Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Soft Skill pada Mahasiswa Pratama, Wilson Candra Teguh; Fatkhurrokhman , Tiyan; Angoro, Wisanggeni; Barokah, Siti; Ramlah, Sri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i3.233

Abstract

Selain pengetahuan akademik, soft skill juga merupakan kemampuan non-teknis seperti berpikir kritis dan mengelola waktu. Dewasa ini, perusahaan di dunia kerja melihat soft skill seseorang calon karyawan selain kemampuan hard skill nya. Mahasiswa perguruan tinggi harus dikenali dan diberi pengetahuan karena mereka adalah penerus bangsa dan untuk meningkatkan diri mereka sendiri. "Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Softskill" adalah salah satu contoh kegiatan Pelatihan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Gombong. Pengarahan, presentasi, diskusi, studi kasus, dan evaluasi adalah metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini
Optimalisasi Potensi Lokal melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Lele menjadi Abon bagi KWT untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Desa Bogangin, Kacamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas Qomar, Umi Laelatul; Rahmatullah, Wahyu; Pratama, Wilson Candra Teguh; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono; Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23253

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar, khususnya budidaya ikan lele. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama kelompok wanita tani (KWT), dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi masih menjadi kendala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam mengolah ikan lele menjadi abon sebagai produk olahan yang memiliki daya jual tinggi dan daya simpan panjang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis pembuatan abon lele, pendampingan manajemen usaha, dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85%, serta munculnya inisiatif KWT untuk membentuk usaha bersama dalam skala rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan potensi lokal berbasis sumber daya desa. Kata Kunci: KWT, Abon Lele, Pemberdayaan Perempuan, Potensi Lokal, Ekonomi Desa.  ABSTRACT Utilizing local potential is one of the strategic efforts to enhance the economic independence of rural communities. Bogangin Village, located in Sumpiuh Subdistrict, has great potential in the freshwater fisheries sector, particularly in catfish farming. However, the limited knowledge and skills of the community—especially the Women Farmers Group (KWT)—in processing fishery products into high-value economic commodities remain a challenge. This community service activity aims to improve the ability of KWT members to process catfish into shredded fish (abon) as a value-added product with high market potential and long shelf life. The methods used include counseling, hands-on training in making shredded catfish, business management assistance, and digital marketing strategies.The results show an 85% increase in participants’ knowledge and skills, as well as the emergence of an initiative from the KWT to establish a joint household-scale business. This activity has made a tangible contribution to women’s economic empowerment and the strengthening of local potential based on village resources. Keywords: Women Farmers Group (KWT), Shredded Catfish, Women’s Empowerment, Local Potential, Village Economy.
Penerapan Aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) Pada Kader Posyandu di Desa Bogangin, Kacamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas Qomar, Umi Laelatul; Rahmatullah, Wahyu; Pratama, Wilson Candra Teguh; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono; Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24053

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that has serious implications for health outcomes and human resource quality. One of the main challenges in stunting prevention at the village level is the limited system for recording, monitoring, and disseminating maternal and child health information, which is still predominantly conducted manually. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance the capacity of Posyandu cadres in stunting monitoring through the implementation of the LARASKIA application (Stunting Recording and Maternal and Child Health Information Service) in Bogangin Village, Banyumas Regency. The program employed socialization, application usage training, mentoring, and evaluation as its implementation methods. The results demonstrated that the application of LARASKIA significantly improved the knowledge and skills of Posyandu cadres in recording toddlers’ nutritional status, monitoring maternal and child health, and delivering health information in a more effective and systematic manner. This program contributes to strengthening digital-based stunting prevention efforts at the village level. Keywords: Stunting, LARASKIA, Posyandu Cadres, Maternal and Child Health, Digital Health.  ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas kesehatan dan sumber daya manusia. Salah satu kendala utama dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa adalah keterbatasan sistem pencatatan, pemantauan, dan penyampaian informasi kesehatan ibu dan anak yang masih dilakukan secara manual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan stunting melalui penerapan aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) di Desa Bogangin, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan aplikasi LARASKIA mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencatatan status gizi balita, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta penyampaian informasi kesehatan secara lebih efektif dan sistematis. Program ini berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting berbasis digital di tingkat des Kata Kunci: Stunting, LARASKIA, Kader Posyandu, Kesehatan Ibu Dan Anak, Digital Health.