Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

THE CHARACTER OF BU PRANI IN THE FILM “BUDI PEKERTI”: A SEMIOTIC ANALYSIS STUDY BY CHARLES SANDERS PEIRCE Rizki Wahyu Arif Hidayatulloh; Rustim; Choiru Pradhono
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1.129

Abstract

This study aims to reveal the signs of Mrs. Prani's character in the film 'Budi Pekerti' using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. The research method used is descriptive qualitative with an in-depth case study. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study show that there are 27 signs that depict the four main characteristics of Mrs. Prani: honest, patient, intelligent, and responsible. These signs were identified through visual and audio analysis of scenes in the film. Peirce's semiotic approach is effective in understanding how visual and audio signs are used to build character and convey moral messages in the film. This research contributes to a deeper understanding of the use of semiotics in film analysis, particularly in analyzing characters and conveying moral messages through visual and audio signs.
SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA FILM RANAH 3 WARNA Sri Yosfia, Nadia; Rustim; Maisaratun Najmi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.242

Abstract

Penelitian ini menganalisis film Ranah 3 Warna melalui Semiotika Roland Barthes untuk mengungkapkan makna denotatif dan makna konotatif yang terkandung dalam unsur naratif dan sinematik film. Ranah 3 Warna, yang diadaptasi dari novel karya A. Fuadi, menceritakan perjuangan seorang pemuda dalam meraih impiannya meskipun menghadapi berbagai tantangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek yang dipilih yaitu film Ranah 3 Warna (2022) yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Data pada penelitian didapatkan dari Film dan Transkrip Film Ranah 3 Warna. Penelitian ini mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal dalam film serta bagaimana makna terbentuk melalui sistem semiotik Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan dalam film Ranah 3 Warna melalui tanda-tanda yang terkandung dalam unsur naratif film terdapat simbol-simbol perjuangan, ketekunan, dan nilai-nilai religius tentang kesuksesan melalui kerja keras dan doa. Penelitian ini berperan dalam memahami bagaimana sebuah film dapat menyampaikan pesan sosial dan budaya melalui tanda-tanda yang dibangun secara sinematik.
PENATAAN SUARA SURREALIST DENGAN INTERNAL DIEGETIC SOUND PADA FILM LABYRINTH OF MIND Fadhillah Camaylia Yeffri Dewi; Rustim
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.252

Abstract

Film Film Labyrinth Of Mind bergenre thriller pshycology menceritakan tentang Chira, seorang wanita berusia 20 tahun memiliki karakter unik yang suka membuat konten vlog, tetapi menderita skizofrenia paranoid yang dipicu oleh faktor genetik dan pengalaman traumatis saat menyaksikan ayahnya yang stres setelah kematian tragis ibunya. Dalam upaya mencari ketenangan, Chira pergi ke sebuah villa di pegunungan. Namun, ketenangan yang diharapkannya berubah menjadi mimpi buruk ketika dia mulai mendengar bisikan-bisikan dan mengalami halusinasi tentang ayah dan ibunya yang telah meninggal. Di villa tersebut, Chira menemukan selendang merah dalam sebuah peti, yang membawa serangkaian kejadian aneh dan menakutkan. Setelah berlari panik dan bersembunyi di hutan, Chira terus dihantui oleh suara-suara dan bayangan hitam yang menakutkan. Ketika akhirnya terbangun di rumah sakit, dia menyadari bahwa barang-barang yang ada disebuah villa seperti peti, selendang merah, dan surat kabar semuanya nyata, mencerminkan kondisi mentalnya yang semakin parah. Konsep tata suara yang digunakan pada film Labyrinth Of Mind adalah penataan suara suurealist dengan internal diegetic sound pada film labyrinth of mind. Suara surrealist yang diciptakan bertujuan untuk menciptakan pendengaran yang unik dan menarik untuk penonton dengan menggabungkan elemen-elemen suara yang mengungkapkan pikiran dan emosi dalam karakter. Pengkarya menghubungkannya untuk memberikan perbedaan antara realistas dan halusinasi pada film Labyrinth Of Mind.
FUNGSI PENATAAN SUARA NON DIEGETIC DALAM MEMBANGUN MOOD PADA FILM ADA APA SUTRADARA RUDI SOEDJARWO Fernando, Nico; Hamzaini; Rustim
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan musik dan efek suara non diegetik berperan penting dalam menciptakan suasana emosional yang mendalam sepanjang cerita. Musik yang tidak berasal dari dunia film (non diegetik) seringkali digunakan untuk memperkuat perasaan yang dirasakan oleh karakter atau mengarahkan emosi penonton. Dalam film ini, komposer musik dan tim produksi menggunakan musik untuk membangun mood yang sesuai dengan perkembangan hubungan antara Cinta dan Rangga, serta menciptakan kontras antara momen romantis dan dramatis. Metode Penelitian yang bersifat kualitatif yang menghasilkan data deskriptif mengenai Fungsi Penataan Non Diegetic Sound Dalam Membangun Mood Pada Film Ada Apa Dengan Cinta. Sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi utama dari non diegetik sound dalam film ini adalah untuk memperkuat mood dan perasaan yang ingin disampaikan, seperti kebahagiaan, kerinduan, atau ketegangan, tanpa harus tergantung pada dialog. Musik ini juga mempertegas tema-tema seperti cinta, pencarian jati diri, dan konflik batin, serta menambah kedalaman pengalaman emosional yang dirasakan oleh penonton.