Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

RENCANA WAKTU PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK PENINGKATAN STRUKTUR JALAN SEULEUMBAH- ABEUK TINGKEUM KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN BIREUEN Idayani, Idayani; Fariana, Yuza
Jurnal Sains Riset Vol 11, No 3 (2021): Edisi Khusus Dies Natalis Universitas Abulyatama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v11i3.2352

Abstract

Peranan penting alat berat dalam penyelesaian sebuah proyek yaitu menjadikan manajemen pelaksanaan menjadi efektif dan efisien, pemilihan alat berat harus tepat dari segi jenis, ukuran dan jumlahnya. Efisiensi kerja alat berat meliputi faktor – faktor keterampilan operator, faktor kondisi mesin, faktor sifat dan kondisi material, faktor pembatas pemakaian tenaga, dan faktor metode kerja. Kesalahan pemilihan dan kerusakan alat signifikan berpengaruh pada waktu. Penelitian ini di lakukan pada divisi V (Perkerasan berbutir) dan divisi VI (Perkerasan aspal) pada proyek peningkatan struktur jalan Seuleumbah – Abeuk Tingkeum Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Produktivitas alat dihitung dengan menggunakan rumus Metode Estimate Indeks (EI) dan penjadwalan menggunakan metode Barchart dan Metode Network Planning. Penelitian ini dilakukan berdasarkan referensi dan penelitian terdahulu. Dari hasil penelitian, waktu yang diperlukan alat untuk menyelesaikan pekerjaan perkerasan berbutir yaitu 36 hari kerja dan waktu yang diperlukan alat untuk menyelesaikan pekerjaan perkerasan aspal adalah 3 hari kerja.Kata Kunci : alat berat, produktivitas, waktu, faktor
EVALUASI KINERJA JALAN KOL. ALI BASYAH KOTA LHOKSEUMAWE Idayani, Idayani; Lestari, Ayu
Jurnal Sains Riset Vol 11, No 3 (2021): Edisi Khusus Dies Natalis Universitas Abulyatama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v11i3.2353

Abstract

Jalan Kol. Ali Basyah merupakan salah satu jalan penghubung pasar Kota Lhokseumawe. Dengan banyaknya aktivitas dan pertokoan pada Jalan Kol. Ali Basyah memicu meningkatnya pada jumlah kendaraan yang masuk-keluar Jalan Kol. Ali Basyah sehingga mengakibatkan pemarkiran yang semraungan. Kapasitas efektif ruas jalan yang ada lebih kecil dari kapasitas jalan yang direncanakan akibat adanya hambatan samping dan tingkat pertumbuhan kendaraan dan penduduk yang sangat tinggi. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei dilapangan dan menghitung kendaraan secara langsung. Penelitian dilakukan selama tiga hari yaitu Senin (27 Agustus 2021), Selasa (28 Agustus 2021), Rabu (29 Agustus 2021) dengan waktu pengamatan pagi hari (07.00-09.00), siang hari (12.00-14.00), sore hari (16.00-18.00). data arus lalulintas yang diperoleh digunakan untuk menghitung volume lalulintas pada pagi Senin 332 smp/jam, siang 444 smp/jam dan sore 289 smp/jam, kapasitas ruas jalan yaitu 1432, 19 smp/jam, dengan kecepatan yaitu sebesar 6,658 km/jam. Hal ini menunjukan ruas jalan sudah sangat jenuh diperlukan perbaikan kinerja jalan. Tingkat hambatan samping 497,7 SF/jam sangat mempengaruhi ruas jalan, maka dari itu perlu adanya peninjauan kembali pemerintah dan kesadaran dari pengguna jalan untuk tertib.Kata Kunci      : Kapasitas Jalan, Hambatan Samping, Volume lalulintas, Kecepatan, Tingkat                          Pelayanan.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU BATA MERAH SEBAGAI FILLER PADA ASPAL PORUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Idayani, Idayani; Syakir, Mikram
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i3.2354

Abstract

Insfrastruktur jalan penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, butuh perhatian khusus dari segi keamanan dan kenyamanan. Beberapa wilayah Indonesia, ketika musim hujan terutama di Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon sering mengalami banjir dan air nya menggenangi jalan. Hal tersebut mengganggu pengguna jalan dan mobilisasi. Aspal porus merupakan salah satu perkerasan lentur yang memiliki keunggulan yang sangat baik untuk negara yang beriklim tropis seperti negara kita Indonesia. Keunggulan aspal porus direncanakan mempunyai rongga yang besar agar dapat meresap air secara bebas. Pada penelitian ini penulis akan mengkaji penggunaan abu bata merah sebagai filler yang didapatkan di pabrik batu bata di Desa Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Kadar variasi abu batu bata sebagai filler pada campuran aspal porus sebesar 0%, 30% dan 50%. Selanjutnya dilakukan penentuan KAO, dari hasil penelitian KAO yang didapat ialah 4,72. Lalu, pembuatan benda uji pencampuran aspal porus dengan pensubstitusi abu batu merah sebagai filler sebesar 0%, 30% dan 50%. Hasil persentase variasi kadar serbuk abu bata yang maksimum diperoleh pada substitusi 50% dengan nilai stabilitas sebesar 591 kg, nilai kelelehan sebesar 3,27 mm, MQ 181,26 kg/mm dan VIM 18,8%. Hasil penelitian nilai stabilitas dan flow dan parameter Marshall memenuhi spesifikasi AAPA.Kata kunci : Aspal Porus, Karakteristik Marshall, Abu bata merah,, AAPA 2004
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (Studi Kasus: Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jalan Panglima Polem Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen) Kumita, Kumita; Idayani, Idayani; Ismy, Romaynoor; Suhaimi, Suhaimi; Kurnia, R. Dedi Iman
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 14 No. 3: Variasi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v14i3.1515

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting dalam sektor perhubungan darat. Hambatan samping adalah aktivitas di samping jalan yang berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas. Aktivitas pada samping jalan yang berpengaruh terhadap lalu lintas adalah pejalan kaki, kendaraan berjalan lambat, kendaraan keluar/masuk sisi jalan, kendaraan berhenti sembarangan dan parkir dibadan jalan (on street parking). Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen adalah salah satu jalan sekunder di Kab. Bireuen yang mengalami kepadatan arus lalu lintas karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi dengan banyaknya kendaraan yang melaju di jalan tersebut. Permasalahan yang terjadi di Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem adalah tidak cukupnya areal parkir di jalan tersebut, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan bahkan di badan jalan yang menyebabkan tidak maksimalnya kinerja jalan sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jalan dan pengaruh hambatan samping pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada Senin, Rabu dan Sabtu selama 12 jam dimulai dari pukul 07.00 s.d 19.00 Wib. Lokasi penelitian ini adalah ruas Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Metode penelitian ini menggunakan kajian kuantitatif untuk mencari besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan yang mempengaruhi aktivitas Jln. Prof A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Sedangkan, analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak microsoft excel, sedangkan perhitungan arus kendaraan dan sebagainya menggunakan metode PKJI 2014Pada Jln. Prof A. Majid Ibrahim didapatkan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin pukul 11.00 - 12.00 sebesar 554 skr/jam, hambatan samping sebesar 161 dengan kelas hambatan samping rendah (R). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Prof. A. Majid Ibrahim di dapatkan nilai tingkat pelayanan B dengan derajat kejenuhan 0,42. Sedangkan Jln. Panglima Polem didapatkan volume lalu lintas tertinggi pada Senin pukul 17.00 - 18.00 sebesar 774 skr/jam, hambatan samping sebesar 816 dengan kelas hambatan samping tinggi (T). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Panglima Polem dengan nilai derajat kejenuhan 0,64 didapatkan nilai tingkat pelayanan C.Website slot Online terbaik dan terpercaya di tahun 2025 adalah 12DJARUM.COM
STUDI KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC-WC) DENGAN VARIASI RENDAMAN OLI BARU KENDARAAN TRUCK TRAILER Idayani, Idayani; Kumita, Kumita; Ulfata, Zia
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 3 (2025): November 2025, In Progress
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i3.3493

Abstract

Road pavement plays a critical role in ensuring smooth transportation flow and supporting regional economic growth, particularly in areas with high traffic volumes and heavy vehicle loads. This study investigates the effect of immersion duration in new truck-trailer engine oil on the Marshall characteristics of Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) mixtures. An experimental method was conducted in the Asphalt Pavement Laboratory of the Faculty of Engineering, Universitas Almuslim, using Pen 60/70 asphalt, well-graded aggregates, and new heavy-vehicle oil as the immersion medium. The optimum asphalt content (OAC) obtained from preliminary Marshall testing was 5.74% and was applied to all test specimens. The specimens were immersed in new oil for 0, 10, 20, 30, and 40 minutes before undergoing Marshall tests, including stability, flow, Marshall Quotient (MQ), density, Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), and Voids Filled with Asphalt (VFA). The results show that stability values increased with longer immersion durations, with the highest stability recorded at 40 minutes (1300 kg), all of which met the 2014 Bina Marga technical specifications. Flow values for all variations remained within the standard range (2–4 mm), indicating adequate plastic deformation resistance. MQ values exhibited a rising trend as immersion time increased, suggesting greater stiffness and structural resistance. Meanwhile, density values tended to increase, while VIM values decreased, demonstrating reduced air voids due to oil penetration. VMA and VFA parameters generally met the required specifications, confirming that the AC-WC mixture maintained acceptable performance under oil exposure. Overall, the findings indicate that immersion in new engine oil can enhance the mechanical properties of AC-WC mixtures, particularly in terms of stability and stiffness, without violating established specifications. This suggests that AC-WC mixtures retain their structural performance even under oil contamination conditions typically encountered in heavy-vehicle operational areas.
SOSIALISASI KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH LAYAK HUNI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HUNIAN DI WILAYAH TROPIS Zuraihan, Zuraihan; Idayani, Idayani; Muliani, Fitri; Saputra, Syifa; Yanis, Muhammad; Fazila, Noor
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28588

Abstract

Abstrak: Rumah layak huni merupakan hunian yang memenuhi standar kualitas, kenyamanan, aksesibilitas, kesehatan, dan keberlanjutan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman. Namun, minimnya pemahaman masyarakat mengenai kenyamanan termal sering kali menyebabkan pembangunan rumah hanya mengacu pada desain gambar tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan, seperti orientasi bangunan, ventilasi, dan material yang digunakan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan termal rumah layak huni melalui sosialisasi dan penerapan desain prototipe yang menyesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Kegiatan ini melibatkan 15 peserta, terdiri dari perangkat desa, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Pendamping Lokal Desa (PLD). Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, serta observasi langsung terhadap implementasi desain adaptif di rumah percontohan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa rumah contoh dapat dikategorikan layak huni, namun masih terdapat variabel yang memengaruhi kualitas kenyamanan termal, yaitu arah ventilasi dan bukaan, jumlah penghuni, luas rumah, serta jenis material bangunan. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 60%, terutama dalam aspek perencanaan ventilasi silang dan pemilihan material isolasi termal. Selain itu, pengukuran menggunakan 5-in-1 Environment Meter menunjukkan adanya penurunan suhu ruangan rata-rata sebesar 2°C setelah dilakukan perbaikan ventilasi dan penggunaan material yang lebih sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan intervensi desain adaptif dapat meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas hunian di wilayah tropis.Abstract: A habitable house is a dwelling that meets the standards of quality, comfort, accessibility, health, and sustainability, as regulated in Law No. 1 of 2011 on Housing and Settlement Areas. However, limited public understanding of thermal comfort often results in house construction that solely follows design blueprints without considering environmental factors such as building orientation, ventilation, and materials used. This community service activity aims to enhance thermal comfort in habitable houses through socialization and the implementation of a prototype design adapted to local climate conditions. The activity involved 15 participants, including village officials, members of the Family Empowerment and Welfare group (PKK), and Local Village Facilitators (PLD). Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires, interviews, and direct observation of adaptive design implementation in sample houses. The results indicate that while the examined houses can be categorized as habitable, certain factors still influence thermal comfort, including ventilation orientation and openings, number of occupants, house size, and building materials. This socialization program successfully improved participants' knowledge and skills by 60%, particularly in planning cross-ventilation and selecting thermal insulation materials. Additionally, measurements using a 5-in-1 Environment Meter recorded an average indoor temperature reduction of 2°C after ventilation improvements and the use of more suitable materials. These findings demonstrate that education and adaptive design interventions can enhance thermal comfort and overall housing quality in tropical regions.
PENGARUH KOMPETENSI, KOMUNIKASI INTERNAL DAN ETOS KERJA TERHADAP EFEKTIFITAS KERJA PEGAWAI PADA CABANG DINAS PENDIDIKAN ACEH KABUPATEN BIREUEN Idayani, Idayani; Simahatie, Mai
IndOmera Vol 7 No 13 (2026): indOmera, Maret 2026 (On Process)
Publisher : LPPM-UNIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55178/idm.v7i13.594

Abstract

The purpose of this study is to test the effectiveness of employee work by considering the factors of competence, internal communication, and work ethics. This study was conducted on 46 employees of the Bireuen Regency Regional Education Office Branch, using an associative method with a quantitative approach using path analysis data analysis. The results of the study indicate that: (1) competence directly and together with internal communication and work ethics factors have a positive influence on work effectiveness of 56.16%. (2) Internal communication aspects have a direct and indirect influence with competence and work ethics factors on employee work effectiveness of 60.44%. (3) Meanwhile, work ethics have a direct and indirect influence together with competence and internal communication on work effectiveness of 62.2%. (4) Simultaneously, these three factors contribute to changes in employee work effectiveness of 72.1%. (5) There is a causal relationship between competence and internal communication aspects with a fairly strong category of 0.723, also a relationship between internal communication and work ethics with a very strong category of 0.833. Meanwhile, the relationship between work ethics and competency factors is also strong, at 0.802