Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MENGEMBANGKAN KERANGKA KEBIJAKAN MULTIDIMENSIONAL UNTUK PERDAGANGAN LINTAS BATAS DI PULAU SEBATIK Afrizal, Teuku; Rizkinta, Bryna; Samudra, Raihan
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 4 No 1: April 2026
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v4i1.79

Abstract

Perdagangan lintas batas didefinisikan sebagai aliran barang dan jasa melintasi perbatasan darat internasional dalam jangkauan hingga tiga puluh kilometer (30 km) dan memainkan peran penting dalam mendukung mata pencaharian masyarakat perbatasan. Studi literatur ini memuat fenomena perbedaan yang setiap hari terjadi umumnya di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Indonesia. Dengan membedakan smokol dan kearifan lokal, diharapkan mampu membedah kondisi saat ini yang tergabung dalam perdaganngan lintas batas. Kajian ini diharapkan mampu: membangun model baru perdagangan berupa : inovasi multidimensi, dan multidisiplin ilmu. Dibutuhkan kebijakan yang mewakili semua tanpa merusak hal-hal yang mengganggu dari sisi kehidupan, dalam bentuk policy paper yang akan direncanakan pada masa yang akan datang.
Dutch East Indies, Its People, and Japan at The 1903 Osaka Exhibition Bryna Rizkinta; Khairana Zata Nugroho; Ahmad Fauzan Baihaqi; Fauzan Syahru Ramadhan
PURBAWIDYA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15(1) Juni 2026
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2026.14954

Abstract

This article examines the participation of the Dutch East Indies in the 1903 Osaka Industrial Exhibition and analyzes how the exhibition functioned as a site of negotiation between colonial interests, imperial ambition, and representational politics in early twentieth-century Asia. The study analyzes the motivations behind the Indies' participation and the representation of “Indonesianness” amid colonial concern over Japan's rise. Using historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography, the research finds that the motivation to participate in the exhibition was not only economic but also symbolic and diplomatic, as a Western power with a long history of friendship with Japan. At the same time, the exhibition, especially the Human Pavilion, revealed how Japan articulated its modern identity by adopting and modifying international exhibition practices previously developed in Europe. Through the Human Pavilion, Japan positioned itself differently from other Asian nations, including Java and Malay. This article argues that the Osaka Exhibition represented an early expression of a hierarchical worldview and colonial imagination that was in line with patterns later seen in Japanese imperial ideology, while also revealing the Dutch's ambiguous perception of Japan as both a modern partner and a potential threat to Western colonial domination in Asia.
Abu ‘Ala Al-Maududi dan Gerakan Politik: Islamisme, Negara dan Kemerdekaan Pakistan Ahmad Fauzan Baihaqi Fauzan; Bryna Rizkinta; Ilham Nur Utomo; Desi Susanti; Muhammad Zulham
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4110

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami, yang dia dirikan, memainkan peran penting dalam membangun gagasan tentang kenegaraan Republik Islam Pakistan pasca merdeka dari kolonialisme Inggris dan berpisah dari India tahun 1947. Sebagai tokoh yang dipandang dari sudut pandang Barat, dianggap kontroversial karena sempat menolak pemisahan Pakistan dengan Negara induk India. Namun, setelah itu, Al-Maududi adalah orang yang paling aktif dalam mendukung pembentukan Republik Islam Pakistan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami berpartisipasi dalam gerakan politik untuk penegakan Negara Islam di Pakistan. Selain itu, mengkritik perspektif Barat yang menganggapnya sebagai figur separatis dalam gerakan Muslim India. Metode penulisan kali ini adalah dengan menggunakan metode sejarah kritis dengan tahapan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelusuran sumber studi pustaka penulis menggunakan tulisan pikiran dari Al-Maududi dan Sejarawan yang gandrung dengan persoalan Islam di Asia Selatan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dan lebih mendalam untuk melihat sosok Abu ‘Ala Al-Maududi kami melihat secara holistik dalam fragmen Sejarah intelektualisme Islam. Sebagai intelektual organik Al-Maududi bersama Jemaat Islami berani menjadi oposisi melawan hasil pemilu 1937 serta bergerilya untuk terbentuknya Negara Islam di Barat India yang saat ini menjadi Pakistan. Dalam temuan beberapa riset, Al-Maududi dengan organisasinya Jema’at El-Islami dianggap kelanjutan dari Hassan Al-Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, namun ternyata banyak sekali perbedaan. Meskipun mendapat stigma radikal oleh Barat, namun gerakannya tidak sepenuhnya membenci barat. Dalam konsep doktrin Islam dan Negara yang digaungkan Al-Maududi yakni Teo-Demokrasi adalah bentuk pembaharuan dari Sekularisme Demokrasi Barat dan menurutnya adalah perlunya titik temu antara kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai Ketuhanan Islam. Kata Kunci : Al-Maududi, Jamaat Islami, Pakistan