Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Taman Pendidikan Al-Quran Hidayaturrasyidin Dalam Pembentukan Karakter Anak di Dusun Montong Buwuh Putra, Bayu Mahesa; Sa'di, Kholisus
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 9 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v9i2.8788

Abstract

Abstract: The problem raised in this study is how the Role of the Hidayaturrasyidin Al-Qur'an Educational Park in the Formation of Children's Character in Montong Buwuh Hamlet. This study aims to determine the role of the Hidayaturrasyidin Al-Qur'an Educational Park in the Formation of Children's Character in Montong Buwuh Hamlet. This study uses data analysis methods using descriptive statistical analysis of percentages using survey methods. The method of determining the subject used is the sampling method. The sampling technique in this study is total sampling. with the number of subjects 20 people. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results of this study are moral knowledge in the formation of children's character which is included in the very good category, namely 84.44%, moral feelings in the formation of children's character, which are included in the good category, namely 79.7%, moral actions in the formation of children's character are included in the good category is 80%, while the overall result is in the very good category, which is 81.2%, which means that the Al-Qur'an Education Park has carried out its role very well. So it can be concluded that the role of the Hidayaturrasyidin Al-Qur'an Educational Park in the Formation of Children's Character in Montong Buwuh has been running very well in accordance with the objectives to be achieved.Key Words: Al-Qur'an Educational Garden, Character BuildingAbstrak: Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an Hidayaturrasyidin dalam Pembentukan Karakter Anak di Dusun Montong Buwuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an Hidayaturrasyidin dalam Pembentukan Karakter Anak di Dusun Montong Buwuh. Penelitian ini menggunakan metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif persentase dengan menggunakan metode survey. Metode penentuan subjek yang digunakan adalah metode sampling. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. dengan jumlah subjek 20 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu pengetahuan moral dalam pembentukan karakter anak yang termasuk dalam katagori sangat baik yakni 84,44%, perasaan moral dalam pembentukan karater anak yang termasuk dalam katagori baik yakni 79,7%, tindakan moral dalam pembentukan karakter anak yang termasuk dalam katagori baik yakni 80%, Sedangkan hasil keseluruhan berada pada kategori sangat baik yakni sebesar 81,2%, yang berarti Taman Pendidikan Al-Qur’an sudah menjalankan peranannya dengan sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an Hidayaturrasyidin dalam Pembentukan Karakter Anak di Dusun Montong Buwuh sudah berjalan dengan sangat baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Kata Kunci: Taman Pendidikan Al-qur’an, Pembentukan Karakter  
Evaluasi Program Komunitas Pemuda Lentera Terhadap Keberlangsungan Pendidikan Non Formal di Daerah Pesisir Studi Kasus (Taman Baca Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur) Hilmiy, Alifiya Urwatul; Sa'di, Kholisus
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 10 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.12979

Abstract

Abstract: The problem raised in this research is the level of success of the Lantera Youth Community program on the sustainability of non-formal education in coastal areas (case study of Taman Baca Pelangi , Kwang Rundun Village, East Lombok). This research aims to determine the level of success of the Pemuda Lantera community program on the sustainability of non-formal education in coastal areas (case study of TBM Pelangi, Kwang Rundun Village, East Lombok). This research uses an evaluative method with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The sample was determined using a proportional sample with a total of 20 subjects. The data collection techniques used are questionnaires, observation and documentation. The analytical method used is percentage analysis with a non-parametric statistical approach with the formula ideal mean (Mi), ideal standard deviation (SDi) and percentage. The results of the percentage analysis using a non-parametric statistical approach show that the context component is in the high category, namely 90%, the input component is in the high category, namely 68.80%, the process component is in the high category, namely 77.5% and finally the product component is in the high category. also high, namely 75.71%, while the overall results are in the high category, namely 79,99%, which means it has been running effectively. So it can be concluded that the evaluation of the Lantera Youth Community program on the sustainability of non-formal education in coastal areas (Case Study of TBM Pelangi, Kwang Rundun Village, East Lombok) has been running effectively in accordance with the objectives achieved.Key Words: Program Evaluation, Youth Community, Non formal EducationAbstrak: Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat keberhasilan program komunitas pemuda lentera terhadap keberlangsungan pendidikan nonformal di daerah pesisir (studi kasus Taman  Baca  Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program komunitas penuda lentera terhadap keberlangsungan pendidikan nonformal di daerah pesisir (studi kasus TBM Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur). Penelitian ini menggunakan metode evaluatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penentuan sampelnya menggunakan porposive sampel dengan jumlah subjek 20 orang. Adapaun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis persentase dengan pendekatan statistik non parametrik dengan rumus mean ideal (Mi), standar deviasi ideal (SDi) dan persentase. Hasil dari analisis persentase dengan pendekatan statistik non parametrik ini menunjukkan bahwa komponen context  masuk katagori tinggi yakni 90%, komponen input masuk katagori tinggi yakni 68,80%, komponen  process masuk katagori tinggi yakni 77,5% dan yang terakhir komponen product masuk dalam katagori tinggi pula yakni  75,71% sedangkan hasil dari keseluruhan yakni berada dalam katagori tinggi yakni 79,99% yang berarti sudah berjalan secara efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa, evaluasi program komunitas pemuda lentera terhadap keberlangsungan pendidikan non formal di daerah pesisir (Studi Kasus TBM Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur) sudah berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan yang dicapaiKata Kunci: Evaluasi Program, Komunitas Pemuda, Pendidikan Nonformal
Pengaruh Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Terhadap Kesejahteraan Keluarga di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Santia, Santia; Herlina, Herlina; Sa'di, Kholisus
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i1.15105

Abstract

Abstract: The Family Welfare Empowerment Program is one of the efforts to improve family welfare in Kotaraja Village through a holistic approach that includes aspects of health, education, economy, social, and so on. In Kotaraja Village, the Family Welfare Empowerment program has been implemented in response to various challenges faced by families such as poverty, lack of access to education and health, and other social problems. So the purpose of this research is to find out the influence of the family welfare empowerment program (PKK) on the welfare of its members in Kotaraja Village, Sikur District. Researchers using quantitative research methods are intended so that something to be studied can be measured and assessed directly and can use statistical analysis techniques. This research aims to find out whether there is an influence of the family welfare empowerment program (PKK) on the welfare of its members in Kotaraja Village, Sikur District, The methods used in this study are in the form of Questionnaires or Questionnaires, Documentation and Observation. Where the number of respondents who filled out the questionnaire was 20 people. Overall, from the results of this study, based on the results of the questionnaire and observation of this research, where the influence of the PKK of Kotaraja Village has a very good role in carrying out the role of the PKK in improving the welfare of its members in all economic, social, educational and health aspects which has a response of 90%.Key Words: Influence of PKK Program, Member WelfareAbstrak: Program Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Kotaraja melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. Di Desa Kotaraja, program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga telah diimplementasikan sebagai respon terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh keluarga seperti kemiskinan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta masalah sosial lainnya. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) terhadap kesejahteraan anggotanya di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dimaksudkan agar sesuatu yang akan ditelti dapat diukur serta dinilai angka secara langsung serta dapat menggunakan teknik analisa statistic. Penelitian ini bertijuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh program pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) terhadap kesejahteraan anggotanya di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur, Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni berupa Angket atau Kuesioner, Dokumentasi dan Observasi. Dimana jumlah responden yang mengisi angket sebanyak 20 orang. Secara keseluruhan dari hasil penelitian ini bahwa Berdasarkan dari hasil angket atau kuesioner dan observasi penelitian ini, dimana pengaruh PKK Desa Kotaraja memiliki peran yang sangat baik dalam melaksanakan peran peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya dalam semua asfek ekonomis sosial, pendidikan dan kesehatan yang memiliki tanggapan 90%.Kata Kunci: Pengaruh Program PKK, Kesejahteraan Anggota
Pelatihan Menggunakan Aplikasi Canva Untuk Meningkatkan Life Skill Siswa Program Paket C di PKBM Mandiri Kabupaten Lombok Utara sa'di, Kholisus
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12248

Abstract

Training using the Canva application is a strategic step by the Mandiri Center for Community Learning Activities (PKBM) in improving the quality of education and life skills of Package C Program students in North Lombok Regency. By utilizing technology and encouraging creativity, it is hoped that students can develop a variety of skills that will be beneficial for their future. This training also reflects PKBM Mandiri's commitment to providing relevant and quality education for all students. The method used is the lecture method, and the practice of creating a design using the Canva application while playing. The results of the training on the use of the Canva application organized by PKBM Mandiri North Lombok Regency succeeded in improving the life skills of Package C Program students. This training not only equips students with basic knowledge and skills in graphic design, but also enhances their creativity and visual communication abilities. Students become proficient in using Canva's features and are able to create engaging and informative visual materials for academic and personal use.
Pelatihan Media Pembelajaran Menggunakan Canva Untuk Guru SMP Islam Addrain Nahdlatul Wathan Lombok Timur Kholisus, Sa'di; Hardiansyah, Rila; Rizka, Muhammad Arief; Hardiansyah, Hardiansyah
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i2.13826

Abstract

Abstract In order to carry out holistic teaching, the principal of Addrain Nahdatul Wathon Islamic Junior High School (SMP) East Lombok Regency initiated to organize training on the use of the Canva application to improve the competence of teachers. This training aims to equip teachers with graphic design skills that are not only relevant to the needs of the world of work, but also useful in their daily lives. This training also reflects the school's commitment to providing relevant and quality education for all its students. The method used is the lecture method, and the practice of creating a design using the Canva application while playing. The result of this training is that the training carried out has succeeded in improving teachers' competence in graphic design, which is very relevant to the needs of education in the digital era. Through this training, teachers not only gain technical skills in creating engaging and effective learning media, but also increase their creativity and confidence in using technology to support the teaching and learning process. This training not only enriches their professional abilities, but also opens up opportunities to develop their careers and be creative outside the classroom.Key Words: Training, Learning Media, Canva App, SMP TeachersAbstrak Dalam rangka melaksanaka pembelakajaran secara holistik kepala sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Addrain Nahdatul Wathon Kabupaten Lombok Timur berinisiasi agar menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi Canva untuk meningkatkan kompetensi para guru. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan kemampuan desain grafis yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-harinya. Pelatihan ini juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menyediakan pendidikan yang relevan dan berkualitas bagi seluruh peserta didiknya. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, dan praktik membuat desain menggunakan aplikasi Canva sambil bermain. Hasil dari pelatihan ini adalah pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam desain grafis, yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital. Melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam membuat media pembelajaran yang menarik dan efektif, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar. Pelatihan ini tidak hanya memperkaya kemampuan profesional mereka, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan karier dan berkreasi di luar kelas.Kata Kunci: Pelatihan, Media Pembelajaran, Aplikasi Canva, Guru SMP
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN "INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM BISNIS DETERJEN: PELUANG USAHA UNTUK WARGA LOKAL" DI PERUMAHAN BHP Herlina, Herlina; Sulastri, Ni Made; sa'di, Kholisus; Wahyuni, Tri
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i2.13948

Abstract

Di era modern ini, kewirausahaan menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan diadakannya pelatihan kewirausahaan bertajuk "Inovasi dan Kreativitas dalam Bisnis Deterjen: Peluang Usaha Untuk Warga Lokal," warga Perumahan BHP Desa Karang Bongkot diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan warga Perumahan BHP Desa Karang Bongkot. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh, peserta diharapkan dapat memulai usaha mereka sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong kolaborasi dan solidaritas antarwarga, memperkuat jaringan sosial yang dapat mendukung keberhasilan usaha bersama.Pelatihan ini dimulai dengan pengenalan dasar-dasar pembuatan deterjen. Peserta diberi pengetahuan tentang bahan baku dan alat yang diperlukan, serta langkah-langkah produksi yang praktis dan mudah diikuti. Dengan pendekatan hands-on, peserta dapat langsung mempraktekkan teknik-teknik tersebut, memastikan bahwa mereka benar-benar memahami proses produksi dari awal hingga akhir. Pelatihan kewirausahaan ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat. Dengan penekanan pada inovasi, kreativitas, strategi pemasaran, dan manajemen usaha, pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan wirausahawan-wirausahawan baru yang siap bersaing dan berkembang. Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya membawa manfaat bagi individu peserta, tetapi juga bagi komunitas dan ekonomi lokal secara keseluruhan. Dengan semangat dan tekad yang kuat, warga Perumahan BHP Desa Karang Bongkot dapat memanfaatkan peluang ini untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bersama.
IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN NON FORMAL SANTRIWATI YANG BERSEKOLAH MADRASAH ALIYAH DI PONDOK PESANTREN ANWARUL HALIMY SESELE LOMBOK BARAT Sa'di, Kholisus; Fahmi, Agus; Purmadi, Ary
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v9i2.4817

Abstract

Abstract: Abstract: Non-formal education is education that can be carried out in stages but is not official and the material is strengthening in formal educational institutions, such as educational units for courses, packages A, B, and C. Islamic non-formal education includes Islamic boarding schools. The focus of the problem is how to implement the non-formal education system for female students. The purpose of the study was to determine the implementation of the non-formal education system "santriwati" who attended Madrasah Aliyah at the Anwarul Halimy Sesele Islamic boarding school, West Lombok. The research method used in this study is a qualitative research method, namely an approach whose research findings are not obtained through statistical procedures or other forms of calculation. The results showed that the Anwarul Halimy Islamic boarding school applied the same learning method as other Islamic boarding schools throughout Indonesia and abroad in general and the materials and books taught or presented were the same as the standards of Islamic boarding schools throughout Indonesia and elsewhere. abroad, because basically the study books discussed have the same reference source.  Keywords: Santriwati Non Formal Education System  Abstrak: Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dapat dilakukan secara berjenjang tapi tidak bersifat resmi dan materinya bersifat penguatan pada lembaga pendidikan formal, Seperti satuan pendidikan kursus-kursus, paket A, B, dan C. Pendidikan non formal Islam diantaranya Pesantren. Fokus masalahnya adalah bagaimana Implementasi sistem pendidikan Non Formal santriwati. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Implementasi sistem pendidikan  Non Formal “santriwati” yang bersekolah Madrasah Aliyah di pondok pesantren Anwarul Halimy Sesele Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yaitu pendekatan yang temuan-temuan penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk perhitungan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren Anwarul Halimy menerapkan metode pembelajaran yang sama dengan pembelajaran pondok pesantren lainnya yang ada di seluruh indonesia maupun luar negeri pada umumnya dan materi-materi beserta kitab-kitab yang diajarkan atau disajikan sama dengan standar pondok pesantren di seluruh indonesia maupun di luar negeri, karena pada dasarnya kitab-kitab kajian yang dibahas sumber refrensinya sama.  Kata Kunci: Sistem Pendidikan Non Formal Santriwati
Membangun Karakter Kepemimpinan dan Kemandirian Santriwati dalam Rangka Peningkatan Kualitas Akademik di Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy Sa'di, Kholisus; Rila Hardiansyah; Muhammad Arief Rizka; Ahmad Yani
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18634

Abstract

The purpose of this research is that Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy can become a model for women's Islamic boarding schools that successfully integrate character development with sustainable academic quality improvement, so as to be able to produce a generation of intelligent, independent, and visionary Muslim women. The method of implementing this service activity uses a participatory and collaborative approach consisting of four main stages: preparation, training implementation, program implementation, and continuous mentoring. The leadership and independence character development program carried out at Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy showed positive results. Through structured training, students can develop their leadership and independence skills, which in turn improves their academic quality and strengthens their moral character. Approaches based on Islamic values and Islamic boarding schools as well as the application of collaborative methods such as peer teaching and collaborative projects have proven effective in forming students who are more independent, responsible, and ready to face life's challenges. This program can be used as a model for strengthening the character of students in other Islamic boarding schools, with a more structured and sustainable approach.
Analisis Implementasi Program Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis oleh Dinas Sosial Kota Mataram Janah, Miftahul; Suharyani; Herlina; Sa'di, Kholisus
Reflection Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v4i2.4825

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi program penanggulangan gelandangan dan pengemis oleh Dinas Sosial Kota Mataram melalui tujuh komponen intervensi, yaitu pendataan dan identifikasi, penjangkauan, penertiban, rehabilitasi dan pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, reintegrasi sosial, serta evaluasi dan pemantauan. Studi menggunakan desain deskriptif kuantitatif berbasis persepsi dengan data kuantitatif utama dari 20 petugas Dinas Sosial yang terlibat langsung dalam penanganan, sedangkan wawancara terhadap 10 gelandangan dan pengemis digunakan sebagai data pendukung. Skor dianalisis menggunakan persentase skala Likert dan dibaca menurut interval kategori efektivitas. Hasil menunjukkan rata-rata implementasi sebesar 76,6% dan berada pada kategori efektif. Pendataan dan identifikasi memperoleh skor tertinggi (100%), diikuti reintegrasi sosial (83%) serta evaluasi dan pemantauan (82%). Penjangkauan mencapai 80%, pelatihan dan pemberdayaan ekonomi 73,6%, dan penertiban 62,3%. Rehabilitasi dan pembinaan menjadi komponen terlemah dengan skor 55,6% dan hanya berada pada kategori cukup efektif. Pola ini menunjukkan bahwa kapasitas administratif, penjangkauan, dan pemantauan relatif lebih kuat dibandingkan intervensi rehabilitatif jangka panjang. Temuan memperluas studi sebelumnya tentang pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2012 dengan memberikan pemetaan komparatif terhadap tujuh tahapan layanan dari perspektif pelaksana dan penerima layanan. Implikasi utama penelitian adalah perlunya penguatan rehabilitasi, pembinaan berkelanjutan, dukungan ekonomi pascapelatihan, dan koordinasi lintas sektor agar penanganan tidak berhenti pada penertiban dan pemulangan. Analysis of the Implementation of the Homeless and Beggar Management Program by the Mataram City Social Affairs Office  This study examines the implementation of programs for addressing homelessness and begging by the Mataram City Social Service across seven intervention components: data collection and identification, outreach, enforcement, rehabilitation and guidance, skills training and economic empowerment, social reintegration, and evaluation and monitoring. The study employed a quantitative descriptive, perception-based design. The primary quantitative data were obtained from 20 Social Service officers directly involved in program implementation, while interviews with 10 homeless persons and beggars were used as supporting evidence. Likert-scale scores were converted into percentages and interpreted using effectiveness intervals. The overall implementation score was 76.6%, indicating an effective level. Data collection and identification received the highest score (100%), followed by social reintegration (83%) and evaluation and monitoring (82%). Outreach scored 80%, skills training and economic empowerment 73.6%, and enforcement 62.3%. Rehabilitation and guidance was the weakest component, scoring 55.6% and falling within the moderately effective category. The pattern suggests that administrative capacity, outreach, and monitoring are relatively stronger than sustained rehabilitative interventions. The study extends previous work on the implementation of Mataram City Regulation No. 5 of 2012 by comparatively mapping seven stages of service delivery from the perspectives of implementers and service recipients. The findings imply that stronger rehabilitation, continuous guidance, post-training economic support, and cross-sector coordination are required to move policy responses beyond temporary enforcement and return-to-family measures.
Goal-Free Evaluation of a Student-Led Literacy Mentoring Program to Support Children’s Literacy in Bayan Village Wardani, Sugita Dwi; Herlina, Herlina; Sa'di, Kholisus
Reflection Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v4i2.6610

Abstract

Student-led literacy mentoring programs have the potential to expand children’s learning opportunities beyond formal schooling; however, evaluations of their perceived benefits, implementation processes, experienced outcomes, and supporting conditions remain limited. This study aimed to evaluate a Literacy Mentoring Program implemented by the Student Association of the Community Education Study Program in Bayan Village, North Lombok Regency, by adapting a Goal-Free Evaluation orientation. The study employed a quantitative descriptive evaluation design. The population consisted of 40 children who participated in the program, of whom 30 were selected through purposive sampling. The primary data were collected using a 30-item Likert-scale questionnaire, supported by observation and documentation. The evaluation covered five aspects: perceived changes experienced by participants (actual effects), outcomes beyond the primary program focus (unintended effects), participants’ ratings of the implementation process, perceived program benefits (program merit/worth), and contextual factors. The results showed scores of 80.22% for actual effects, 81.44% for unintended effects, 83.78% for the implementation process, 86.33% for program merit/worth, and 85.78% for contextual factors. Perceived program benefits received the highest rating, whereas perceived changes among participants received the lowest. At the item level, perceived improvement in reading fluency reached only 57.33%, substantially lower than the ratings for reading interest, self-confidence, and comprehension. These findings indicate that participants perceived the program as beneficial and supported by favorable implementation conditions. However, because the primary data were based on post-program self-reports without objective pre- and post-intervention assessments of reading performance, the findings cannot be interpreted as evidence of measurable improvement in reading ability. Future evaluations should incorporate objective reading-performance assessments and stronger evaluation designs.