Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EVALUASI STRUKTUR PONDASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN GEBANG PANGKALAN BERANDAN SUMATERA UTARA Sinaga, Zainal Arifin; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5527

Abstract

Jembatan Gebang berada di Sungai Gebang Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Jembatan ini merupakan prasarana transportasi yang dibuat oleh PT.Pertamina EP untuk kebutuhan perusahaan dan pada akhirnya dapat digunakan bersama oleh masyarakat. Meskipun di daerah pedesaan jembatan ini diharapkan mampu menahan beban kendaraaan berat. Jembatan gebang di desain dengan beban maksimum kendaraan mencapai 40 ton. Meteodologi pengumpulan data adalah dengan metode pengamatan, data dari proyek dan melakukan studi keperpustakaan. Daya dukung pondasi pada kedalaman 30 m dengan metode Mayerhoff sebesar Qg > P = 1620,458 ton > 516,517 ton. Jembatan dinyatakan aman.
EVALUASI STRUKTUR ATAS PADA GEDUNG PANCING LOGISTIC CENTER MEDAN Sinambela, Dion; Endayanti, Masriani; Pakpahan, Dicki; Gintung, Rahelina
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5535

Abstract

Gedung merupakan suatu tempat yang sangat penting dimana gedung bisa berfungsi sebagai hotel, plaza atau tempat perbelanjaan dan juga bisa di gunakan sebagai hotel dan rumah sakit, oleh karena itu dalam melakukan perhitungan harus dilakukan dengan sangat tepat dan tepat, agar tidak terjadi ke gagalan dalan perencanaan struktur nya. Gedung merupakan suatu tempat yang sangat penting dimana gedung bisa berfungsi sebagai hotel, plaza atau tempat perbelanjaan dan juga bisa di gunakan sebagai hotel dan rumah sakit, oleh karena itu dalam melakukan perhitungan harus dilakukan dengan sangat tepat dan tepat, agar tidak terjadi ke gagalan dalan perencanaan struktur nya., perhitunngan pelat lantai, Mlx = D8 – 150, Mtx = D8 – 150, Mly = D8 – 150, Mty= D8 – 150, perhitungan balok, Tumpuan atas = 6D19, Tumpuan bawah = 4D19, Lapangan atas = 3D19, Lapangan bawah = 5D19, Tulangan Transversal Tumpuan = D8 – 100, Tulangan Transversal Tumpuan = D8 – 200, perhitungan kolom, Tulangan longitudinal = 14D19, Tulangan transversal Tumpuan = D8 – 100, Tulangan transversal Lapangan = D8 – 100, Tulangan pengaku arah x = 2D8 – 100, Tulangan pengaku arah y = 2D8 – 100
EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI PADA PERENCANAAN TOWER TELEKOMUNIKASI DI SITE TANDEM HILIR 2 HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG Harefa, Laskar Elisman; Hia, Elhan Juniar; Endayanti, Masriani; Ginting, Rahelina
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5534

Abstract

Tower disebut sebagai menara yang terbuat dari rangkaian besi atau pipa, baik berbentuk persegi panjang atau segi tiga, atau hanya berupa pipa panjang (tongkat), yang bertujuan untuk menempatkan antena dan pemancar radio serta penerima gelombang telekomunikasi dan informasi. Dalam pembangunan menara Telekomunikasi di Site Tandem Hilir 2 Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang menggunakan pondasi bored pile yakni diameter 0,4 m dengan panjang tiang 15 m. Dalam menentukan jenis, ukuran, dan konstruksi pondasi harus memperhatikan jenis / beban bangunan, kondisi tanah, dan faktor lain yang mempengaruhinya baik langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan maka didapatkan hasil 1) Besar kapasitas daya dukung bore pile tunggal dan pondasi tiang grup dengan menggunakan metode mayerhof pada kedalaman 15 m adalah Qg = 315,524 Ton > 288,616 Ton, 2) Efisiensi kelompok tiang bor dengan 4 tiang diperoleh sebesar = 0,776 yang artinya efisiensi daya dukung kelompok tiang sebesar 77,6 %, 3) Dari hasil perhitungan, tiang dengan konfigurasi 4 tiang menghasilkan daya dukung sebesar Qg = 315,524 Ton > 288,616 ton, memberikan hasil yang aman untuk bangunan tower.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN TANK 5000 MT PT. SIME DARBY OILS SEI MANGKE REFINERY Lubis, Muhammad Aswin; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5536

Abstract

Daya dukung pondasi merupakan kemampuan daya dukung suatu pondasi untuk menahan beban yang di terima dari struktur bangunan di atasnya. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi daya dukung pondasi meliputi, Jenis Tanah, Kedalaman Pondasi, Bentuk atau Dimensi Pondasi, Kapasitas Beban, Faktor Keamanan serta Karakteristik Konstruksi Bangunan. Mengetahui daya dukung pondasi merupakan langkah awal di dalam merencanakan suatu bangunan. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung pondasi, beban yang di terima pondasi serta penurunan pondasi. Dalam penelitian ini adapun data yang di dapat antara lain , dimensi tiang pancang, kedalaman rencana tiang pancang, data SPT (Standard Penetration Test), serta gambar rencana tank 5000 MT. Data SPT yang diterima diketahui bahwa pengujian SPT BH_08 memiliki lapisan tanah lempung berpasir pada kedalaman 0m – 14m dan pada kedalaman 16m – 30m di isi oleh lapisan tanah pasir dan Sandstone yang memiliki daya dukung yang kuat. Hasil beban untuk Tank 5000 MT adalah 5879, 69 ton. Daya dukung untuk ijin pada kedalaman 16m untuk pondasi tunggal adalah 121,06 ton. Daya dukung kelompok menggunakan metode Converse Laberre pada kedalaman 16 m adalah 8219,49 ton > 5879,69 ton dinyatakan aman. Daya dukung kelompok menggunakan metode Los Angeles pada kedalaman 16 m adalah 9667,36 ton > 5879,69 ton dinyatakan aman. Penurunan Pondasi Tiang Pancang kelompok sebesar 0,66 cm < 15 cm dinyatakan aman.
Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Dinding Penahan Tanah di Daerah Rawan Longsor Jalan Medan - Brastagi Desa Sembahe Kabupaten Deli Serdang Jumari, Jumari; Endayanti, Masriani; Sinaga, Joslen; Siburian, Jhonson Monang; Halawa, Analiser
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1137

Abstract

Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang dengan topografi berlereng, rentan terhadap longsor. Alternatif desain yang dilakukan adalah dengan menggunakan perkuatan dinding penahan tanah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dengan cara menyebar kuesioner kepada 25 responden pada proyek konstruksi dinding penahan tanah di Desa Sembahe Kecamatan Siboangit Kabupaten Deli Serdang, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1). Berdasarkan hasil analisis terhadap program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek didapatkan hasil bahwa pelaksanaan K3 mengutamakan keselamatan masyarakat yang berada di luar proyek dengan cara pemasangan sign board keselamatan kerja, pemasangan rambu atau informasi mengenai proyek, pagar proyek atau larangan mendekati proyek, dan jalur penyelamatan untuk para pekerja didalam proyek, 2). Untuk keselamatan kerja para pekerja yang berada di dalam proyek dilengkapi dengan peralatan proyek sesuai dengan standar di proyek dan mengecilkan resiko terjadinya kecelakaan dalam bekerja. 3). Berdasarkan hasil analisis terhadap kendala dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek didapatkan hasil bahwa kendala selama ini dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terjadi karena hambatan dari sisi pekerja. Hal ini terjadi karena para pekerja lebih meengutamakan tuntutan kebutuhan dasar atau pokok, tidak mengetahui jaminan maupun pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek kontruksi.
Effect of Plate Thickness on Springback in V-Bending of Aluminium Sheets Endayanti, Masriani; Laia, Dispensator; Jaya Laia, Edfan Putra; Ndruru, Finusman; Halawa, Petrus Elvan; Laia, Faduhusa; Tarjan Ginting, Yahya; Pasaribu, Hendri
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v3i1.974

Abstract

Springback sangat penting diperhatikan dalam perencanaan proses pembengkokan pelat untuk mendapatkan sudut pembengkokan yang diinginkan. Dengan demikian, ketika merancang punch dan dies, perlu mempertimbangkan springback yang terjadi setelah pembebanan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil sudut pembentukan atau pembengkokan bentuk "V": Pembengkokan pelat aluminium, jika tekanan pembengkokan minimum, akan memberikan tekanan terkecil pada pelat sehingga ketika pembengkokan dilakukan, efek springback lebih besar, sudut pembengkokan cenderung kembali ke posisi semula. Efek springback lebih besar untuk pembengkokan pelat yang lebih tipis dibandingkan dengan pelat yang lebih tebal, karena pelat cenderung kembali atau terdapat gaya balik yang lebih besar, begitu pula sebaliknya. Pada analisis perubahan springback dari hasil proses pembengkokan "V" untuk pelat aluminium, ditemukan bahwa springback merupakan gaya balik yang dihasilkan karena pengaruh elastisitas material pelat yang mengalami proses pembentukan. Springback is very important to pay attention to in planning the plate bending process to obtain the desired bending angle. Thus, when designing punches and dies, it is necessary to consider the springback that occurs after loading. From the results of the research carried out, it can be concluded that the results of the angle of formation or bending of the "V" shape: Bending of an aluminum plate, if the bending pressure is minimum, will provide the smallest pressure on the plate so that when bending is carried out the springback effect is greater, the bent angle tends to return to its original position. bigger and vice versa. For bending thinner plates compared to thicker plates. The effect of springback is greater because the plate tends to return or there is a greater return force, and vice versa. In the analysis of changes in springback from the results of the "V" bending process for aluminum plates, it was found that springback is a counterforce generated due to the influence of the elasticity of the plate material undergoing the forming process.
Sinergi Tanggul: Bendungan Drainase Serta Pengolahan Lahan Untuk Pengurangan Resiko Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara Raegini, Rachels; Hartati Eka Masputri, Sri; Fauzi Nur Ikhsan, Ahmad; Aulia Lubis, Yusuf; Endayanti, Masriani
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1392

Abstract

Bencana hidrometeologi, khususnya banjir, merupakan ancaman serius di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem, deforestasi, urbanisasi dan sistem drainase yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas sinergi infrastruktur mitigasi banjir, yaitu bendungan, tanggul dan drainase dalam mengurangi resiko bencana di wilayah rawan seperti Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian mengunakan data seknder dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Pewrumahan Rakyat (PUPR) Sumatera Utara, yang meliputi deskripsi enam bendungan (dengan kapasitas penyimpangan hingga 50 juta m³) dan enam tanggul (dengan panjang 25 km). Simulasi menggunakan ArcGIS dan HEC-RAS membandingkan skenario baseline tanpa intervensi dengan skenario sinergi penuh. Hasil menunjukkan bahwa sinergi infrastruktur dapat mengurangi debit puncak banjir 40% (dari 1.200 m³/detik menjadi 720 m³/detik), area genangan dari 500 km² menjadi 300 km² dan indeks kerentanan dari 0,8 menjadi 0,5. Pendekatan holistik ini terbukti efektif dalam pengelolaan resiko bencana, dengan rekomendasi alokasi 20% APBD untuk pemeliharaan infrastruktur. Namun, keterbaasan penelitian terletak pada cakupan wilayah yang terbatas, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menekankan pentingnya integritasi infrastruktur dan konservasi lahan untuk mitigasi banjir hidrometeorologi.   Hydrometeorological disasters, particularly floods, pose a serious threat in Indonesia, including North Sumatra, caused by extreme rainfall, deforestation, urbanization, and inadequate drainage systems. This study aims to analyze the effectiveness of synergy between flood mitigation infrastructure, namely dams, embankments, and drainage systems, in reducing disaster risks in vulnerable areas such as Medan and Deli Serdang Regency. The research method uses secondary data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), the National Disaster Management Agency (BNPB), and the Public Works and Public Housing Agency (PUPR) of North Sumatra, which includes descriptions of six dams (with a storage capacity of up to 50 million m³) and six embankments (with a length of 25 km). Simulations using ArcGIS and HEC-RAS compare a baseline scenario without intervention with a full synergy scenario. The results show that infrastructure synergy can reduce peak flood discharge by 40% (from 1,200 m³/s to 720 m³/s), inundation area from 500 km² to 300 km² and vulnerability index from 0.8 to 0.5. This holistic approach has proven effective in disaster risk management, with a recommendation to allocate 20% of the regional budget (APBD) for infrastructure maintenance. However, the study's limitations lie in its limited coverage area, so the results cannot be generalized to the entire North Sumatra Province. This study emphasizes the importance of infrastructure integrity and land conservation for hydrometeorological flood mitigation.
Penyuluhan Menggambar Rangkaian Elektronika dengan Menggunakan Program Circuit Maker di SMK HKBP Pangururan Pulau Samosir Managam Simamora, Antonius; Simanullang, Subur; Sinaga, Joslen; Sholeha, Dewi; Monang Siburian, Jhonson; Jumari; Endayanti, Masriani
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i3.1384

Abstract

Di era yang serba otomatis sekarang ini, komputer menjadi sarana amat penting dalam membantu kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dialami oleh para perancang elektronika dalam membuat desain rangkaian sekarang ini. Saat ini, telah banyak beredar program program computer untuk menggambar dan menjalankan rangkaiannya, seperti Digcirsi (Digital Circuit Simulator), Icap Deluxe, Pldesign, Pspsign, Pspice, Circuit Maker, Electronic Work-Bench, Multisime, Etap, dan lain sebagainya. Untuk penyuluhan ini penulis memilih program Circuit Maker. Adanya program program tersebut tentunya sangat membantu kalangan yang sehari harinya berkecimpung dalam dunia elektronika karena mereka tinggal menggambar rangkaian kemudian biarkan komputer yang akan mengolah untuk menjalankan gambar rangkaian yang telah kita buat. Jika kita ingin membuat Netlist Layout PCB yang untuk nantinya dapat dibuat track PCB, cukup dengan menekan beberapa tombol, sekali lagi komputer akan mengolah untuk membuat gambar rangkaian menjadi format Netlist dalam sekejap. Selain itu, adanya program program aplikasi elektronika tersebut, cukup banyak waktu, tenaga dan biaya yang bisa dihemat, jika dibandingkan dengan bekerja secara manual. Banyak sekali masalah yang harus dihadapi seorang perancang rangkaian elektronika jika kita bekerja secara manual, terutama pada kerapian skema gambar rangkaian yang kita rancang serta kecepatan pembuatannya. Oleh karena itu memakai komputer adalah jawaban tepat bagi perancang elektronika untuk membuat gambar skema rangkaian, sehingga penulis melakukan penyuluhan menggambar rangkaian elektronika dengan menggunakan program circuit maker. In today's automated era, computers have become a crucial tool in helping us solve the problems faced by electronics designers in designing circuits. Currently, there are many computer programs available for drawing and running circuits, such as Digcirsi (Digital Circuit Simulator), Icap Deluxe, Pldesign, Pspsign, Pspice, Circuit Maker, Electronic Work-Bench, Multisim, Etap, and so on. For this training, the author chose the Circuit Maker program. The existence of these programs is certainly very helpful for those who work in the world of electronics because they only need to draw the circuit and then let the computer process it to run the circuit image that we have created. If we want to create a PCB Netlist Layout that can later be used to create PCB tracks, just by pressing a few buttons, the computer will once again process it to make the circuit image into Netlist format in an instant. In addition, the existence of these electronic application programs can save a lot of time, energy, and costs, compared to working manually. There are many problems that an electronic circuit designer must face if we work manually, especially regarding the neatness of the schematic drawing of the circuit we design and the speed at which it is made. Therefore, using a computer is the right answer for electronics designers to create circuit schematic drawings, so the author provides training on drawing electronic circuits using a circuit maker program.
Co-Authors Anshori, M. Irfan Aulia Lubis, Yusuf Bate’e, Zonius br Surbakti, Noviyona Debataraja, Semangat Debataraja, Semangat MT Dwicahyo, Dimas Ermin Elidawaty, Elidawaty Fauzi Nur Ikhsan, Ahmad Gea, Isolda Apriaman Ginting, Rahelina Gintung, Rahelina Girsang, Asbon Gultom, Adventus halawa, analiser Halawa, Petrus Elvan Halawa, Sehati Harefa, Laskar Elisman Hartati Eka Masputri, Sri Hia, Elhan Juniar Hulu, Carles Hulu, Rama Anugrah Hulu, Samuali Hutahaean, Naomi Hutahaean, Nelson Hutapea, Boima M Hutapea, Ray Yonathan Jaya Laia, Edfan Putra Jumari Jumari Jumari, Jumari Karlinus Halawa, Obi Laia, Dispensator Laia, Faduhusa Laia, Takdir Laian, Ivan Ewaldo Lubis, Muhammad Aswin Lumban Batu, Tobok Parulian Malau, Leyona Managam Simamora, Antonius Marpaung, Riston Meha, Juntry Monang Siburian, Jhonson Napitupul, Janner Napitupulu, Janner Nasution, Deni Wahyudi Meka Firtiansah Ndruru, Finusman Pakpahan, Dicki Panjaitan, Meryani Br. Pasaribu, Hendri Pidiansah, Anwar Purba, Boby Valentino Purnama, Yogi Satrio Raegini, Rachels Samosir, Wati Sholeha, Dewi Siagian, Putri Sihol Marito Sianturi, Daniel Siburian, Jhonson Monang Sihaloho, Leonardo Marulitua Sihaloho, Rivaldo Anderson Sihite, Ahong Jefri Silaban, Ebeny Markus Silaban, Realdy Silaen, Tumbur Silitonga, Abelardo Simamora, Rifki Simon simanjuntak, andreas Simanjuntak, Debora Simanullang, Parlin SIMANULLANG, SUBUR Simare-mare, Jonnes Simbolon, Andrian Sinaga, Herry Apriantho Sinaga, Joslen Sinaga, Zainal Arifin Sinambela, Dion Siregar, Rikki Hermanto Siringoringo, Anton Sitompul, Putra Suramaha, Listin Suriati Tambunan, Andre Billyan Tampubolon, Daniel Irvansius Tarjan Ginting, Yahya Telaumbanua, Atanasius Anofuli Telaumbanua, Bayu Adil Putra Waruwu, David Matius Waruwu, Ryan Ronstani Wau, Silvenrius Zebua, Aferius Zebua, Ildefonsus Ingatan Zebua, Irfansyah Putra Ziliwu, Piyen Jones Immanuel Yosua