Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Evaluasi Sistem Casemix dalam Proses Klaim BPJS: Studi Kualitatif di RS Paru Ario Wirawan Salatiga Nenny Oktarina; Sinta Novratilova
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44631

Abstract

Pengelolaan klaim BPJS rawat inap menjadi tantangan utama dalam penerapan sistem pembiayaan berbasis Casemix (INA-CBG’s) di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses klaim BPJS di RS Paru Ario Wirawan Salatiga, dengan fokus pada kendala teknis, integrasi sistem informasi, kelengkapan dokumen pendukung, serta peran case manager. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive dari unit Casemix, SIMRS, dan manajemen pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi internet yang tidak stabil, belum optimalnya integrasi SIMRS dengan aplikasi e-Klaim, serta proses pemindaian manual merupakan hambatan utama dalam pengajuan klaim. Selain itu, ditemukan ketidaklengkapan dokumen pendukung seperti form diagnosis, hasil penunjang dari luar, dan resume medis, yang berdampak pada klaim pending. Peran case manager dalam monitoring biaya belum berjalan maksimal karena keterlibatan yang terbatas sejak awal pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, optimalisasi bridging SIMRS, pelatihan SDM, dan penyusunan SOP dokumen pendukung sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses klaim BPJS di rumah sakit vertikal. Kata Kunci: klaim BPJS; Casemix; SIMRS; case manager; dokumen pendukung.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS PASIEN LAMA DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Moh Dwi Fadel Yunus; Aries Widiyoko; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.182

Abstract

Abstrak - Pelayanan rekam medis yang sesuai standar sangat membantu dalam meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit, salah satu indikatornya adalah penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan. Sesuai standar pelayanan minimal bahwa penyediaan rekam medis rawat jalan adalah < 10 menit. Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta masih ditemukan dokumen rawat jalan pasien lama penyediaannya belum sesuai standar yaitu > 10 menit. Sehingga perlu analisis faktor penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan pasien lama menggunakan aspek manajemen 5M(man, machine, material, methode, money). Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan diskriptif dengan populasi dan sampel adalah petugas rekam medis dibagian filing. Cara pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu menjelaskan karakteristik setiap variable penelitian. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa SDM di bagian filing belum D3 Rekam medis dan untuk alur, SOP juga belum ada sehingga didapatkan hasil penyediaan dokumen dari 30 sampel terdapat 23 dokumen yang melebihi >10 menit waktu penyediaannya yang rata-rata waktunya 20 menit, sedangkan 7 dokumen sudah tepat waktu yaitu rata—rata 7 menit sudah tersedia. Maka perlu penyesuaian SDM dibagian filing menjadi D3 rekam medis dan membuat SOP dan alur penyediaan dokumen rekam medis pasien lama. Kata kunci : rekam medis, rawat jalan, penyediaan Abstract — Medical record services that comply with standards are very helpful in improving the quality of service in hospitals, one indicator of which is the provision of outpatient medical record documents. According to the minimum service standards, providing outpatient medical records is <10 minutes. At the PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta, it was still found that long patient outpatient documentation was not provided according to standards, namely > 10 minutes. So it’s necessary research on factor analysis for providing outpatient medical record documents for old patients using the 5M management aspects (man, machine, material, method, money). The research method uses qualitative with a descriptive approach with population and the sample is a medical records officer in the filing section. The data collection method uses interview and observation guidelines. Data analysis uses descriptive analysis, namely explaining the characteristics of each research variable. The results of this research provide an illustration that human resources in the filing section do not yet have D3 medical records and for flow, SOPs also do not yet exist so that the results obtained from providing documents from 30 samples are 23 documents that exceed >10 minutes in the provision time, the average time of which is 20 minutes, while 7 Documents are available on time, namely an average of 7 minutes. So it is necessary to adjust human resources in the filing section to become D3 medical records and create an SOP for the flow of providing medical record documents for old patients. Keywords: medical records, outpatient care, provision
PEMETAAN SEBARAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2023 Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.201

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu penting yang sering terabaikan, terutama bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Penelitian ini memetakan distribusi ODGJ di Kota Surakarta tahun 2023 menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Kesehatan dan dianalisis menggunakan aplikasi QGIS 3.14.0 secara overlay. Hasil menunjukkan terdapat 17 kelurahan dengan kasus ODGJ, di mana Kelurahan Gambirsari mencatat jumlah kasus tertinggi. Informasi visual berupa peta mendukung analisis intensitas kasus serta perencanaan strategi intervensi kesehatan mental yang lebih efektif. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini, penanganan, dan rehabilitasi ODGJ
Analisis Efektivitas Rekam Medis Elektronik pada Surat Pengantar Rawat Inap Bed Management di RSUD Dr. Moewardi dengan Metode TAM Nur Endah Dewi Maharani; Sinta Novratilova; Frestiany Regina Putri
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 5 No. 1 (2026): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v5i1.208

Abstract

Digitalisasi di bidang kesehatan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi layanan rumah sakit. Salah satu inovasinya adalah penggunaan rekam medis elektronik yang bertujuan mempercepat administrasi, mengurangi kesalahan data, dan meningkatkan pelayanan pasien. Di RSUD Dr. Moewardi, RME sudah diterapkan pada proses pencarian kamar untuk pasien dengan surat pengantar rawat inap, namun petugas bed management masih sering mencetak surat tersebut karena kendala sistem yang sering lambat. Padahal, data surat pengantar pasien sebenarnya sudah tersedia secara elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan RME pada surat pengantar rawat inap menerapkan model TAM dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik wawancara dan pengamatan Analisis dilakukan Berdasarkan empat variable TAM yaitu Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Use (ATU), Behavioral Intention to Use (BI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan Perceived Usefulness (PU) sistem cukup membantu petugas dalam hal pengelolaan kamar rawat inap karena data dari dokter langsung masuk ke sistem. Berdasarkan Perceived Ease of Use (PEOU) sistem cukup mudah digunakan meski terkendala loading yang lambat, berdasarkan Attitude Toward Use (ATU) petugas memiliki sikap positif untuk mendukung berjalannya sistem ini, dan berdasarkan Behavioral Intention to Use (BI) petugas memiliki niat kuat untuk terus menggunakan sistem kedepannya dengan harapan perbaikan sistem. Walaupun RME sudah berjalan namun RME masih perlu adanya perbaikan lebih lanjut sebab masih terdapat kebiasaan mencetak surat pengantar ketika rumah sakit sedang ramai dan sistem mengalami loading lama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa RME sudah diterima baik oleh petugas, namun RME belum efektif sebab petugas masih mencetak surat pengantar yang seharusnya langsung diakses di sistem, karena sistem yang mengalami loading lama dan volume pasien yang tinggi maka perlu adanya perbaikan sistem agar sistem lebih stabil dan cepat.
PENGARUH MATA KULIAH KODIFIKASI SISTEM REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI WANITA PADA MAHASISWA MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.252

Abstract

Mata kuliah Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit serta Masalah Kesehatan Terkait (KKPMT) pada sistem reproduksi merupakan bagian inti dalam kurikulum mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan. Mata kuliah ini membahas berbagai penyakit sistem reproduksi serta prosedur pengkodeannya berdasarkan standar ICD-10 untuk penyakit dan ICD-9CM untuk tindakan medis. Tujuan: Sebagai mahasiswa yang mempelajari KKPMT sistem reproduksi, mahasiswa diharapkan mampu memahami, menjelaskan, dan mengedukasi mengenai berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan wanita.. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 216 mahasiswa aktif, dengan sampel sebanyak 69 orang yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form. Analisis data melibatkan uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), yang kemudian dilanjutkan dengan regresi linier sederhana. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,013, yang lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dalam mata kuliah KKPMT sistem reproduksi dengan pemahaman mereka terhadap penyakit sistem reproduksi wanita.
Analisis Geospasial Sebaran Kasus Pneumonia Di Kota Bengkulu Berdasarkan Data Informasi Kesehatan Tahun 2024 A'idah Haniyah Sary; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.265

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang masih menjadi penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia. Kota Bengkulu tercatat memiliki angka kejadian pneumonia yang fluktuatif, dengan estimasi kasus sebanyak 795 pada tahun 2024. Namun, belum terdapat pemetaan spasial secara sistematis untuk menganalisis persebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial kasus pneumonia di Kota Bengkulu menggunakan data rekam medis yang dikelola berdasarkan prinsip manajemen informasi kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Data dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berupa data register pasien pneumonia tahun 2024. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak ArcGIS, analisis autokorelasi spasial Moran’s I, serta overlay dengan data kepadatan penduduk dan sebaran fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel diambil secara acak sebanyak 266 kasus menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola dan sebaran kasus pneumonia acak dengan nilai indeks morans’ I sebesar -0,113. Wilayah dengan kasus tertinggi berada di kecamatan padat penduduk. Serta sebaran fasyankes sudah tersebar secara merata setiap kecamatan. Dapat disimpulkan bahwa meskipun terjadi konsentrasi kasus pada wilayah tertentu, distribusinya tidak membentuk cluster. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventuf harus dilakukan secara merata di seluruh kecamatan tanpa fokus wilayah tertentu.