Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Edukasi Pangan dan Gizi bagi Pegawai dan Dosen di LLDIKTI Wilayah VIII: Efforts to Improve Body Immunity through Food and Nutrition Education for Employees and Lecturers in LLDIKTI Region VIII I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; Ni Putu Eny Sulistyadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Ketut Wiradnyani; Ida Bagus Ketut Mantra; Purwaningtyas Kusumaningsih; I Gede Mustika
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.957 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1373

Abstract

The Covid 19 pandemic and unhealthy life style may lead to depression and anxiety followed by a decreasing of immune system. A healthy diet affects a person’s health and immune system. Objective: To provide education to the community, especially employees and lecturers in the LLDIKTI region VIII work environment, regarding food consumption and nutrition that can prevent stress and increase endurance during a pandemic. Methods: The activity begins with preparation, implementation and evaluation. Education is carried out using virtual media through zoom meetings, which are in the form of webinar series containing lectures and discussions. At the beginning of the activity, partners are given a pre-test and at the end of the discussion partners are given a post-test. Community service activities are carried out from October 13, 2021, to November 13, 2021. The evaluation was carried out using a knowledge questionnaire based on the material presented by the speaker.  The results of the community service activities showed an increase in partner knowledge about food and nutrition consumption that can prevent stress and increase endurance during a pandemic. Suggestion: It is necessary to conduct training and assistance in hygiene food processing to produce processed innovations that can be used to increase body immunity.
IDENTIFIKASI KOMPONEN FLAVONOID EKSTRAK KULIT LIMAU Citrus amblycarpa (HASSK) OCHSE MENGGUNAKAN THIN LAYER CHROMATOGRAPHY I Gusti Ayu Wita Kusumawati; I Made Wisnu Adhi Putra; Ida Bagus Agung Yogeswara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.555 KB)

Abstract

ABSTRAKKandungan flavonoid yang terkandung pada varietas jeruk dapat berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari stress oksidatif yang menyebabkan terjadinya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen flavonoid yang terkandung pada ekstrak kulit limau. Kulit limau yang telah dikeringkan, diekstraksi dengan perebusan dalam 100 ml air selama 7 menit. Identifikasi komponen flavonoid pada ekstrak kulit limau dilakukan dengan menggunakan Thin Layer Chromatography (TLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit limau mengandung kuersetin dan rutin yang merupakan golongan flavonoid. Ekstrak kulit limau berpotensi digunakan sebagai sumber antioksidan alami.Kata kunci: ekstrak kulit limau, flavonoid, thin Layer Chromatography
PKM PEMANFAATAN MALTODEKSTRIN DALAM PEMBUATAN BUMBU MIE KELOR GUD DI DESA BUAHAN, TABANAN Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.145 KB)

Abstract

ABSTRAKKelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis. Manfaat kelor telah banyak dirasakan oleh masyarakat yang dikonsumsi dalam bentuk olahannya seperti ice, permen jelly, mie kelor. Salah satu masyarakat Desa Buahan, Tabanan yang bernama Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya pengetahuan terkait pemanfaatan bahan pengisi untuk membuat bumbu mie yang lebih bervolume. Oleh karena itu tim pengabdi menawarkan solusi penambahan maltodekstrin pada bumbu sehingga bumbu menjadi lebih bervolume. Berdasarkan hasil pendampingan dan pelatihan pengunaan bahan pengisi yaitu maltodekstrin dalam pembuatan bumbu didapatkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Sampai saat ini pesanan mie kelor sangat diminati sehingga pesanan terus meningkat selain di Bali juga dari luar daerah seperti Subang, Surabaya, Bekasi, Bogor dan Jakarta.Kata kunci: maltodekstrin, bumbu, mie kelor
PROFIL SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DENGAN BERBAGAI METODE PENGERINGAN I Gusti Agung Ayu Dewi Landari; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.7-16.2023

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan karena memiliki aktivitas seperti antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, anti inflamasi, antimutagenik dan antihipertensi. Tingginya kadar air pada buah mengkudu dapat mengakibatkan adanya perubahan secara biologi dan kimia, sehingga diperlukan alternatif proses pengeringan untuk mengurangi kadar air dan menjaga kandungan senyawa flavonoid. Buah mengkudu dapat menghasilkan banyak manfaat dari senyawa flavonid dengan cara mengekstrak tanaman tersebut. Salah satu tahapan ekstraksi buah mengkudu yaitu melakukan pengeringan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil senyawa flavonoid ekstrak buah mengkudu dari berbagai metode pengeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap tiga perlakuan dan tiga ulangan sehingga di dapatkan 9 unit percobaan, dengan pengeringan buah mengkudu yaitu pengeringan matahari langsung, pengeringan diangin-anginkan dan pengeringan oven kemudian simplisia buah mengkudu dianalisis kadar airnya menggunakan metode gravimetri. Bubuk kering buah mengkudu dimaserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode LCMS/MS QTOF.Hasil dari penelitian yaitu rata-rata kadar air bubuk buah mengkudu metode pengeringan matahari langsung, diangin-anginkan dan dioven berturut-turut adalah 12,64%, 14,11% dan 9,38%. Adapun golongan senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan berbagai metode pengeringan yaitu flavonol, isoflavon, flavone dan flavanone.  Kandungan komponen profil senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan metode pengeringan matahari langsung, metode pengeringan diangin-anginkan dan metode pengeringan oven berturut-turut yaitu sebanyak 9 senyawa flavonoid, 10 senyawa flavonoid dan 2 senyawa flavonoid.
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro, Vitamin C, dan Organoleptik Puding Gonda (Sphenoclea Zeylanica Gaertn) dengan Penambahan Buah Kiwi (Actinidia Deliciosa) Ni Kadek Sri Sutarmini; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.402 KB)

Abstract

AbstrakPuding gonda dengan penambahan buah kiwi merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar dari daun gonda dan buah kiwi. Daun gonda mengandung senyawa aktif antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional. Buah kiwi mengandung vitamin C dan antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, serta daya terima puding gonda dengan penambahan buah kiwi. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu subtitusi 75%, 50%, 25%, dan 1 perlakuan kontrol yaitu 100% gonda. Parameter pengujian adalah kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah kiwi pada puding gonda memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C. Hasil uji daya terima menunjukkan bahwa daya terima berdasarkan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur puding gonda dengan penambahan buah kiwi yang paling disukai oleh panelis adalah formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) . Formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) menjadi formulasi terpilih dengan kandungan karbohidrat sebesar 18,79%, kandungan protein sebesar 0,28%, kandungan lemak sebesar 0,02%, dan kandungan vitamin C sebesar 56,77%. Puding gonda dengan penambahan buah kiwi dapat dijadikan camilan alternatif yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh remaja yang sedang menjalani diet rendah kalori dan penderita diabetes karena mengandung karbohidrat dan lemak yang rendah.Kata kunci: Puding gonda, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, buah kiwi AbstractThe addition of kiwi fruit in gonda pudding is one of the processed products made from gonda leaves and kiwi fruit. Gonda leaf contains antioxidants and has the potential to be developed as a source of functional food. In addition, kiwi is a source of vitamin C and antioxidants. The aim of the study was to determine the content of carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory analysis of gonda pudding with the addition of kiwi. The design of the study was a complete randomized design with 3 formulations (75%, 50%, 25%) and 1 control (100%). The parameters include carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory tests (color, aroma, taste, and texture) were determined. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), the significant results were carried out using Duncan's test with a 95% confidence level. The results showed that the addition of kiwi fruit had a significant effect on the carbohydrate, protein, and fat content and had no significant effect on the vitamin C content. According to sensory analysis, the addition of 75% of kiwi (F25) was the most preferred by the panelists. Formulation F25 (Gonda 25%: Kiwi 75%) was chosen in terms of macronutrient content with the highest carbohydrate and protein content of 18.79% and 0.28% respectively. In addition, F25 gives the lowest fat content (0.02%), with high vitamin C content (56.77%). In conclusion, Pudding gonda with the addition of kiwi fruit can be used as an excellent alternative snack and can be consumed by teenagers who are on a calorie deficit diet and a person with diabetes due to low carbohydrate and fat content. Keyword: Gonda pudding, carbohydrat, protein, fat, vitamin C, Kiwi fruit   
Pelatihan Hygiene Sanitasi Pengelola Destinasi Wisata Di Kota Denpasar I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ida Bagus Agung Yogeswara
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 1 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.063 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v7i1.2508

Abstract

Kurangnya pengetahuan pengelola destinasi wisata mengenai pentingnya hygiene sanitasi bagi suatu destinasi wisata dapat mengakibatkan ketidaknyaman wisatawan saat berkunjung bahkan menjadi tempat penyebaran penyakit. Hygiene sanitasi yang buruk pada suatu destinasi wisata dapat mempengaruhi kunjungan kembali oleh wisatawan. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola destinasi wisata selaku mitra pengabdian mengenai cara sanitasi dan menerapkan hygiene sanitasi di destinasi wisata yang mereka kelola. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui workshop menggunakan metode ceramah, diskusi dan pelatihan cara mengolah sampah organik dengan menggunakan komposter. Kegiatan pengabdian yang dilakukan menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara melakukan sanitasi di destinasi wisata yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta penerapannya pada destinasi wisata yang mereka kelola. Penerapan hygiene sanitasi pada destinasi wisata akan memberikan implikasi dengan kenyaman wisatawan dan kunjungan kembali yang akan dilakukan oleh wisatawan.
Penerapan Hygiene Sanitasi dan Keselamatan Kerja Pada UMKM Setan Bali Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; Putu Wida Gunawan; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.11036

Abstract

UMKM Sele Tangi (Setan) Bali merupakan industri rumah tangga yang mengolah klepon berbahan dasar ubi ungu. Pengolahan yang tidak higienis dan sanitasi tempat produksi berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Tujuan dilaksanakan PkM pada UMKM Setan Bali adalah untuk menerapkan personal hygiene dan peralatan, sanitasi tempat produksi serta keselamatan kerja para pekerja. Metode PkM dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan praktek mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar, penggunaan penutup kepala, sarung tangan dan masker saat melakukan produksi, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja serta cara melakukan penanggulangan terhadap kecelakaan kerja. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan mitra terhadap personal hygiene, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja yaitu masing-masing sebesar 73,81%; 71,43%; 71,43%; dan 85,71%. Sedangkan hasil post-test menunjukkan bahwa setelah pelatihan, pengetahuan mitra terhadap personal hygiene, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja meningkat masing-masing menjadi 95,24%; 85,71%; 100%; dan 100%. Dengan menerapkan hygiene, sanitasi dan keselamatan kerja pada proses produksi dapat meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro, Vitamin C, dan Organoleptik Puding Gonda (Sphenoclea Zeylanica Gaertn) dengan Penambahan Buah Kiwi (Actinidia Deliciosa) Ni Kadek Sri Sutarmini; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1982

Abstract

AbstrakPuding gonda dengan penambahan buah kiwi merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar dari daun gonda dan buah kiwi. Daun gonda mengandung senyawa aktif antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional. Buah kiwi mengandung vitamin C dan antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, serta daya terima puding gonda dengan penambahan buah kiwi. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu subtitusi 75%, 50%, 25%, dan 1 perlakuan kontrol yaitu 100% gonda. Parameter pengujian adalah kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah kiwi pada puding gonda memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C. Hasil uji daya terima menunjukkan bahwa daya terima berdasarkan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur puding gonda dengan penambahan buah kiwi yang paling disukai oleh panelis adalah formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) . Formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) menjadi formulasi terpilih dengan kandungan karbohidrat sebesar 18,79%, kandungan protein sebesar 0,28%, kandungan lemak sebesar 0,02%, dan kandungan vitamin C sebesar 56,77%. Puding gonda dengan penambahan buah kiwi dapat dijadikan camilan alternatif yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh remaja yang sedang menjalani diet rendah kalori dan penderita diabetes karena mengandung karbohidrat dan lemak yang rendah.Kata kunci: Puding gonda, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, buah kiwi AbstractThe addition of kiwi fruit in gonda pudding is one of the processed products made from gonda leaves and kiwi fruit. Gonda leaf contains antioxidants and has the potential to be developed as a source of functional food. In addition, kiwi is a source of vitamin C and antioxidants. The aim of the study was to determine the content of carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory analysis of gonda pudding with the addition of kiwi. The design of the study was a complete randomized design with 3 formulations (75%, 50%, 25%) and 1 control (100%). The parameters include carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory tests (color, aroma, taste, and texture) were determined. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), the significant results were carried out using Duncan's test with a 95% confidence level. The results showed that the addition of kiwi fruit had a significant effect on the carbohydrate, protein, and fat content and had no significant effect on the vitamin C content. According to sensory analysis, the addition of 75% of kiwi (F25) was the most preferred by the panelists. Formulation F25 (Gonda 25%: Kiwi 75%) was chosen in terms of macronutrient content with the highest carbohydrate and protein content of 18.79% and 0.28% respectively. In addition, F25 gives the lowest fat content (0.02%), with high vitamin C content (56.77%). In conclusion, Pudding gonda with the addition of kiwi fruit can be used as an excellent alternative snack and can be consumed by teenagers who are on a calorie deficit diet and a person with diabetes due to low carbohydrate and fat content. Keyword: Gonda pudding, carbohydrat, protein, fat, vitamin C, Kiwi fruit   
Pelatihan Pengolahan Kudapan Berbahan Dasar Protein Hewani di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Badung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Nursini, Ni Wayan; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Wiradnyani, Ni Ketut; Mantra, Ida Bagus Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.3330

Abstract

Masalah gizi yang umumnya terjadi di Indonesia diakibatkan karena minimnya tingkat pengetahuan mengenai menu gizi seimbang. Anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan rentan mengalami malnutrisi. Tujuan dilakukannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai olahan berbahan dasar protein hewani untuk memenuhi kebutuhan protein hewani anak yang berada di LKSA Widhya Asih Badung. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pelatihan pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani, yaitu berupa nugget lele, bakso ayam, dan dendeng babi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mitra dapat mengkonsumsi kudapan berbahan protein hewani yang bervariasi dan bergizi.
Uji Organoleptik pada Snack Telur Gabus dengan Fortifikasi Tepung Cangkang Telur Kalumbang, Handriany Ines; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2709

Abstract

Cangkang telur merupakan limbah yang ketersediannya sangat melimpah dan memiliki harga yang murah. Fortifikasi tepung cangkang telur juga dapat diaplikasikan pada snack telur gabus. Snack telur gabus (kue bidaran keju atau widaran keju) merupakan kue tradisional Indonesia berbentuk kecil kembung panjang, berwarna kuning keemasan, bertekstur halus, tidak pecah-pecah serta berasa gurih dan renyah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Tiga sampel perlakuan dengan fortifikasi cangkang telur dengan konsentrasi yang berbeda  yaitu 0%, 3% , 15% dan 25%. Hasil organoleptik menunjukan nilai tertinggi pada tingkat kesukaan rasa pada sampel TG 3 yaitu 4,24; pada kesukaan aroma tidak ada perbedaan yang signifikan dari semua perlakuan berkisar 3,48-3,72 pada tingkat kesukaan warna yang paling disukai sampel TG 3 yaitu 3.68; pada tekstur tidak ada perbedaan yang signifikan dari semua perlakuan berkisar 3,68-408; pada tingkat kesukaan keseluruhan tidak terdapat perbedaan signifikan dari semua perlakuan berkisar antara 3,88-4,04.