Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KOMUNITAS OUTSIDER DAN LADY ROSE LOMBOK BERSATU TAYIB, ADE SOPYAN HADI; Dahlan; Sumardi, Lalu
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2022): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v7i1.2112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi nilai-nilai Pancasila dalam komunitas Outsider dan Lady Rose Lombok Bersatu (2) faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam komunitas Outsider dan Lady Rose Lombok Bersatu (3) upaya-upaya yang dilakukan para anggota agar tetap menjaga terimplementasikannya nilai-nilai Pancasila dalam komunitas Outsider dan Lady Rose Lombok Bersatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Adapun temuan dalam penelitian ini yaitu: pertama Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam komunitas Outsider dan Lady Rose Lombok Bersatu adalah: (a) sila ke I diimplementasikan dengan mengucapkan salam, berdoa menurut agama masing-masing, meniadakan kegiatan formal saat hari besar umat beragama, Silaturahmi dan membina kerukunan, (b) sila ke II diimplementasikan dengan membantu saat musibah bencana alam maupun orang yang sakit dan melakukan periksa kesehatan gratis, (c) sila ke III diimplementasikan dengan memeriahkan perayaan HUT RI, memakai produk lokal, mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai, serta memajukan pergaulan antar pemuda yang multikultural, (d) sila ke IV diimplementasikan dengan kebebasan berpendapat dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan, (e) sila ke V diimplementasikan dengan suka bekerja keras dan gotong-royong. Kedua faktor-faktor pendukungnya yaitu kecintaan terhadap komunitas dan rasa kebersamaan. Sedangkan, faktor-faktor penghambatnya kesibukan menempuh pendidikan, sarana dan prasarana serta kesibukan bekerja. Ketiga, upaya-upaya yang dilakukan untuk tetap menjaga terimplementasikannya nilai-nilai Pancasila yaitu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam visi misi komunitas.
Bakti Sosial Komunitas Outsider Lombok Pada Gempa Sulawesi Barat Dalam Kaitannya Dengan Sila Kedua Pancasila Hadi, Ade Sopyan; Saputra, Ahmad Yudi
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2820

Abstract

West Sulawesi Province was hit by an earthquake on January 15 2021. When the earthquake occurred, the Outsider Lombok community carried out social service activities. This activity aims to ease the burden on the affected communities. This social service is carried out by taking action directly onto the street. The results of this research were data that the stages carried out began with discussions regarding activities, fundraising actions and the stage of handing over donated funds. The supporting factor is collaboration with Aksi Cepat Tunjungan so that the distribution of funds is easier. Meanwhile, the inhibiting factor is the busyness of community members who are already working. The conclusion of this research is that this social service really helps the affected communities and can increase the sense of humanity of members of the Outsider Lombok community.
Nuclear Weapons Policy in Indonesia and the World Hadi, Ade Sopyan; Alamsah Sutanto, Zulkifli; Yudi Saputra, Ahmad; M Al-Fadil
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum3719

Abstract

Negara yang menjadi perhatian dunia dalam pengembangan senjata nuklir adalah Iran dan Korea Utara. Ambisi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir telah menimbulkan kekhawatiran dunia, salah satunya adalah Amerika Serikat yang menganggap Iran mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Pada tahun 2017 Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang memicu kecaman internasional karena mengganggu perdamaian negara-negara sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara konkret kebijakan mengenai senjata nuklir di dunia dan di Indonesia. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan Iran dalam memberikan informasi terkait hal nuklir yang mengakibatkan Amerika Serikat menerbitkan Iran menutupi pengembangan bom nuklir. Oleh karena itu, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi melalui berbagai resolusi. Pada era Joe Biden, sanksi ekonomi dijatuhkan untuk menghentikan Iran dari ambisi senjata nuklirnya. Masalah nuklir Korea Utara telah menjadi ancaman dunia, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Korea Utara dengan tujuan menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya. Sukarno menentang adanya perlombaan manusia, khususnya senjata nuklir yang akan menimbulkan malapetaka bagi dunia. Oleh karena itu, pembangunan di Indonesia hanya untuk perdamaian dan kesejahteraan masyarakat.
Perspektif Soekarno dalam Kaitannya dengan Teori Kewarganegaraan Republikan dan Komunitarian Sopyan Hadi, Ade
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v9i1.926

Abstract

Soekarno merupakan tokoh terkenal spektakuler, dalam berpidato Soekarno membawakannya dengan berapi-api seperti pada sidang pertama BPUPKI. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan mengenai perspektif Soekarno dalam kaitannya dengan teori kewarganegaraan republikan dan komunitarian. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Sedangkan, jenis penelitiannya yaitu studi kepustakaan yang memiliki makna sebagai suatu jenis penelitian melalui proses pengumpulan data seperti buku-buku, dokumen, artikel, dan lain sebagainya. Hasil Penelitian ini menunjukkan perspektif Soekarno dalam kaitannya dengan teori kewarganegaraan republikan dapat dilihat ketika Soekarno menyampaikan konsep mengenai negara sedangkan perspektif Soekarno dalam kaitannya  dengan teori kewarganegaraan republikan dapat dilihat ketika Soekarno mengatakan bahwa sosionasionalisme merupakan nasionalisme Indonesia. Adapun kesimpulannya yaitu dalam menyampaikan berbagai pidatonya Soekarno dapat dikatakan sebagai tokoh yang memiliki jiwa seorang  republikan dan komunitarian.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Penguatan Nasionalisme Pada Dinamika Bangsa Melalui Duta Damai Yogyakarta Hadi, Ade Sopyan; Sulastri, Sulastri; Suharno, Suharno
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11775

Abstract

Indonesia merupakan negara yang dihuni beragam suku, agama, bahasa dan sebagainya, keragaman tersebut dinodai aksi terorisme yang menciderai Pancasila dan nasionalisme. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam penguatan nasionalisme pada dinamika bangsa melalui Duta Damai Yogyakarta, faktor pendukung, faktor penghambat, serta upaya-upaya dalam menjaga teraktualisasikannya nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan jenis riset naratif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam penguatan nasionalisme pada dinamika bangsa melalui Duta Damai Yogyakarta dengan membuat pamflet hari besar umat beragama, peduli  pada anak berkebutuhan khusus, mencintai produk lokal, kesetaraan saat musyawarah serta pada pembagian dana aspirasi. Faktor pendukungnya yaitu kecintaan terhadap perdamaian, kebersamaan, serta adanya anggaran. Faktor penghambatnya yaitu  keterbatasan sumber daya manusia dan kesibukan anggota. Upaya-upaya menjaga teraktualisasikannya nilai-nilai Pancasila yaitu dengan melakukan bincang keragaman dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini yaitu ternyata aktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat menguatkan nasionalisme.
Pembentukan Sikap Sosial Peserta Didik dalam Pembelajaran PPKn di MTs Al-Hidayah Sadeng, Kota Semarang Zulkifli Alamsah Sutanto; Agustinus Sugeng Priyanto; Ade Sopyan Hadi; Cici Fitri Bety
Integralistik Vol. 36 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v36i2.10023

Abstract

The research aims to determine: (1) the formation of students' social attitudes in Civics Education (PPKn) learning at MTs Al-Hidayah Sadeng, Semarang City; (2) the role of Civics Education teachers in forming students' social attitudes related to PPKn learning at MTs Al-Hidayah Sadeng, Semarang City; (3) the impact of forming students' social attitudes in PPKn learning at MTs Al-Hidayah Sadeng, Semarang City. The research uses a case study method with a qualitative approach. The research targets include class IX A students, PPKn teachers, the school principal, and the student affairs vice-principal at the school. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Validity testing uses source and technique triangulation. The data analysis techniques used are data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The research results indicate that in the formation of students' social attitudes in PPKn learning. There are indicators, including honesty, discipline, tolerance, and politeness. Furthermore, the role of Civics Education teachers is crucial in forming social attitudes by guiding, fostering, and educating students. This will influence the impact of social attitude formation, including psychological and social impacts. The research suggestions are: (1) students should practice making social attitude indicator tables in their respective classes after implementing social attitude formation; (2) PPKn teachers should be more active in creating assessment sheets related to social attitude formation indicators in PPKn learning; (3) schools should support, facilitate, and establish regulations related to the formation of social attitudes for both students and PPKn teachers in the school environment.
JUSTICE IN GOVERNMENT POLICIES WITHIN THE FRAMEWORK OF PANCASILA Jamal , Ode; Hadi, Ade Sopyan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 2 (2025): Vol. 2 No. 2 Edisi April 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i2.1230

Abstract

The problem of inequality in Indonesia remains a growing issue. With a population of over 270 million, inequality remains an unresolved challenge. This study aims to further explore the concept of Justice in Government Policy within the Pancasila Framework. The research method used in this study is a qualitative approach, while the type of research used is a literature study. The results of this study indicate that the principle of justice within the context of Pancasila has been implemented by various government agencies such as the Ministry of Education and Culture, the Ministry of Religious Affairs, the Ministry of Transportation, Gadjah Mada University, and the BPJS Kesehatan (Social Security Agency for Health). This principle of justice is implemented through attention to disabilities, the principle of mutual cooperation within BPJS Kesehatan, and the existence of affirmative action programs to obtain educational scholarships for people living in the outermost, outermost, and remote areas. The conclusion of this study is that the principle of justice within the context of Pancasila has been implemented.
Ketahanan Ideologi Pancasila dalam Bidang Politik, Pendidikan dan Kemasyarakatan Sopyan Hadi, Ade; Jamal, Ode
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i2.53047

Abstract

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang berisi nilai-nilai kebaikan yang harusnya di jadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun pada Indonesia terdapat berbagi permasalahan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti bidang politik misalnya korupsi base transceiver station (BTS) pada kemenkominfo, Dalam bidang pendidikan kerapkali kebebasan beragama dinodai seperti seorang siswi non-muslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, diminta mengenakan hijab oleh pihak sekolah, pada aspek masyarakat yaitu adanya kasus pengeroyokan bos rental mobil di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Ketahanan Ideologi Pancasila dalam Bidang Politik, Pendidikan, dan Kemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan, adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, artikel jurnal serta berbagai liputan yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan data bahwa peran pemerintah Indonesia seperti badan pembinaan ideologi Pancasila begitu penting dalam pendidikan dan pelatihan Pancasila, peran kementerian hak asasi manusia dalam menjamin keberlangsungan hak bangsa Indonesia, serta kementerian Pendidikan penting dalam pemelihara persatuan pada generasi muda. Selain itu, terdapat peran masyarakat juga menjadi aspek yang penting untuk mempertahankan ideologi Pancasila seperti melalui organisasi masyarakat yang bernama pemuda Pancasila dalam mengorganisasi masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang usia maupun pekerjaan agar tetap ingat dan membela Pancasila. Kesimpulan penelitian ini yaitu dapat diketahui bahwa peran berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat begitu penting dalam penguatan ketahanan ideologi Pancasila.  
UTILIZATION OF TRADITIONAL LEARNING MEDIA BASED ON "SNAKES AND LADDERS" TO IMPROVE PANCASILA VALUES LITERACY OF PUAY VILLAGE STUDENTS Jamal, Ode; Mashita, Maya; Paotonan, Nesliani; Sopyan Hadi, Ade; Rofika Karatlau, Azizah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1329

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertempat di SDN Kampung Puay, Puai, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap nilai-nilai Pancasila agar dapat menghargai dan memperlakukan orang lain secara manusiawi. Latar belakang kegiatan ini adalah minimnya pemahaman dan literasi siswa terhadap Pancasila. Metode partisipatif dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pemberian materi Pancasila dan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa permainan ular tangga tradisional yang dilengkapi dengan soal-soal tentang Pancasila. Melalui observasi dan sesi tanya jawab, evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Mereka tidak hanya lebih memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga tampak aktif dan antusias saat mengikuti permainan ular tangga dengan kombinasi soal-soal Pancasila.
THE INFLUENCE OF POLITICAL AWARENESS ON POLITICAL PARTICIPATION OF FIRST-TIME VOTERS IN THE 2024 GENERAL ELECTIONS (PEMILU). Jamal, Ode; Andhika L. Rahail, Joseph; Sopyan Hadi, Ade; Natalia Tecuari, Desi; Yuliana Tjoe , Ruth
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1425

Abstract

This study aims to analyze the extent to which political awareness influences political participation among first-time voters. The study used a quantitative approach with a correlational method. The sample was 124 first-time voters from a total population of 182 PPKn students from the Faculty of Teacher Training and Education, Cenderawasih University, who were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using validity, reliability, Pearson correlation, and simple linear regression tests using SPSS 26. The results showed that the majority of respondents had a high to very high level of political awareness, as did their level of political participation. Statistical analysis showed a very strong relationship between political awareness and political participation (r = 0.826), with a significant positive effect of 68.2%. Based on the research results, it can be concluded that the higher the political awareness of first-time voters, the higher their participation in elections. Political awareness is a key factor driving the involvement of the younger generation in the democratic process. Therefore, first-time voters are expected to be more active and critical in determining their political choices, while political parties and prospective leaders need to convey clear, transparent, and educational political messages. Furthermore, educational institutions play a strategic role in fostering students' political awareness as part of civic education, thereby shaping a generation that is critical, participatory, and responsible for the future of Indonesian democracy.