Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Nuansa Informatika

ANALISIS TINGKAT KESIAPAN PENGGUNA E-LEARNING UNIVERSITAS KUNINGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TECHONOLOGY READINESS INDEX (TRI) Yusuf, Fahmi; Syamfithriani, Tri Septiar; Mirantika, Nita
NUANSA INFORMATIKA Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.252 KB) | DOI: 10.25134/nuansa.v14i2.2991

Abstract

Readiness in adopting new technology, especially in Online Learning in a certain University, is determined by user’s readiness i.e. the User in Online Learning.  In Kuningan University, we have concern in e-class: Online learning System, which is categorized as a new technology. The research is to analyze the user’s readiness and to measure the success of the e learning applied in our University. The method that we use in this research to measure user’s readiness level is the Technology Readiness Index (TRI). TRI is an index to measure the User’s readiness in using new technology to achieve the daily learning. The measurement is done by using four variables ; optimism, innovativeness, discomfort and insecurity. We use SPSS 21 application to analyze our data. The Research data is collected by giving Questioners to 371 respondents in Kuningan University (UNIKU). After we had calculated the data, we got the result that the TRI total value was 2.81 (categorized as Low Technology Readiness Index) and the user group was categorized as Skeptics Group (the optimism, innovativeness, discomfort and insecurity were low. These made the students of Kuningan University had uncertain feeling towards the e-class.Key words: Technology readiness index, e-learning, LMS
RANCANG BANGUN SISTEM PENGELOLAAN PRODUK KETEMPLING BERBASIS WEB (Studi Kasus : UMKM Harum) Aam Stamrotul Puadah; Dadan Nugraha Nugraha; Tri Septiar Syamfithriani
NUANSA INFORMATIKA Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.119 KB) | DOI: 10.25134/nuansa.v15i2.3863

Abstract

UMKM Harum merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi ketempling. Dalam melakukan kegiatan produksinya sangat berkaitan dengan persediaan bahan baku yang merupakan komponen penting yang harus tersedia untuk kelancaran proses produksi. UMKM Harum ini dalam penyimpanan keseluruhan laporan, dan catatan masih dilakukan dengan cara manual. Hal ini tentu berisiko data tersebut hilang, maka mungkin akan mengganggu proses produksi karena sumber informasinya hanya pada laporan tersebut. Kurangnya efektifitas pengelolaan data persediaan bahan baku dan produk, sehingga menyulitkan pegawai dalam pengelolaan persediaan bahan baku dan produk. Dengan masalah yang ada, maka dibutuhkan suatu sistem dalam penyimpanan data laporan. Dalam pengembangan sistem ini menggunakan metode waterfall. Waterfall sendiri memiliki 5 (lima) tahapan, yaitu requirement, design, implementation, verification, dan maintence. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode white box dan black box testing. Sistem yang dibuat berbasis web, dengan pengolah data (database) MySQL dan bahasa pemrograman yang digunakan PHP. Sistem informasi produksi ini diharapkan dapat mempermudah dalam proses pendataan mulai dari pendataan bahan baku masuk, bahan baku keluar, hasil produksi dan hasil penjualan. Dan dengan menerapkan sistem informasi ini dapat membantu pihak UMKM Harum agar tidak terjadi kekurangan produk dan bahan baku.
ANALISIS TINGKAT KESIAPAN PENGGUNA E-LEARNING UNIVERSITAS KUNINGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TECHONOLOGY READINESS INDEX (TRI) Fahmi Yusuf; Tri Septiar Syamfithriani; Nita Mirantika
NUANSA INFORMATIKA Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.83 KB) | DOI: 10.25134/nuansa.v14i2.2991

Abstract

Readiness in adopting new technology, especially in Online Learning in a certain University, is determined by user’s readiness i.e. the User in Online Learning.  In Kuningan University, we have concern in e-class: Online learning System, which is categorized as a new technology. The research is to analyze the user’s readiness and to measure the success of the e learning applied in our University. The method that we use in this research to measure user’s readiness level is the Technology Readiness Index (TRI). TRI is an index to measure the User’s readiness in using new technology to achieve the daily learning. The measurement is done by using four variables ; optimism, innovativeness, discomfort and insecurity. We use SPSS 21 application to analyze our data. The Research data is collected by giving Questioners to 371 respondents in Kuningan University (UNIKU). After we had calculated the data, we got the result that the TRI total value was 2.81 (categorized as Low Technology Readiness Index) and the user group was categorized as Skeptics Group (the optimism, innovativeness, discomfort and insecurity were low. These made the students of Kuningan University had uncertain feeling towards the e-class.Key words: Technology readiness index, e-learning, LMS
Implementasi Algoritma K-Medoids Clustering Untuk Menentukan Segmentasi Pelanggan Nita Mirantika; Tri Septiar Syamfithriani; Ragel Trisudarmo
NUANSA INFORMATIKA Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fkom uniku.v17i1.7264

Abstract

Dalam melakukan pengelolaan hubungan dengan pelanggan, perusahaan harus mengenali karakteristik setiap pelanggan sehingga perusahaan dapat membuat strategi pengelolaan yang tepat sesuai dengan karakteristik tersebut. Identifikasi karakteristik pelanggan dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pelanggan yaitu dengan mengelompokkan pelanggan yang memiliki kesamaan karakteristik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan segmentasi pelanggan pada XYZ Store dengan menggunakan teknik data mining clustering yaitu dengan menggunakan algoritma K-Medoids yang menggunakan perwakilan data sebagai pusat cluster. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis RFM yang terdiri dari tiga atribut yaitu: recency, frequency dan monetary. Penentuan jumlah cluster optimal menggunakan metode Silhouette coefficient  dan evaluasi hasil cluster menggunakan metode Davies-Bouldin Index (DBI). Dengan menggunakan bantuan aplikasi RStudio hasil segmentasi pelanggan diperoleh tiga segmen pelanggan yaitu loyal customer yang mempunyai nilai recency tinggi (baru), frequency paling banyak dan monetary paling banyak sebanyak 21 pelanggan; typical customer yang memiliki recency rendah (lama), frequency sedang dan monetary sedang sebanyak 31 pelanggan; dan newcomer yang mempunyai nilai recency paling tinggi (paling baru), frequency dan monetary paling rendah sebanyak 61 pelanggan. Dengan diperolehnya tiga segmen pelanggan, maka perusahaan dapat membuat kebijakan dan strategi bisnis dalam melakukan pengelolaan hubungan dengan pelanggan sehingga diharapkan keuntungan perusahaan akan meningkat.
Analisis Penerimaan Teknologi M-Commerce Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Pada Penjualan Retail di Kabupaten Kuningan Mirantika, Nita; Yusuf, Fahmi; Syamfithriani, Tri Septiar
NUANSA INFORMATIKA Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.376 KB) | DOI: 10.25134/nuansa.v16i1.5236

Abstract

Teknologi m-commerce merupakan salah satu solusi bagi pelaku usaha dalam peningkatan strategi pemasaran di era digital.  Penggunaa teknologi m-commerce mengalami peningkatan, sebanyak 88,1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan e-commerce pada hasil survei We Are Sosial 2021. Namun, di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat, pengguna e-commerce masih relatif sedikit, yaitu sebesar 4,63% dari total penduduk. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat penerimaan teknologi m-commerce di Kabupaten Kuningan serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengguna dalam menggunakan teknologi m-commerce tersebut. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari Model Penerimaan Teknologi (TAM) oleh Fred Davis ditambah dengan faktor eksternal efikasi diri penggunaan selular dan kepercayaan pengguna dari Compeau dan Gefen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei kepada 397 respoden. Hasil menunjukkan bahwa faktor efikasi diri penggunaan selular dan kepercayaan pengguna berpengaruh positif terhadap faktor kemanfaatan dan kemudahan penggunaan teknologi m-commerce. Faktor kemanfaatan dan faktor kemudahan berpengaruh positif terhadap faktor sikap penggunaan teknologi dan niat untuk menggunakan teknologi m-commerce. Kata Kunci: M-commerce; Model Penerimaan Teknologi (TAM); persepsi Kemudahan, persepsi kemanfaatan.