Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS PEWARNAAN PAPANICOLAOU DAN GIEMSA PADA BILASAN BRONKUS KARSINOMA PARU Wiwi, Wiwi; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.646

Abstract

Kanker karsinoma paru merupakan jenis kanker yang berasal dari sel paru-paru dan sering dikaitkan dengan paparan zat berbahaya seperti asap rokok, polusi udara, atau bahan kimia beracun lainnya. Sitologi pencucian bronkus melibatkan beberapa tahapan, salah satunya adalah proses pewarnaan. Pewarnaan yang baik menghasilkan kontras yang jelas antara inti sel dan sitoplasma. Ada beberapa metode pewarnaan yang digunakan untuk sampel pencuci bronkus, antara lain Giemsa, Diff-Quick, dan Papanicolaou. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 30 sampel cucian bronkial dari Laboratorium Patologi Anatomi RSPAD Gatot Soebroto, yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Sampel yang telah diwarnai kemudian diamati dan analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil pewarnaan bronchial wash menunjukkan bahwa pewarnaan Papanicolaou memberikan persentase sebesar 96,6% dan pewarnaan Giemsa memberikan persentase sebesar 53,7%. Pengamatan kualitas pencucian bronkial dengan menggunakan uji statistik menunjukkan nilai signifikan <0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas pewarnaan Papanicolaou dan Giemsa pada sediaan pencuci bronkial.
ANALISIS PEMERIKSAAN SITOLOGI PADA PASIEN LIMFADENITIS TUBERKULOSIS DENGAN METODE (FNAB) DI HOSPITAL NACIONAL GUIDO VALADARES Magno, Ines Imaculada Ximenes; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.647

Abstract

Tuberkulosis ialah penyakit infeksi disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini penelitian non-ekperimental serta menggunakan pasien Limfadenitis Tuberkolosis sebagai subjek. Rancangannya merupakan penelitian deskriptif analitik serta pengumpulan data secara restrospektif. Sumber data menggunakan data sekunder di peroleh dari rekam medis hasil pemeriksaan FNAB pada pasien serta memiliki riwayat limfadenitis Tuberkulosis di Laboratorium HNGV. Analisis data menggunakan Analisis univariat. Hasil penelitian diperoleh demografik pasien,Berdasarkan Usia, Pada Pemeriksaan Sitologi Di Laboratorium HNGV, Di Unit Patologi Anatomi Dari Bulan April-Julli,2024 Menunjukan di Usia Dewasa Dan Muda, Dengan sebesar 22,78%, 21,51%,Anak Dan Usia Lanjut 16,45% 13,92% Dan Remaja Serta Balita Dengan Persentase 12,65%.Pada penelitian ini Reactive Limfoide Hyperplasia sangat banyak melalui pemeriksaan selama bulan Januari-November tahun 2023, terdapat 31 pasien  (39,24%) kemudian diikuti Limfadenitis Tuberkulosis, sebanyak 30 pasien (37,97%),Granuloma Infection 7 pasien (8,86%), Metastase dengan 6 pasien (7,59%), Lympoma 3 pasien (3,79%) dan Abcess 2 pasien (2,53%) yang menunjukan angka yan lebih kecil
ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT DILI TIMOR-LESTE Bento, Silvia Fernanda Soriano; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.653

Abstract

Penelitian ini berrtujuan untuk merngertahui kadar hermoglobin pada pernderrita tuberrkulosis paru yang merngkonsumsi obat anti tuberrkulosis di rumah sakit Dili,Timor-Lerster. Pernerlitian ini merrupakan pernerlitian derskriptif analitik. Perngumpulan data  dilakukan sercara rerstrosperktif mernggunakan sumberr data serkunderr yang diperrolerh dari data rerkam merdik hasil permerriksaan kadar hermoglobin pada pernderrita tuberrkulosis paru yang merngkonsumsi obat anti tuberrkulosis.Pernerlitian ini dilakukan di Hospital Nasional Guido Valadarers Timor Lerster pada bulan Juni-Agustus 2024 derngan samperl serbanyak 80 rerspondern. Instrumern yang digunakan dalam pernerlitian ini adalah rerkam merdik pasiern. Analisa data yang digunakan dalam pernerlitian ini adalah analisa univariat yang digunakan untuk mernderskripsikan data yang dilakukan pada tiap variaberl dari hasil pernerlitian. Hasil pernerlitian didapatkan dermografi pasiern, jernis kerlamin laki-laki 43 pasiern ( 53.8% ) perrermpuan 37 pasiern ( 46.3% ).Berrdasarkan umur 10-30 tahun dergan total 33 pasiern ( 41,3% ),31-60 tahun derngan total 29 pasiern ( 39.3% ),>60 tahun ker atas derngan total 18 pasiern ( 22,5% ).Berrdasarkan kadar hermoglobin normal 17 pasiern ( 21.3% )  kadar hermoglobi9n dibawah normal 63 pasiern ( 78.8 % ).Berrdasarkan jernis kerlamin derngan kerterrangan kadar hermoglobin,jernis kerlamin laki-laki derngan kadar hermoglobin dibawah normal 35 pasiern ( 81.4% ) dan kadar hermoglobin normal 8 pasiern ( 18.7% ).Berrdasarkan umur derngan kadar hermoglobin,10-30 tahun kadar hermoglobin dibawah normal 27 pasiern ( 81.3% ) dan kadar hermoglobin normal 6 pasiern ( 18.2% ),31-60 tahun kadar hermoglobi dibawah normal 24 pasiern ( 82.8% ) dan kadar hermoglobin normal 5 pasiern ( 17.2% ).>60 tahun ker atas kadar hermoglobin dibawah normal 12 pasiern ( 66.7% ) dan kadar hermoglobin normal 6 pasiern ( 18.2% ).
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS SPUTUM BTA TERHADAP METODE PCR (GENEXPERT) PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU Reinaldo da Silva, Helio; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.656

Abstract

Menurut WHO, tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Sebagian besar penyakit ini menyerang diwilayah berkembang. Tuberculosis merupakan penyakit yang dapat menular yang diakibatkan dari bakteri Mycobacterium Tuberkulosis,bakteri ini lebih banyak menyerang paru-paru (Tuberkulosis paru),serta bisa menyerang bagian tubuh lainnya (Tuberkulosis ekstraparu), Tujuan penelitian ialah memperoleh perbandingan hasil pemeriksaan mikroskopis sputum BTA terhadap metode pcr ( genexpert ) pada pasien tuberculosis dengan metode Random sampling/ acak sederhana yang menjelaskan tentang perbandingan antara variabel hasil pemeriksaan BTA metode mikroskopis dan Genexpert pada penderita TB paru yang menggunakan pendekatan cross sectional yaitu Dimana data diambil dari rekam medis sesuai dengan variabel yang diteliti Dari hasil pengamatan pada sputum suspek tuberkulosis paru yang telah periksa dan didapatkan hasil pada jenis kelamin Pria dan Wanita tidak seimbang yaitu pria 48 orang ( 64,0% ) dan Wanita 27 orang atau 36,0% ,positif terbanyak 21 orang atau 28,0% dan ditemukan hasil Negatif sebanyak 54 orang (72,0%), pemeriksaan GeneXpert/TCM ditemukan MTB Detected sebanyak 29 orang (38,7%) dan tidak di temukan (MTB Not Detected) sebanyak  46 orang (61,3%).
Community-based education on glucose management in gemolong to prevent diabetes mellitus Dewi, Yulia Ratna; Ismawatie, Emma; Jimat, Resi Tondho; Maulani, Yulita; Mustikatun, Laela Siti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3151

Abstract

This community service program aimed to enhance public awareness regarding the importance of blood glucose level management as an early preventive strategy against diabetes mellitus. A participatory, community-based approach was adopted, commencing with a SWOT analysis to identify local needs and priorities. The program was implemented in Gemolong Village, Sragen Regency, and involved 30 participants aged 45–70 years. The interventions comprised structured health education sessions, free blood glucose screening, and guided health discussions and consultations. The screening results indicated that 16 participants (53%) exhibited elevated blood glucose levels, while 14 participants (47%) were within normal limits. The program significantly improved participants’ understanding of diabetes risk factors and underscored the importance of early detection. In conclusion, community-based service initiatives are effective promotive and preventive measures for addressing non-communicable diseases and may serve as a sustainable cross-sectoral collaborative model to improve overall community health outcomes.
Strengthening Community Health and Economy through Local Herbal Innovation in the Harmoni Women’s Group Maulani, Yulita; Dewi, Aptika Oktaviana Trisna; Wulandari, Sri; Ardianti, Erika Novi; Indriyani, Anisa; Ashfi, Dini
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 3, November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i3.12900

Abstract

A community service program based on the utilization of family medicinal plants (TOGA) serves as a strategic approach to improving health literacy and economic independence among women in urban areas. Background: Although TOGA is an essential part of Indonesia’s cultural heritage, its community-level application remains limited due to restricted land availability, low cultivation skills, inadequate hygienic processing practices, and limited entrepreneurial capacity. Purpose: This program aims to empower women by optimizing the use of TOGA and developing innovative local herbal products to enhance health literacy and strengthen economic independence. Methods: The program was conducted over eight months in 2025 and involved 15 participants aged 25–60 years. The implementation included training on TOGA cultivation using vertical and hydroponic techniques, training on processing rhizomes into instant herbal beverages with simple technology and food sanitation principles, and entrepreneurship training covering branding, digital marketing, and environmentally friendly packaging design. Evaluation methods consisted of pre-tests, post-tests, direct observation, and participant feedback. Results: Significant improvements were observed across multiple indicators, including increases in TOGA knowledge (52–85), awareness of benefits (58–90), cultivation skills (60–80), and daily utilization (58–85). Knowledge related to herbal products also improved, including perceptions of benefits (60–95), product variety (55–85), production processes (70–88), and business opportunities (62–90), while entrepreneurial understanding increased by 27–35 points. Conclusion: The program effectively enhanced participants’ health literacy, technical skills, product innovation, and entrepreneurial readiness while contributing to the achievement of SDG 3, SDG 8, and SDG 12. Recommendations: Program sustainability may be strengthened through the establishment of collaborative business groups and the expansion of digital marketing networks to increase the economic impact of local herbal-based empowerment initiatives.
ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK Javanesia, Diajeng; Maulani, Yulita; Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v3i1.1778

Abstract

Untuk keselamatan kerja, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium Patologi Klinik sangat penting, namun terdapat beberapa mahasiswa yang masih mengabaikan persyaratan ini. Ketidakpatuhan dapat menunjukkan bahwa faktor internal mempengaruhi kepatuhan terhadap protokol keselamatan. Penelitian ini bertujuan guna meneliti bagaimana kepatuhan mahasiswa dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium Patologi Klinik terkait dengan pengetahuan, sikap, dan motivasi. Studi ini menggunakan metodoogi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis yang praktik di Laboratorium Patologi Klinik. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner yang telah terbukti validitas dan reliabilitas, kemudian data diolah secara univariat, bivariat (uji Spearman), serta multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil dari penelitian menyatakan bahwa secara bivariat ada korelasi yang kuat antara (p=0,006), sikap (p=0,001), dan motivasi (p=0,000) dengan kepatuhan dalam menggunakan APD (p<0,05). Namun, berdasarkan analisis multivariat, hanya terdapat variabel motivasi (p=0,000<0,05) yang terbukti berkaitan signifikan dan menjadi satu-satunya faktor dominan mengenai kepatuhan penggunaan APD, sedangkan variabel pengetahuan dan sikap tidak menunjukkan peranan pentingoleh karena itu, dalam analisis bivariat pengetahuan, sikap, dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam menggunakan APD, tetapi berdasarkan analisis multavariat hanya motivasi yang berpengaruh signifikan dan menjadi faktor dominan dalam kepatuhan penggunaan APD di laboratorium Patologi Klinik. Kata kunci: Alat Pelindung Diri; Kepatuhan; Motivasi; Mahasiswa; Laboratorium Patologi Klinik