Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Pola Tata Ruang Aldercy Primary School dengan Pendekatan Behavior Anak Afifah, Siti Sakinah Mairah; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah sebagai tempat mencari ilmu harus mampu melaksanakan proses belajarnya dengan baik dan dapat mendorong perkembangan kreativitas siswa dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Berbicara tentang sekolah, Aldercy Primary School adalah Sekolah Dasar dengan luas ±658 m2 dan berlokasi pada Jagalan, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mennganalisa pola tatanan ruang pada Aldercy Primary School berdasarkan pendekatan behavior anak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian yaitu metode deskriptif-kualitaitf, dimana hasil yang ditampilkan nanti berupa narasi. Metode ini didukung dengan, studi kepustakaan, pendekatan analisis spasial, dan dokumentasi. Dari metode, didapatkan hasil yaitu ruangan yang sering digunakan oleh anak-anak Sekolah Dasar meliputi: Ruang kelas, Perpustakaan, dan Toilet. Untuk perilaku, anak pada jenjang Sekolah Dasar memiliki keragaman perilaku diantaranya: kreativitas;keinginan untuk belajar;rasa ingin tahu yang tinggi;aktif;daya konsentrasi yang pendek. Dari hasil, didapatkan kesimpulan, Berdasarkan pendekatan behavior anak, dapat disimpulkan bahwa hasil analisis pada ruangan sebagai berikut: Tata letak meja dan bangku belajar di ruang kelas perlu diperhatikan ulang, karena terlalu berdekatan dan dapat membatasi pergerakan siswa yang aktif;Sirkulasi dan pola tata ruang perpustakaan tergolong baik namun, diperlukan penyesuaian pada penempatan kursi dan meja baca agar memberikan kenyamanan; Harmonisasi ukuran toilet putra dan putri perlu dipertimbangkan untuk memberikan kesan kesetaraan.
Adaptive Streetscape Architecture of Local Business Neighborhood in Jalan Jendral Urip Sumoharjo Herlian, Erwin; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4794

Abstract

Jalan Jendral Urip Sumoharjo in Surakarta is an example of a street in a big city in Indonesia that has adapted in terms of its streetscape architecture. This adaptation is influenced by many factors and possibilities that need to be explored in the future. One of the dominant determining factors is the discovery of facts about local business development in carrying out trading activities on this road section. This research explores forms of streetscape architectural adaptation in the context of the local business environment, with a focus on Jalan Jendral Urip Sumoharjo. The study explored the unique characteristics of the streetscape, emphasizing its role in responding to a dynamic local business community. The adaptive nature of streetscape architecture is observed by considering factors such as design, functionality, and its integration with local businesses. Jalan Jendral Urip Sumoharjo serves as a specific case study, showcasing the intersection between adaptive urban design and the vitality of the local business environment. Adaptation to the streetscape in terms of architecture is influenced by user needs, in this case the majority of traders who need flexibility.
Peta Persebaran dan Karakter Arsitektural Pabrik Gula Peninggalan Belanda di Pulau Jawa: Kajian Sejarah dan Dokumentasi Fauzi Mizan Prabowo Aji; Febela Priyatmono, Alpha; Haja Bava Mohidin , Hazrina
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i1.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran pabrik gula peninggalan Belanda di Pulau Jawa dan menganalisis kelompok persebarannya berdasarkan karakter arsitekturalnya. Fokus utama penelitian adalah mendokumentasikan karakter asli pabrik-pabrik gula tersebut, baik yang masih beroperasi, telah beralih fungsi, maupun yang sudah hilang sepenuhnya. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis dokumentasi historis, dan survei lapangan di lokasi pabrik gula yang masih dapat diidentifikasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa pabrik gula Belanda tersebar luas di Pulau Jawa, dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kelompok persebaran ini dianalisis berdasarkan ciri arsitektur, pola tata letak, serta kaitannya dengan dinamika sosial dan ekonomi pada masa kolonial. Sebagian besar pabrik kini telah ditutup atau mengalami perubahan fungsi, namun banyak di antaranya masih menyisakan jejak arsitektural yang signifikan sebagai saksi perkembangan industri gula di Indonesia. Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang peta persebaran pabrik gula peninggalan Belanda tetapi juga memberikan wawasan mengenai karakter arsitektural yang terkandung di dalamnya yang penting untuk kajian sejarah dan upaya konservasi di masa depan.
PENINGKATAN KUALITAS RUANG BELAJAR DI SEKOLAH DASAR 1 PRAMBANAN MELALUI PEMILIHAN WARNA CAT TEMBOK Aji, Fauzi Mizan Prabowo; Samudra, Qinthar Tangkas
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 6, No 1 Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v6i1.8762

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ruang belajar di Sekolah Dasar (SD) di wilayah Prambanan melalui pemilihan warna cat tembok yang tepat. Ruang belajar yang nyaman dan menarik dapat berpengaruh besar terhadap proses belajar mengajar, terutama dalam meningkatkan konsentrasi dan motivasi siswa. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan pihak sekolah dan masyarakat setempat untuk memilih warna cat yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Aktivitas yang dilakukan meliputi penyuluhan mengenai psikologi warna, konsultasi desain interior, serta penerapan warna cat pada ruang kelas. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kenyamanan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar, dengan warna cat yang dipilih memberikan dampak positif terhadap suasana ruang kelas. Program ini juga memperkuat kerjasama antara pihak sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Sebagai rekomendasi, pemilihan warna cat tembok di ruang belajar harus terus dipertimbangkan dengan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung kualitas pendidikan yang lebih optimal di masa depan.
Sejarah Akulturasi Budaya Islam, Jawa, Cina, dan Hindu-Buddha pada Arsitektur Masjid Mantingan, Jepara, Jawa Tengah Utami, Karina Putri; Kinanthi, Syafira Ayu; E. S., Queena Damayanti; Rahmawati, Fatika; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v21i1.2581

Abstract

Keberadaan situs sejarah di berbagai tempat masih belum dikembangkan bahkan diketahui oleh publik. Khususnya dari segi arsitektur bangunan dan akulturasi budaya yang mendasari sebenarnya mampu menjadi situs sejarah sekaligus sumber belajar sejarah. Jawa adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam bangunan kuno seperti Masjid dan makam. Salah satu peninggalan masjid kuno adalah Masjid Mantingan yang terletak di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 5 kilometer (km) arah selatan dari pusat Kota Jepara. Masjid Mantingan dipilih sebagai objek yang memiliki bentuk pendekatan bangunan arsitektur Islam yang memiliki nilai sejarah. Alur sejarah yang terbentuk berdasarkan kondisi masa lampau dimana terjadi pembauran agama Islam ke lingkungan masyarakat setempat yang lebih dulu sudah mengenal kebudayaan Hindu-Buddha, Jawa, dan TiongHoa yang berasal dari masyarakat asli itu sendiri maupun yang dibawa oleh para pedagang, secara tidak langsung menciptakan sebuah akulturasi sebagai bentuk perdamaian yang kemudian menjadi latar belakang karakter pembangunan Masjid Mantingan. Secara keseluruhan, kompleks masjid yang seluas sekitar tujuh hektar (ha) itu terdiri atas masjid, permakaman, dan museum. Penelitian ini dilakukan berkaitan dengan pemahaman materi tentang Sejarah Arsitektur Islam. Melalui metode penelitian kualitatif berupa riset dan analisa pada bangunan Masjid Mantingan ditujukan dapat mengidentifikasi karakter arsitektur dari Masjid Mantingan terhadap hubungannya dengan karakter masjid Jawa pada umumnya, serta menunjukkan sisi lain daripada bangunan masjid yang mengimplementasikan bentuk akulturasi budaya. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan bahwa Masjid Mantingan memiliki nilai sejarah dari aspek akulturasi yang dihubungkannya dengan kebudayaan di lingkungan masyarakat sebagai bentuk kepercayaan dan pesan kedamaian penyebaran Islam itu sendiri tanpa menghilangkan budaya asli yang telah bermukim sebelum Islam itu menyebar di Nusantara.
Masjid Agung Jamik Sumenep: Sejarah, Peran dan Pelestariannya sebagai Warisan Budaya Fahrezi, Rizqi Rozan; Pangestu, Putra Catur; Mubarrok, Muh. Annas Zidan; Mukholadun, Gilang Wildan; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v21i1.2878

Abstract

Sumenep, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terletak di ujung timur Pulau Madura. Kabupaten ini juga menjadi pusat perhatian dalam konteks kebudayaan Nusantara, karena kaya akan situs-situs bersejarah yang hingga kini menjadi daya tarik sejarah dan pariwisata. Contohnya Bangunan bersejarah seperti masjid Agung Jamik Sumenep. Masjid Agung Jamik Sumenep adalah sebuah bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sumenep, Pulau Madura, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan sejarah pembangunan masjid ini, perannya dalam masyarakat, serta pelestarian arsitekturnya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dan observasi lapangan untuk menggali sebuah informasi tentang masjid ini. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa Masjid Agung Jamik Sumenep didirikan pada tahun 1779 M oleh Panembahan Somala, seorang penguasa Sumenep pada masa itu. Peran masjid dalam masyarakat Sumenep sangat luas, melibatkan fungsi keagamaan, sosial, budaya, politik, dan bahkan dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Dalam menjaga keutuhan dan keaslian bangunan, Masjid Agung Jamik Sumenep telah mengalami beberapa kali pemugaran dan renovasi. Pemeliharaan yang terencana melibatkan perbaikan struktur, penggantian bahan yang rusak, dan pemeliharaan dekorasi arsitektur. Pada kesimpulannya, Masjid Agung Jamik Sumenep memiliki nilai historis, budaya, dan religius yang tinggi. Upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat sangat penting untuk menjaga keutuhan dan keaslian bangunan, serta memperkuat peran masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Kemudian diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam pemeliharaan dan pelestarian masjid ini agar budaya dan sejarah yang terdapat didalamya tetap terjaga kelestariannya.
Identifikasi Akulturasi Warisan Budaya Arsitektur Melayu sebagai Penanda Kawasan di Pulau Penyengat Nurfatihah, Andini Ummi; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Penyengat merupakan kawasan bersejarah yang memiliki cagar budaya berupa bangunan yang masih ada keberadaannya dengan ciri khas budaya melayu. Mulai dari bangunan masjid, Gedung Tengku Bilik, Komplek rIstana kantor, benteng pertahanan, dan lain-lain. Pulau Penyengat memiliki ± 45 objek cagar budaya, diantaranya warisan dari masa kolonial Belandaserta peninggalan berupa makam para pejabat yang mana dahulumerupakan pusat pertahanan pemerintahan pada masa Kerajaan Riau-Lingga dan Riau-Johor. Akulturasi yang merupakan percampuran dan perpaduan budaya di Pulau Penyengat dapat berkaitan dengan wujud budaya yang monumental. Salah satu bentuknya terdapat pada bidang seni bangunan, seperti penampilan arsitektur bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Pulau Penyengat yang memperlihatkan adanya wujud akulturasi arsitektur budaya lokal, Timur-Tengah, India, maupun Eropa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, identifikasi cagar budaya, dan wawancara dengan para narasumber di sekitar Pulau Penyengat, serta pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan bangunan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan dapat memperlihatkan bahwa arsitektur yang ada di kawasan Pulau Penyengat merupakan akulturasi peninggalan warisan budaya yang sepenuhnya tidak hanya dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu saja, tetapi juga dipengaruhi oleh kebudayaan luar yaitu India, Eropa, dan Timur Tengah.
Pengaruh Sirkulasi dan Tata Ruang terhadap Minat Pengunjung Studi Kasus: Transmart Carrefour Pabelan Tan, Almadisa Padmacinesia; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk di Kartasura, mengakibatkan meningkatnya permintaan pemenuhan kebutuhan dan gaya hidup. Mall atau pusat perbelanjaan modern telah menjadi salah satu bagian dari kebutuhan penduduk kota. Masyarakat memilih berbelanja di mall karena mendapatkan rasa aman dan nyaman ketika berbelanja. Hal tersebut muncul akibat penataan ruang dalam fasilitas perbelanjaan modern yang dirancang dengan teratur, sehingga membentuk pola sirkulasi yang baik untuk pengunjung. Pemikiran tersebut menjadikan penulis tertarik untuk memahami seberapa besar pengaruh pola sirkulasi terhadap tingkat keramaian pengunjung di suatu pusat perbelanjaan. Obyek penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah Transmart Carrefour Pabelan. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh hubungan antara banyaknya pengunjung dengan pola alur sirkulasi dan mendapatkan wawasan mengenai pola sirkulasi yang efisien dan baik dalam suatu pusat perbelanjaan modern. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan studi literatur serta melakukan evaluasi terhadap data yang ada dengan menggunakan teori terkait sirkulasi mall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sirkulasi terbentuk karena penataan ruang mall, yang terdiri dari pola sirkulasi dengan bentuk kombinasi linier dan spiral. Pola sirkulasi yang terbentuk di dalam Transmart Pabelan juga dapat menyebabkan disorientasi pengunjung.
Strategi Penerapan Standar Sanitasi dan Kesehatan Pasar Tradisional Rakyat Lebong Sebagai Pasar Tanggap Pencegahan Penularan Penyakit Margareta, Siska; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar adalah suatu tempat bertemu penjual dengan pembeli, dimana penjual dapat mendistribusikan produk dagangan dengan membayar retribusi. Pasar merupakan tempat berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, sehingga bisa dengan mudahnya menularkan berbagai macam penyakit terhadap sesama pengguna pasar. Salah satu upaya untuk mengawasi pengendalian penularan penyakit dan dampak yang ditimbulkan oleh pasar adalah sanitasi. Pasar yang sehat adalah pasar yang menyediakan produk yang bersih, aman dan bergizi untuk dikonsumsi masyarakat dan lingkungan pasar yang telah menerapkan fasilitas sesuai dengan aturan pasar yang sehat. Pasar Tradisional Rakyat Lebong merupakan salah satu pasar primer yang digunakan oleh masyarakat Lebong. Dalam menyikapi hal tersebut seharusnya sanitasi dan konstruksi pasar telah memenuhi persyaratan pasar ideal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji Pasar Tradisional Rakyat Lebong apakah sudah memenuhi syarat terkait dengan pasar yang ideal sesuai dengan peraturan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif yang mana data yang didapat dari observasi data baik ke dinas pengelola dan lapangan yang dibutuhkan untuk mendapat kesimpulan keadaan pasar. Dari kesimpulan tersebut maka data lapangan akan dikomparasi dengan standar pasar ideal untuk mendapatkan hasil berupa berapa persentase penerapan standar pasar yang sehat sesuai dengan peraturan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020.
Identifikasi Taman Bugar sebagai Langkah Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pacitan Pratama, Wiwit Sela; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau merupakan tempat atau sarana di mana terjadi banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat di dalamnya, kegiatan tersebut bisa dalam bentuk kegiatan sehari-hari maupun kegitan yang lain baik inidividu maupun kelompok. Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau sangat beragam, salah satunya adalah pemanfaatan sebagai taman-taman kota. Perencanaan taman kota dibuat untuk mendukung kegiatan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari mereka. Kota Pacitan sejak tahun 2016 banyak membangun taman-taman kota sebagai upaya penataan tata ruang kota. Salah satunya adalah pembangunan Taman Bugar, taman ini memiliki fungsi utama sebagai sarana masyarakat untuk melakukan kegiatan olahraga, di area taman ini terdapat alat olahraga gym yang difokuskan untuk menunjang kegiatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup yang sehat. Lokasi Taman Bugar ini berada di tengah kota, namun Taman Bugar ini masih kurang dimaksimalkan fungsi utamanya oleh para pengguna sebagai Ruang Terbuka Hijau sebagai tempat berolahraga. Penelitian pada Taman Bugar ini difokuskan menggunakan metode kualitafif, kemudian data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dengan tujuan mengetahui kualitas fisik serta kondisi dari sarana dan prasarana Taman Bugar yang digunakan untuk mengetahui kondisi taman kota yang ideal. Dari hasil penelitian ini ketersediaan fasilitas Taman Bugar sudah cukup lengkap namun perlu penambahan fasilitas penunjang sehingga semakin menarik perhatian masyarakat, karena tersedianya fasilitas taman kota secara lengkap mempengaruhi kenyamanan pengguna ketika melakukan aktivitas di dalamnya. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Taman Bugar bisa menjadi ruang atau tempat terbuka yang nyaman bagi para pengguna taman kota sehingga dioptimalkan sebagai sarana ruang publik yang yang ideal dan bagi masyarakat Kota Pacitan.