Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Leisure Time terhadap Kualitas Relasi Orang Tua-Anak pada Orang Tua yang Memiliki Anak Disabilitas Intelektual Nisa, Zahratun; Fikrie; Marsha, Gladis Corinna
Journal of Psychology Students Vol. 4 No. 2 (2025): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v4i2.46291

Abstract

Disabilitas intelektual ditandai oleh keterbatasan dalam fungsi sosial adaptif seperti komunikasi dan pengelolaan diri, sehingga menjadi tantangan bagi orang tua dan berpotensi memengaruhi kualitas relasi orang tua-anak, terutama jika waktu luang bersama (leisure time) kurang terjalin. Penelitian ini menganalisis hubungan leisure time dengan kualitas relasi orang tua-anak pada keluarga dengan anak disabilitas intelektual berusia 2-12 tahun melalui metode kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua instrumen yang telah diadaptasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya, yaitu Family Leisure Activity Profile (FLAP) untuk mengukur leisure time dan Parent–Child Interaction Questionnaire-Revised (PACHIQ-R) versi orangtua untuk mengukur kualitas relasi orangtua-anak. Validitas isi diuji menggunakan Aiken’s V, sedangkan reliabilitas diuji melalui koefisien Cronbach’s alpha dan menunjukkan hasil yang memadai. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa leisure time berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas relasi (R² = 0,044; b = 0,356; p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima dan menegaskan pentingnya waktu luang bersama dalam memperkuat hubungan keluarga pada anak berkebutuhan khusus.
Gambaran Self-Compassion pada Individu yang Menjalin Long-Distance Relationship Hayati, Salma; Marsha, Gladis Corinna; Fikrie
Flourishing Journal Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i82025p442-461

Abstract

A long-distance relationship, also known as LDR, brings about various complex emotional challenges, such as feelings of loneliness, uncertainty, and limited physical interaction. This situation can increase the risk of stress and anxiety, especially during the uncertain period of emerging adulthood. Self-compassion, as the ability to accept oneself with kindness, becomes very important in helping individuals face these challenges without falling into excessive self-criticism or emotional isolation. This study aims to provide a comprehensive overview of self-compassion in individuals who are in long-distance relationships. The method used in this research is qualitative with a phenomenological design. Data collection uses interview and observation methods. This study employs purposive sampling as its sampling technique. The subjects in this study consist of two individuals who meet the criteria of young adults currently in a long-distance relationship. Both subjects demonstrate strong self-compassion in maintaining a long-distance relationship, reflected in their behaviours of self-kindness, common humanity, mindfulness, as well as openness and self-reflection in balancing personal needs and the relationship. AbstrakLong distance relationship atau bisa disebut LDR menimbulkan berbagai tantangan emosional yang kompleks, seperti rasa kesepian, ketidakpastian, dan terbatasnya interaksi secara fisik. Situasi ini dapat meningkatkan risiko stres dan kecemasan, terutama pada masa emerging adulthood yang penuh ketidakpastian. Self-compassion sebagai kemampuan untuk menerima diri sendiri dengan penuh kasih sayang, menjadi sangat penting untuk membantu individu menghadapi tantangan tersebut tanpa terpuruk dalam kritik diri berlebihan atau terisolasi emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai self-compassion pada individu yang menjalani LDR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengambilan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang dengan kriteria individu dewasa awal yang sedang menjalani long distance relationship. Kedua subjek menunjukkan self-compassion yang kuat dalam menjalani hubungan jarak jauh, tercermin dari perilaku self-kindness, common humanity, mindfulness, serta keterbukaan dan refleksi diri dalam menjaga keseimbangan kebutuhan pribadi dan hubungan.