Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelatihan Pembutan Olahan Selada Laut di Sekolah Dasar Sathya Sai Denpasar Bali Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Gunawan, Putu Wida; Nursini, Ni Wayan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1061

Abstract

Kelompok karya ilmiah Sekolah Dasar Sathya Sai memenangkan mendali emas pada lomba tingkat nasional dengan mengolah selada laut menjadi furikake. Hal ini memotivasi mitra untuk dapat menghasilkan olahan selada laut lainnya. Selada laut merupakan sumber daya alam yang melimpah dan di sekitar pantai yang terdapat di wilayah Bali, sehingga bahan baku pembuatan olahan selada laut dapat dengan mudah didapatkan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah keterbatasan alat teknologi yang dimiliki sehingga mitra hanya dapat mengolah furikake dengan peralatan yang sederhana. Permasalahan lain yang dihadapi oleh mitra adalah minimnya pengetahuan untuk melakukan inovasi olahan selada laut, padahal mitra ingin dapat membuat olahan selada laut lainnya selain furikake. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam melakukan inovasi olahan selada laut dengan menggunakan teknologi tepat guna Metode kegiatan PKM dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi sosialisasi, ceramah, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi, yang dilakukan selama 2 bulan. Tim PKM merupakan dosen dan mahasiswa program studi ilmu gizi dan teknik informatika Universitas Dhyana Pura. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai inovasi olahan selada laut berupa manisan dan ice cream selada laut, cara mengolah selada laut, dan cara mengemas olahan selada laut yang dihasilkan. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi mitra untuk menghasilkan berbagai olahan selada laut lainnya.
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.
Pelatihan Kebersihan Destinasi Wisata Bagi Kelompok Sadar Wisata Di Kabupaten Klungkung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Jurnal Abdimas Perbanas Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Perbanas
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/jap.v5i2.709

Abstract

The unpleasantness of tourists visiting a tourist destination can be caused by the cleanliness of the tourist destination area that is sometime ignored by the caretakers. Tourist destinations that are not kept clean can also cause diseases. Tourist destination managers play an important role in recreating a clean tourist destination. This community service activity was carried out to improve the knowledge of tourism awareness groups that operate tourist destinations in Klungkung Regency. This activity was carried out using course, discussion as well as workshop methods. After the course, the knowledge about the management and application of cleanliness in tourist destinations has showed some improvement. Through this activity, it is hoped that the partners can implement cleanliness in tourist destinations and give contribution to the increase of tourists visiting the tourist destinations.
Melangkah lebih jauh dengan mie kelor gud: Eksplorasi tepung, rasa dan bumbu instan yang menggugah selera Nursini, Ni Wayan; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.19378

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis yang dapat dinikmati dalam bentuk olahannya. Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh dari Desa Buahan, Tabanan, merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu daun kelor cepat rontok dan tidak tahan lama, sedikitnya varian rasa yaitu goreng dan kuah serta bumbu mie yang terasa kurang bervolume. Metode yang digunakan yaitu community development dengan cara sosialisasi, pelatihan pendampingan dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini kami menawarkan solusi: 1) pengolahan daun kelor menjadi tepung, 2) penambahan varian rasa yaitu varian rasa betutu dan ikan, 3) penambahan maltodekstrin pada bumbu. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini 1)Peningkatan pengetahuan sebesar 76,36% terkait pembuatan dan manfaat penggunaan tepung kelor, 2) Meningkatnya jumlah varian rasa menjadi mie kelor goreng, mie kelor kuah, mie kelor betutu dan mie kelor ikan, 3) peningkatan pengetahuan terkait maltodekstrin dan pemanfaatannya sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap bahan baku, varian rasa dan bumbu yang lebih baik.
Formulasi dan Nilai Gizi Donat Kacang Gude (Cajanus cajan L.) Umayi, Anak Agung Istri Kintan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2475

Abstract

Kacang gude (Cajanus cajan L.) mengandung lemak, protein, karbohidrat, serat kasar dan antioksidan yang dapat membantu pemenuhan gizi remaja. Namun belum ada penelitian terkait formulasi dan nilai gizi pada donat kacang gude (Cajanus cajan L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan gizi; lemak, protein, karbohidrat, serat kasar dan antioksidan donat kacang gude menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Analisa data menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut tukey. Formulasi donat kacang gude (Cajanus cajan L.) yaitu pengunaan kacang gude 100g (F100), 75g (F75), 50g (F50), 25g (F25), 0g (F0). Hasil penelitian menunjukkan pada formulasi kacang gude yang terbaik adalah formulasi F75 dengan kadar lemak 20,73±0,12 mg/g, kadar protein 14,76±0,06 mg/g, kadar karbohidrat 43,51±0,12 mg/g, kadar serat kasar 3,86±0,04 mg/g, dan aktivitas antioksidan 52,66±0,07 mg/g. Formulasi F75 dapat digunakan sebagai makanan selingan untuk remaja yang kaya nilai gizi dan memiliki kandungan antioksidan.
PEMANFAATAN TEPUNG OKARA DAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR PADA COOKIES SEBAGAI PEMENUHAN SERAT ANAK Putri, Ni Wayan Sukma; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2940

Abstract

Obesitas merupakan salah satu dari banyaknya permasalahan gizi pada anak. Penyebab obesitas adalah tidak seimbangnya pola konsumsi anak dalam mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat, lemak, protein dan rendahnya konsumsi serat. Okara yang dikenal dengan ampas tahu merupakan hasil samping dari olahan tahu yang memiliki kandungan serat. Pemanfaatan okara dalam pengembangan produk pangan “cookies” berpotensi untuk dilakukan. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana kandungan serat pada produk cookies subtitusi tepung okara dan penambahan daun kelor sebagai pemenuhan serat anak. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Metode analisa kandungan serat kasar menggunakan gravimetri. Data dianalisis dengan menggunakan alysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan pada perlakuan O4K4 memiliki kandungan serat tertinggi sebesar 2,779 % dan dalam pemenuhan kebutuhan serat anak laki-laki dan perempuan usia 4-6 tahun membutuhkan 20g serat per hari, maka O4K4 mampu berkontribusi dalam pemenuhan serat sebanyak 2,78g/100g. Mengkonsumsi 10 keping cookies perlakuan O4K4 per hari dapat memenuhi kebutuhan serat anak. Penelitian terkait analisa kandungan protein, lemak dan karbohidrat pada cookeis subtitusi tepung okara dan penambahan daun kelor dapat dilakukan lebih lanjut.