Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penafsiran Kisah-Kisah Al-Qur’an untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-Qur’an Al-Karim Lin-nasy’i Karya Ahmas Subhi) Fadhil, Azzam; Sulthoni, Akhmad; Firdausi, Arif
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.247

Abstract

Penafsiran kisah-kisah Al-Qur’an yang selama ini ada, lebih banyak ditujukan dan hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa baik dari pelajar, mahasiswa, dosen maupun para cendekiawan, dan belum pernah menyentuh pada objek anak usia dini. Padahal dunia orang dewasa jelas berbeda dengan dunia anak usia dini, anak dengan kegemarannya bermain jelas memiliki dunia yang lain. Bagaimana menyajikan sebuah metode penafsiran kisah-kisah Al-Qur’an yang dapat di konsumsi oleh anak usia dini adalah ide dan gebrakan baru dalam bidang dunia keilmuan tafsir. Karena itu, Ahmas Hasan Subhi hadir melalui karya tafsirnya dengan pendekatan penafsiran kisah-kisah di dalam Al-Qur’an untuk anak usia dini yang berjudul Qasasu Al-Qur’an Al-Karim Lin-nasy’i. Karya Ahmas Subhi yang lahir sebagai respon terhadap kepedulian dunia pendidikan anak, khususnya dalam bidang pendidikan tafsir Al-Qur’an ini dinilai sebagai karya baru, hal ini terbukti dengan masih minimnya literatur- literatur yang membahas tentang penafsiran kisah-kisah di dalam Al-Qur’an untuk anak. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana metode penafsiran yang yang ditawarkan oleh Ahmas Subhi dalam karyanya? Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijmali dengan gaya bahasa dialogis dan metode cerita atau mendongeng dalam Qasasu Al-Qur’an Al-Karim Lin-nasy’i dapat dijadikan solusi metode terbaik dan relevan untuk anak usia dini.
Konsep Zalim dalam Tafsir Al Munir: Studi Penafsiran Ayat-Ayat Zalim Prespektif Kitab Tafsir Al Munir Addieni, Lutfia Nur; Sulthoni, Akhmad; Astuti, Indri
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.260

Abstract

Permasalahan umat manusia semakin bertambah dan tidak pernah habis seiring berkembangnyanya zaman. Begitu juga dengan kezaliman, padahal umat manusia memiliki norma yang harus ditaati dan setiap individu berhak mendapatkan perlindungan. Kezaliman merupakan sikap yang tumbuh dari kesombongan dalam diri seseorang, sikap ini berbahaya bagi masyarakat serta pelakunya. Di dalam al-Qur’an telah banyak menjelaskan ayat-ayat yang membahas mengenai kezaliman. Akan tetapi banyak dari manusia yang masih enggan mempelajarinya. Penulis tertarik untuk membahas mengenai konsep zalim dalam al-Qur’an menurut Kitab Tafsir Al Munir sebagai kitab tafsir kontemper. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna zalim prespektif Kitab Tafsir Al Munir dan azab yang Allah turunkan bagi orang yang zalim. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan teknik deskriptif-analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna zalim menurut Wahbah Az Zuhaili adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Zalim terbagi menjadi tiga jenis yaitu; zalim terhadap Allah, zalim terhadap diri sendiri, dan zalim terhadap sesama makhluk. Allah menurunkan azab bagi mereka yang berbuat zalim selama di dunia seperti berupa bencana alam dan azab di akhirat kelak berupa siksa neraka yang amat pedih.
Konsep Hijrah dalam Al-Tafsir Al-Munir Zuhairi, Faris; Sulthoni, Akhmad; Romadlon, Arif Firdausi Nur
Adh Dhiya | Journal of The Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 2 (2024): adh Dhiya
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/adhy.v1i2.121

Abstract

In the phenomenon of hijrah among public figures via social media, this action attracts attention and has an impact on appearance and consumer behavior. Hijrah is considered an act of faith that reflects indifference to the world in order to achieve piety. The event of the Hijrah of the Prophet Muhammad. and the meaning of the word "hijrah" in the Koran is the focus of research. Using library research methods and referring to the book Al Munir by Wahbah Az-Zuhaili, this research analyzes the interpretation of the hijrah and its implementation in everyday life. The results of the analysis show that hijrah, in the context of the verses of the Qur'an, involves changes in attitudes and behavior to get closer to Allah. Certain verses, such as Al-Baqarah (2:218), An-Nisa' (4:97-100), Al-Anfal (8:72-75), An-Nahl (16:41), Maryam (19 :49), Al-Ankabut (29:26,56), Ash-Shofat (37:99), Az-Zumar (39:10), Ad-Dukhan (44:21), Adz-Dzariyat (51:50) , Al-Hasyr (59:8), Al-Mumlahanah (60:10), Al-Muzzammil (73:19), and Al-Muddatstsir (74:5), emphasize the importance of hijrah as Allah's command to maintain faith, personal safety , and fighting for religion. Hijrah also involves changes to avoid shirk, evil, and sinful acts, viewing it as an important step in the spiritual journey towards truth and a better life, with the Qur'an as a guide to life.
Oaths in The Short Chapters of Al-Mufaṣṣal from the Qur'an (Analytical Study based on the Tafsir Mafatih Al-Ghaib): القسم في قصار المفصل من القرآن (دراسة تحليلية من تفسير مفاتيح الغيب) Salsabila, Dafina; Sulthoni, Akhmad; Saputra, Akhmadiyah; Balqis, Madiha Syarifah
ZAD Al-Mufassirin Vol. 7 No. 2 (2025): Zad Al-Mufassirin December 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v7i2.311

Abstract

This study aims to explore the meanings contained in the oath verses within those found in the surahs from Adh-Dhuha to An-Nas (qiṣar al-mufaṣṣal). The research adopts a qualitative approach using the method of library research. The analytical method employed in this study is the thematic method focusing on a particular scholar. Based on the discussion, it is evident that al-Rāzī possesses a distinctive methodology in interpreting verses, including the oath verses. His methodology is characterized by a systematic approach in initiating interpretation, explaining the differences in Qirā'at (variant readings of the Qur'an), citing interpretations from various classical scholars, and utilizing imaginary dialogue. This finding highlights al-Rāzī's distinctive approach in elucidating moral values embedded within religious teachings through the interpretive analysis of oath-related verses. The oath verse in Surah Adh-Dhuha teaches that worldly life is never free from changes and trials. In Surah At-Tin, it emphasizes the sanctity of sacred places and the honor of the prophets associated with the oath. The oath verse in Surah Al-‘Adiyat highlights that Allah swears by the horses of the warriors due to their significant benefits in both worldly and religious affairs. This also serves as an indication that horses should be used not for pride and luxury but for the purpose of jihad.
Studi Penciptaan Manusia dari Tanah dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir An-Nur Apriliani, Putri; Sulthoni, Akhmad; Astuti, Indri
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i2.412

Abstract

Manusia merupakan salah satu ciptaan Allah yang memiliki tujuan paling jelas sebagai khalifah fil ‘ardh yang Allah pilih langsung sekaligus sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Penelitian ini mengkaji tentang penciptaan manusia dari tanah dalam Al-Qur’an perspektif Tafsir An-Nur. Penelitian ini merujuk pada penciptaan manusia pertama, yaitu Nabi Adam yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai makhluk yang Allah ciptakan pertama kali menggunakan unsur tanah. Pemilihan penelitian ini mencakup beberapa tujuan dan hikmah penting terkait hakikat manusia dan hubungannya dengan alam. Tafsir An-Nur merupakan salah satu tafsir kontemporer yang monumental di abad ini, bahasa yang efektif dan mudah di pahami bagi seluruh kalangan masyarakat, sekaligus relevan untuk penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tafsir ayat-ayat penciptaan manusia dari tanah dan hikmah dari penafsiran tersebut bagi umat islam saat ini dengan menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dengan bahan baku tanah. Manusia yang diciptakan setelahnya berasal dari nuthfah dan sel telur yang keduanya memiliki asal muasal dari tanah sebagai pengingat dan hikmah bagi umat islam saat ini. Agar manusia selalu mengingat keagungan dan kemuliaan Allah dengan melihat diri mereka sendiri, memahami tujuan manusia diciptakan serta mengingat ajal dan kematian mereka, bahwa sejatinya mereka berasal dari tanah dan nantinya akan kembali ke tanah (meninggal). Sehingga, perlu merenungi keajaiban yang Allah perlihatkan dengan memahami kondisi manusia itu sendiri serta mempersiapkan diri menghadapi yaumul akhir sehingga akan bertambah iman seseorang. Semua hal diatas dilakukan sebagai bentuk kesadaran dan kepasrahan diri bahwa Allah adalah sebaik-baik pencipta dan Maha Kuasa atas segala sesuatu yang terjadi di dalamnya.