Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Profit-Sharing Contracts in Qanun Sharia Financial Institutions in BSI Lhokseumawe Widia, Siska Mona; Faisal, Faisal; Sulaiman, Sulaiman
Media Syari'ah : Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jms.v25i1.17316

Abstract

This study aims to determine the implementation of profit-sharing based contracts at BSI Lhokseumawe, and the obstacles faced and efforts of BSI Lhokseumawe in implementing profit-sharing based contracts based on Article 14 of Qanun Number 11 of 2018 concerning Islamic Financial Institutions. This study uses empirical research methods and empirical juridical approaches. Data were obtained through field research and library research. Data analysis was carried out qualitatively. The results of the study show that BSI Lhokseumawe has carried out financing by prioritizing profit-sharing based contracts but has not reached a percentage based on Article 14 of Qanun Number 11 of 2018 concerning Islamic Financial Institutions. Factors that become obstacles for BSI are internal factors in the form of twice the bank transfer process, and technical obstacles such as networking, as well as external factors in the form of a lack of knowledge of prospective customers or the public regarding Islamic banks and conventional banks. It is suggested to BSI be able to maximize achievement, especially in prioritizing profit-sharing based contracts for Small and Medium Enterprises (MSMEs) so that this empowerment can have a significant impact on achieving the percentage of profit-sharing-based contracts by the provisions of Article 14 paragraph (7) of Qanun Number 11 2018 concerning Islamic Financial Institutions. The community is expected to be able to learn about Islamic banks and conventional banks, to assist banks in implementing existing regulations. Urgensi penelitian ini untuk mengetahui implementasi akad berbasis bagi hasil pada BSI Lhokseumawe, dan kendala yang dihadapi serta upaya BSI Lhokseumawe dalam implementasi akad berbasis bagi hasil berdasarkan Pasal 14 Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa BSI Lhokseumawe sudah melaksanakan pembiayaan dengan mengutamakan akad berbasis bagi hasil tetapi belum mencapai persentasi berdasarkan Pasal 14 Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Faktor yang menjadi hambatan bagi BSI adalah faktor internal berupa dua kali proses pemindahan bank, dan kendala teknis, seperti jaringan. Kendala teknis ini merupakan kendala secara umum yang tidak hanya berdampak bagi pembiayaan berbasis bagi hasil (mudharabah dan musyarakah), namun berdampak juga bagi pembiayaan-pembiayaan lainnya, seperti murabahah. Selain itu, adanya faktor eksternal berupa kurangnya pengetahuan calon nasabah atau masyarakat mengenai bank syariah dan bank konvensional. Disarankan kepada BSI agar dapat memaksimalkan pencapaian, khususnya dalam mengutamakan akad berbasis bagi hasil pada Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga pemberdayaan ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian persentasi akad berbasis bagi hasil sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (7) Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Masyarakat diharapkan dapat mempelajari mengenai bank syariah dan bank konvensional, agar membantu bank dalam melaksanakan regulasi yang ada.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Teknologi Bayi Tabung dan Surrogacy: Kajian Normatif Berdasarkan Maqasid al-Syari’ah Nur Aksa, Fauzah; Herinawati; Tahmid, Muhammad; Widia, Siska Mona
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 10 No. 1 (2025): Palita : Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v10i1.6537

Abstract

The advancement of modern reproductive technologies, such as in vitrofertilization (IVF) and surrogacy, has provided medical alternatives for couples facing infertility issues. Despite their benefits, these practices raise significant concerns from the perspective of Islamic law, particularly regarding lineage (nasab), the sanctity of the womb, and the protection of offspring. This study aimsto analyze the permissibility of IVF and surrogacy within Islamic jurisprudenceusing a normative approach, and to assess their compatibility through the lens ofmaqasid al-shari’ah (the higher objectives of Islamic law). This research employs a normative qualitative method, drawing upon classical and contemporary Islamic jurisprudential literature, fatwas from recognized Islamic legal institutions (such as the Indonesian Ulema Council and the International Islamic Fiqh Academy), and the theoretical framework of maqasid al-shari’ah. The study finds that IVF is permissible in Islamic law as long as it occurs within a lawfulmarital relationship and does not involve third-party donors. On the other hand, all forms of surrogacy—whether involving a genetic link to the surrogate or not—are prohibited (haram) due to their potential to compromise lineage, exploit women’s bodies, and violate the sanctity of the reproductive process. The findings reaffirm that Islamic law, through the objectives of maqasid al-shari’ah, places a strong emphasis on the preservation of lineage (hifz al-nasl) and the integrity ofthe family unit. Thus, modern reproductive technologies are only acceptable whenthey align with these fundamental ethical and legal principles. This study contributes to the development of contemporary Islamic jurisprudence and serves as a reference for formulating religiously appropriate policies in the face of evolving medical advancements. Keywords: Islamic Law, In Vitro Fertilization, Surrogacy, Maqasid al-Shari’ah, Lineage, Modern Reproduction.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK GADAI EMAS DI BANK SYARIAH INDONESIA Aksa, Fauzah Nur; Herinawati, Herinawati; Saputra, Nanda Setia; widia, Siska Mona
Jurnal Ilmu Hukum Reusam Vol 13 No 1 (2025): REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum - Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/reusam.v13i1.21713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik gadai emas di Bank Syariah Indonesia dari perspektif hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengombinasikan metode normatif dan empiris. Penelitian ini menganalisis praktik gadai emas di Bank Syariah Indonesia yang menggunakan tiga akad: qard (pinjaman), gadai (jaminan), dan ijarah (sewa). Sistem ini telah divalidasi sebagai patuh syariah karena terbebas dari unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (perjudian), dan riba (bunga). Keunggulan utama produk gadai emas adalah kemampuannya menyalurkan pembiayaan secara cepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, terdapat dua tantangan signifikan yang menghambat perkembangan produk ini: rendahnya literasi masyarakat mengenai mekanisme gadai emas di perbankan syariah dan persyaratan kepemilikan emas sebagai jaminan yang tidak semua nasabah potensial dapat memenuhinya. Diperlukan strategi edukasi komprehensif dan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan gadai emas syariah serta diversifikasi bentuk jaminan yang dapat diterima untuk memperluas jangkauan layanan keuangan syariah kepada berbagai segmen masyarakat.
Integrasi Hukum Islam dalam Upacara Adat Batagak Panghulu di Minangkabau Widia, Siska Mona; Miswardi, Miswardi; Nahdaturrahmi, Nahdaturrahmi; Wahyuni, Sri
Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2025): Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/ulumuddin.v15i2.2908

Abstract

Minang society is known for its strong customs and religion, with philosophy of adat basandi syara', syara' basandi kitabullah, syara' mangato adaik mamakai. This research discusses the integration of Islamic values into the batagak panghulu traditional ceremony with empirical methods and qualitative data analysis based on field research. The results showed that Islam came to enlighten the creed of the people, Islam straightens, gives value, meaning and strengthening to the culture that already lives in Minangkabau society including in batagak panghulu ceremony. In Sutijo village, the selection of datuak and panungkek candidates is based on the prospective leader's understanding of Islamic religious. In the series of events of the batagak penghulu, the bundo kanduang must wear a tikuluak (head covering), and there are prohibitions on the datuak and panungkek who are not allowed to manyengsengkan langan baju jo sarawa, the determination of aurat, and the values ​​of togetherness so that this batagak panghulu ceremony has been in line with Islamic law.
ANALISIS PENGARUH POLITIK HUKUM TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DALAM KONSEP “NO VIRAL NO JUSTICE” Widia, Siska Mona
Jurnal Ilmu Hukum Reusam Vol 11 No 2 (2023): REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum - November 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/reusam.v11i2.23850

Abstract

Penegakan hukum saat ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi sehingga melahirkan slogan no viral no justice. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji secara mendalam pengaruh politik hukum dalam penegakan hukum di era digital, untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana pengaruh politik hukum terhadap proses penegakan hukum khususnya pada kasus-kasus yang menarik perhatian publik hingga kasus tersebut menjadi viral. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kepustakaan (Library research), dan menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses hukum membutuhkan penegak hukum yang transparan dan pemerintah yang tegas dalam membuat suatu kebijakan dengan tujuan untuk mencapai tujuan kemanfaatan dan kepastian hukum. Peran politik hukum untuk menjaga kepastian dan keadilan serta manfaat hukum ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga slogan no viral no justice perlahan akan hilang, serta perlunya upaya reformasi kebijakan oleh pemerintah agar kebijakan yang berlaku dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan hukum.
Profit-Sharing Contracts in Qanun Sharia Financial Institutions in BSI Lhokseumawe Widia, Siska Mona; Faisal, Faisal; Sulaiman, Sulaiman
Media Syari'ah Vol 25 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jms.v25i1.17316

Abstract

This study aims to determine the implementation of profit-sharing based contracts at BSI Lhokseumawe, and the obstacles faced and efforts of BSI Lhokseumawe in implementing profit-sharing based contracts based on Article 14 of Qanun Number 11 of 2018 concerning Islamic Financial Institutions. This study uses empirical research methods and empirical juridical approaches. Data were obtained through field research and library research. Data analysis was carried out qualitatively. The results of the study show that BSI Lhokseumawe has carried out financing by prioritizing profit-sharing based contracts but has not reached a percentage based on Article 14 of Qanun Number 11 of 2018 concerning Islamic Financial Institutions. Factors that become obstacles for BSI are internal factors in the form of twice the bank transfer process, and technical obstacles such as networking, as well as external factors in the form of a lack of knowledge of prospective customers or the public regarding Islamic banks and conventional banks. It is suggested to BSI be able to maximize achievement, especially in prioritizing profit-sharing based contracts for Small and Medium Enterprises (MSMEs) so that this empowerment can have a significant impact on achieving the percentage of profit-sharing-based contracts by the provisions of Article 14 paragraph (7) of Qanun Number 11 2018 concerning Islamic Financial Institutions. The community is expected to be able to learn about Islamic banks and conventional banks, to assist banks in implementing existing regulations. Urgensi penelitian ini untuk mengetahui implementasi akad berbasis bagi hasil pada BSI Lhokseumawe, dan kendala yang dihadapi serta upaya BSI Lhokseumawe dalam implementasi akad berbasis bagi hasil berdasarkan Pasal 14 Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa BSI Lhokseumawe sudah melaksanakan pembiayaan dengan mengutamakan akad berbasis bagi hasil tetapi belum mencapai persentasi berdasarkan Pasal 14 Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Faktor yang menjadi hambatan bagi BSI adalah faktor internal berupa dua kali proses pemindahan bank, dan kendala teknis, seperti jaringan. Kendala teknis ini merupakan kendala secara umum yang tidak hanya berdampak bagi pembiayaan berbasis bagi hasil (mudharabah dan musyarakah), namun berdampak juga bagi pembiayaan-pembiayaan lainnya, seperti murabahah. Selain itu, adanya faktor eksternal berupa kurangnya pengetahuan calon nasabah atau masyarakat mengenai bank syariah dan bank konvensional. Disarankan kepada BSI agar dapat memaksimalkan pencapaian, khususnya dalam mengutamakan akad berbasis bagi hasil pada Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga pemberdayaan ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian persentasi akad berbasis bagi hasil sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (7) Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Masyarakat diharapkan dapat mempelajari mengenai bank syariah dan bank konvensional, agar membantu bank dalam melaksanakan regulasi yang ada.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Teknologi Bayi Tabung dan Surrogacy: Kajian Normatif Berdasarkan Maqasid al-Syari’ah Nur Aksa, Fauzah; Herinawati; Tahmid, Muhammad; Widia, Siska Mona
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 10 No. 1 (2025): Palita : Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v10i1.6537

Abstract

The advancement of modern reproductive technologies, such as in vitrofertilization (IVF) and surrogacy, has provided medical alternatives for couples facing infertility issues. Despite their benefits, these practices raise significant concerns from the perspective of Islamic law, particularly regarding lineage (nasab), the sanctity of the womb, and the protection of offspring. This study aimsto analyze the permissibility of IVF and surrogacy within Islamic jurisprudenceusing a normative approach, and to assess their compatibility through the lens ofmaqasid al-shari’ah (the higher objectives of Islamic law). This research employs a normative qualitative method, drawing upon classical and contemporary Islamic jurisprudential literature, fatwas from recognized Islamic legal institutions (such as the Indonesian Ulema Council and the International Islamic Fiqh Academy), and the theoretical framework of maqasid al-shari’ah. The study finds that IVF is permissible in Islamic law as long as it occurs within a lawfulmarital relationship and does not involve third-party donors. On the other hand, all forms of surrogacy—whether involving a genetic link to the surrogate or not—are prohibited (haram) due to their potential to compromise lineage, exploit women’s bodies, and violate the sanctity of the reproductive process. The findings reaffirm that Islamic law, through the objectives of maqasid al-shari’ah, places a strong emphasis on the preservation of lineage (hifz al-nasl) and the integrity ofthe family unit. Thus, modern reproductive technologies are only acceptable whenthey align with these fundamental ethical and legal principles. This study contributes to the development of contemporary Islamic jurisprudence and serves as a reference for formulating religiously appropriate policies in the face of evolving medical advancements. Keywords: Islamic Law, In Vitro Fertilization, Surrogacy, Maqasid al-Shari’ah, Lineage, Modern Reproduction.
PERBANDINGAN METODE PENELITIAN YURIDIS NORMATIF DAN YURIDIS EMPIRIS: PENELITIAN DI UIN SJECH M DJAMIL DJAMBEK Aksa, Fauzah Nur; Widia, Siska Mona; Hanani, Silfia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2226-2236

Abstract

Salah satu lembaga pendidikan yang diketahui mewajibkan mahasiswa pascasarjana untuk mempublikasikan penelitian ilmiah adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek yang berlokasi di Kota Bukittinggi Sumatera Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka mahasiswa Magister Hukum Islam sebagai salah satu program studi di UIN Sjech M Djamil Djambek harus mempunyai pemahaman yang memadai terhadap metodologi penelitian, oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji mengenai perbandingan metode penelitian yang digunakan oleh para mahasiswa Magister Ilmu Hukum UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Studi ini bermaksud guna mengetahui dan menjelaskan perbandingan metode penelitian yuridis normatif dan metode penelitian yuridis empiris serta untuk menjelaskan penggunaan metode penelitian dalam publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa Magister Hukum Islam UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Metode penelitian yang dipakai ialah penelitian empiris, dengan pendekatan sosiologis, yang bertitik tolak pada data primer berupa hasil observasi atau wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian yuridis empiris dan yuridis normatif mempunyai perbedaan dari segi tolak ukur, obyek kajian, sumber data penelitian, pendekatan, hipotesis dan hasil penelitian, kemudian penggunaan kedua metode ini di kalangan mahasiswa Magister Hukum Islam adalah sama rata dengan alasan masing-masing mahasiswa sebagai ukuran pemahaman terhadap metode penelitian hukum