Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tingkat Stres Pada Perawat di Rumah Sakit Umum Bhakti Medicare Kabupaten Sukabumi Gufroni, Yasid; Andriani, Ria; zulkarnain alamsyah, Azhar; martini, Eva
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat stres pada perawat di RSU Bhakti Medicare Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 66 responden perawat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3% perawat memiliki kualitas tidur buruk, sedangkan 68,2% mengalami tingkat stres sedang. Analisis bivariat mengungkapkan hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tingkat stres (p = 0,000). Perawat dengan kualitas tidur buruk lebih rentan mengalami stres tingkat sedang hingga berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur yang buruk memiliki korelasi signifikan dengan peningkatan tingkat stres. Penelitian ini memberikan wawasan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kesejahteraan perawat melalui pengelolaan beban kerja dan lingkungan kerja yang lebih baik.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah yang Mengalami Hospitalisasi Pratama, Muhamad Ari; Martini, Eva; Andriani, Ria; Utami, Tri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21570

Abstract

ABSTRACT Hospitalization in young children can induce anxiety, potentially impacting emotional development. Puzzle play therapy may offer a non-pharmacological approach to alleviate hospital-related anxiety. To evaluate the effectiveness of puzzle play therapy in reducing anxiety among hospitalized preschool children. A pre-experimental design using one-group pretest-posttest was conducted in the pediatric ward of RSU Pekerja Jakarta Utara. Thirty-two children aged 3–6 years were recruited. Anxiety levels were assessed using a modified version of the SCAS scale. Data analysis utilized the Wilcoxon signed-rank test. The mean anxiety score significantly decreased from 25.28 pre-intervention to 19.19 post-intervention (p < 0.001), indicating a positive effect of the therapy. Conclusion: Puzzle play therapy effectively reduces anxiety in hospitalized preschool-aged children and can be integrated into pediatric nursing care. Keywords: Play Therapy, Puzzle, Anxiety, Preschool, Hospitalization  ABSTRAK Hospitalisasi dapat menjadi pengalaman traumatis bagi anak usia prasekolah yang sedang mengalami proses adaptasi perkembangan emosional. Salah satu dampak psikologis yang umum terjadi adalah kecemasan. Terapi bermain seperti puzzle telah terbukti mampu menurunkan kecemasan melalui mekanisme distraksi dan ekspresi emosi. Mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Desain penelitian pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest dilakukan terhadap 32 anak usia 3–6 tahun di Ruang Anggrek RSU Pekerja Jakarta Utara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi dari SCAS (Spence Children’s Anxiety Scale). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Terdapat penurunan bermakna pada tingkat kecemasan anak, dari rerata 25,28 sebelum intervensi menjadi 19,19 setelah intervensi (p = 0,000). Terapi bermain puzzle terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang dirawat di rumah sakit. Kata Kunci: Terapi Bermain, Puzzle, Kecemasan, Anak Prasekolah, Hospitalisasi
The Relationship Between Permissive Parenting Style and Bullying Behavior Among Nursing Students Aziz, Shovi Nur; Abdillah, Hadi; Martini, Eva
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i2.6398

Abstract

This study aimed to examine the relationship between permissive parenting style and bullying behavior among undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Sukabumi. University students experience significant social and psychosocial development, and inadequate internalization of parental values can lead to maladaptive behaviors such as bullying. This research employed a quantitative cross-sectional design with purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires on parenting style and bullying behavior and analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between permissive parenting style and bullying behavior (p=0.000, p<0.05). Students raised with a permissive parenting style were more likely to exhibit moderate levels of bullying behavior. These findings suggest that permissive parenting, which grants children excessive freedom with minimal supervision, can increase the likelihood of aggressive behaviors such as bullying. Efforts to strengthen parental involvement and guidance are essential to prevent bullying among university students.
Hubungan Perilaku Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Bronkopneumonia pada Anak Balita di RS Ummi Kota Bogor Rahmah, Riham Siti; Ramadhani, Anggun Fajar; Martini, Eva
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.21953

Abstract

ABSTRACT Bronchopneumonia is a type of pneumonia that is more common in children and infants, and is the leading cause of death in toddlers. Cigarette smoke is one of the causes of bronchopneumonia in toddlers who do not have a strong immune system. The presence of family members who smoke is a risk factor for bronchopneumonia in toddlers. The purpose of this study was to determine whether there is an association between family members' smoking behaviour and the incidence of bronchopneumonia in toddlers. The method used in this study was a cross-sectional observational approach. Researchers gave questionnaires to 34 respondents containing smoking behaviour of family members in all respondents. Based on the results of the Chi-Square test analysis, there was a significant association between family members' smoking behaviour and the incidence of bronchopneumonia in toddlers with a significance value of p = 0.001 (p < 0.05). This indicates that the smoking behaviour of family members is significantly associated with the incidence of bronchopneumonia in toddlers. The conclusion is that there is an association between the smoking behaviour of family members and the incidence of bronchopneumonia in toddlers, the worse the smoking behaviour of family members, the higher the likelihood of bronchopneumonia in toddlers. Keywords: Toddlers, Bronchopneumonia, Smoking Behaviour  ABSTRAK Bronkopneumonia merupakan jenis pneumonia yang lebih banyak dijumpai pada anak – anak dan bayi, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian pada balita. Asap rokok menjadi salah satu penyebab terjadinya bronkopneumonia pada balita yang dimana mereka belum memiliki sistem imun yang kuat. Keberadaan anggota keluarga yang merokok menjadi faktor risiko terjadinya bronkopneumonia pada balita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian bronkpneumonia pada balita. Metode yang digunakan pada penlitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan observasional. Peneliti memberikan kuisioner kepada 34 responden yang berisi tentang perilaku merokok anggota keluarga pada seluruh responden. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian bronkopneumonia pada balita dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku merokok anggota keluarga berhubungan secara signifikan dengan kejadian bronkopneumonia pada balita. Kesimpulanya adalah terdapat adanya hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian bronkopneumonia pada balita, semakin buruk perilaku merokok anggota keluarga makan semakin tinggi pula kemungkinan balita kembali mengalami bronkopneumonia.  Kata Kunci: Balita, Bronkopneumonia, Perilaku Merokok
Pengaruh Senam Asma Terhadap Kekambuhan pada Penderita Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur Dewi, Sri Kurnia; Lutiyah, Lutiyah; Martini, Eva; Hamidah, Ernawati; Alamsyah, Azhar Zulkarnain; Feresia, Shinta; Salsabila, Salwa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.535 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10245

Abstract

ABSTRACT  Asthma gymnastics is a type of exercise therapy that is carried out in groups (exercise groups) involving body movement activities or is an essential activity to assist the respiratory rehabilitation process in asthma sufferers and is one of the supporting elements in asthma treatment. Asthma is a lung disease with the following characteristics: airways that are reversible (but incomplete in some patients) spontaneously or with treatment; airway inflammation; Increased airway response to various stimuli (hyperactivity). This study aims to determine whether asthma exercise can reduce the frequency of recurrences in the Working Area of the Muka Public Health Center Cianjur. The method used in this research is experimental research with the research design used is the Pre and Post Test with Control Group Design. The sample of this study were 30 people with asthma, 15 people with asthma were used as the treatment group and 15 people with asthma were used as the control group, selected randomly. This study showed that the treatment group experienced an increase in well-controlled relapses and decreased uncontrolled relapses. Based on the Mann Whitney test, a p value = 0.008 was obtained, this means that asthma exercise can reduce recurrence in bronchial asthma patients. The conclusion of this study states that giving asthma exercise training three times a week for eight weeks can reduce the frequency of recurrences and increase oxygen saturation in asthma sufferers. Asthma exercise is expected to be carried out by asthma sufferers on a regular basis in an effort to control the frequency of asthma attacks effectively. The conclusion of this study states that giving asthma exercise training three times a week for eight weeks can reduce the frequency of recurrences and increase oxygen saturation in asthma sufferers. Asthma exercise is expected to be carried out by asthma sufferers on a regular basis in an effort to control the frequency of asthma attacks effectively. Keywords: Asthma Exercise, Recurrence Frequency, Asthma Sufferers  ABSTRAK Senam Asma adalah salah satu jenis terapi latihan yang dilakukan secara berkelompok (exercise group) yang melibatkan aktifitas gerakan tubuh atau merupakan kegiatan esensial untuk membantu proses rehabilitasi pernafasan pada penderita asma dan merupakan salah satu bagian penunjang terapi asma. Penyakit asma adalah penyakit paru dengan karakteristik : saluran napas yang reversible (tetapi tidak lengkap pada beberapa pasien) secara spontan maupun pengobatan; Inflamasi saluran napas; Peningkatan respons saluran napas terhadap berbagai rangsangan (hipereaktivitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senam asma dapat mengurangi frekuensi kekambuhan di Wilayah Kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan  rancangan  penelitian yang digunakan adalah Pre and Post Test with Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah 30 orang penderita asma, 15 orang penderita asma dijadikan kelompok perlakuan dan 15 orang penderita asma dijadikan kelompok kontrol dipilih secara random”. Menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami peningkatan kekambuhan terkontrol baik dan mengalami penurunan kekambuhan tidak terkontrol. Berdasarkan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,008, hal ini berarti senam asma dapat mengurangi kekambuhan pada pasien asma bronkiale. Menyatakan bahwa pemberian pelatihan senam asma dilakukan tiga kali seminggu selama delapan minggu mampu menurunkan frekuensi kekambuhan dan meningkatkan saturasi oksigen pada penderita asma. Senam asma diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin guna mengontrol frekuensi serangan asma secara efektif”. Kata Kunci: Senam Asma, Frekuensi Kekambuhan, Penderita Asma 
Hubungan Kesehatan Mental dan Prestasi Belajar Remaja Stunting Lutiyah, Lutiyah; Martini, Eva; Fauziyah, Sifa; Nurhilmiah, Tia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.16670

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a time of searching for character. There are many factors that influence its growth and development. One of them is nutritional intake, insufficient nutritional intake can result in stunting which then affects children's motoric, psychological and cognitive development. One of the psychological problems that arises is mental health problems and cognitive problems, namely learning achievement. This research is to determine the relationship between mental health and the learning achievement of stunted adolescents. The research used a quantitative approach with Spearman Rank correlation analysis, a sample of 73, total sampling method. Measuring tools use the Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), anthropometry and documentation of report cards. This research has a Spearman correlation coefficient value of 0.669, indicating a strong positive relationship between mental health and the learning achievement of stunted adolescents. Good mental health will support good learning achievement.  Keywords: Mental Health, Learning Achievement, Teenagers, Stunting  ABSTRAK Masa remaja adalah masa mencari karakter. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah asupan gizi, asupan gizi yang kurang bisa mengakibatkan stunting yang kemudian berpengaruh terhadap penkembangan motorik, psikologis dan kognitif anak. Salah satu masalah psikologis yang muncul yaitu masalah kesehatan mental dan untuk kognitif yaitu prestasi belajar. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesehatan mental dengan prestasi belajar remaja stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisa korelasi Spearman Rank, sampel sebanyak 73, metode pengambilan sampel total sampling. Alat ukur menggunakan Strenght and difficulties Questionnare (SDQ), antropometri dan dokumentasi nilai rapot.  Penelitian ini memiliki nilai koefisien korelasi Spearman 0,669, menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kesehatan mental dan prestasi belajar remaja stunting. Kesehatan mental yang baik akan mendukung prestasi belajar yang baik. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Prestasi Belajar, Remaja, Stunting
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tingkat Stres Pada Perawat di Rumah Sakit Umum Bhakti Medicare Kabupaten Sukabumi Gufroni, Yasid; Andriani, Ria; zulkarnain alamsyah, Azhar; martini, Eva
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat stres pada perawat di RSU Bhakti Medicare Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 66 responden perawat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3% perawat memiliki kualitas tidur buruk, sedangkan 68,2% mengalami tingkat stres sedang. Analisis bivariat mengungkapkan hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tingkat stres (p = 0,000). Perawat dengan kualitas tidur buruk lebih rentan mengalami stres tingkat sedang hingga berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur yang buruk memiliki korelasi signifikan dengan peningkatan tingkat stres. Penelitian ini memberikan wawasan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kesejahteraan perawat melalui pengelolaan beban kerja dan lingkungan kerja yang lebih baik.
The Relationship Between Permissive Parenting Style and Bullying Behavior Among Nursing Students Aziz, Shovi Nur; Abdillah, Hadi; Martini, Eva
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i2.6398

Abstract

This study aimed to examine the relationship between permissive parenting style and bullying behavior among undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Sukabumi. University students experience significant social and psychosocial development, and inadequate internalization of parental values can lead to maladaptive behaviors such as bullying. This research employed a quantitative cross-sectional design with purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires on parenting style and bullying behavior and analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between permissive parenting style and bullying behavior (p=0.000, p<0.05). Students raised with a permissive parenting style were more likely to exhibit moderate levels of bullying behavior. These findings suggest that permissive parenting, which grants children excessive freedom with minimal supervision, can increase the likelihood of aggressive behaviors such as bullying. Efforts to strengthen parental involvement and guidance are essential to prevent bullying among university students.
Hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja putri Alfatihah, Sovia; Utami, Tri; Novhriyanti, Dhinny; Martini, Eva
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ph7tz389

Abstract

Latar Belakang: Perangkat elektronik atau gadget berfungsi untuk mempermudah akses terhadap informasi dan hiburan, namun apabila digunakan secara berlebihan, dapat mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Indonesia mencatatkan angka tertinggi untuk kecanduan gadget di seluruh dunia, dengan rata-rata penggunaan mencapai 5,7 jam setiap harinya. Sekitar 19,3% dari remaja dan 14% dari orang dewasa muda dikategorikan mengalami kecanduan, dengan waktu online yang dapat mencapai 11,6 jam setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur pada remaja perempuan.Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian lintas-seksi. Dalam studi ini, digunakan metode penghitungan sampel dengan teknik total sampling, di mana jumlah sampel yang dianalisis adalah 32 individu. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil dari pengujian statistika chi-square menunjukkan nilai p-Value sebesar <0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur di kalangan remaja perempuan. Disarankan remaja perempuan untuk lebih bijaksana dalam penggunaan gadget, khususnya dengan membatasi waktu penggunaannya pada malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur yang krusial untuk konsentrasi, pertumbuhan, dan keseimbangan emosi.