Insani, Zulaiha Nurul
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUATION TECHNIQUES FOR LEARNING OUTCOMES IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION SUBJECTS ( A STUDY AT SMK NEGERI 1 MOJOSONGO) Insani, Zulaiha Nurul; Anshari, Ari
Proceeding of International Conference of Islamic Education Vol. 2 (2024): Proceeding of International Conference on Islamic Education
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on evaluating learning outcomes is an activity that is carried out after students have finished learning the material in a lesson. The implementation of this learning evaluation is used to assess something based on certain criteria through assessment. Each subject in the school will use learning evaluation to measure how far students have been able to understand the learning material that has been done, including the subject of Islamic Religious Education. Every subject teacher must have certain techniques in carrying out learning evaluation. These techniques are used on the basis of the student's ability and the teacher's intuition to the student. Data collection is carried out through interviews, document collection with an analytical approach that emphasizes qualitative description and understanding. The research results show that these techniques include objective tests in the form of true-false, multiple choice, matching and short answer tests. Meanwhile, subjective techniques use essay tests or long answers. This test trains students by giving answers based on what they understand and without any choice answers available. Usually this subjective test has a long answer.
Penerapan Teori Belajar Sosial Vygotsky dalam Strategi Guru Kurikulum Cambridge Mata Pelajaran Matematika pada Tingkat SMP Kusuma, Ria Nata; Insani, Zulaiha Nurul; Pratiwi, Woro Yustia; Ali, Mohamad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis teori Vygotsky dalam penerapan pembelajaran berbasis konstruktivisme pada Kurikulum Cambridge untuk mata pelajaran matematika di tingkat SMP. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Teori Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial, Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), scaffolding, dan pembelajaran kooperatif dalam mendukung perkembangan kognitif siswa. Studi ini ingin menggambarkan keselarasan antara prinsip-prinsip konstruktivisme sosial Vygotsky dengan pendekatan Kurikulum Cambridge yang berbasis student-centered learning. Implementasi pembelajaran mencakup perencanaan yang terarah, penggunaan media interaktif, strategi kolaboratif, serta integrasi konteks dunia nyata untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori Vygotsky dalam Kurikulum Cambridge menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21, dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM DIMENSI BERNALAR KRITIS MELALUI PROYEK PADA KURIKULUM MERDEKA Insani, Zulaiha Nurul; Azani, Mohammad Zakki; Mustofa, Triono Ali
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4859

Abstract

This study investigates in depth the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning that is oriented towards developing students' critical reasoning dimensions through the implementation of projects within the Merdeka Curriculum framework. This qualitative case study focuses on two junior high school educational institutions, namely SMP Negeri 1 Teras and SMP Negeri 2 Teras, with the main objective of exploring how students can successfully face future educational challenges by honing their critical reasoning skills. Achieving this educational idealism requires close synergy and cooperation between teachers as facilitators, parents as supporters in the home environment, and students as active subjects of learning. In the context of PAI, fundamental values ??such as monotheism, aqidah, and morals are the main foundations integrated into learning to encourage students to reason critically without neglecting the essence of religious teachings. A qualitative approach through the case study method was chosen to understand how these values ??can be applied in real terms in students' daily lives, both in the school environment and in their social interactions. Data collection was carried out comprehensively through participatory observation, in-depth interviews, and analysis of related documentation. To ensure the validity of the data, triangulation techniques of methods and sources were applied, followed by data analysis which included data reduction stages, systematic data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that efforts to highlight students' critical reasoning skills through projects in Islamic Religious Education learning are highly dependent on the pedagogical and substantive readiness of teachers, the availability of adequate support for facilities and infrastructure, constructive cooperation with parents, and a commitment to ensure that project implementation does not deviate from the essence of religious values. ABSTRAKPenelitian ini secara mendalam menginvestigasi implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada pengembangan dimensi bernalar kritis siswa melalui penerapan proyek dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Studi kasus kualitatif ini difokuskan pada dua institusi pendidikan menengah pertama, yaitu SMP Negeri 1 Teras dan SMP Negeri 2 Teras, dengan tujuan utama untuk mengeksplorasi bagaimana siswa dapat berhasil menghadapi tantangan pendidikan di masa mendatang dengan mengasah kemampuan bernalar kritis mereka. Pencapaian idealisme pendidikan ini memerlukan sinergi dan kerjasama yang erat antara guru sebagai fasilitator, orang tua sebagai pendukung di lingkungan rumah, dan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran. Dalam konteks PAI, nilai-nilai fundamental seperti tauhid, akidah, dan akhlak menjadi landasan utama yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran untuk mendorong siswa bernalar kritis tanpa mengesampingkan esensi ajaran agama. Pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus dipilih untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam interaksi sosial mereka. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi terkait. Untuk menjamin keabsahan data, teknik triangulasi metode dan sumber diterapkan, diikuti dengan analisis data yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa upaya menonjolkan kemampuan bernalar kritis siswa melalui proyek dalam pembelajaran PAI sangat bergantung pada kesiapan guru secara pedagogis dan substantif, ketersediaan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kerjasama konstruktif dengan orang tua, serta komitmen untuk tetap menjaga agar implementasi proyek tidak menyimpang dari esensi nilai-nilai keagamaan.
Implementasi Active Learning Pada Mata Pelajaran Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan Di Desa Pucung, Eromoko Wonogiri Pangestu, Riyas Agung; Anugrah, Abror Dikna; Apriliano, Moza; Insani, Zulaiha Nurul; Azzahrowaini, Lutfi; Febriyani, Fifi Nur Lynda; Kusuma, Ria Nata; Shohib, Muhammad Wildan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pendekatan Active Learning digunakan di Desa Pucung, Wonogiri, untuk mengajarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Strategi pembelajaran yang dikenal sebagai "Active Learning" sangat menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam memahami materi pelajaran. Metode ini di terapkan melalui beberapa kegiatan diantaranya, seperti Smart Tahsin Class, Tabligh Akbar, Sekolah PosMu, Edukasi Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis, dan Fun Sport, digunakan untuk mencapai strategi ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Active Learning dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran AIK sekaligus memperkuat cita-cita Muhammadiyah dan Islam dalam kehidupan sehari-hari.