Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Getsempena Health Science journal

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Aruan, Lasria Yolivia; Manullang, Rasmi; Sinaga, Plora Novita; ZA, Cut Meliyanti
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3201

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap ibu dan janin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, bahkan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuala Baru tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat sebanyak 506 orang, dengan sampel sebanyak 172 orang yang terdiri dari 86 kasus dan 86 kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara umur kehamilan (p = 0,009; OR = 2,728), umur ibu (p = 0,035; OR = 2,489), paritas (p = 0,009; OR = 5,930), dan status KEK (p = 0,002; OR = 3,575) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Sementara itu, tingkat pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,256). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa umur kehamilan, umur ibu, paritas, dan status KEK merupakan faktor dominan yang berkontribusi terhadap kejadian anemia. Diperlukan intervensi kesehatan yang menyasar kelompok ibu hamil dengan karakteristik berisiko tinggi untuk mencegah dan menurunkan prevalensi anemia.AbstractAnemia in pregnant women is a public health problem that has a serious impact on the mother and fetus. This condition can increase the risk of complications in pregnancy, childbirth, and even maternal death. This study aims to determine the factors that influence the incidence of anemia in pregnant women in the Kuala Baru Health Center work area in 2024. The type of research used is observational analytic with a case-control approach. The population in this study were all pregnant women recorded as many as 506 people, with a sample of 172 people consisting of 86 cases and 86 controls, selected using purposive random sampling techniques. Data were analyzed using the chi-square test for bivariate analysis and the logistic regression test for multivariate analysis. The results showed that there was a significant relationship between gestational age (p = 0.009; OR = 2.728), maternal age (p = 0.035; OR = 2.489), parity (p = 0.009; OR = 5.930), and CED status (p = 0.002; OR = 3.575) with the incidence of anemia in pregnant women. Meanwhile, the level of education did not show a significant relationship (p = 0.256). The conclusion of this study is that gestational age, maternal age, parity, and CED status are dominant factors contributing to the incidence of anemia. Health interventions are needed that target groups of pregnant women with high-risk characteristics to prevent and reduce the prevalence of anemia.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI UMUR 3-6 BULAN Manullang, Rasmi; Nadeak, Yasrida; Aruan, Lasria Yolivia; Zulzirah, Lisa Zulzirah
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3206

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tumbuh kembang bayi, terutama pada usia 3–6 bulan yang merupakan masa emas perkembangan. Gangguan tidur pada bayi dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan kognitif. Pijat bayi merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bayi melalui stimulasi sentuhan yang menenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel sebanyak 32 bayi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan pijat bayi dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata durasi tidur pada kelompok eksperimen dari 7,2 ± 0,8 jam menjadi 9,1 ± 0,6 jam (p = 0,000), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (p = 0,413). Kesimpulannya, pijat bayi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur bayi.AbstractSleep is an important need for infant growth and development, especially at the age of 3–6 months which is the golden period of development. Sleep disorders in infants can have a negative impact on physical and cognitive development. Infant massage is one of the non-pharmacological interventions that can help improve infant sleep quality through soothing touch stimulation. This study aims to determine the effect of infant massage on the sleep quality of infants aged 3–6 months. The method used is a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. A sample of 32 infants was divided into two groups, namely the experimental group given infant massage and the control group without treatment. Data were analyzed using the Paired t-test. The results showed a significant increase in the average sleep duration in the experimental group from 7.2 ± 0.8 hours to 9.1 ± 0.6 hours (p = 0.000), while the control group did not experience any significant changes (p = 0.413). In conclusion, infant massage has a significant effect on improving infant sleep quality.