Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

LITERATUR REVIEW: PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI BAGI IBU DENGAN HIPERTENSI Marni, Marni; Kristiningtyas, Wahyunti; Prakoso, Adi Buyu; Maharani, Frida
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3917

Abstract

Pilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada kontrasepsi hormonal seperti suntik, pil dan implan. Alat kontrasepsi hormonal selain tidak ekonomis juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan dalam jangka waktu panjang. Salah satu gangguan kesehatan pada pengguna kontrasepsi hormonal adalah hipertensi dan stroke. Akseptor keluarga berencana yang menggunakan kontrasepsi hormonal dalam kurun waktu lama sering mengeluhkan masalah kesehatan. Dalam pemilihan metode kontrasepsi, wanita perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari status kesehatan dan efek samping yang akan timbul setelah lama penggunaan. Kekhawatiran utama pemakaian metode kontrasepsi hormonal adalah peningkatan risiko penyakit sistem kardiovaskuler, terutama keluhan kesehatan terhadap tekanan darah yang meninggi atau hipertensi. Tujuan penelitian untuk melakukan review pada beberapa literature mengenai pemilihan alat kontrasepsi pada ibu hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metadata analisis dengan menggunakan tinjauan literatur (literature review) yang menggali mengenai manfaat pemilihan alat kontrasepsi pada ibu hipertensi. Tujuan penelitian untuk melakukan review pada beberapa literature mengenai pemilihan alat kontrasepsi pada ibu hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metadata analisis dengan menggunakan tinjauan literatur (literature review) yang menggali mengenai manfaat pemilihan alat kontrasepsi pada ibu hipertensi
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND SELF-CARE IN ELDERLY PATIENTS WITH HYPERTENSION Widiasti, Oktawiani Catur; Prakoso, Adi Buyu; Firdaus, Insanul
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ppys5k68

Abstract

Hypertension is one of the degenerative diseases commonly experienced by the elderly and is known as the "silent killer." Knowledge of hypertension among the elderly plays an important role in disease control through effective self-care. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and self-care among elderly patients with hypertension in the Working Area of Colomadu II Health Center, Karanganyar Regency. The research method used a quantitative cross-sectional approach with 58 elderly respondents suffering from hypertension who actively participated in the Prolanis program at the Colomadu II community health center. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis employed the Spearman rank test. The results showed that the level of knowledge of the respondents was in the good category (51.7%) and self-care of the respondents was in the good category (79.3%). The results of the Spearman rank test indicated a relationship between the level of knowledge and self-care with a p-value of 0.001 (p-value < 0.005). Good knowledge contributes to optimal self-care behavior.
Factors Related to the Compliance of Elderly Diabetes Mellitus Patients with Blood Glucose Control Prakoso, Adi Buyu; Irawan, Ady; Hapsari, Azizah Sonia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5086

Abstract

Diabetes Mellitus is often found in the elderly. This condition causes the elderly to be in a risk group with biological risk characteristics or risks related to age, social and environmental risks and behavioral or lifestyle risks. The high number of Diabetes Mellitus sufferers that continues to increase, of course, results in many complications that occur in Diabetes Mellitus sufferers. Patients who are unable to control their blood sugar levels well are at high risk of complications and must be aware of hyperglycemia. This study aims to determine factors related to blood glucose control in the elderly. Compliance with blood glucose control in the elderly can reduce the risk of complications and early detection of health workers in handling diabetes mellitus sufferers in the elderly. The type of design in this study is quantitative with an analytical observational method. The population in this study was the elderly in the Baki Health Center work area with a total of 78 elderly respondents with a total sampling. This study uses a cross-sectional design. The population in this study was conducted on the elderly in the Baki health center work area with a sampling method, namely accidental sampling. The results of the bivariate analysis using the chi square statistical test of the related factors are the level of knowledge (P = 0.018), family support (P = 0.001), motivation (P = 0.012) and family income (P = 0.025). The results of multivariate analysis using logistic regression analysis showed that the most related factor was family support with an OR value of 0.28. The conclusion in this study is that the most related factor to blood glucose control compliance in the elderly is family support.
Pengaruh Kombinasi Relaksasi Otot Progresif dan Rendam Kaki terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Kasanah, Nia Nur; Prakoso, Adi Buyu; Sani, Fakhrudin Nasrul
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3751

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg), dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital jika tidak diidentifikasi dan diobati dengan tepat. Upaya penanganan hipertensi dapat dilakukan secara nonfarmakologi yaitu dengan kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat campur garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat campur garam terhadap penurunan tekanan darah. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pretest-postest with control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 44 terbagi menjadi 2 kelompok yaitu sebanyak 22 kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol. Analisa data menggunanakan uji Wilcoxon dan uji mann whitney test. Berdasarkan hasil uji statistic wilcoxon pada kelompok intervensi p=0,000 pada variabel tekanan darah sistolik dan variabel tekanan darah diastole p=0,000. Hasil statistik pada kelompok kontrol p=0,014 pada variabel tekanan darah sistolik dan variabel tekanan darah diastolik 0,004. Terdapat perubahan tekanan darah lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji mann whitney test di peroleh perbedaan pada nilai selisih tekanan darah antara pre-test dan post-test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai sistolik p=0,000 dan diastolik p =0,000. Kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat campur garam efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Kontrol Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rahmawati, Susi; Sani, Fakhrudin Nasrul; Prakoso, Adi Buyu
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3799

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di dunia, terjadi ketika produksi insulin pada pankreas tidak mencukupi atau pada saat insulin tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh. Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang menjadi perhatian penting karena merupakan bagian dari empat prioritas penyakit tidak menular yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia pada era saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional dengan pendekatan cros- sectional. Teknik pengambilan sempel dengan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan uji chi square dengan nilai sig 0,000 (P value < 0,05), hasil tersebut menunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol gula darah. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Pengetahuan dan Kebutuhan Informasi dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Ayuningtyas, Devina; Prakoso, Adi Buyu; Utomo, Endrat Kartiko
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3835

Abstract

Pelayanan Intensive Care Unit atau ICU merupakan bagian dari pelayanan rumah sakit yang ditujukan untuk observasi, pengobatan, perawatan, dan pemantauan pasien dengan cidera atau penyakit mengancam jiwa secara hemodinamik yang terus-menerus. Perawatan di ruang ICU berfokus pada kondisi pasien serta peralatan yang digunakan. Kondisi pasien tersebut dapat menyebabkan kecemasan pada keluarga. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Kebutuhan Informasi Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien yang dirawat di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik accidental sampling digunakan untuk mendapatkan 100 responden keluarga pasien di ruang ICU. Penelitian dilakukan dari bulan Maret - April 2024 menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian nilai didapatkan tingkat pengetahuan paling banyak yaitu kurang (60%), kebutuhan informasi keluarga terbanyak yaitu kurang (56%), sedangkan tingkat kecemasan terbanyak yaitu kecemasan berat (40%). Hasil korelasi menggunakan Spearman Rank didapatkan p-value=0,001 dan koefisien korelasi spearman (r)=0,325, yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU dan didapatkan nilai p-value=0,05 dan koefisien korelasi spearman (r)=0,276, yang berarti tidak ada hubungan antara kebutuhan informasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU RSUD Pandan Arang Boyolali. Dalam penelitian ini pengetahuan seseorang tentang perawatan intensif dapat memberikan rasa tenang sehingga keluarga merasa tidak cemas.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Pasien yang Menjalani Hemodialisa Dewi, Febrianti Shinta; Firdaus, Insanul; Prakoso, Adi Buyu
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3844

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah besar di dunia. Kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sangat penting, akan tetapi diet yang berkepanjangan menimbulkan rasa jenuh yang berpengaruh pada ketidakpatuhan diet. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data yang diperoleh di uji menggunakan spearman rank. Hasil karakteriktik responden jenis kelamin paling banyak laki-laki sejumlah 33 responden (52,4%), pendidikan paling banyak SMA sejumlah 24 responden (38,1%), pekerjaan paling banyak wiraswasta sejumlah 27 responden (42,9%), lama hemodialisa paling banyak 1-5 tahun sejumlah 52 responden (82,5%). Hasil analisis tingkat pengetahuan paling banyak adalah baik sejumlah 46 responden (73%), dukungan keluarga paling banyak adalah baik sejumlah 57 responden (90,5%) dan kepatuhan diet paling banyak adalah baik sejumlah 53 responden (84,1%). Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Pandan Arang Boyolali p-value 0.076 (p >0.05). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Pandan Arang Boyolali p-value 0.000 (p<0.05).
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Safitri, Ayu Emillia; Prakoso, Adi Buyu; Ulkhasanah, Muza Ermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30985

Abstract

Balita adalah individu atau kelompok orang yang termasuk dalam kelompok umur tertentu. Anak usia dini dibedakan menjadi bayi (0-1 tahun), balita (1-3 tahun), dan anak prasekolah >3-5 tahun ke atas. Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh bermacam-macam faktor dan saling berinteraksi satu sama lain. Macam-macam penyebab stunting adalah pendidikan ibu yang rendah dan pengetahuan ibu yang kurang pemahaman megenai pemenuhan asupan nutrisi pada balita, tidak memberikan air susu ibu (ASI) ekslusif, Pemberian Makan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tidak sesuai umur, Riwayat Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), Riwayat Penyakit Infeksi Seperti ISPA, dan diare berulang-ulang, sanitasi lingkungan yang buruk, dan status ekonomi keluarga yang rendah dalam memenuhan nutrisi pada anak. Kejadian stunting pada balita akan mempengaruhi sistem tubuh yang rendah sehingga rentan terkena serang infeksi kuman dan penyakit lainnya jika tidak bersih dan terawat dalam menjaga kesehatan. Hal tersebut erat kaitannya dengan penerapan PHBS yang dimana memiliki keterkaitan dengan perilaku ibu yang berperan dalam pola pengasuhan balita. Kontribusi ibu sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hidup balita di masa yang akan datang sehingga begitu penting perilaku ibu dalam mengetahui dan memahami cara untuk menerapkan PHBS dengan baik. Perilaku ibu yang baik tentang penerapan PHBS memiliki peluang yang baik bagi kualitas kesehatan sehingga dapat mencegah terjadinya kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan cross-sectiona. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Teknik sampling. Penelitian ini sebanyak 92 responden.Hasil penelitian diperoleh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang kurang pada balita sebanyak 52 (56,5%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value = 0,00 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku hidup bersih dan sehat ibu dengan kejadian stunting pada balita.
PENGARUH TERAPI MUSIK DENGAN BRAINWAVE TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA Prakoso, Adi Buyu; Agustin, Wahyu Rima; Kanita, Maria Wisnu
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 1 No. 1, Agustus 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sleep is a basic human need. Every one may experience sleep disorder. Insomnia is a condition in which one encounters difficulty in sleeping especially at night. A variety of managements to deal with insomnia are very required b students considering its impacts on their productivity. Brainwave is a music created by adjusting its frequency in such a way that the brain is affected when listening to it periodically. The objective of this research is to investigate the effect brainwave music therapy on insomnia reduction of final-year students. This research used the quasi experimental research method with one-group pretest-posttest design. Consecutive sampling was used to determine its samples. They consisted of 18 respondents. The data of the research were analyzed by using the Wilcoxon’s Test. The result of Wilcoxon’s Test shows that the p-value was 0.000 which was less than 0.05, meaning that the brainwave music therapy could reduce insomnia of the final-year students of Kusuma Husada College of Health Sciences of Surakarta. Thus, the brainwave music therapy had an effect on insomnia following the therapy. The result of this research is expected to be used as a non-pharmacological intervention to deal with insomnia.
PENGARUH SUPPORT EDUCATIVE TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI Puspita, Tiara Ika; Ulkhasanah, Muzaroah Ernawati; Prakoso, Adi Buyu
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2024): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v4i1.3851

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di seluruh dunia karena merupakan faktor risiko utama yang mengarah pada penyakit kardiovaskuler dan menjadi dua penyebab kematian utama di dunia. Prevalensi hipertensi di Jawa Tengah sebesar 37,57% pada tahun 2018 tercatat sebanyak 9.099.765 dari hasil pengukuran tekanan darah, sebanyak 1.377.356 orang dinyatakan menderita hipertensi. Berdasarkan jenis kelamin, presentasi hipertensi pada perempuan sebanyak 15.845 dan lebih tinggi dibanding pada laki-laki yaitu 14.155. Hipertensi dapat dikontrol melalui beberapa cara salah satunya dengan support educative. Support educative diperlukan agar penderita hipertensi termotivasi untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik melalui keyakinannya pada manajemen perawatan diri. Melalui perilaku manajemen perawatan diri secara efektif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian untuk meningkatkan kualitas hidup pada penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh support educative terhadap perilaku manajemen perawatan diri pada penderita hipertensi. Kemampuan manajemen perawataan diri bertujuan dalam melakukan pencegahan, mengurangi resiko akibat dari penyakit yang dideritanya. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain true eksperiment. Jumlah responden yaitu 59 orang yang di pilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner Hypertension Self Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Hasil analisis data pre test responden dengan kategori kurang paling banyak 32 (64.2 %) dan Hasil analisis data post test responden paling banyak dengan kategori baik paling banyak 54 (91.5%). Hasil uji Wilcoxon nilai p-value 0.000. Diketahui dari nilai rata-rata post test lebih tinggi dari nilai pre test dengan hasil 54 (91.5%). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh support educative terhadap perilaku manajemen perawatan diri pada penderita hipertensi di Desa Jati.