash untuk Aplikasi Isolator Listrik Wicaksono, Panji Anugra; Wijono, n/a; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transmisi dan distribusi listrikmembutuhkan material isolasi dengan kemampuandielektrik tinggi. Silicone rubber merupakanalternatif isolator yang ringan dan tahan polusi,namun performanya masih dapat ditingkatkanmelalui penambahan filler. Penelitian ini mengkajipengaruh variasi filler Rice Husk Ash (RHA)sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% terhadapkarakteristik elektrik silicone rubber. Pengujianmeliputi arus bocor, resistivitas, konduktivitas,permitivitas relatif, sudut kontak, dan tegangantembus di Laboratorium Tegangan Tinggi. Hasilpengujian menunjukkan bahwa penambahan fillerRice Husk Ash (RHA) pada silicone rubbermenyebabkan perubahan karakteristik elektrik danpermukaan yang mencerminkan perilaku materialpadat komposit. Pada konsentrasi 10%–20%, fillerRHA terdispersi relatif homogen di dalam matrikssilikon, sehingga meningkatkan resistivitas,menurunkan arus bocor, dan memperbaiki sifathidrofobik permukaan. Kondisi ini menunjukkanterbentuknya struktur komposit yang lebih rapatdan stabil secara elektrik, dengan performa terbaikdicapai pada komposisi 20%. Namun, padakonsentrasi yang lebih tinggi (30%–40%),peningkatan kandungan filler menyebabkankecenderungan aglomerasi partikel danberkurangnya homogenitas material, yang memicuterbentuknya jalur konduktif dan mikrovoid.Akibatnya, performa isolasi menurun meskipunsifat hidrofobik permukaan tetap meningkat.Temuan ini menunjukkan bahwa RHA berpotensisebagai filler alternatif yang ekonomis dan ramahlingkungan, dengan batas konsentrasi optimaluntuk aplikasi isolator listrik berbasis komposit.Kata Kunci: silicone rubber, rice husk ash, isolator,karakteristik elektrik, hidrofobilitas
Dampak Variasi Durasi Perendaman Asam Elektroda Stainless Steel pada Tegangan Tembus Dielektrik Udara Herawan, Nadira Rahma Putri; Wijono, n/a; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integritas sistem isolasi tegangan tinggi sangat bergantung pada kondisi  permukaan elektroda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  hubungan kuantitatif antara tingkat korosi permukaan elektroda bola  stainless steel terhadap karakteristik tegangan tembus (breakdown voltage) dielektrik udara. Metode penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan korosi dipercepat melalui perendaman asam (HCl) dengan  variasi durasi 0 hingga 22 jam, yang dilanjutkan dengan pengukuran  kekasaran permukaan (Ra), pengujian tegangan tembus AC, pengukuran  arus bocor, serta validasi menggunakan simulasi Finite Element Method (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi perendaman berbanding lurus dengan peningkatan kekasaran permukaan, di mana nilai Ra meningkat dari 0,110 µm pada 1 jam menjadi 1,023 µm pada 22 jam  akibat pembentukan pitting corrosion. Degradasi fisik ini menyebabkan  penurunan tegangan tembus rata-rata yang signifikan sebesar 22,8%, yaitu dari 49,96 kV (kondisi awal) menjadi 38,56 kV (kondisi 22 jam). Analisis probabilitas kegagalan memperlihatkan penyempitan margin keamanan  operasi (V5%) secara drastis dari kisaran 34 kV menjadi 26 kV. Simulasi  medan listrik mengonfirmasi bahwa penurunan performa isolasi disebabkan oleh fenomena peningkatan medan lokal (field enhancement)  pada titik-titik cacat permukaan yang memicu ionisasi udara lebih dini. Kata Kunci — Tegangan tembus, elektroda bola, korosi, kekasaran permukaan, field enhancement, dielektrik udara.
Analisis Tegangan Tembus pada Dielektrik Gas Campuran Karbondioksida (CO2) + Argon (Ar) dengan Elektroda Bola-Bola pada Tegangan Tinggi DC Hasbih, Dzikra Syalmaulana; Wijono, n/a; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas SF₆ masih mendominasi isolasi peralatan tegangan tinggi, namun gas  SF₆ memiliki Global Warming Potential (GWP) yang sangat tinggi (23.900  kali lebih tinggi dari CO₂). Penelitian ini bertujuan menganalisis arakteristik  tegangan tembus gas alternatif ramah lingkungan, yaitu campuran  Karbondioksida (CO₂) dan Argon (Ar). Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan elektroda bola-bola dalam tabung uji  (pressure chamber) dengan variasi konsentrasi Argon (0%, 10%, 20%, 30%),  tekanan total (2000-2600 mBar), dan jarak sela (1,5 cm dan 2,5 cm) pada  tegangan tinggi DC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan  Argon memberikan pengaruh non-linear; penambahan 10% Argon meningkatkan tegangan tembus, namun konsentrasi yang lebih tinggi  justru menurunkannya kembali. Kenaikan tekanan total terbukti  meningkatkan kekuatan dielektrik secara signifikan. Simulasi distribusi medan listrik menggunakan FEMM 4.2 menunjukkan intensitas medan  listrik tertinggi terjadi pada permukaan elektroda. Campuran gas CO₂-Ar direkomendasikan sebagai kandidat isolasi alternatif dengan mempertimbangkan komposisi campuran yang optimal. Kata Kunci: Kekuatan Dielektrik, Gas Argon, Karbondioksida (CO₂),  Tegangan Tinggi DC, Elektroda Bola-Bola.