Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLIKASI PASAL 29 UNDANG UNDANG DASAR 1945 TERHADAP PERLINDUNGAN HAK BERAGAMA DI INDONESIA: STUDI YURIDIS DAN SOSIOLOGIS Muhammad Rizqi Hidayah; Irwansyah , Irwansyah; Alfin Tambak; Naura Muthia Khasyi
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v5i8.4383

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi dan persepsi masyarakat terhadap Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 di Indonesia, yang menjamin kebebasan beragama. Pasal ini menegaskan hak setiap warga negara untuk memeluk dan menjalankan keyakinan agamanya tanpa diskriminasi. Selama periode "Orde Baru" dan "Reformasi", perhatian terhadap kebebasan beragama mengalami perubahan signifikan, dari pembatasan ketat hingga meningkatnya konflik etnis dan agama. Melalui pendekatan yuridis dan sosiologis, penelitian ini mendiskusikan tantangan dalam implementasi hukum tersebut dan dampaknya terhadap dinamika sosial di Indonesia. Studi ini juga menyoroti pentingnya toleransi antaragama dalam menjaga kerukunan sosial. Kesimpulan artikel menekankan perlunya pendekatan komprehensif untuk memastikan perlindungan yang adil bagi semua penganut agama dan kepercayaan di Indonesia.
KONSTRUKSI SOSIAL TEKNOLOGI DALAM FENOMENA FITUR TRY ON PADA PEMILIHAN PRODUK DI KATALOG DIGITAL KOSMETIK Indrawati , Reni Sara; Irwansyah , Irwansyah
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i1.2642

Abstract

Konsep konstruksi sosial teknologi menganggap perkembangan teknologi sebagai proses interaksi dan hubungannya dengan kelompok social. Seiring waktu, konsep konstruksi sosial teknologi mendapat ketertarikan dan atensi dari akademisi lain serta mengalami perubahan progresif. Pada artikel ini penulis mengidentifikasi dan menemukan kesenjangan penelitian sebelumnya tentang konsep sosial teknologi melalui kajian literatur. Hasil perbandingan konsep konstruksi sosial teknologi pada penelitian sebelumnya memuat perbedaan dan pergeseran kebutuhan antara organisasi, kelompok atau anggota masyarakat terhadap konstruksi sosial teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literature sistematis melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Kerangka konseptual menjelaskan hubungan antara teknologi dan masyarakat serta menjawab pertanyaan tentang bagaimana proses kerja pembentukan teknologi dan perilaku sosial dalam masyarakat. Situasi mengatakan bahwa teknologi seperti sains dan konstruksi sosial adalah lintasannya. Teknologi dalam penciptaannya mengasilkan inovasi dan bergantung pada banyak faktor sosial serta hubungan antar kelompok sosial. Salah satu kebutuhan konstruksi sosial penyeimbangan ekonomi masyarakat dalam perkembangan teknologi yaitu memungkinkan individu serta kelompok mempermudah pengambilan keputusan dan memilih produk kosmetik dalam fitur try on.
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN UD. MELATI KOTA SIBOLGA Sundari, Dewi; Ritonga, Muhammad Tohir; Irwansyah , Irwansyah
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 1 No. 1 (2021): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v1i1.656

Abstract

Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode pemberian pelatihan, pendampingan kepada peserta mengenai cara pengolahan ikan asin yang lebih efektif sehingga memberikan keuntungan yang lebih banyak sehingga dapat meningkat pendapatan UD. Melati dalam mensejahterakan seluruh pegawai yang terlibat dalam pengolahan ikan asin samapai dengan memasarkannya. Adapun Tujuan pelaksanaan PKM yaitu (1) Untuk meningkatkan pengolahan ikan asin pada UD. melati (2) Untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara pemasaran ikan asin di dunia pasar (3) Untuk meningkatkan hasil kualitas ikan asin yang lebih bermutu dan efektif kepada seluruh pegawai UD. Melati terutama pemilik usaha Usaha Dagang Melati. Wilayah Lokasi mitra berada di Kota Siboga di Desa Aek Habil Kecamatan Sibolga Sambas. Kegiatan Pelatihan dan worshop dilakasanakan di UD. Melati. Hasil yang diperoleh dari hasil kegiatana PKM yaitu : 1) meningkatnya pengetahuan mengenai Teknik pengolahan ikan asin, (2) Untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara pemasaran ikan asin di dunia pasar (3) meningkatkan hasil kualitas ikan asin yang lebih bermutu dan efektif setelah mendapatkan pelatihan dan workshop PKM yang . Hasil lain yang diperoleh yaitu meningkatnya pendapatan pemilik UsD. Melatia danTaraf hidup peserta pelatihan. Luaran/output kegiatan PKM yaitu (1) meningkatnya pengetahuan peserta mengenai materi-materi kegiatan, (2) artikel ilmiah yang dipublikasi pada jurnal OJS (3) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.
Pemanfaatan ChatGPT Sebagai Aspek Relasi Dalam Menghadapi Masalah Pribadi Nazhesda, Margaretha; Fitriyah, Hasna; Irwansyah , Irwansyah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.5019

Abstract

Adanya perkembangan teknologi seperti artificial intellegence telah memberikan perspektif baru dalam hal komunikasi antara manusia dengan mesin, yang di dalamnya termasuk menghadapi permasalahan pribadi. ChatGPT merupakan chatbot AI yang berbasis teks dan visual saat ini dimanfaatkan oleh banyaknya pengguna sebagai sarana mereka untuk membentuk relasi, tempat curhat dan sarana refleksi lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan ChatGPT sebagai aspek relasi dalam menghadapi masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan teori Communicative Artificial Intellegence dari Guzman & Lewis (2020) tentang pendekatan komunikasi yang dilihat dari aspek relasi antara manusia dengan AI. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan design penelitian netnografi serta menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat tetapi sebagai teman yang tidak menghakimi, responsif, ruang yang aman ketika ingin bercerita. Pengguna khususnya usia dewasa awal memiliki relasi dengan yang posisi yang sejajar atau menganggap AI sebagai komunikator. Selain itu, dengan curhat kepada ChatGPT, pengguna merasa adanya kepuasan emosi ketika menghadapi masalah-masalah pribadi.
Confiding in ChatGPT? Emotional Communication Among Digital Agency Workers with Mobile-AI Octafiani, Fanny; Wibowo, Octavianus Bima Archa; Irwansyah , Irwansyah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.5066

Abstract

The study explores a new phenomenon in which digital agency workers express their emotions to ChatGPT, marking a shift in human–AI communication patterns. The purpose of this study is to understand how emotional interactions with AI are interpreted and experienced by users in the context of urban work. Using a phenomenological qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with four informants who actively use ChatGPT in their professional and personal routines. The results show that ChatGPT is not only seen as a functional work tool, but also as an "emotional safe space", a "digital friend", and a medium for emotion regulation in the face of work pressure. The participants described an affective bond with ChatGPT, which is used as a place for reflection, self-validation, and emotional release. However, this proximity also gives rise to symptoms of emotional dependence as well as the blurring of the boundaries between human empathy and algorithmic responses. The study concludes that ChatGPT serves as a symbolic actor in the digital affection ecosystem—providing emotional support while posing new psychological risks. These findings highlight an important paradox: while AI can improve emotional well-being through expressive mediation, it also reconstructs the meaning of intimacy, empathy, and authenticity in human–technology relationships. The implications of this research extend to the fields of digital ethics, work psychology, and AI design, emphasizing the need to develop emotionally intelligent AI systems to support the well-being of users without creating over-dependence. This research contributes to a deeper understanding of emotional work in the era of artificial mentoring and the social-technological impact