Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Konsep Diri terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa di Kota Makassar Lambaniga, Vini Stevince; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan; Koanda, Naftalen
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara konsep diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di kota Makassar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 515 mahasiswa yang ada di kota Makassar yang berusia 18-25 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala yaitu skala konsep diri yang telah dimodifikasi peneliti dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Puspita (2020) dan skala perilaku konsumtif yang dimodifikasi peneliti dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Salsabila (2022). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara konsep diri terhadap perilaku konsumtif mahasiwa di kota Makassar dengan nilai R Square sebesar 0.842 yang berarti variabel konsep diri memiliki pengaruh terhadap variabel perilaku konsumtif.
Perbedaan Forgiveness Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasangan Pasca Perceraian di Kota Sorong Ismar, Darin Asiilah; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan; Aditya, Andi Muhammad
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat forgiveness berdasarkan jenis kelamin pada pasangan pasca perceraian di Kota Sorong. Perceraian merupakan peristiwa yang berdampak signifikan pada kondisi psikologis individu, salah satunya terkait kemampuan untuk memaafkan (forgiveness). Forgiveness dipandang sebagai proses psikologis yang ditandai dengan menurunnya motivasi untuk membalas dendam (revenge motivation) dan menghindari pelaku (avoidance motivation), serta meningkatnya motivasi untuk berbuat baik (benevolence motivation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan forgiveness berdasarkan jenis kelamin pada pasangan pasca perceraian di Kota Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 399 individu yang telah bercerai, terdiri atas 215 perempuan (53,9%) dan 184 laki-laki (46,1%). Instrumen yang digunakan adalah skala Transgression-Related Interpersonal Motivations Inventory (TRIM-18) yang dikembangkan oleh McCullough, Root, dan Cohen (2006). Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test melalui bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan forgiveness antara laki-laki dan perempuan pasca perceraian (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun secara teoritis perempuan cenderung menekankan aspek emosional dan laki-laki lebih mengedepankan aspek kognitif dalam proses pemaafan, namun dalam konteks perceraian di Kota Sorong, kedua kelompok menunjukkan tingkat forgiveness yang relatif sama.
Kesepian dan Kecenderungan Narsistik: Studi Pada Remaja Pengguna Instagram Hambali, Nur Mudia Andi; Thalib, Tarmizi; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan
Jurnal Psikologi Jambi Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Jambi
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpj.v11i1.49200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan narsistik pada remaja pengguna instagram di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 409 responden, rentang usia 12-21 tahun yang tinggal di kota Makassar dan menggunakan instagram. Alat ukur yang dipakai yaitu skala Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) yang dimodifikasi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas 0,830 dan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dimodifikasi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas 0,887. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui software IBM SPSS Statistic 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan kecenderungan narsistik dengan nilai signifikansi (2-tailed) <0.001 < 0.05 dan nilai pearson correlation (r) sebesar 0,182 yang termasuk dalam kategori hubungan lemah. Artinya, semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami remaja, semakin tinggi pula kecenderungan narsistik yang muncul dalam penggunaan Instagram. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kesepian dapat menjadi salah satu faktor psikologis yang berkontribusi terhadap munculnya kecenderungan narsistik di kalangan remaja pengguna instagram.
STUDI KUASI EKSPERIMENTAL: EFEK DETOKS MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL INDIVIDU DEWASA AWAL Alsafitri, Andi Almah; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan; Nasruddin, Dedi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Mental health plays a crucial role in an individual's overall quality of life. The rapid growth of social media technology significantly impacts individual mental health, creating a need for self-regulatory strategies such as social media detoxification. This study aimed to examine the effectiveness of social media detoxification as an intervention to improve mental health among emerging adults. A prospective pretest-posttest non-equivalent control group quasi-experimental design was employed, involving 16 participants allocated into experimental and control groups. Data analysis revealed significant differences in mental health conditions between the pretest and posttest measurements across both groups. A significantly higher increase in posttest scores within the experimental group indicates that social media detoxification serves as an effective intervention for enhancing mental health in emerging adults.  Key words: Social Media Detox, Mental Health, Early Adulthood. ABSTRAK: Kesehatan mental merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup setiap individu. Perkembangan teknologi media sosial berdampak signifikan terhadap kesehatan mental individu, sehingga memerlukan strategi regulasi diri seperti detoksifikasi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas detoksifikasi media sosial sebagai bentuk intervensi dalam meningkatkan kesehatan mental pada dewasa awal. Desain kuasi-eksperimen pretest-posttest non-equivalent control group digunakan dengan melibatkan 16 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan kondisi kesehatan mental yang signifikan antara pengukuran prates dan pascates pada kedua kelompok. Peningkatan skor pascates yang lebih tinggi secara signifikan pada kelompok eksperimen mengindikasikan bahwa detoksifikasi media sosial efektif sebagai intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental pada individu dewasa awal.  Kata kunci: Detoks Media Sosial, Kesehatan Mental, Dewasa Awal.
STUDI KUASI EKSPERIMENTAL: EFEK DETOKS MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL INDIVIDU DEWASA AWAL Alsafitri, Andi Almah; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan; Nasruddin, Dedi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Mental health plays a crucial role in an individual's overall quality of life. The rapid growth of social media technology significantly impacts individual mental health, creating a need for self-regulatory strategies such as social media detoxification. This study aimed to examine the effectiveness of social media detoxification as an intervention to improve mental health among emerging adults. A prospective pretest-posttest non-equivalent control group quasi-experimental design was employed, involving 16 participants allocated into experimental and control groups. Data analysis revealed significant differences in mental health conditions between the pretest and posttest measurements across both groups. A significantly higher increase in posttest scores within the experimental group indicates that social media detoxification serves as an effective intervention for enhancing mental health in emerging adults.  Key words: Social Media Detox, Mental Health, Early Adulthood. ABSTRAK: Kesehatan mental merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup setiap individu. Perkembangan teknologi media sosial berdampak signifikan terhadap kesehatan mental individu, sehingga memerlukan strategi regulasi diri seperti detoksifikasi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas detoksifikasi media sosial sebagai bentuk intervensi dalam meningkatkan kesehatan mental pada dewasa awal. Desain kuasi-eksperimen pretest-posttest non-equivalent control group digunakan dengan melibatkan 16 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan kondisi kesehatan mental yang signifikan antara pengukuran prates dan pascates pada kedua kelompok. Peningkatan skor pascates yang lebih tinggi secara signifikan pada kelompok eksperimen mengindikasikan bahwa detoksifikasi media sosial efektif sebagai intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental pada individu dewasa awal.  Kata kunci: Detoks Media Sosial, Kesehatan Mental, Dewasa Awal.