Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH INTENSITAS MEDIA SOSIAL DAN WORD OF MOUTH TERHADAP PENJUALAN PRODUK DENGAN VARIABEL INTERVENING KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA UMKM MEDAN Siahaan , Rena Fujianti; Siregar, Budi Alamsyah; Rizki, Ainur; Tanjung, Yulia Tiara
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29143

Abstract

Pengaruh Intensitas Media Sosial, dan Word Of Mouth Terhadap Penjualan Produk dengan Variabel Intervening Keputusan Pembelian pada Umkm Medan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas media sosial,word of mouth, dan keputusan terhadap penjualan Bakmie Hockseng Bangka Medan. Populasi sebanyak 200 orang, sampel yang di ambil 30 responden. Teknik sampling yang digunakan oleh peneliti adalah sampling incidental. Analisis data yang digunakan adalah analisis path (jalur). Pengaruh Intensitas Media Sosial (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y) hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Intensitas Media Sosial (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Pengaruh Word Of Mouth (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Word Of Mouth (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Pengaruh Intensitas Media Sosial (X1) terhadap Penjualan Produk (Z) hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Intensitas Media Sosial (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Penjualan Produk (Z). Pengaruh Word Of Mouth (X2) terhadap Penjualan Produk (Z) hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Word Of Mouth (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Penjualan Produk (Z). Pengaruh Keputusan Pembelian (Y) terhadap Penjualan Produk (Z) hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Keputusan Pembelian (Y) secara parsial berpengaruh dan bersignifikan terhadap Penjualan Produk (Z). Pengaruh Intensitas Media Sosial (X1) dengan Keputusan Pembelian (Y) terhadap Penjualan Produk (Z) Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa model I, yakni variabel X1, dan Y berpengaruh signifikan terhadap Z. Pengaruh Word Of Mouth (X2) dengan Keputusan Pembelian (Y) terhadap Penjualan Produk (Z) Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa model II, yakni variabel X2, dan Y berpengaruh signifikan terhadap Z.
EFEKTIVITAS MODEL PMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA DAARUL ISTIQLAL Tanjung, Yulia Tiara; Hasibuan, Siti Aminah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30313

Abstract

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP DAARUL ISTIQLAL Tanjung, Yulia Tiara; Hasibuan, Siti Aminah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38663

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sangat penting dimiliki oleh siswa, karena dengan kemampuan tersebut siswa dapat lebih mudah dalam menyelesaikan soal yang kontekstual. kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan the non-equivalent control group design yang terdiri dari kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) dan kelas VIII2 sevagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control. sesuai kriteria ditolak dan diterima. Sehingga disimpulkan terdapat pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Daarul Istiqlal, dan menggunakan uji-t diperoleh hasil kriteria ditolak dan diterima. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kemampuan sedang kelas VIII SMP Daarul Istiqlal yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONRUKIVISME UNTUK MENINGKAKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATTEMAIS SISWA SMK MAJU BESITANG Tanjung, Yulia Tiara; Nurhalimah, Nurhalimah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42556

Abstract

Hasil pretes dilakukan kemampuan komunikasi matematik dari 28 siswa, diperoleh total persentase untuk semua indikator adalah 28,1%, hanya 9 siswa yang dinyatakan tuntas. Sedangkan di tiap butir soal diperoleh 4 siswa yang tuntas dengan persentase sebesar 12,5%. Pada siklus I diadakan upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis konstruktivisme yang diadakan empat pertemuan diperoleh total persentase ketuntasan sebesar 78,1% sebanyak 25 siswa. Dan  pada siklus 2 diperoleh total persentase ketuntasan tes kemampuan komunikasi matematik sebesar 93,75% dengan 30 siswa yang dinyatakan tuntas. Setelah dilakukan tes kemampuan komunikasi matematik siklus 1 dan 2, maka diberikan postes sebagai acuan akhir, dan diperoleh hasil total persentase ketuntasan sebesar 97% dengan 31 siswa yang dinyatakan tuntas. Sehingga setelah mengimplemenatsikan model pembelajaran CTL berbasis konstruktivisme dinyatakan tuntas sesuai dengan yang diharapkan dari 28 orang siswa. Dilihat dari persentase keberhasilan pretes dan postes, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebasar 84,5% dan dalam kategori semuanya tuntas. Maka dapat disimpulkan implementasi model pembelajaran CTL berbasis konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa.  Dari hasil observasi aktivitas siswa pada tindakan siklus I terdapat 5 kategori, memiliki nilai terendah 3,42. Sedangkan siklus II 4,81. Jadi aktifitas siswa meningkat sebesar 1,39.  Dari hasil observasi aktivitas guru pada tindakan siklus I terdapat 5 kategori, memikli nilai terendah 3,84 Sedangkan siklus II 4,61. Jadi aktifitas guru meningkat sebesar 0,77%.
Analysis of Students' Mathematical Critical Thinking Skills Reviewed from Gender in SPLDV Material Tanjung, Yulia Tiara; Razali, Muhammad
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v4i3.1087

Abstract

Mathematics as a science that underlies the development of technology and plays an important role in the development and encourages the progress of other sciences. Students' ability to think to solve problems is certainly different, as is the case between male and female students. Gender differences are a term that emphasizes males and females. This type of research is a descriptive type of research with a qualitative approach that aims to describe Mathematical Critical Thinking Skills Reviewed from a Gender Perspective on SPLDV Material. This research was conducted at SMP IT Daarul Istiqlal located on Jl. Pantai Rambung in the 2024/2025 academic year. The subjects in this study were class VIII-2. The technique for taking research subjects was 20 male and 20 female people. Data analysis techniques were carried out with steps of data validity, data reduction, data presentation, and verification and conclusions. Indicators of mathematical critical thinking skills in this study are: (1) Finding ways that can be used to deal with problems, (2) Analyzing Data, (3) Evaluating relevant arguments in solving a problem.
Students' Critical Thinking Abilities in Solving HOTS Questions on Circles Razali, Muhammad; Tanjung, Yulia Tiara
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v4i3.1088

Abstract

Critical Thinking is the ability to think rationally and see problems objectively so that the results obtained are unusual and in accordance with existing reality. HOTS is a process of thinking of students at a higher cognitive level developed from various cognitive concepts and methods and learning taxonomies such as the problem-solving method, Bloom's taxonomy, and the taxonomy of learning, teaching, and assessment. This study uses a descriptive qualitative approach, which aims to analyze students' critical thinking skills in solving mathematics problems. This study was conducted in August 2024 at SMP IT Daarul Istiqlal. This study took a sample of grade VIII, namely 30 students. Furthermore, students will be classified based on the level of high metacognitive ability, medium metacognitive ability and low metacognitive ability according to the results of the analysis of student answers. Grouping categories of high, medium and low metacognition. Subjects were selected based on considerations of availability and relevance to the research objectives. Data collection techniques used were using questions or tests, interviews, questionnaires and documentation. Documentation is a qualitative data collection technique in the form of printed, written data and recordings in answering questions. This data analysis technique uses three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the data analysis are specifically organized and presented descriptively.