Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Evaluasi Sistem Casemix dalam Proses Klaim BPJS: Studi Kualitatif di RS Paru Ario Wirawan Salatiga Nenny Oktarina; Sinta Novratilova
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44631

Abstract

Pengelolaan klaim BPJS rawat inap menjadi tantangan utama dalam penerapan sistem pembiayaan berbasis Casemix (INA-CBG’s) di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses klaim BPJS di RS Paru Ario Wirawan Salatiga, dengan fokus pada kendala teknis, integrasi sistem informasi, kelengkapan dokumen pendukung, serta peran case manager. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive dari unit Casemix, SIMRS, dan manajemen pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi internet yang tidak stabil, belum optimalnya integrasi SIMRS dengan aplikasi e-Klaim, serta proses pemindaian manual merupakan hambatan utama dalam pengajuan klaim. Selain itu, ditemukan ketidaklengkapan dokumen pendukung seperti form diagnosis, hasil penunjang dari luar, dan resume medis, yang berdampak pada klaim pending. Peran case manager dalam monitoring biaya belum berjalan maksimal karena keterlibatan yang terbatas sejak awal pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, optimalisasi bridging SIMRS, pelatihan SDM, dan penyusunan SOP dokumen pendukung sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses klaim BPJS di rumah sakit vertikal. Kata Kunci: klaim BPJS; Casemix; SIMRS; case manager; dokumen pendukung.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS PASIEN LAMA DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Moh Dwi Fadel Yunus; Aries Widiyoko; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.182

Abstract

Abstrak - Pelayanan rekam medis yang sesuai standar sangat membantu dalam meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit, salah satu indikatornya adalah penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan. Sesuai standar pelayanan minimal bahwa penyediaan rekam medis rawat jalan adalah < 10 menit. Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta masih ditemukan dokumen rawat jalan pasien lama penyediaannya belum sesuai standar yaitu > 10 menit. Sehingga perlu analisis faktor penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan pasien lama menggunakan aspek manajemen 5M(man, machine, material, methode, money). Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan diskriptif dengan populasi dan sampel adalah petugas rekam medis dibagian filing. Cara pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu menjelaskan karakteristik setiap variable penelitian. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa SDM di bagian filing belum D3 Rekam medis dan untuk alur, SOP juga belum ada sehingga didapatkan hasil penyediaan dokumen dari 30 sampel terdapat 23 dokumen yang melebihi >10 menit waktu penyediaannya yang rata-rata waktunya 20 menit, sedangkan 7 dokumen sudah tepat waktu yaitu rata—rata 7 menit sudah tersedia. Maka perlu penyesuaian SDM dibagian filing menjadi D3 rekam medis dan membuat SOP dan alur penyediaan dokumen rekam medis pasien lama. Kata kunci : rekam medis, rawat jalan, penyediaan Abstract — Medical record services that comply with standards are very helpful in improving the quality of service in hospitals, one indicator of which is the provision of outpatient medical record documents. According to the minimum service standards, providing outpatient medical records is <10 minutes. At the PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta, it was still found that long patient outpatient documentation was not provided according to standards, namely > 10 minutes. So it’s necessary research on factor analysis for providing outpatient medical record documents for old patients using the 5M management aspects (man, machine, material, method, money). The research method uses qualitative with a descriptive approach with population and the sample is a medical records officer in the filing section. The data collection method uses interview and observation guidelines. Data analysis uses descriptive analysis, namely explaining the characteristics of each research variable. The results of this research provide an illustration that human resources in the filing section do not yet have D3 medical records and for flow, SOPs also do not yet exist so that the results obtained from providing documents from 30 samples are 23 documents that exceed >10 minutes in the provision time, the average time of which is 20 minutes, while 7 Documents are available on time, namely an average of 7 minutes. So it is necessary to adjust human resources in the filing section to become D3 medical records and create an SOP for the flow of providing medical record documents for old patients. Keywords: medical records, outpatient care, provision
PEMETAAN SEBARAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2023 Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.201

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu penting yang sering terabaikan, terutama bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Penelitian ini memetakan distribusi ODGJ di Kota Surakarta tahun 2023 menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Kesehatan dan dianalisis menggunakan aplikasi QGIS 3.14.0 secara overlay. Hasil menunjukkan terdapat 17 kelurahan dengan kasus ODGJ, di mana Kelurahan Gambirsari mencatat jumlah kasus tertinggi. Informasi visual berupa peta mendukung analisis intensitas kasus serta perencanaan strategi intervensi kesehatan mental yang lebih efektif. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini, penanganan, dan rehabilitasi ODGJ
Analisis Efektivitas Rekam Medis Elektronik pada Surat Pengantar Rawat Inap Bed Management di RSUD Dr. Moewardi dengan Metode TAM Nur Endah Dewi Maharani; Sinta Novratilova; Frestiany Regina Putri
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 5 No. 1 (2026): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v5i1.208

Abstract

Digitalisasi di bidang kesehatan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi layanan rumah sakit. Salah satu inovasinya adalah penggunaan rekam medis elektronik yang bertujuan mempercepat administrasi, mengurangi kesalahan data, dan meningkatkan pelayanan pasien. Di RSUD Dr. Moewardi, RME sudah diterapkan pada proses pencarian kamar untuk pasien dengan surat pengantar rawat inap, namun petugas bed management masih sering mencetak surat tersebut karena kendala sistem yang sering lambat. Padahal, data surat pengantar pasien sebenarnya sudah tersedia secara elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan RME pada surat pengantar rawat inap menerapkan model TAM dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik wawancara dan pengamatan Analisis dilakukan Berdasarkan empat variable TAM yaitu Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Use (ATU), Behavioral Intention to Use (BI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan Perceived Usefulness (PU) sistem cukup membantu petugas dalam hal pengelolaan kamar rawat inap karena data dari dokter langsung masuk ke sistem. Berdasarkan Perceived Ease of Use (PEOU) sistem cukup mudah digunakan meski terkendala loading yang lambat, berdasarkan Attitude Toward Use (ATU) petugas memiliki sikap positif untuk mendukung berjalannya sistem ini, dan berdasarkan Behavioral Intention to Use (BI) petugas memiliki niat kuat untuk terus menggunakan sistem kedepannya dengan harapan perbaikan sistem. Walaupun RME sudah berjalan namun RME masih perlu adanya perbaikan lebih lanjut sebab masih terdapat kebiasaan mencetak surat pengantar ketika rumah sakit sedang ramai dan sistem mengalami loading lama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa RME sudah diterima baik oleh petugas, namun RME belum efektif sebab petugas masih mencetak surat pengantar yang seharusnya langsung diakses di sistem, karena sistem yang mengalami loading lama dan volume pasien yang tinggi maka perlu adanya perbaikan sistem agar sistem lebih stabil dan cepat.
PENGARUH MATA KULIAH KODIFIKASI SISTEM REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI WANITA PADA MAHASISWA MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.252

Abstract

Mata kuliah Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit serta Masalah Kesehatan Terkait (KKPMT) pada sistem reproduksi merupakan bagian inti dalam kurikulum mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan. Mata kuliah ini membahas berbagai penyakit sistem reproduksi serta prosedur pengkodeannya berdasarkan standar ICD-10 untuk penyakit dan ICD-9CM untuk tindakan medis. Tujuan: Sebagai mahasiswa yang mempelajari KKPMT sistem reproduksi, mahasiswa diharapkan mampu memahami, menjelaskan, dan mengedukasi mengenai berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan wanita.. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 216 mahasiswa aktif, dengan sampel sebanyak 69 orang yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form. Analisis data melibatkan uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), yang kemudian dilanjutkan dengan regresi linier sederhana. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,013, yang lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dalam mata kuliah KKPMT sistem reproduksi dengan pemahaman mereka terhadap penyakit sistem reproduksi wanita.
Analisis Geospasial Sebaran Kasus Pneumonia Di Kota Bengkulu Berdasarkan Data Informasi Kesehatan Tahun 2024 A'idah Haniyah Sary; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.265

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang masih menjadi penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia. Kota Bengkulu tercatat memiliki angka kejadian pneumonia yang fluktuatif, dengan estimasi kasus sebanyak 795 pada tahun 2024. Namun, belum terdapat pemetaan spasial secara sistematis untuk menganalisis persebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial kasus pneumonia di Kota Bengkulu menggunakan data rekam medis yang dikelola berdasarkan prinsip manajemen informasi kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Data dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berupa data register pasien pneumonia tahun 2024. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak ArcGIS, analisis autokorelasi spasial Moran’s I, serta overlay dengan data kepadatan penduduk dan sebaran fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel diambil secara acak sebanyak 266 kasus menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola dan sebaran kasus pneumonia acak dengan nilai indeks morans’ I sebesar -0,113. Wilayah dengan kasus tertinggi berada di kecamatan padat penduduk. Serta sebaran fasyankes sudah tersebar secara merata setiap kecamatan. Dapat disimpulkan bahwa meskipun terjadi konsentrasi kasus pada wilayah tertentu, distribusinya tidak membentuk cluster. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventuf harus dilakukan secara merata di seluruh kecamatan tanpa fokus wilayah tertentu.
Studi Literature: Analisis Keamanan dan Privasi Data Rekam Medis Elektronik Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2022 Adelia Inggrid Putri Maharani; Sinta Novratilova; Rina Wulandari; Dwi Rena Aulia; Azalia Tjandra Dewi; Aldi Juli Saputra
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i2.3085

Abstract

Data security in Electronic Medical Records (EMR) is a crucial issue in health information governance in Indonesia. This study evaluates the compliance of health facility information security systems with Ministry of Health Regulation (PERMENKES) No. 24 of 2022 and Personal Data Protection Law (UU PDP) No. 27 of 2022, and analyzes the impact of non-compliance on service quality and patient trust. The method employed is a systematic narrative literature review on the Google Scholar database (2023–2026) using the keywords "data security and privacy," "electronic medical records," and "CIA Triad," focusing on the implementation of Confidentiality, Integrity, and Availability. The four healthcare facilities examined have implemented controls such as role-based access control, Electronic Signatures (TTE), Virtual Private Networks (VPN), data encryption, and SSL/TLS protocols in accordance with PERMENKES provisions and Article 35 of the UU PDP. However, the effectiveness of implementation is hindered by weak authentication due to the use of simple passwords and excessively long auto-logout durations, the absence of comprehensive written standard operating procedures (SOPs), low staff compliance with security protocols, and minimal patient awareness regarding personal data protection rights. These weaknesses heighten the risk of patient data breaches as well as potential administrative sanctions and fines, and carry negative implications for service quality and public trust. Recommendations include strengthening internal security policies, developing written SOPs, providing continuous training for healthcare workers, implementing stronger authentication mechanisms (e.g., multi-factor authentication/MFA), and conducting patient awareness programs to ensure regulatory compliance and maintain public confidence.
Evaluation of the Implementation of Outpatient Electronic Medical Records at Arjosari Community Health Center, Pacitan Sinta Novratilova; Elvina Yuan Mirna
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 2 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i2.10454

Abstract

ABSTRACT  Puskesmas Arjosari Pacitan has developed electronic medical record documentation through the Puskesmas Management Information System and upgraded it into a web-based Electronic Medical Record system in June 2024. This study aimed to evaluate the implementation of Electronic Medical Records in outpatient services and identify supporting and inhibiting factors using the 5M approach, consisting of man, money, machine, method, and material. This research employed a descriptive qualitative method. The main informants were seven users of the system, including medical record officers, administrative staff, nurses, and an outpatient physician, while the head of the public health center served as a triangulation informant. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, conclusion drawing, and source triangulation. The findings showed that human resources and material aspects supported the implementation because staff understood the system workflow and the internet network was relatively stable. However, several barriers remained, including limited budget allocation, inadequate hardware availability, the absence of a detailed standard operating procedure, limited access to reporting features, and a suboptimal user interface. This study concludes that financial constraint is the most dominant barrier because it affects hardware procurement, staff training, and system development. Therefore, Puskesmas Arjosari needs dedicated budget planning, stronger technological infrastructure, a specific standard operating procedure, and improved coordination with the vendor to ensure effective and sustainable implementation.Keywords: Public Health Center, Electronic Medical Records, Outpatient Services, Implementation Evaluation, 5M Factors
Studi Literatur: Analisis Keamanan dan Privasi Data Rekam Medis Elektronik Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2022 Adelia Inggrid Putri Maharani; Sinta Novratilova; Azalia Tjandra Dewi; Dwi Rena Aulia; Rina Wulandari; Aldi Juli Saputra
CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cemerlang.v6i1.9191

Abstract

Systemic non-compliance with PERMENKES 24/2022 & UU PDP 27/2022 on EHR, such as human error, weak passwords, vulnerable physical access, and low ISO 27001, increases the risk of data breaches & fines. This research fills the gap in the study by evaluating the compliance of the CIA Triad principles on Electronic Medical Records post-issuance of PERMENKES No. 24 of 2022 and Law No. 27 of 2022 thru a literature review, while also highlighting the impact of non-compliance on service quality and patient trust. This study aims to evaluate the compliance of healthcare facility security systems with PERMENKES No. 24 of 2022 and Law No. 27 of 2022 and analyze the impact of non-compliance on service quality and patient trust. This research method employs a systematic narrative literature review design to comprehensively examine the implementation of the CIA Triad in EHR security. Searches were conducted on Google Scholar (2023-2026) using the keywords "data security and privacy," "electronic medical records," and "CIA Triad." The research results show that all four healthcare facilities have adopted access control, TTE, VPN, encryption, and SSL/TLS in accordance with PERMENKES No. 24/2022 and Article 35 of the PDP Law No. 27/2022. However, the effectiveness is hindered by authentication weaknesses (weak passwords, long auto logout), the absence of written SOPs, low staff compliance, and minimal patient socialization, resulting in the data subject's rights not being transparently fulfilled. The lack of data security socialization to patients indicates that transparency and protection of data subjects' rights based on Law No. 27 of 2022 are not optimal.