Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MENINGKATKAN PERAN AKTIF MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DBD DI BOYOLALI Ismawatie, Emma; Dewi, Yulia Ratna; Jimat, Resi Tondho; Maulani, Yulita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49224

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di desa jayan, kelurahan senting di Kabupaten Boyolali. Pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) ini merupakan peran penting Masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD di desa jayan, kelurahan senting Kabupaten boyolali. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan, sosialisasi dan pembagian brosur kepada masyarakat dan anggota karang taruna tentang pencegahan dan pengendalian DBD serta ke pasar sekolah dan puskesmas. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta anggota karang taruna dalam pencegahan dan pengendalian DBD meningkat. Masyarakat dan karang taruna lebih antusias dan memiliki peran aktif dalam melakukan kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD, seperti melakukan Gerakan lima M yaitu, menguras bak air, menutup penampumg udara, mengubur sampah plastik dan kaleng, memanfaatkan barang bekas dan menaburkan obat abate, serta rutin menggunakan sarana obat nyamuk dengan rutin demi mencegah penyebaran penyaklit DBD.
COMPARISON OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE (ESR) VALUES USING EDTA AND 3.8% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS Supriyanto, Eka Evan; Ismawatie, Emma; Maulani, Yulita
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1390

Abstract

Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.
Pencegahan Dan Pemeriksaan Tekanan Darah Di Panti Asuhan Nur Hidayah Ismawatie, Emma; Dewi, Yulia Ratna; Maulani, Yulita; Nanda Kusuma, Rahmayani Agustin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.973

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia. Artikel ini membahas tentang mengabdian masyarakat yang tujuanya untuk dapat meningkatkan kesadaran dan pentingnya pencegahan juga pemeriksaan tekanan darah pada warga Panti Asuhan Nur Hidayah supaya menjaga tekanan darah dalam rentang normal sejak dini. Tekanan darah salah satu indikator penting dalam menentukan kondisi kesehatan seseorang. Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan pemeriksaan langsung kita berupaya memberikan pengetahuan tentang tekanan darah, yang menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan kematian prematur lainnya, tetapi gejalanya seringkali tidak terasa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode pengabdian melibatkan penyuluhan ,sosialisasi, demonstrasi dan pemeriksaan tekanan darah gratis , dengan memberikan arahan dan diskusi kepada warga Panti Asuhan Nur Hidayah mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara dini . Pemeriksaan tekanan darah juga dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kesehatan. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga Panti Nur Hidayah pentingnya terkontrol tekanan darahsejak dini dan secara teratur. Dengan langkah-langkah seperti penyuluhan dan pemeriksaan gratis dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkuat upaya pencegahan hipertensi. Penekanan pada pencegahan dan pemeriksaan tekanan darah memberikan dapak yang positif terhadap kesehatan warga Panti Nur hidayah. Peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif membuka peluang bagi pengemban program kesehatan komunitas yang berfokus pada pemantauan dan manajemen tekanan darah secara dini.
Pemeriksaan Dan Edukasi Deteksi Dini Kolesterol Tinggi Pada Masyarakat Di Kudus Ismawatie, Emma; Dewi, Yulia Ratna; Maulani, Yulita; Supriyanto, ka Evan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1824

Abstract

Kadar Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung dan merupakan masalah kesehatan secara global. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui prevalesi kolesterol tinggi dan untuk meningkatkan kesadaran pada Masyarakat Pasuruhan, Jati, Kudus, serta memberikan edukasi terkait pencegahan dan pengendaliannya. Metode yang digunakan ini adalah pemeriksaan kadar kolesterol pada sampel darah Masyarakat secara acak, didapatkan responden sejumlah 95 peserta, dilanjutkan dengan pemberian edukasi yaitu mengenai pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Hasil penelitian dimana menunjukkan bahwa terdiri dari 40% responden hasil kadar kolesterol normal, dan dimana di dapatkan 60% responden hasil kadar kolesterol pada diatas normal, Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memberikan peningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya menjaga kadar kolesterol dan memodifikasi terhadap perilaku hidup sehat dengan mengurangi konsumsi lemak (gorengan), juga meningkatkan pengetahuan pada Masyarakat Pasuruhan, Jati Kudus tentang faktor resiko kadar kolesterol tinggi yang berisiko kurang baik, serta memberikan motivasi untuk mengubah gaya hidup yang menjadi lebih sehat.
PERAN EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI PADA PENGUNJUNG SOLO GRANDMALL Ismawatie, Ismawatie; Maulani, Yulita; Dewi, Yulia Ratna; Supriyanto, Eka Evan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42502

Abstract

Deteksi dini suatu penyakit merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengobatan suatu penyakit. Edukasi kesehatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining kesehatan. Penelitian atau pengabdian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program edukasi skrining kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini suatu penyakit. Metode yang digunakan adalah pre-post test dengan melibatkan partisipan dari berbagai kelompok umur dan berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai berbagai jenis skrining kesehatan, faktor risiko penyakit, dan manfaat deteksi dini. Selain itu, terdapat peningkatan minat peserta laki- laki maupun Wanita untuk mengikuti program skrining kesehatan secara berkala. Kesimpulannya, program edukasi skrining kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program skrining kesehatan di awal dan pada akhirnya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit berbahaya yang tidak menular.
PERBEDAAN HASIL PEWARNAAN HEMATOXYLIN - EOSIN PREPARAT LIMFONODI PADA PROSES CLEARING MENGGUNAKAN XYLOL DAN MINYAK ZAITUN Wibowo, Tri; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.562

Abstract

Pewarnaan jaringan sangat diperlukan untuk mewarnai komponen-komponen jaringan yang transparan setelah melalui proses pematangan jaringan.Pewarnaan rutin yang umumnya digunakan untuk histopatologi merupakan pewarnaan Hematoxylin Eosin (H&E). Salah satu organ yang dapat digunakan untuk pembuatan sediaan jaringan didalam laboratorium Patologi Anatomi merupakan kelenjar limfonode colli (Kelenjar getah bening pada leher) untuk sediaan jaringan biasa disebut preparate limfonodi. xylol mempunyai kekurangan antara lain bersifat toksik, berbahaya untuk tubuh manusia serta menimbulkan pengerutan jaringan apabila terlalu lama direndam. Sehingga dibutuhkan bahan alternatif pengganti xylol yang lebih aman seperti minyak zaitun) minyak yang mempunyai sifat non polar dapat menghilangkan sisa parafin yang ada pada jaringan. Penelitian ini memakai metode penelitian eksperimental. Metode eksperimen diartikan sebagai metode dengan wujud yang sistematis dengan tujuan untuk mencari pengaruh variabel satu dengan variabel yang lain dengan memberikan perlakuan khusus serta pengendalian yang ketat dalam suatu kondisi.Pada kelompok xylol didapat hasil yang baik, yaitu inti berwarna biru, hiperkromatos. Sitoplasma berwarna merah muda, eosinofilik sebagian bergranular. Xylol mempunyai tingkat kelarutan yang tinggi terhadap agen dehidran dan juga materi paraffin sehingga xylol yang diberikan jaringan tersebut memberikan hasil yang baik ketika sediaan dilakukan pewarnaan. Pada kelompok minyak zaitun didapatkan kualitas preparat jaringan yang menunjukkan gambaran mikroskopis yang baik dengan warna inti terlihat jelas biru, sitoplasma ,merah muda pucat. Berdasarkan hasil serta ulasan yang sudah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil pewarnaan Hematoxylin-eosin pada preparat lomfonodi colli dengan proses clearing memakai minyak minyak zaitun (olea europeae) serta xilol.
ANALISIS CITOLOGI PADA BENJOLAN PAYUDARA DENGAN METODE FNAB DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RUMAH SAKIT GUIDO VALADARES Humberta Da Costa Babo, Julselita; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.563

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan prosedur Biopsi Aspirasi Jarum Halus (FNAB) di Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Guido Valadares untuk mengetahui sitologi massa payudara, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi jenis benjolan payudara dan jumlah tumor jinak dan ganas berdasarkan jenis kelamin, usia, spesifisitas, sensitivitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif.Penelitian observasional analitik dengan menggunakan metodologi retrospektif membentuk desain penelitian. Dengan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel non-probabilistik, peneliti memilih sampel yang memenuhi standar yang telah ditentukan dan dianggap relevan dengan tujuannya. 143 sampel dipilih dari total tergantung pada kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menyusun alur penelitian dengan tetap mempertimbangkan pertimbangan etis, memilih variabel penelitian, menetapkan variabel operasional, dan menguraikan instrumen dan teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu informasi dari rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian, ditentukan bahwa karsinoma payudara, dimana terdapat 19 kasus (59,4%) pada orang berusia antara 40 dan 59 tahun, merupakan tumor yang paling agresif. Dari 50 kasus (45,0%) FAM pada orang berusia antara 20 dan 30 tahun, ini merupakan tumor paling jinak. 99,3% dari 142 kasus adalah perempuan. Sebagian besar pasien berusia 20-an dan 30-an berusia di atas 50 tahun. Hasil penyelidikan ini menunjukkan sensitivitas 100% dan spesifisitas tes FNAB 100%. Hal ini menunjukkan tingginya nilai diagnostik pemeriksaan FNAB dalam mendeteksi kanker payudara. Temuan penelitian ini diharapkan dapat membantu diagnosis dan pengobatan pasien benjolan payudara. Dari 50 kasus (45,0%) FAM pada orang berusia antara 20 dan 30 tahun, ini merupakan tumor paling jinak. 99,3% dari 142 kasus adalah perempuan
ANALISIS HUBUNGAN INFKEKSI CACING ENTEROBIUS VERMICULARIS DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI RUMAH SAKIT DAERAH MALIANA TIMOR LESTE De Carvalho, Clotilde; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.595

Abstract

Masalah kecacingan adalah isu kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama di wilayah tropis, di mana banyak orang terpengaruh. Infeksi cacing dapat mengurangi kekuatan tubuh melawan penyakit dan memperlambat pertumbuhan anak karena cacing menyerap nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, dan zat besi. Kecacingan sering terjadi pada anak-anak, karena mereka lebih rentan terhadap infeksi cacing Enterobius vermicularis. Di Indonesia, masalah kecacingan masih signifikan, dengan Enterobius Vermicularis sering menyebabkan enterobiasis pada anak-anak, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi dan sanitasi yang buruk. Infeksi ini dapat mempengaruhi status gizi anak dan berdampak negatif pada pertumbuhan. Infeksi ini disebabkan oleh pola asuh yang tidak memadai dan menyebabkan gejala seperti gatal di sekitar anus pada malam hari. Penyebaran telur cacing dapat terjadi melalui garukan pada daerah anus dan dapat tersebar jika tangan tidak dicuci dengan benar. Gejala infeksi ini termasuk hilangnya nafsu makan, insomnia, mengertakkan gigi, kegelisahan, kram perut, dan diare. Di Timor Leste, masalah kekurangan gizi sangat tinggi; pada tahun 2020, 47% anak di bawah lima tahun mengalami keterlambatan pertumbuhan dan 8,6% mengalami kekurangan gizi akut. Prevalensi berat badan kurang juga lebih tinggi di kota (14,3%) dibandingkan di desa (9,8%).
HUBUNGAN INFEKSI CACING ASCARIS LUMBRICOIDES DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK DI RUMAH SAKIT MALIANA TIMOR LESTE Soares, Rui; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.616

Abstract

Infeksi cacing Ascaris lumbricoides mengakibatkan status gizi yang kurang baik karena asupan gizi yang ada dalam tubuh diserap  oleh cacing, sehingga menyebabkan kekurangan gizi dan menganggu perkembangan fisik dan psikis. Tujuan penelitian adalah  mengetahui hubungan  infeksi cacing Ascaris lumbricoides dengan status gizi pada anak di Rumah Sakit  Maliana Timor Leste. Jenis penelitian termasuk penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah anak usia 1-5 tahun yang melakukan pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit  Maliana Timor Leste yang berjumlah 40 anak. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis biuvariat menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik responden adalah berusia 1 tahun (55,0%) dan berjenis kelamin perempuan (57,5%). Prevalensi infeksi cacing Ascaris lumbricoides terbanyak adalah anak yang tidak terinfeksi Ascaris lumbricoides (negatif) (65,0%). Status gizi pada anak terbanyak adalah anak dengan status gizi underweight (berat badan kurang) (77,5%). Terdapat hubungan  infeksi cacing Ascaris lumbricoides dengan status gizi pada anak di Rumah Sakit  Maliana Timor Leste (p value 0,012 < 0,05).
PROFIL SITOLOGI EFUSI PLEURA MALIGNA DI RSUD DR SOEDONO MADIUN PERIODE TAHUN 2021-2023 Setiawan, Budi; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.637

Abstract

Pleural effusion is a common symptom resulting from various diseases, and malignant pleural effusion occurs when cancer cells are present in the fluid. Determining the cause can be challenging due to the wide range of potential primary tumors. Cytological analysis is essential for diagnosing pleural effusion. This study aimed to identify the cytological profile of malignant pleural effusion at Dr. Soedono General Hospital, Madiun, from 2021 to 2023. It used a retrospective descriptive design, analyzing medical records of patients diagnosed with malignant pleural effusion during this period. Data was sourced from the hospital's Laboratory Information Systems program, and descriptive frequency analysis was applied. The results showed that out of 158 patients diagnosed with pleural effusion, 147 (93.04%) had non-neoplastic effusion, and 11 (6.96%) had neoplastic effusion. Among the neoplastic cases, 8 (5.06%) were confirmed as malignant pleural effusion, with adenocarcinoma being the most common cause, identified in 5 patients (62.50%).