Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JTAM ROTARY

PENGARUH MODIFIKASI KOMPRESI RUANG BAKAR PADA MOBIL HEMAT ENERGI Wahyudi, Ikhsan; Humaidi, Khairi
JTAM ROTARY Vol 6, No 2 (2024): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v6i2.12530

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan penggunaan bahan bakar khusus dari sepeda motor 4 langkah yang telah dimodifikasi dengan rasio kompresi 9,2 : 1, menggunakan bahan bakar jenis pertalite. Penelitian ini dilakukan melalui metode eksperimen yang melibatkan sepeda motor Honda Beat FiData hasil penelitian dianalisis melalui tiga percobaan dengan RPM 1500, 2500, dan 3000. Setiap percobaan menggunakan 100 ml bahan bakar pertalite untuk mengevaluasi konsumsi bahan bakar, yang kemudian dihitung. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan konsumsi bahan bakar spesifik dari ketiga variasi penggunaan RPM saat berkendara. Percobaan pertama dilakukan pada rentang RPM 1000-1500 dengan beban total kendaraan 200 Kg, menghasilkan konsumsi bahan bakar 2,3 Km/100 ml (23 Km/L) pada kecepatan 11 Km/j. Percobaan kedua pada rentang RPM 1500-2500 dengan beban yang sama menghasilkan konsumsi 3,5 Km/100 ml (35 Km/L) pada kecepatan 40 Km/j. Percobaan ketiga pada rentang RPM 2500-3000 dengan beban yang sama menghasilkan konsumsi 3,2 Km/100 ml (32 Km/L) pada kecepatan 65 Km/j. Penurunan RPM secara signifikan mempengaruhi konsumsi bahan bakar, di mana semakin rendah RPM, semakin tinggi kebutuhan bahan bakar. This study aims to compare the specific fuel consumption of modified 4-stroke motorbikes with a compression ratio of 9.2: 1 using pertalite fuel. The experimental method was carried out on a Honda Beat Fi motorbike. The research data was analyzed through three experiments with RPM 1500, 2500, and 3000. Each experiment used 100 ml of pertalite fuel to evaluate fuel consumption, which was then calculated. The research results show that there are differences in specific fuel consumption from the three variations in RPM use when driving. The first experiment was carried out in the RPM range 1000-1500 with a total vehicle load of 200 Kg, resulting in fuel consumption of 2.3 Km/100 ml (23 Km/L) at a speed of 11 Km/h. The second experiment in the RPM range 1500-2500 with the same load resulted in a consumption of 3.5 Km/100 ml (35 Km/L) at a speed of 40 Km/h. The third experiment in the 2500-3000 RPM range with the same load resulted in a consumption of 3.2 Km/100 ml (32 Km/L) at a speed of 65 Km/h. Reducing RPM significantly affects fuel consumption, where the lower the RPM, the higher the fuel requirement.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI NILAI OKTAN BAHAN BAKAR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI DAN PERFORMA GENSET 4 LANGKAH 1 KW Alexander, Baimy; Albanjari, M. Arsad; Wahyudi, Ikhsan
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.18807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai oktan bahan bakar dan pencampuran bahan bakar terhadap karakteristik emisi dan performa genset bensin 4 langkah berkapasitas 1 kW. Pengujian dilakukan menggunakan bahan bakar RON 90, RON 92, dan campuran 50:50 pada variasi beban 0%, 30%, dan 80%, dengan tiga kali pengulangan pada setiap kondisi. Parameter yang dianalisis meliputi emisi karbon monoksida (CO), konsumsi bahan bakar spesifik (BSFC), suhu gas buang (EGT), tegangan, dan daya output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO menurun signifikan seiring peningkatan beban, dengan nilai terendah sebesar 0,67–2 ppm pada bahan bakar campuran pada beban 80%. Nilai BSFC terbaik diperoleh pada bahan bakar campuran dengan rentang 8,91–20,40 g/kWh, sedangkan RON 92 menghasilkan daya output tertinggi hingga ±829 W dengan tegangan yang lebih stabil. Suhu gas buang meningkat seiring peningkatan beban, dengan nilai maksimum mencapai 179°C pada RON 92. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan bakar dengan nilai oktan tinggi meningkatkan stabilitas pembakaran dan performa genset, sedangkan bahan bakar campuran mampu meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi. This study investigates the effect of fuel octane number and fuel blending on the emission characteristics and performance of a 1 kW four-stroke gasoline generator. Experiments were conducted using RON 90, RON 92, and a 50:50 fuel blend under load variations of 0%, 30%, and 80%, with three repetitions for each condition. Key parameters analyzed include carbon monoxide (CO) emissions, brake specific fuel consumption (BSFC), exhaust gas temperature (EGT), output voltage, and power. The results show that CO emissions decrease significantly with increasing load, reaching the lowest value of 0.67–2 ppm for the blended fuel at 80% load. The fuel blend exhibits the best efficiency with BSFC values ranging from 8.91 to 20.40 g/kWh, while RON 92 produces the highest and most stable electrical output, reaching up to 829 W. Exhaust gas temperature increases with load, with RON 92 reaching up to 179°C. These findings indicate that higher octane fuel improves combustion stability and generator performance, while fuel blending enhances efficiency and emission reduction.