Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GLUKOSA DAN MORTALITAS PASIEN CEDERA KEPALA Galvani Volta Simanjuntak; Amila Amila; Janno Sinaga
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i2.308

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala merupakan jenis trauma yang paling sering menyebabkan kematian dan kecacatan sehingga pengenalan indikator prognostik sangat penting untuk meningkatkan hasil.  Namun masih terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai kadar glukosa dan peningkatan risiko mortalitas pada pasien cedera kepala.  Tujuan: studi pendahuluan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kadar gula darah dengan kematian pasien cedera kepala. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case-control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah rekam medis pasien dewasa yang mengalami cedera kepala pada Januari-Desember 2018 di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan.  Sampel penelitian sebanyak 88 rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah chi square test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 68,2% berjenis kelamin laki-laki, 79,5% berusia <45 tahun, mortalitas pasien dengan kadar gula darah >200 mg/dL sebesar 70%, sedangkan mortalitas pasien dengan kadar gula darah ≤200 mg/dL sebesar 33,3%. Ada hubungan kadar gula terhadap mortalitas pasien cedera kepala (p=0,001, OR=1,654). Diskusi: Peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan kerusakan otak yang luas dan berkaitan dengan prognosis buruk.  Simpulan. Kadar gula darah tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kematian pasien cedera kepala. Disarankan untuk melakukan penelitian dengan kelompok pasien yang lebih besar sehingga manfaat potensial dari kontrol glukosa pada cedera kepala dapat diketahui dengan benar.Kata Kunci: Cedera Kepala, Glukosa, MortalitasGlucose and Mortality in Patients with Head InjuryABSTRACTBackground: Head injury is a type of trauma that most frequently causes mortality and disability, so it is essential to introduce prognostic indicators to improve outcomes. However, there are still differences in studies regarding glucose levels and increased risk of mortality in patients with head injury. Objective: This preliminary study aims to identify the correlation between blood sugar levels and mortality in patients with head injury. Methods: This study is a case-control study using a retrospective approach. The population was medical records of adult patients who suffered head injuries in January-December 2018 at the H. Adam Malik Central General Hospital of Medan. The research samples were 88 medical records. Data were analyzed using the chi-square test. Results: The study results indicated that 68.2% were male, 79.5% were aged <45 years, mortality of patients with blood sugar levels of >200 mg/dL was 70%, while mortality of patients with blood sugar levels ≤200 mg/dL was 33.3%. There was a correlation between blood sugar levels and mortality in patients with head injury (p=0.001, OR=1.654). Discussion: Elevated blood sugar levels may cause extensive brain damage and are associated with a poor prognosis. Conclusion: High blood sugar levels are correlated with an increased risk of mortality in patients with head injury. It is recommended to conduct further studies with a larger group of patients to properly identify the potential benefits of glucose control in head injury.Keywords: Head Injury, Glucose, Mortality
Optimalisasi Kesehatan Penyandang Diabetes Melitus Tipe II Saat Pandemi Covid-19 Galvani Volta Simanjuntak; Marthalena Simamora; Janno Sinaga
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.59

Abstract

Penularan covid-19 di Indonesia menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Covid-19 menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (ko-morbid) memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular covid 19. Salah satu penyakit kronis yang dimaksud adalah diabetes. Memiliki risiko tinggi tertular covid-19, membuat penyandang DM fokus pada pencegahan covid 19 dan sering lupa untuk mengontrol kadar gula darah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran penyandang DM untuk tetap melakukan kontrol kadar gula darah ditengan pandemic covid 19 di Kelurahan Dwikora kecamatan Medan Helvetia. Kegiatan yang dilakukan berupa pendidikan kesehatan tentang 4 pilar pengelolaan DM, pencegahan penularan Covid-19 dan pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Partisipan dalam Kegiatan ini sebanyak 27 orang meliputi 11 orang laki-laki dan 16 orang perempuan yang memiliki durasi menyandang DM > 10 tahun sebanyak 8 orang dan ≤ 10 tahun sebanyak 19 orang. Hasil pemeriksaan gula darah didapatkan bahwa sebanyak 19 orang memiliki kadar gula darah kategori normal dan 8 orang memiliki kadar gula darah kategori tinggi. Diharapkan melalui kegiatan ini kesadaran penyandang DM untuk tetap melakukan pemeriksaan kadar gula darah, meminum obat, mengatur pola makan dan olahraga dapat meningkat dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Mengelola Stres di Masa Pandemi Covid-19 Dengan Hipnotis Lima Jari Galvani Volta Simanjuntak; Jek Amidos Pardede; Janno Sinaga; Marthalena Simamora
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.114

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi bencana di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dampak pandemi covid-19 tidak hanya pada aspek kesehatan saja, perekonomian dan sosial juga ikut terdampak oleh covid-19. Masyarakat tidak hanya khawatir tertular covid-19, mereka juga resah masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi. Mereka juga harus beradaptasi dengan kebiasaan sehari-hari yang baru yang jika kesulitan menghadapinya dapat meningkatkan stress. Ketika stres sudah menjadi kronis dan menimbulkan gejala-gejala seperti migrain, penyakit jantung dan stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, depresi, dan gangguan kecemasan akan sangat berpengaruh pada individu yang sudah memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya. Untuk itu, diperlukan suatu metode untuk mengelola stres sehingga stres tidak berlarut-larut. Salah satu cara pengelolaan stres adalah dengan terapi hipnotis lima jari. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan pelatihan terapi hipnotis lima jari pada 10 orang. Setelah dipandu dan dilakukan beberapa kali, peserta mampu melakukan terapi hipnotis lima jari secara mandiri. Setelah melakukan hipnotis 5 jari, peserta merasa rileks dan tenang.